• Tidak ada hasil yang ditemukan

FASAL 22—AMARAN TERHADAP PERIHAL TIDAK PERTJAJA

Dalam dokumen Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda (Halaman 96-102)

Saja sangat merasa susah hati terhadap orang-orang muda kita. Saja memberi amaran kepadamu, sebagai seorang jang mengetahui bahaja itu, supaja djangan engkau disergap oleh Setan dengan per-antaraan ilmu pengetahuan sedikit jang engkau telah peroleh. Lebih baik mempunjai satu hati jang sutji dan rendah, daripada segala pengetahuan jang engkau bisa dapat dengan tiada takut akan Allah. Orang-orang muda zaman sekarang mungkin akan bertemu de-ngan orang-orang, jang tidak mau pertjaja dan jang suka mengolok kemana sadja mereka itu pergi, dan bagaimana perlu jang mereka disediakan begitu rupa, sehingga mereka bisa menerangkan dan menjaksikan pengharapan mereka dengan lemah lembut dan takut. Thomas Paine sudah ada didalam kubur, tetapi pekerdjaannja masih hidup untuk mendjadi satu kutuk kepada dunia, dan mereka jang merasa bimbang akan kebenaran Sabda Allah akan memberi buah-buah pendurhaka orang djurdjana ini kedalam tangan orang-orang muda jang belum ada pengalaman, untuk meratjuni hati mereka itu dengan roch kebimbangan. Roch Setan bekerdja dengan peran-taraan orang-orang pendurhaka kepada Allah akan mendjalankan maksud-maksud-nja untuk membinasakan djiwa-djiwa.

Bahajanja Bergaul Dengan Orang-orang Jang Tidak Mau Pertjaja

Kita sekarang hidup dalam zaman pertjabulan, dan orang-orang tua dan muda tidak malu-malu lagi berbuat dosa. Ketjuali orang-orang muda kita dilindungi dibawah perbaktian jang benar, ketjuali mereka dipersendjatakan dengan azas-azas jang teguh, ketjuali le-bih banjak perhatian ditjurahkan ‘terhadap pemilihan teman-teman mereka dan buku-buku batjaannja, mereka akan diserahkan kepada pergaulan orang-orang jang batinnja ada seburuk batin penduduk negeri Sodom. Orang-orang dunia boleh djadi orang-orang jang

FASAL 22—AMARAN TERHADAP PERIHAL TIDAK PERTJAJA 93

mempunjai satu keadaan menarik hati, tetapi djikalau mereka selalu melemparkan perkataan-perkataan jang melawan akan Alkitab, ma-ka merema-ka mendjadi ma-kawan-ma-kawan jang berbahaja, ma-karena merema-ka akan selalu berusaha merubuhkan alasan-alasan kepertjajaanmu,

ser-ta mentjemarkan keinsjafan akan peribadaser-tan lama seperti terdapat [84]

dalam Indjil.

Orang-orang muda banjak kali bertemu dengan orang-orang jang tjenderung kepada hal tidak pertjaja dan jang suka mengolok, dan orang-orang tuanja tidak mengetahuinja, sehingga kedjahatan itu sudah berakar dalam, dan orang-orang muda itu sudah djadi djahat. Orang-orang muda kita harus dinasihatkan dengan radjin, supaja djangan tertipu tentang keadaan orang-orang ini jang sebetulnja, dan djangan bersahabat dengan mereka atau mendengarkan segala olok-an dolok-an pengadjarolok-annja jolok-ang salah. Ketjuali orolok-ang-orolok-ang muda kita berani memutuskan perhubungannja dengan orang-orang demikian, sesudah mereka melihat kedjahatannja, maka mereka akan terdjerat, dan akan berpikir dan berkata-kata seperti teman-teman-nja itu, serta menjia-njiakan agama dan kepertjajaan didalam Kitab Sutji.

Harap Akan Diri Sendiri Dan Kebutaan

Kalau mata orang-orang muda jang tersesat itu bisa terbuka te-rang, maka nanti mereka bisa melihat kepuasan hati djahat dari Setan karena kemenangannja dalam membinasakan djiwa-djiwa. Dengan matjam2 djalan dia berusaha menjesuaikan pentjobaan-pentjoba-an-nja pada rupa-rupa tabiat dan keadaan manusia jang dia mau katjaukan. Dia akan gunakan tiap-tiap akal tipu muslihatnja dan kalau orang-orang jang hendak ditipunja itu tidak mau mentjahari perlindungan pada Tuhan Allah, maka nanti mereka dibutakan ter-hadap penipunja itu, dan akan pertjaja serta harap pada diri sendiri, merasa puas serta tiada insjaf akan bahaja jang sedang mengantjam mereka. Dengan lekas mereka akan membentji kepertjajaan jang dari dahulu sudah diserahkan kepada orang-orang sutji.

Saja berkata kepada orang-orang muda sebagai seorang jang mengetahui, sebagai seorang kepada siapa Tuhan telah menjatakan segala bahaja jang ada sekeliling orang-orang muda. Kepertjaja-an pada kekuatKepertjaja-an sendiri akKepertjaja-an menghKepertjaja-antar engkau kedalam djerat musuh. Orang-orang muda tidak mau bertanja lagi kepada Tuhan,

94 Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda

dan tidak mau mendjadikan Dia djadi perlindungan dan kekuatan mereka itu. Mereka masuk dalam pergaulan masjarakat, dengan ke-tentuan dan kepertjajaan bahwa mereka sudah paham akan memilih jang baik dan bisa mengerti dengan djelas segala rahasia Allah, de-ngan kuasa pikirannja, seolah-olah mereka bisa mendapat kebenaran untuk dirinja sendiri.

[85]

Kami lebih merasa chawatir akan orang-orang jang pertjaja pada dirinja sendiri daripada orang-orang lain, karena mereka pasti akan tersangkut pada djerat jang telah ditaroh bagi mereka itu oleh musuh jang terbesar dari Tuhan Allah dan manusia. Beberapa teman bergaul jang telah dipilih sebagai sahabat karib, jang telah ditjemarkan oleh korrupsi kebimbangan, nanti akan memasukkan ragi tidak pertjaja kedalam hati mereka itu. Oleh pudji-pudjian jang dilebih-lebihkan tentang ketjakapan mereka itu, kelebihan kebidjaksanaannja, oleh membangunkan keinginan mereka akan mendapat kedudukan jang tinggi, ingatan mereka nanti akan terikat, dan kerusakan batin akan menimpah mereka itu. Orang-orang jang merasa dirinja tinggi akan menghinakan darah Korban Perdamaian, serta melakukan kebentjian terhadap Roch karunia.

Anak-anak dari orang-orang tua jang memeliharakan hari Sabat, jang sudah menerima banjak terang, dan jang sudah dipelihara ba-ik-baik oleh ibu-bapanja, mungkin mendjadi anak-anak, jang akan meninggalkan warisan jang mempermalukan, dan djadi orang-orang jang menabur angin serta menuai angin pujuh. Pada hari pehukum-an, nama segala orang jang sudah melawan kepada Terang Besar itu, akan didaftarkan bersama-sama dengan orang-orang jang di-djatuhkan hukuman untuk ditjeraikan dari hadirat Tuhan dan dari kuasa kemuliaan’Nja. Mereka akan hilang, dan dihitung diantara orang-orang jang sudah menghudjat karunia Kristus.

Saja lebih suka melihat anak-anak saja didalam kubur, daripada melihat mereka itu menurut djalan jang menudju kepada maut. Hal jang ngeri bahwa saja telah mendidik anak-anak saja akan melawan kepada Allah disurga, supaja mereka menurut dengan segala orang durdjana pada zaman achir, serta berdjalan dibawah pandji-pandji Setan jang hitam, sesungguhnja akan mendjadi satu pikiran jang hebat dan menggentarkan saja.

FASAL 22—AMARAN TERHADAP PERIHAL TIDAK PERTJAJA 95

Perlu ada Keberanian Batin

Orang-orang muda kita akan bertemu dengan rupa-rupa pentjo-baan dari segala pihak, dan mereka harus dididik dengan begitu rupa, supaja mereka suka berharap pada kuasa jang lebih tinggi, pada pe-ngadjaran jang lebih tinggi daripada pepe-ngadjaran jang manusia bisa kasi. Dimana-mana ada orang-orang jang suka menghudjat kepada Tuhan kita, orang-orang jang mempunjai adat kebiasaan menghina terhadap agama Kristen. Mereka sebutkan agama satu permainan anak-anak, jang dibikin untuk memperdajakan kepertjajaan orang

bodoh. [86]

Orang-orang jang tidak mempunjai kuasa batin tidak bisa bertah-an dalam membela kebenarbertah-an; mereka tidak berbertah-ani berkata: “Djika-lau engkau tidak berhenti berkata begitu, saja tidak mau bersahabat lagi dengan engkau. Jesus jang sudah menjelamatkan dunia ini, ialah Djuru-Selamatku; saja berharap kepadaNja akan mendapat hidup jang kekal.” Akan tetapi inilah satu-satu-nja djalan akan menutup mulut mereka itu. Djikalau engkau mau bersual-djawab dengan me-reka itu, maka nanti didjawabnja pula dengan sual-djawab, dan tiada satu perkara jang engkau bisa katakan akan mengenai hati mereka itu. Tetapi djikalau engkau hidup bagi Kristus dan djikalau engkau berdiri teguh dalam persekutuan dengan Allah disurga, maka engkau akan bisa berbuat apa-apa bagi mereka itu jang engkau tidak bisa lakukan oleh berdebat, dan engkau akan mejakinkan mereka itu tentang kesia-siaan pengadjarannja oleh kuasa perbaktian kepada Allah.

Tidak ada lagi pemandangan jang lebih sedih daripada orang-orang, jang telah dibeli oleh darah Kristus, jang sudah mendapat talenta dengan mana mereka bisa memuliakan Allah, djadi berbalik dan mulai mengolok-olok akan pekabaran-pekabaran Indjil jang telah dikaruniakan kepada mereka itu, serta menjangkal akan ke-Allahan Kristus, dan berharap akan pikirannja jang fana itu, serta kepada soal-soal jang tidak beralasan. Apabila mereka diudji dengan kesusahan, apabila berhadap-hadapan dengan maut, maka nanti se-gala pikiran-pikiran sesat jang dikandungnja akan mendjadi tjair seperti es dibawah panas matahari.

Alangkah ngerinja kalau kita berdiri dihadapan peti majat dari seorang jang sudah menolak seruan rahmat Allah! Alangkah

ngerin-96 Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda

ja hendak berkata: Disini terletak satu djiwa jang sudah terhilang! Disini terletak seorang jang mungkin bisa mentjapai satu kedudukan jang tertinggi, dan bisa mendapat kehidupan jang kekal, tetapi dia sudah serahkan kehidupannja kepada Setan, dan dia sudah tersesat oleh filsafat manusia jang sia-sia, dan sudah mendjadi satu permain-an dari si djahat! Pengharappermain-an orpermain-ang Kristen itu mendjadi kepada kita laksana sebuah sauh bagi njawa adanja, jang tetap dan teguh dan jang masuk kedalam tirai, kemana Kristus, Pengandjur kita, te-lah masuk karena kita. Masing-masing kita mempunjai pekerdjaan untuk menjediakan diri menghadapi kedjadian-kedjadian besar jang ada dimuka kita.

Angin Ribut Sudah Dekat.

Orang-orang muda harus mentjahari akan Tuhan Allah dengan lebih sungguh-sungguh. Angin ribut sudah dekat, dan kitz harus

ber-[87]

sedia menghadapi hantamannja jang hebat itu oleh menundjukkan pertobatan kita kepada Allah dan kepertjajaan kita kepada Tuhan kita Jesus Kristus. Tuhan akan bangkit berdiri akan mengedjutkan isi bumi dengan amat hebat. Kita akan melihat banjak kesusahan dari segala pihak. Beriburibu kapal akan ditenggelamkan kedalam dasar laut. Armada-armada akan tenggelam, dan berdjuta-djuta dji-wa manusia akan dikorbankan. Bahaja api akan timbul dengan tak disangka-sangka, dan usaha manusia tidak akan berdaja memadamk-an dia. Istmemadamk-ana-istmemadamk-ana didalam dunia akmemadamk-an dihapuskmemadamk-an oleh njala api jang hebat. Ketjelakaan-ketjelakaan kereta api akan makin bertam-bah-tambah sering; kekatjauan, tubrukan, dan kematian dengan se-konjong-konjong akan terdjadi pada djalan-djalan raja perdjalanan dunia. Kesudahan sudah dekat, pintu kasihan sudah hampir ditutup. Oh! Marilah mentjari Tuhan sementara lagi boleh mendapat Dia; pintalah do’a padaNja sementara lagi hampir Ija! Nabi Zefanja ber-kata ; “Tjaharilah Tuhan, hai kamu sekalian didalam negeri jang lembut hatimu dan jang lagi menurut hukumNja! Tuntutlak kebenar-an, tuntutlah rendah hati, mudah-mudahan kamu dilindungkan pada hari murka Tuhan.” — The Signs of the Times, 21 April 1890.

FASAL 22—AMARAN TERHADAP PERIHAL TIDAK PERTJAJA 97

Tiap-tiap Hari Bergantung Kepada Allah

Apabila engkau bangun tiap-tiap pagi apakah engkau merasa bagaimana tidak berdaja keadaanmu, dan perlunja engkau menda-pat kekuatan dari Allah? Dan apa engkau dengan rendah dan tulus hati memberitahukan segala keperluanmu dihadapan Bapamu jang disurga? Kalau begitu maka malaikat-malaikat surga menuliskan permintaan doamu, dan djikalau doa itu bukan pura-pura, apabila engkau dalam bahaja membuat salah dengan tidak sengadja, dan mengerahkan pengaruh jang akan memimpin orang lain berbuat salah, maka malaikat jang mendjaga engkau akan hampir kepadamu, mengingatkan engkau kepada djalan jang lebih baik, memilih perka-taan-perkataan-mu bagimu, dan mempengaruhi segala perbuatanmu. Djikalau engkau tidak insjaf akan bahaja dan tidak berdoa akan meminta pertolongan dan kuasa untuk melawan segala pentjobaan, maka tentu engkau nanti tersesat; kewadjibanmu jang engkau lalaik-an aklalaik-an tertjatat dalam buku Allah didalam surga, dlalaik-an pada hari jlalaik-ang maha sukar engkau akan didapat terlalu ringan. — “Testimonies

Dalam dokumen Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda (Halaman 96-102)