• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam periode 2002 hingga 2005 diperkirakan akan terjadi perubahan penting cara pelayanan informasi yang sekarang ditawarkan dan layanan baru menggunakan teknologi baru diperkenalkan. Faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penggunaan sistem berbasis komputer akan ditingkatkan efisiensi dan efektifitasnya dalam hal pengolahan data dan temu-balik informasi baik dari sumber lokal maupun jauh. Selain itu, ada kecenderungan ke arah pengguna perorangan yang memiliki akses ke sumberdaya informasi terkomputerisasi dan interaksi dengan perpustakaan menggunakan berbagai cara. Selain itu, akan terjadi perubahan penting ke arah kerjasama yang luas pada tingkat regional melalui sistem jaringan.

Berkaitan dengan hal di atas, Perpustakaan USU merencanakan peningkatan kualitas pelayanannya dengan menyediakan koleksi e-book, e-journal, e-course material, dan e-catalog yang dapat diakses dari jauh selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu melalui internet dan intranet. Interaksi dengan perpustakaan juga akan dikembangkan melalui jaringan termasuk perpanjangan pinjaman, pemesanan, dan pelayanan pertanyaan rujukan.

Untuk mencapai tujuan di atas, strategi yang dipilih adalah seba-gai berikut: (1) Merancang-ulang sistem otomasi perpustakaan dengan sistem terintegrasi penuh; (2) Menyediakan fasilitas e-journal; (3) Mendigitalisasi karya-karya universitas; dan (4) Menfasilitasi bahan-bahan pendukung mata kuliah berbasis web.

KESIMPULAN

Pengembangan akses informasi elektronik di perpustakaan bermula dari pengembangan otomasi kerumahtanggaan, dimana para pustakawan mulai memperoleh pengalaman menyediakan pelayanan komunikasi interaktif melalui OPAC. Dan selanjutnya, penyediaan bahan-bahan berbasis elektronik dalam bentuk CD untuk dimuat dalam komputer stand-alone dan jaringan lokal. Pada tahap berikutnya mulai menyediakan akses ke jaringan internet, membuat homepage perpustakaan dan menyajikan

Perpustakaan: Energi Pembangunan Bangsa 51

A. Ridwan Siregar : Perpustakaan:Energi Pembangunan Bangsa, 2004

USU Repository © 2006

OPAC untuk akses jauh (remote access). Dan seterusnya mulai terlibat dalam memproduksi sumberdaya informasi digital dengan mengembangkan bahan-bahan digital sebagai koleksi e-library.

RUJUKAN

Fullan, Riff. 2001. “ICT-Enabled Development Colaboration at The National Level: The Bellanet Perspective”. <http://www.bellanet…/fullan_sri_lanka.doc>. (29/10/2001).

Ilavski, Sharon. 2001. “The Evolution of ICT in The New Millennium”.<http://evaonline.euro.org/Progress /20000101123011_163.html>. (9/11/2001). Kasvio, Antti. 2001. “ICT in The Public Sector”.

<http://www.info.uta.fi/winsoc/engl/lect STATE.html>. (29/10/2001).

Kinnel, Margaret and Anne Morris. 2001. “Connecting UK Public Libraries: ICT Impacts on Communities”. <http://www.lboro.ac.uk>. (9/11/2001).

Wigand, Dianne Lux. 2001. “Information Technology in Organizations: Impact on Structures, People, and Tasks”. <http://hsb.baylor.edu/ramsower/ais /ac/papers/wigand.htm>. (30/10/2001).

Perpustakaan: Energi Pembangunan Bangsa 53

A. Ridwan Siregar : Perpustakaan:Energi Pembangunan Bangsa, 2004

7 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNTUK PEMASARAN PERPUSTAKAAN

t

Teknologi Informasi yang dilukiskan sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi telah mempenga-ruhi cara hidup kita. Teknologi ini mengubah cara kita berkomunikasi dengan orang lain, dengan diri kita sendiri dan dengan dunia. Daya komputer, yang merupakan pusat dari teknologi ini memiliki kemampuan menyimpan informasi dalam jumlah besar di dalam ruang fisik yang termasuk kecil dipadukan dengan kemampuan menyampaikan sumberdaya tersebut melalui peralatan komunikasi atau jaringan.

Dewasa ini teknologi informasi memadukan informasi yang disimpan dalam bentuk dokumen dengan informasi yang dapat dilihat pada layar monitor yang terdiri dari kata, angka, diagram dan gambar. Model komunikasi dapat dilakukan melalui sambungan langsung (menggunakan berbagai jenis kabel) atau melalui penyiaran (broadcast). Informasi yang disajikan tidak saja dalam bentuk statis tetapi juga dinamis. Pengguna dapat berinteraksi dengan informasi tersebut dan dapat mengubahnya atau memberikan respons atau jawaban.

Perpustakaan yang secara tradisional merupakan sumber daya utama produk informasi yang sebahagian besar dalam bentuk tercetak, tidak luput dari pengaruh teknologi ini. Perubahan peran teknologi informasi memperluas peran perpustakaan tradisional melampaui koleksi buku dan pelayanan berbasis cetak yang menjadi citranyan hingga kini. Perpustakaan modern dewasa ini menyediakan spektrum menyeluruh produk dan pelayanan informasi, baik yang berbasis cetak maupun elektronik.

Suatu kenyataan di negara kita bahwa perpustakaan kurang berkembang dengan baik, baik jumlah maupun mutu pelayanan-nya. Jumlah perpustakaan yang ada belum mampu menjangkau semua lapisan masyarakat. Perpustakaan yang sudah ada pada

Perpustakaan: Energi Pembangunan Bangsa 55

A. Ridwan Siregar : Perpustakaan:Energi Pembangunan Bangsa, 2004

USU Repository © 2006

nya, sehingga sulit untuk berkembang mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Keadaan perpustakaan kita terkesan terbelakang dibandingkan dengan perkembangan di bidang lainnya.

Kondisi seperti itu diperkirakan penyebab utamanya adalah rendahnya mutu sumber daya manusia perpustakaan. Para manajer puncak perpustakaan dan pustakawan mungkin kurang peka terhadap perkembangan yang terjadi di sekitarnya, termasuk perkembangan di bidang teknologi informasi. Mereka sibuk dengan rutinitas yang dapat mematikan kreativitas dan daya innovasi mereka, sehingga mereka tidak mampu mencari terobosan (breakthrough) untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan. Ketidakmampuan tersebut menyebabkan ketidak-berdayaan perpustakaan untuk memenuhi keinginan masyarakat. Dan pada akhirnya bermuara pada ketidakberhasilan perpus-takaan untuk memberdayakan masyarakat.

Salah satu aspek penting dalam manajemen perpustakaan adalah pemasaran produk dan pelayanannya. Lembaga induk perpustakaan yang biasanya juga sebagai penyedia dana, meminta perpustakaan untuk membuktikan bahwa dana yang diberikan telah dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Statistik penggunaan sumber daya perpustakaan merupakan senjata, setidaknya untuk mempertahankan jumlah dana yang diterima, dan seharusnya dapat pula dijual kembali untuk mendapatkan jumlah dana yang lebih besar baik kepada lembaga induknya maupun kepada donor.

Pemanfaatan teknologi informasi untuk memasarkan produk perpustakaan telah digunakan secara luas terutama di negara yang lebih maju. Penyedian katalog talian (online) yang dapat diakses tidak saja di dalam perpustakaan tetapi juga dari luar gedung perpustakaan merupakan salah satu contoh nyata yang dapat meningkatkan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh perpustakaan. Dengan penyediaan fasilitas seperti itu, kesan masyarakat tentang perpustakaan dapat berubah sehingga mereka lebih tertarik untuk menggunakannya.

Teknologi informasi dan pemasaran perpustakaan adalah dua hal yang akan diuraikan dan dicoba dipadukan dalam tulisan ini. Tujuannya adalah terutama untuk menggugah dan memotivasi para pustakawan agar lebih terbuka terhadap perkembangan lingkungannya khususnya dalam bidang teknologi informasi dan pemasaran, dan kemudian diharapkan mampu mengaplika-sikannya dalam perpustakaan.