BAB II KAJIAN PUSTAKAKAJIAN PUSTAKA
A. Manajemen Sumber Daya Manusia
4. FaktorAfaktor yang Mempengaruhi Penentuan Upah
Dikebanyakan perusahaan keputusan menentukan tingkat besar kecilnya upah dipengaruhi oleh banyak hal. Faktorc faktor yang terpenting dipergunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkat upah antara lain: 27
1 Ketetapan Pemerintah
Dalam penentuan gaji dan upah yang perlu diingat adalah bahwa setiap pekerja
berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan. Untuk mewujudkan penghasilan yang memenuhi penghasilan yang layak bagi kemanusiaan, pemerintah menetapakan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja.
Kebijaksanaan pengupahan yang melindungi pekerja, meliputi: a. Upah minimum
b. Upah kerja lembur
c. Upah tiak masuk kerja karena berhalangan,
d. Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain diluar pekerjaannya
e. Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya f. Bentuk dan cara pembayaran upah
g. Denda dan potongan upah
h. Halchal yang dapat diperhitungkan dengan upah i. Struktur dan skala pengupahan yang proposional j. Upah untuk perhitungan pajak penghasilan 2 Tingkat upah dipasaran
Besarnya upah yang dibayarkan oleh perusahaancperusahaan lain yang sejenis, yang beroperasi pada sektor yang sama, digunakan sebagai acuan untuk mentukan besarnya upah pada perusahaan tersebut. Tingkat upah yang berlaku dipasaran dapat diperoleh melalui survei. Perusahaan dapat memutuskan untuk memberikan besarnya upah pada karyawannya dengan cara menyamakan atau melebihkan sedikit dari harga pasar yang berlaku, tergantung pada strategi dan kemampuan perusahaan tersebut.
Survei gaji adalah cara memperoleh informasi yang akurat tentang tingkat gaji/upah yang berlaku dipasaran dan tentang maupun praktik yang berlaku umum dalam bidang imbalan karyawan, untuk digunakan dalam merumuskan kebijakan imbalan yang lebih tepat bagi perusahaan yang melakukan survei. Informasi yang biasanya disurvei adalah kebijakan pokok tentang imbalan yang berlaku umum, metode atau teknik yang digunakan perusahaan lain dalam mengelola imbalan 3 Kemampuan perusahaan
Kemampuan perusahaan untuk membayar upah tergantung daripada kemampuan finansial perusahaan. Untuk mempertahankan karyawan, perusahaan
akan mungkin membayar upah yang sama atau tinggi dibandingkan dengan perusahaan lain, akan tetapi hal itu akan tergantung daripada kondisi finansial perusahaan.
4 Kualifikasi SDM yang digunakan
Saat ini tingkat teknologi yang dipergunakan oleh perusahaan menentukan tingkat kualifikasi sumber daya manusianya. Semakin canggih teknologinya akan semakin dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sisamping itu segmen pasar dimana perusahaan itu bersaing juga menentukan tingkat kualifikasi sumber daya manusianya.
5 Kemauan perusahaan
Perusahaan terkadan tidak ingin repot dengan faktorcfaktor seperti harga pasar dan lainclain, perusahaan hanya ingin berpegang pada apa yang menurutnya wajar.
6 Tuntutan pekerja
Tuntutan para pekerja dan kemauan perusahaan biasanya dipertemukan dalam meja perundingan dengan cara musyawarah atau tawar menawar. Organisasi pekerja dan pengusaha secara sendiricsendiri atau gabungan organisasi pekerja dan gabungan perusahaan dapat melakukan hal ini.
Sedangkan faktorc faktor menurut Veithzal Rivai adalah sebagai berikut28:
1. Tingkat gaji yang lazim, tingkat upah dan gaji bisa sangat tergantung pada ketersediaan (supply) tenaga kerja dipasar tenaga kerja dan permintaan tenaga kerja. Untuk tenagactenaga kerja yang langka, tingkat upah dan gajinya dapat jauh melebihi tingkat gaji bila dilihat dari kacamata evaluasi jabatan.
2. Serikat buruh.
Serikat buruh bisa menjadi kekuatan yang sangat besar dalam suatu perusahaan, yang dapat memaksa perusahaan untuk memberikan upah atau gaji yang lebih besar bila dibandingkan dengan hasil evaluasi jabatan.
3. Pemerintah.
Pemerintah sebagaimana kita ketahui merupakan lembaga yang berkepentingan dengan kesejahteraan pekerja sebagai warga negara, dan juga terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Pemerintah mempunyai kekuasaan yang besar dalam mengatur perusahaancperusahaan. Pemerintah dapat menentukan tarif upah minimum, jam kerja standar, dan tunjangan yang harus dipatuhi oleh pengusaha, dimana bisa saja terjadi upah minimum para pekerja melebihi yang telah ditentukan oleh evaluasi jabatan.
4. Kebijakan dan strategi penggajian.
Kebijakan penggajian yang dipakai perusahaan, seperti mengusahakan gaji diatas harga pasar dalam upaya menghadapi persaingan, bisa menaikkan gaji diatas ratacrata harga pasar.kebijakan untuk selalu memperhatikan tuntutan serikat buruh untuk mencegah terjadinya kerusuhan yang kadangckadang menimbulkan biaya yang sangat besar.
Ketika perusahaan berkembang di segala penjuru dunia, tantangan yang muncul dalam penggajian adalah penyesuaian dengan situasi di negara yang bersangkuatan, sehingga dapat terjadi jabatan yang sama di negara yang berbeda akan terdapat perbedaan tingkat gaji. Atau, untuk merangsang seseorang agar bersedia ditempatkan di suatu negara yang mungkin tidak diminati memerlukan penyesuaian dalam hal gaji.
6. Nilai yang sebanding dan pembayaran yang sama.
Ada kalanya satu pekerjaan yang berbeda tetapi memiliki poin atau derajat yang sama mempunyai tingkat gaji yang berbeda.
7. Biaya dan produktivitas.
Tenaga kerja merupakan salah satu komponen biaya yang sangat berpengaruh terhadap harga pokok barang. Tingginya harga pokok dapat menurunkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Tidak mempunyai perusahaan dalam mencapai tingkat keuntungan tertentu akan mengakibatkan kemampuan perusahaan membayar pekerja dan menarik investor menurun. Untuk mengatasi tantangan ini biasanya perusahaan mencoba mendesain kembali pekerjaan, mengotomatisasi pekerjaan, dan menciptakan sistem penggajian bertingkat menciptakan sistem penggajianbertingkat (twoctiered wage). Sistem penggajian bertingkat menciptakan dua struktur gaji. Pertama, untuk pekerja lama, dan kedua, untuk pekerja baru. Pekerja mendapatkan gaji permulaan dengan jumblah tertentu kemudian dapat meningkat kejumblah yang lebih tinggi. Sistem ini mengakibatkan pegawai yang baru direkrut akan mendapatkan gaji yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lama, meskipun sesungguhnya pekerjaan mereka sebanding bila dilihat
dari faktorcfaktor yang dikompensasi. Cara ini memang dapat menurunkan biaya, tetapi pada akhirc akhir ini para pekerja melalui serikat pekerja telah mempertanyakan tentang ketidakadilan sistem ini. Kemudian pendekatan lain dilakukan dengan sistem bonus. Gaji yang diterima relatif tetap, kemudian diberikan bonus kepada pekerja bila perusahaan mendapatkan keuntungan, dan bila perusahaan dalam situasi sulit tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk bekerja.
Dari berbagai pendapat yang ada dapat disimpulkan bahwa banyak sekali faktorc faktor yang mempengaruhi kebijakan dalam pemberian gaji. Hal tersebut harus mendapat perhatian supaya pemberian gaji bisa dirasakan adil dan layak bagi karyawan sehingga nantinya bisa menimbulkan motivasi dan meningkatkan prestasi kerja karyawan.