• Tidak ada hasil yang ditemukan

G. Prestasi Belajar

2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri maupun dari luar diri individu. Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi dalam prestasi belajar siswa, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari diri siswa meliputi faktor fisiologis (seperti kesehatan dan keadaan tubuh), faktor psikologis (seperti intelegensi, minat, bakat, perhatian, motivasi, kematangan, dan kesiapan mental). Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang bersumber dari luar diri siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan alam (Rosyid et al., 2019: 10).

Mudzakir dan Sutrisno (1997, dalam Laos, 2015: 31) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar secara lebih rinci, yaitu:

a. Faktor internal (faktor dari dalam diri manusia)

1) Faktor Fisiologis (yang bersifat fisik) yang meliputi:

• Karena sakit

• Karena kurang sehat

• Karena cacat tubuh

2) Faktor psikologis (faktor yang bersifat rohani) yang meliputi:

• Intelegensi

Setiap individu memiliki tingkat IQ yang berbeda-beda.

Seseorang yang memiliki IQ 110-140 dapat digolongkan cerdas, dan yang memiliki IQ 140 ke atas tergolong jenius. Sedangkan seseorang yang memiliki IQ kurang dari 90 tergolong lemah mental dan banyak mengalami kesulitan belajar.

• Bakat

Bakat adalah potensi atau kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda.

Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu yang sesuai dengan bakatnya. Apabila seseorang harus mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya, ia akan cepat bosan, nudah putus asa, dan mengalami kesulitan belajar.

• Minat

Jika seseorang tidak memiliki minat untuk belajar, maka ia akan mengalami kesulitan belajar. Belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai dengan bakat, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai dengan kecakapan dan akan menimbulkan masalah pada diri individu.

• Motivasi

Motivasi sebagai faktor batin berfungsi menimbulkan, mendasari, dan mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan belajarnya.

• Faktor kesehatan mental

Hubungan kesehatan mental dengan belajar adalah timbal balik.

Kesehatan mental dan ketenangan emosi akan menimbulkan hasil belajar yang sukses yang akan membawa harga diri seseorang.

Harga diri merupakan salah satu faktor yang mendukung kesehatan mental seseorang. Individu di dalam hidupnya selalu mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan, seperti: memperoleh penghargaan, mendapatkan kepercayaan, rasa aman, rasa kemesraan, dan lain sebagainya. Apabila kebutuhan itu tidak terpenuhi makan akan membawa masalah-masalah emosional dan menimbulkan kesulitan belajar.

b. Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang.

Faktor ini meliputi:

1) Lingkungan keluarga

Keluarga merupakan pusat Pendidikan yang utama dan pertama.

Yang termasuk ke dalam faktor ini antara lain:

• Perhatian orang tua

Dalam lingkungan keluarga setiap individu memerlukan perhatian orang tua dalam mencapai prestasi belajarnya. Karena perhatian orang tua ini akan menentukan seseorang dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi. Perhatian orang tua diwujudkan dalam hal kasih saying, memberi nasihat, dan sebagainya.

• Keadaan ekonomi orang tua

Keadaan ekonomi orang tua juga mempengaruhi prestasi belajar siswa, kadang kala siswa merasa kurang percaya diri dengan keadaan ekonomi keluarganya. Namun, ada juga siswa yang keadaan ekonominya baik, tetapi prestasi belajarnya rendah atau sebaliknya siswa yang keadaan ekonominya rendah malah mendapat prestasi belajar yang tinggi.

• Hubungan antara anggota keluarga

Dalam keluarga harus terjadi hubungan yang harmonis antar anggota yang ada. Dengan adanya hubungan hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan mendapat ketenangan,

kedamaian, dan ketentraman. Hal ini dapat menciptakan kondisi belajar yang baik, sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan baik pula.

2) Lingkungan sekolah

Faktor yang termasuk ke dalam lingkungan sekolah meliputi: guru, alat dan fasilitas yang tersedia, serta kondisi gedung sekolah

3) Faktor mass media dan lingkungan sosial

• Faktor mass media meliputi: bioskop, tv, surat kabar, majalah, buku-buku yang ada (buku novel, komik), dan android. Hal-hal itu akan menghambat belajar apabila terlalu banyak waktu yang dipergunakan hingga lupa tugas belajar.

• Lingkungan sosial

Teman bergaul sangat besar pengaruhnya bagi anak-anak. Maka kewajiban orang tua adalah mengawasi dan memberi pengertian untuk mengurangi pergaulan yang dapat memberikan dampak negatif bagi anak tersebut. Aktivitas dalam masyarakat juga dapat berpengaruh dalam belajar anak. Peran orang tua disini adalah memberikan pengarhaan kepada anak agar kegiatan di luar belajar dapat diikuti tanpa melupakan tugas belajarnya.

Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Rola (2006, dalam Laos, 2015: 37) adalah sebagai berikut:

a. Pengaruh keluarga dan kebudayaan

Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua, dan jumlah serta urutan anak dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan prestasi.

Produk-produk kebudayaan pada suatu daerah seperti cerita rakyat, sering mengandung tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat.

b. Peranan konsep diri

Konsep diri merupakan bagaimana individu berpikir tentang dirinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan hal tersebut sehingga berpengaruh dalam tingkat lakunya.

c. Pengaruh dari peran jenis kelamin

Prestasi akademik yang tinggi biasanya diidentikkan dengan maskulinitas, sehingga banyak wanita yang belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada di antara pria. Pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan yang artinya terdapat kekhawatiran bahwa dirinya akan ditolak oleh masyarakat apabila dirinya memperoleh kesuksesan.

d. Pengakuan dari prestasi

Individu akan berusaha bekerja keras jika dirinya merasa diperdulikan oleh orang lain. Dimana prestasi sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, keluarga dan dukungan lingkungan tempat dimana individu berada.

Individu yang diberi dorongan untuk berprestasi akan lebih realistis dalam mencapai tujuannya.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar seseorang atau hasil akhir yang dicapai seseorang melalui kegiatan belajar dipengaruhi oleh berbagai hal, yaitu pengaruh dari dalam diri (internal) dan pengaruh dari luar diri (eksternal).