BAB III FUNGSI KEYBOARD SEBAGAI MUSIK PENGIRING TARI
3.1.5 Tata Urutan Pelaksanaan Pesta Pernikahan
3.1.5.4 Fanunu Manu (Upacara Resmi Peminangan) 39
jujuran tanda terima kepada si’o dan samatörö beserta keluarga sebesar ½ tambali siwalu paun emas muda.(3). Afo (sekapur sirih) selengkapnya.(4). Sakhozi ziwalu (peleburan emas muda) artinya keperluan babi hidup untuk dimakan bersama sebesar 2 s/d 4 alisi = 20 kg s/d 40 kg, babi hidup. Setelah lengkap keperluan tersebut diatas dan berlangsung pertemuan kedua belah pihak orang tua maka oleh salawa hada (tokoh adat) pada desa si barasi (gadis) menyerahkan dimuka siraha afasi (patung buat kapas) sebagai penghormatan dan pemberitahuan pada arwah nenek moyang / leluhur. Pada masa sekarang ini hal itu diganti dengan acara doa pemberkatan dan pemaduan hidup antar sese (laki-laki) dan barasi (gadis) agar selamat. Selamat sebelum berlangsungacara perkawinan kelak. Segala keperluan dalam acara ini ditanggung oleh orang tua sese / laki-laki. (Catatan: dahulu dilaksanakan hal ini oleh Ere tetapi setelah agama berkembang Ere diganti dengan pengetua adapt (salawa hada) atau pengetua agama dengan berdoa kepada Tuhan yang maha Esa. Setelah berlangsung hal tersebut diatas maka orang tua barasi atau gadis menolak pinangan dari orang lain yang datang.
3.1.5.4 Fanunu Manu (Upacara Resmi Peminangan)
Pelaksanaan upacara fanunu manu ini adalah salah satu upacara adapt resmi yang sangat menentukan pelaksanaan peralatan upacara pesta perkawinan kelak, karena pada saat ini dapat ditentukan berapa besar jujuran yang harus disediakan oeh pihak sese (laki-laki). Upacara fanunu manu ini dilaksanakan oleh si’o dari pihak laki-laki dan oleh samatörö dari pihak barasi. Upacara ini dilaksanakan dirumah barasi yang dihadiri oleh masyarakat kedua belah pihak,
40
tokoh adat, uwu (paman), ibu-ibu isteri tokoh-tokoh adat. Tujuan upacara fanunu manu: (1) untuk memperkenalkan si sese (lelaki) kepada seluruh keluarga barasi (gadis), (2) untuk memperkenalkan si sese (laki-laki) kepada seluruh penduduk desa si barasi baik anak-anak, orang tua dan pemuda-pemudinya serta dengan tokoh-tokoh adapt, (3) untuk memperkenalkan si sese kepada paman barasi,(4) mengesahkan bahwa si sese dan si barasi telah bertunangan da orang tua sese dan barasi telah berbesan syah, (5) membicarakan besarnya jujuran yang harus dibayar oleh pihak sese kelak menurut tingkat bosi orang tua barasi dalam masyarakat, (6) menentukan waktu pelaksanaan pesta perkawinan kelak, disebut bongi zalawa. Keperluan-keperluan yang diperlukan pada upacara fanunu manu (1)Yang disediakan oleh pihak sese (laki-laki), (2) Afo dibawa oleh pihak sese beberapa kembut sirih (bola nafo) yang disebut bola nafo mböwö artinya bola nafo yang diberi berkatan bola nafo ni diserhkan sese melalui ibu barasi yang selanjutnya diserahkan kepada : (a) bola nafo untuk nina (soboto yaitu ibu) diterima oleh ibu barasi, (b) Bola nafo untuk umu (paman) barasi diterima oleh barasi (c) bola nafo untuk iwa (diterima oleh saudara Ayah barasi), (d) Bola nafo untuk awe (diterima oleh nenek barasi ) (d) bola nafo untuk huwa (diterima oleh saudara kakak barasi ), (e) bola nafo untuk si’o/ sanatö rö/ sameli (diterima oleh pengantar dan telangkai baik dari pihak sese maupun barasi ) (f) bola nafo untuk banua (diterima oleh isteri tokoh adapt di desa si barasi) (g) satu bungkusan besar himpunan jenis nafo yang diserahkan ditengah-tengah ibu-ibu untuk dimasak sebagai afo biasa, (1) Satu ekor babi hidup 4 alisi (40 kg) untuk keperluan adapt fanunu manu (diserahkan satu hari sebelum hari fanunu manu), (2) Emas disediakan sara balaki atau sara siwalu ini ditentukan dengan tingkat
41
derajat (bosi) kedudukan orang tua barasi pada masyarakat, emas jujuran ini disebut lambae daroma, yaitu emas penghormatan pendahuluan dari pada jujuran. Emas ini diterima oleh soboto, yaitu orang tua barasi, (3) olöwöta (bungkusan daging anak babi) yang sudah dimasak. Bungkusannya mowawino (seludang pelepah pinang) yang diisi dengan simbi dan daging rusuk, daging paha anak alakhaö selengkapnya. Daging babi olöwöta ini disebut “föfö wangandrö dome” (pihak sese) waktu berangkat dari rumahnya kadangkala juga daging ini diletakkan dalam so’u-so’u (keranjang yang dibuat dari susulur atau tutura).
3.1.5.5 Famalua Li (Pertanyaan Melangsungkan Perkawinan)
Setelah ketentuan bongi zalawa atau bongi nama berangsung beberapa minggu atau bulan maka oleh orang tua pihak sese memperkirakan kemampuan pembiayaan sudah ada dan cukup maka si’o dari pihaknya disuruh mengadakan kontak bicara dengan sanemali dipihak gadis meminta persetujuan dan menanyakan perkiraan besarnya jujuran yang harus dibawa dan bagaimana rencana selanjutnya mengenai waktu dan persiapan mereka. Ini disebut famangelama (mengingatkan). Pada waktu si’o sese pergi menanyakan ini ia ditemani oleh menantu laki-laki dengan membawa bola nafoi dan olöwöta yang disebut bungkusan daging anak babi mengingatkan. Pada pembicaraan pertemuan ini dihadiri oleh keluarga dari ayah gadis yang berhak menerima bagian dari jujuran. Pada wakktu inilah si’o dari pihak laki-laki dengan gigih berbicara meminta belas kasihan penurunan dari jumlah jujuran yang sewajarnya kepada yang berhak menerima yang akhirnya diminta berapa besar jujuran
42
keperluan saekhu bazimaöchö (jujuran yang harus dibayar sampai pada peralatan pesta perkawinan) yaitu böwö soguna maöchö (dalam hal ini besar jujuran menurut bosi tidak terlepas yang tetap sebagai jujuran yaitu böwö nisitaigö yawa) yang kemudian dibayar. Setelah sepakat dengan keperluan saekhu bazimaökhö/ böwö soguna maökhö maka beberapa hari kemudian oleh salawa hada (pengetua adat) dan si’o dari pihak sese datang sebanyak ± 5 orang tanpa wanita/ ibu-ibu mengadakan upacara famua li di pihak gadis dihadiri oleh keluarga gads, dan salawa hada dan ibu-ibu keluarga. Untuk mengesahkan besarnya jujuran yang diminta untuk pesta sehari. Keperluan-keperluan yang disediakan oleh pihak laki-laki, (1) Afo selengkapnya, (2) Babi untuk famangelama yaitu daging babi mentah (yang sudah di asini) sebanyak dua hia s/d öfa hie gunua suguhan pada para salawa sebagai ganti famangelama terdahulu, (3) Seekor babi hidup sebesar öfa alisi, (4) Emas jujuran (sebagai angsuran ) besarnya diserahkan pada kesanggupan pihak laki-laki yang nantinya dikurangi dari jumlah keseluruhan jujuran. Pihak gadis menyediakan:
1. Seekor anak babi sebesar sara alisi untuk dibawa tome yaitu pihak laki-laki 2. Beras secukupnya untuk dipergunakan hari itu.
Dalam pelaksanaan ini dapat juga berlaku acara fangowai dan untuk mempersingkat waktu bisa saja dimulai dengan acara biasa yang mulai oleh si’o dan seterusnya dengan penyerahan daging babi famangelama tersebut diatas sambil meyatakan apa maksud dan tujuan mereka. Setelah berselang pembicaraan kedua belah pihak maka oleh salawa kedua belah pihak pertama-tama salawa dari pihak gadis mengambil daun kelapa muda mengeja besarnya
43
jujuran yang harus dibayar menurut bosi ayah si gadis, perhitungan ini disebut era-era mbulu nohi safusi.
3.1.5.6 Folohe Fakhe Toho (Penyerahan Padi Keperluan Pesta Kawin)