ARIE WAHYUNINGSIH
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2013
16
pada tingkat pencapaian dalam penampilan produksi tertinggi dan sesuai potensi genetiknya. Menurut Parakkasi (1995), protein menjadi salah satu nutrisi penting selain karbohidrat karena digunakan hewan untuk proses metabolisme dan pertumbuhan tubuh hewan, terutama untuk hewan ternak yang tujuannya untuk menghasilkan daging. Hal ini didukung dengan pemaparan Wulansari (2012), bahwa landak Jawa memiliki sel-sel chief pada lambungnya menghasilkan enzim pepsin. Enzim ini digunakan untuk mencerna protein menjadi asam amino sehingga mudah diserap ke dalam darah. Sel chief pada lambung landak ini diduga memiliki kemampuan untuk mencerna protein dengan baik.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pakan yang disukai oleh landak Jawa secara berurutan adalah apel, kembang kol, bengkoang, kangkung, sawi, mentimun, pisang, dan ubi jalar. Sedangkan, jenis pakan yang tidak disukai oleh landak Jawa adalah kelapa, singkong, kentang, wortel, dan jagung. Pada tingkat pemilihan menu menunjukkan bahwa delapan menu yang merupakan kombinasi acak dari tiga belas jenis pakan tersebut menunjukkan hasil menu V (jagung, kembang kol, singkong, kentang, dan kangkung) sebagai menu dengan tingkat konsumsi terbaik disusul oleh menu VI (jagung, sawi, apel, ubi jalar, dan mentimun), menu VII (jagung, kembang kol, apel, ubi jalar, dan kangkung) dan menu IV (jagung, apel, wortel, kembang kol, dan kangkung). Tingkat preferensi terhadap jenis pakan dan menu pada landak berkaitan dengan kandungan nutrisi sehingga didapatkan bahwa sumber energi utama pada landak Jawa adalah karbohidrat, protein, dan air.
Saran
Diperlukan penelitian lebih lanjut dan mendalam tentang jenis-jenis pakan yang ekonomis dan dapat memengaruhi kenaikan bobot tubuh, menambah data ilmiah dan dapat digunakan peternak dalam usaha budidaya ternak landak Jawa.
DAFTAR PUSTAKA
Aliansyah. 2008. Kelapa. [Internet]. [diunduh 2012 Desember 12]. Tersedia pada: http://id.wikipedia.org.
Anggorodi R. 1973. Ilmu Makanan Ternak Umum. Proyek Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi. Bogor (ID): IPB Pr.
Arifin. 2004. Kajian Produktivitas dan Produk oleh Napu (Trangulus napu) di Provinsi Jambi. [Disertasi]. Bogor (ID): IPB Pr.
17 Arora SP. 1989. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Yogyakarta (ID):
UGM Pr.
Banfield AW.1974. The Mammals of Canada. Canada (US): University of Toronto Pr.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Jumlah Penduduk Perkotaan dan Pedesaan. [Internet]. [diunduh 2012 Januari 5]. Tersedia pada: http://www.bps.go.id/menutab.php?tabel=1&kat=1&id_subyek=12. Corbet GB, Hill JE. 1992. The Mammals of the Indomalayan Region: A
Systematic Review. United Kingdom (GB): Oxford University Pr Direktorat Kesehatan Hewan. 2010. Petunjuk Teknis Penanggulangan
Gangguan Reproduksi dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Hewan. Jakarta (ID): Departemen Pertanian.
Farida WR, Ridwan R. 2011. Giving formulated pellet on Javan Porcupine (Hystrix javanica F. Cuvier, 1823): Effects on Feed Intake, Feed Conversion, and Digestibility in Pre-Domestication Condition. Jurnal Biologi Indonesia. 7(1):157-170.
Grzimek B. 1975. Grzimek’s Animal Life Encyclopedia Vol. II Mammals II. New York (US): Van Nostrand Reinhold Company.
Goodwin TS. 1865. Natural History, a Manual of Zoology. New York (US): Van Nostrand Reinhold Company.
Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia II. Jakarta (ID): Yayasan Sarana Wana Jaya.
[LIPI] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2011. Binatang Hama. Jakarta (ID): Balai Pustaka.
Lunde D, Aplin K. 2008. Hystrix javanica. In: IUCN 2010. IUCN Red List of Threatened Species. [Internet]. [diunduh 2012 Juni 12]. Tersedia pada: http:// www.iucnredlist.org.
Muhni. 2011. Kajian Jenis Telur Cacing pada Tinja Landak Jawa (Hystrix javanica). [Skripsi]. Bogor (ID): IPB Pr.
Norsuhana AH, Mohammad NS, Aminah, Zainal. 2009. Lakuan Maternal Landak Raya (Hystrix brachyura) di Dalam Kurungan (Maternal Behaviour of Malayan Porcupine (Hystrix brachyura) in Captivity). Sains Malaysiana. 38(4):595-600.
Olson R, Andrea ML. 1999. Porcupine Ecology and Damage Management Tecniques for Rural Homeowners. Amerika (US): Universitas Wyoming Pr.
Parakkasi A. 1995. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Bandung (ID): Angkasa Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Jakarta
(ID): UI Pr.
Parker SB. 1990. Grzimek’s Encyclopedia of Mammals. New York (US): McGraw Hill.
Pond WG, Church DC, Pond KR. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. New York (US): McGraw Hill.
Roze U. 2002. A facilitated release mechanism for quills of the North American porcupine (Erethizon dorsatum). J of Mammal. 83(2):381- 385.
18
Rustadi Y. 2012. Memanfaatkan Kulit Singkong Menjadi Pakan Alternatif Ternak Kambing dan Domba. [Internet]. [diunduh 2012 Desember 12]. Tersedia pada:http://www.stpp-malang.ac.id/index.php/component/content/article/68- artikel/191-artikelkulitsingkong
Sastrapradja S. 1996. Binatang Hama. Bogor (ID): LIPI.
Smith JB, Mangkoewidjojo S. 1988. Pemeliharaan Pembiakan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Jakarta (ID): UI Pr.
Soesarsono W. 1981. Commercial Storage of Fruit, Vegetable, and Florist and Nursery Stock. USDA Agris Handbook No. 66. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor (ID): IPB Pr.
Sulistya SJ. 2007. Ingin tambah stamina, cobalah sate landak. [Internet]. [diunduh 2011 Agustus 14]. Tersedia pada:
http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0703/15/dar9. html Sunarso M, Christiyanto. 2001. Manajemen Pakan. [Internet].
[diunduh 2012 Juli 28]. Tersedia pada:
http://nutrisi.awardspace.com/download/MANAJEMEN%20PAKAN.pdf Sutardi T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid I. Departemen Ilmu Nutrisi dan
Makanan Ternak. Institut Pertanian Bogor. Bogor (ID): IPB Pr.
Tillman A et al. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta (ID): UGM Pr. [USDA] United States Departement of Agriculture. 2011. National Nutrient
Database for Standard Reference. [Internet]. [diunduh 2012 Juli 18]. Tersedia pada: http:// ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/list.
[UPI] Universitas Pendidikan Indonesia. 2002. Penyuluhan Gizi Upaya Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Pada Program Gerakan Sayang Ibu. Bandung (ID): UPI Pr.
Wardi, Farida WR, Siregar HCH. 2011. Tingkah Laku Harian Landak Raya (Hystrix brachyura) Pada Siang Hari di Penangkaran. Berk Penel Hayati. Edisi Khusus. 4B(21-215).
Winarno FG, Laksmi. 1973. Pigmen dalam Pengolahan Pangan. Jakarta (ID): Gramedia.
Wulansari FM. 2012. Kajian Morfologi Lambung Landak Jawa (Hystrix javanica). [Skripsi]. Bogor (ID): IPB Pr.
19 Lampiran 1 Hasil uji ANOVA dengan software statistik pada Menu Rataan
Sumber DF Nilai Tengah Rata-rata F Value Pr>F Model 7 327393.9190 46770.5599 63.76 <.0001
Error 32 23473.4560 733.5455 Total Koreksi 39 350867.3750
R-Square Koefisien Variasi Root MSE Nilai Mean
0.933099 3.090992 27.08405 876.2250
Sumber DF Tipe I SS Rentang Rata F Value Pr>F Menu 7 327393.9190 467770.5599 63.76 <.0001 Sumber DF Tipe III SS Rentang Rata F Value Pr>F
Menu 7 327393.9190 467770.5599 63.76 <.0001
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 32
Error Mean Square 733.5455
Angka Rataan 2 3 4 5 6 7 8
Jarak Kritis 34.89 36.67 37.83 38.66 39.28 39.78 40.17 Rataan dengan huruf sama
tidak berbeda signifikan Kelompok Duncan Rataan N menu A 957.44 5 Menu 5 A 956.12 5 Menu 6 A 939.48 5 Menu 7 B A 919.64 5 Menu 4 B C 896.08 5 Menu 2 C 873.48 5 Menu 3 D 786.84 5 Menu 8 E 680.72 5 Menu 1
20
Lampiran 2 Hasil uji ANOVA dengan software statistik pada Pakan Landak Sumber DF Nilai Tengah Rataan F Value Pr > F
Model 12 33324.48072 2777.04006 23.29 <.0001
Error 52 6199.87662 119.22840
Total Koreksi 64 39524.35734
R-Square Koefisien Variasi Root MSE nilai Mean
0.843138 6.334061 10.91918 172.3882
Sumber DF Type I SS Rentang Rataan F Value Pr > F pakan 12 33324.48072 2777.04006 23.29 <.0001 Sumber DF Type III SS Rentang Rataan F Value Pr > F
pakan 12 33324.48072 2777.04006 23.29 <.0001 x 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jarak Kritis 13. 86 14.5 8 15. 05 15. 39 15. 65 15. 86 16. 04 16. 18 16. 30 16. 41 16. 50 16. 58
Rataan dengan huruf sama tidak berbeda signifikan Kelompok Duncan Rataan N pakan A 195.107 5 Apel A 194.200 5 Kol A 190.440 5 Bengkoang A 190.080 5 Kangkung A 190.016 5 Sawi A 186.576 5 Mentimun A 185.000 5 Pisang A 179.280 5 Ubi B 164.815 5 Jagung Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 52
21 C B 153.700 5 Wortel
C 144.453 5 Kentang
C 141.860 5 Singkong
D 125.520 5 Kelapa
Lampiran 3 Kandungan nutrisi per 100 g (USDA 2011) Nama Karbohidrat (g) Protein (g) Lemak (g) Serat (g) Kandungan Air (g) Jagung 74,26 9,42 4,74 7,3 10,37 Singkong 38,6 1,36 0,28 1,8 59,68 Kentang 12,44 2,57 0,1 2,5 83,29 Sawi 4,9 2,7 0,2 3.3 90,80 Mentimun 2,16 0,59 0,16 0,7 96,73 Pisang 22,84 1,09 0,33 2,6 74,91 Bengkuang 8,82 0,72 4,9 4,9 90,07 Kelapa 15,23 3,3 33,49 9,0 46,99 Apel 13,81 0,26 0,17 2,4 85,56 Wortel 9,58 0,93 0,24 2,8 88,29 Kembang Kol 5,8 1,28 0,1 2,5 92,18 Kangkung 10,01 3,30 0,7 2 84,46 Ubi Jalar 20,12 1,57 0,05 3,0 77,28
22
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 30 Maret 1989, dari pasangan Joseph Andreanto dan Maria Filomena Lilian Andreanto. Penulis merupakan putri kedua dari dua bersaudara. Penulis menghabiskan masa kecil dan remaja di Jakarta bersama keluarga.
Pendidikan Penulis diawali dari TK Bintang Kejora di Yayasan Bunda Hati Kudus, selanjutnya SD Bintang Kejora Jakarta dan saat kelas 4 hingga 6 SD, Penulis pindah ke SD Tarsisius I Jakarta. Pendidikan lanjutan menengah pertama di SMP Santa Maria Jakarta dan pendidikan lanjutan menengah atas diselesaikan pada tahun 2007 di SMA Santo Bellarminus Jakarta. Pada tahun yang sama, Penulis berhasil lulus seleksi masuk sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB). Penulis masuk IPB melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Selama masa pendidikan, Penulis aktif dalam berbagai kegiatan di dalam kampus. Di dalam kampus, Penulis bergabung dalam Himpunan Profesi Hewan Kesayangan (HKSA), Persekutuan FKH IPB, paduan suara Gita Klinika FKH IPB, serta Keluarga Mahasiswa Katholik IPB (KEMAKI) sebagai Pendamping. Selain itu, Penulis juga aktif dalam kepanitiaan beberapa seminar yang diadakan oleh FKH IPB. Selain itu, Penulis juga pernah mengikuti kegiatan magang di klinik hewan dan peternakan.