• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2012

Adams MR, Moss MO. 2008. Food Microbiology 3rd Edition. Cambridge: RSC Pub.

Adiningsih, MY. 2009. Aspek mikrobiologis daging ayam beku yang dilalulintaskan melalui pelabuhan penyeberangan merak. [disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Álvarez-Astorga M, Capita R, Alonso-Calleja J, Moreno B, García-Fernández MC. 2002. Microbiological quality of retail chicken by-products in Spain. Meat Science 62:45-50.

[Anonim]. 2005. Amino Acids. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition (41):S12–S18.

[Anonim]. 2011. Sembilan Penyebab wabah bakteri E.coli di Eropa. [terhubung berkala]. http://lifestyle.infospesial.net/read/1160/9penyebab-wabah-bakteri-e-coli-di-eropa.html. [17 September 2011].

Anna LK, Chandra A. 2011. Bakteri E. coli baru lebih mematikan. [terhubung berkala].http://helath.kompas.com/read/2011/06/03/09451571/Bakteri.E.coli .Baru.Lebih.Mematikan. [23 Januari 2012].

Berg HC. 2004. Eschericia coli in Motion. New York: Springer.

Beauchamp CS, Sofos JN. 2010. Diarheagenic Eschericia coli. Dalam: Kuneja VK, Sofos JN, editor. Pathogens and Toxin in Foods. Washington, DC: ASM Pr.

Bhunia A. 2008. Foodborne Microbial Pathogens. New York: Springer.

Bintoro V. 2009. Peranan Ilmu dan Teknologi dalam Peningkatan Keamanan

Pangan Asal Ternak. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. [BPOM RI] Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2008.

Pengujian microbiologi pangan. Info Pengawas Obat dan Makanan 9:1-9. Bridson EY. 2006. The Oxoid Manual Ed. Ke-9. England: Oxoid.

Buncic S. 2006. Integrated Food Safety and Veterinary Public Health. London: CABI.

[CFSPH] Center for Food Security and Public Health. 2009. Enterohemorrhagic Eschericia coli Infections. [terhubung berkala]. http://csfph.iastate.edu. [3 Maret 2012].

Coombes K, Gilmour M, Goodman C. 2011. The evaluation of virulence in non- O157 Shiga toxin producing Eschericia coli. Frontiers in Microbiology 2:1-3.

[Ditjennak] Direktorat Jenderal Peternakan. 2009. Statistik Peternakan 2009. [terhubung berkala]. http://ditjennak.go.id. [17 Februari 2011].

Duffy G. 2006. Emerging Pathogenic E. coli. Dalam Motarjemi Y, Adams M, editor. Emerging Foodborne Pathogens. New York: CRC Pr.

[ECDC] European Centre for Disease Prevention and Control. 2011. Cluster of haemolytic uremic syndrome (HUS) in Bordeaux France. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control.

Fernandes R. 2009. Microbiology Handbook Meat Products. Surrey:

Leatherhead Food International.

Finney M, Smullen J, Foster HA, Brokx S, Storey DM. 2003. Evaluation of Chromocult agar for detection and enumeration of Enterobacteriaceae from faecal sampel from healthy subjects. Journal Microbiology Methods 5(3):353-358.

Forsythe SJ. 2000. The Microbiology of Safe Food. London: Blackwell Science. Frank C, Faber MS, Askar M, Bernard H, Fruth A, Gildorf A, Hohle M, Krause

G, Prager R, Spode A, Stark K, Werber D. 2011. Large and ongoing outbreak of haemolytic uraemic syndrome Germany, May 2011. [terhubung berkala]. www.eurosurvailance.org. [23 Januari 2012].

Hidayati E, Juli N, Marwani E. Isolasi Enterobacteriaceae pathogen dari makanan

berbumbu dan tidak berbumbu kunyit (Curcuma longa L.) serta uji

pengaruh ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) terhadap pertumbuhan bakteri yang diisolasi. Jurnal Matematika dan Sains 7(2):43-52.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 519/Menkes/SK/VI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat.

Laury A, Echeverry A, Brashears M. 2009. Fate of Eschericia coli O157:H7 in Meat. Dalam: Toldra F, editor. Safety of Meat and Processed Meat. Griffin: Springer.

Lukman DW. 2005. Pengujian Jumlah Bakteri pada Bahan Pangan Asal Hewan. Bahan Kuliah. [tidak dipublikasi]. Bogor: Bagian Kesmavet FKH IPB. Manafi M. 2000. New development in chromogenic and fluorogenic culture

media. International Journal Food Microbiology 60:205-218.

Marriot NG. 1997. Essentials of Food Sanitation. New York: International Thomson Pub.

Marwaha K. 2007. Food Hygiene. New Delhi: Gene Tech Books.

Meggitt C. 2003. Food Hygiene and Safety. Oxford: Heinemann Educational Pub.

Meng J, Schroeder CM. 2007. Eschericia coli. Dalam Simjee S, editor. Foodborne Diseases. Totowa: Humana Pr.

Minami A, Chaicumpa W, Chongsa-Nguan M, Samosornsuk S, Monden S, Takeshi K, Makino S, Kawamoto K. 2010. Prevalence of foodborne pathogens in open markets and supermarkets in Thailand. Food Control 21:221-226.

Niemira BA. 2007. Irradiation sensitivity of plantonic and biofilm-associated isolates is influenced by culture condition. Journal American Society for Microbiology 5(10):3239-3244.

Ogden D. 2007. Eschericia coli O157 and other VTEC in the meat industry. Di dalam Mead GC, editor. Microbiological Analysis of Red Meat, Poultry and Eggs. Washington DC: CRC Pr.

Olsson CW, Kaijser B. 2005. Enterohemorrhagic Eschericia coli (EHEC). Scandinavian Journal of Infectious Disease 37:405-416.

Pappaioanou M. 2004. Veterinary medicine protecting and promoting the public’s health and well being. Preventive Veterinary Medicine 62:153-163.

Purnawijayanti H. 2001. Sanitasi Higiene dan Keselamatan Kerja dalam

Pengolahan Makanan. Yogyakarta: Kanisius.

Ray B. 2004. Fundamental Food Microbiology, Ed. ke-3. Washington, DC: CRC Pr.

Sartika R, Indrawani Y, Sudiarti T. 2005. Analisis mikrobiologi Eschericia coli O157:H7 pada hasil olahan hewan sapi dalam proses produksinya. Makara 9:23-28.

Setiowati WE, Mardiastuty E. 2009. Tinjauan bahan pangan asal hewan yang ASUH berdasarkan aspek mikrobiologi di DKI Jakarta. Dalam Prosiding PPI Standardisasi 2009, Jakarta, 19 November 2009. Jakarta: Laboratorium Kesmavet DKI Jakarta.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2008. Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur, dan susu, serta hasil olahannya. SNI 2897:2008. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2009. Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. SNI 7388:2009. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional. Suardana IW, Sumiarto B, Lukman DW. 2007. Isolasi dan identifikasi

Eschericia coli 0157:H7 pada daging sapi di Kabupaten Badung Provinsi Bali. Jurnal Veteriner 8(1):16-23.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Wijanarko G, Arsil P. 2008. Evaluasi bahaya dan penetapan titik kendali kritis pada pembuatan makanan jajanan yang dijual di kawasan wisata Baturraden, Purwokerto. Jurnal Pembangunan Pedesaan 7(3):156-164.

[WHO] World Health Organization. 2006. A Guide to Healthy Food Market. Switzerland: World Health Organization.

[WHO] World Health Organization. 2010. 5 Keys en. [terhubung berkala]. http://www.who.int/foodsafety/publications/consumer/en/5keys_en.pdf . [4 Desember 2011].

[WHO] World Health Organization. 2011. Veterinary public health. [terhubung berkala]. http://www.who.int/zoonoses/vph/en/. [22 Januari 2011].

Zakour P. 2009. Good Manufacturing Practices. Dalam Heredia N, Wesley I, Garcia S, editor. Microbiologically Safe Foods. Mexico: Wiley.

Lampiran 1 Jumlah E. coli pada sampel daging ayam di pasar-pasar di Kota Tangerang Selatan

Pasar Nomor Sampel Jumlah E. coli (cfu/gram)

Pasar Modern 1 4.8 x 10Ϻ Pasar Modern 2 6.3 x 10ϻ Pasar Modern 3 3.2 x 10Ϻ Pasar Modern 4 9.1 x 10³ Pasar Modern 5 5 x 10³ Pasar Modern 12 5.4 x 10Ϻ Pasar Modern 13 2.8 x 10³ Pasar Modern 16 1.1 x 10ϼ Pasar Modern 17 6.4 x 10³ Pasar Modern 18 4.8 x 10΁ Pasar Bukit 6 3.1 x 10³ Pasar Bukit 7 2.8 x 10² Pasar Bukit 8 3.4 x 10³ Pasar Bukit 9 7 x 10Ϻ Pasar Bukit 10 5.3 x 10Ϻ Pasar Bukit 17 5.6 x10ϻ Pasar Bukit 18 5 x 10³ Pasar Bukit 19 3.3 x 10³ Pasar Bukit 20 9.8 x 10³ Pasar Bukit 21 6.7 x 10΁ Pasar Bukit 22 3.3 x 10΀ Pasar Jombang 11 4.7 x 10³ Pasar Jombang 23 8.7 x10΁ Pasar Jombang 24 2.9 x 10΁

Lampiran 2 Form kuesioner tentang karakteristik pedagang dan tempat penjualan daging ayam (kios) di pasar-pasar di Kota Tangerang Selatan

Nama pedagang :

Jenis kelamin :  Laki-laki  Perempuan Alamat : Tempat pengambilan sampel : Jenis sampel : Jumlah sampel : Waktu pengambilan

sampel : Tanggal Jam Produk yang dijual :  Karkas utuh

 Karkas potongan

 Jeroan Asal karkas ayam  Potong sendiri

 TPU/RPU

 Pedagang perantara

Jika memotong sendiri : Jumlah rata-rata pemotongan per hari. Waktu pemotongan (jam)

Jumlah pekerja

Parameter Ya Tidak Keterangan

Kondisi umum tempat penjualan Kios permanen

Tempat memiliki atap yang dapat melindungi dari hujan dan panas

Tempat penjualan bercampur dengan komoditas lain Penerangan mencukupi (dapat mengetahui perubahan warna pada daging)

Sarana/fasilitas

Permukaan yang kontak dengan daging terbuat dari bahan yang kedap air, tidak mudah karat, dan mudah dibersihkan

Talenan berbahan kayu

Pisau yang digunakan terbuat dari bahan yang antikarat Jumlah pisau lebih dari satu

Mempunyai fasilitas pembeku (freezer)

Mempunyai fasilitas pendingin (refrigerator/chiller) Tersedia fasilitas pencuci peralatan (bak air, wastafel, atau yang lain)

Tersedia fasilitas cuci tangan Penjualan Produk

Karkas tidak terlindung (dapat disentuh pembeli) Karkas terpisah dari jeroan

Ayam hidup bersamaan dengan karkas Kebersihan

Bebas dari serangga, rodentia dan hewan lain Kebersihan tempat penjualan/kios terjaga (tidak ada genangan air dan sampah yang bertebaran)

Tersedia tempat sampah basah atau kering Higiene personal

Memakai apron

Memakai penutup kepala Memakai masker Memakai sarung tangan

Dokumen terkait