• Tidak ada hasil yang ditemukan

FASAL 45—TABIAT JANG ALLAH PERKENANKAN

Dalam dokumen Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda (Halaman 174-177)

Orang-orang muda perlu diadjar, dengan teliti dan dengan doa jang tekun, supaja mereka itu kiranja membangunkan tabiat mereka itu atas alasan jang kekal. Sebabnja begitu banjak orang sudah mem-bikin kebodohan jang amat menjedihkan jaitu karena mereka itu tidak suka mendengar pengadjaran-pengadjaran jang diperoleh dari pengalaman. Nasihat ibu-bapa dan guru tidak diindahkannja, dan mereka itu taaluk kepada penggodaan musuh. Tuhan Allah kasih orang-orang muda. Dia melihat bahwa adalah banjak kemungkin-an-kemungkinan dalam mereka itu bagi kebaikan, kalau kiranja mereka mau merasa bagaimana perlunja al-Maseh bagi mereka itu, dan membangun atas alasan jang kuat. Dia djuga mengetahui se-gala pentjobaan mereka itu. Dia mengetahui bahwa mereka harus berperang melawan segala kuasa kegelapan jang berdjoang hendak mendapat perintah atas pikiran manusia; dan Dia sudah membu-kakan djalan oleh mana orang-orang muda laki-laki dan perempuan dapat mendjadi orang jang turut ambil bahagian dalam tabiat rohani itu. . . .

Daja Upaja Jang Tjekal Dituntut

Tabiat tidak datang dengan mendadak. Bukanlah jaitu ditentukan oleh satu perangi marah-marah jang mendadak, satu langkah kepada djurusan jang salah. Adalah jaitu pengulangan berturut-turut dari perbuatan jang menjebabkan dia mendjadi satu adat kebiasaan, dan merupakan tabiat baik kepada jang baik mau pun kepada jang dja-hat. Tabiat jang benar dapat dirupakan hanja oleh daja upaja jang tjekal dan tidak kenal tjapik, oleh memperbaiki tiap-tiap talenta jang dipertjajakan dan ketjakapan untuk memuliakan Tuhan Allah. Ganti berbuat jang demikian, banjak orang membiarkan dirinja hanjut ke-mana sadja gerakan hati atau keadaan membawa mereka itu. Inilah bukan oleh sebab mereka itu kekurangan dalam hal bahan-bahan

FASAL 45—TABIAT JANG ALLAH PERKENANKAN 171

jang baik, melainkan oleh karena mereka itu merasa bahwa pada waktu masa mudanja Tuhan Allah mau supaja mereka itu berbuat dengan sebisa-bisanja.

Kalau orang-orang muda sekarang ini mau berdiri teguh se-perti Daniel sudah buat, mereka mestilah mengerahkan tiap-tiap

urat sjaraf rohani dan ototnja, Tuhan tidak ingin supaja mereka itu [161]

tetap mendjadi magang sadja. Dia ingin supaja mereka itu mentja-pai kemuliaan jang setinggi-tingginja. Dia ingin supaja mereka itu mentjapai anak-tangga jang paling tinggi dalam tangga itu, supaja mereka dapat melangkah dari sana kedalam keradjaan Allah.

Pengaruh Teman-Sepergaulan

Orang-orang muda jang meninggalkan rumah-tangganja, dan ti-dak lagi lebih lama dalam pendjagaan ibu-bapanja, pada sebahagian besar ada bebas untuk memilih teman-temannja. Haruslah mereka itu ingat bahwa mata Bapanja jang disurga itu selalu memandang mereka, dan Dia melihat segala keperluannja, segala pentjobaann-ja. Selamanja terdapat orang-orang muda dalam sekolah, jang oleh segala perbuatannja, ternjata bahwa otak mereka itu sudah dituang dalam tuangan jang lebih rendah keadaannja. Oleh pendidikan tidak bidjaksana pada waktu masih kanak-kanak, mereka itu sudah mem-pertumbuhkan tabiat jang berat sebelah; dan sementara mereka itu bertambah tua, segala kekurangan ini telah tinggal mendjadi tjatjat dalam pengalamannja. Oleh nasihat dan teladan, djiwa-djiwa ini menjesatkan segala orang jang lemah kuasa batinnja.

Waktu itulah emas, hai orang-orang muda jang kekasih. Djanga-nlah sekali-kali engkau membahajakan djiwamu oleh menuruti hawa nafsu. Risikonja ada terlalu besar kalau tidak berhati-hati memilih kawan. Pikir-pikirlah selalu jang mulia dalam tabiat orang-orang lain, dan perangai tersebut akan mendjadi satu kuasa batin bagi-mu dalam melawan jang djahat dan memilih jang baik. Bikinlah tudjuanmu itu tinggi. Ibubapa dan gurumu, jang kasih dan takut akan Allah, boleh selalu mengikuti engkau dengan doanja siang dan malam, mereka boleh membudjuk dan memberikan amaran kepa-damu; tetapi semua ini akan sia-sia kalau kiranja engkau memilih kawan-kawan jang nekat.

172 Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda

Kalau engkau melihat tidak ada bahaja jang sesungguhnja, dan merasa engkau dapat melakukan jang baik serta jang salah, menurut kehendak hatimu, engkau tidak akan melihat bahwa ragi kedjahatan itu sudah mentjemarkan dan membusukkan pikiranmu.

Al-Maseh Pengharapan Kita Satu-satunja

Al-Maseh sudah disengsarakan, dihinakan, dipermalukan; pada pihak kanan dan dari sebelah kiri Dia sudah diserang oleh pentjoba-an, meskipun begitu Dia tidak berdosa, melain- kan dihadapkanNja

[162]

kepada Allah satu penurutan sempurna jang sesungguhnja memu-askan adanja. Oleh hal jang demikian Dia membuangkan untuk selama-lamanja akan maaf apa sadja pun bagi pelanggaran. Dia sudah datang untuk menundjukkan kepada manusia bagaimana pe-nurutan itu, bagaimana memeliharakan hukum-hukum semuanja. Dia bergantung kepada kuasa rohani, dan inilah pengharapan satu-satunja dari orang jang berdosa. Dia sudah menjerahkan hidupNja supaja manusia dapat beroleh tabiat ilahi, setelah sudah terlepas dari pada kebinasaan jang dalam dunia ini oleh segala keinginan. . . .

Tuhan Allah sudah memberikan kepada orang-orang muda ta-lenta untuk diperbaiki bagi kemuliaanNja; tetapi banjak jang meng-gunakan segala karunia tersebut kepada maksud-maksud jang tidak dikuduskan dan tidak sutji. Banjak jang mempunjai ketjakapan, jang dapat menghasilkan buah-buah jang banjak dalam hal perolehan ke-pintaran, perkara batin, dan kekuatan badan. Tetapi mereka itu tidak berpikir pandjang. Mereka tidak menghitung lebih dahulu akibat dari tindakannja. Mereka itu mengandjurkan kenekatan dan kebodohan, dan tidak mau mendengar nasihat dan teguran. Inilah satu kesalah-an jkesalah-ang hebat adkesalah-anja. Orkesalah-ang-orkesalah-ang muda akkesalah-an tenkesalah-ang pikirkesalah-annja kalau mereka itu merasa bahwa mata Tuhan Allah selalu meman-dang mereka itu, dan malaikat-malaikat Allah selalu mengawasi pertumbuhan tabiat, dan menimbang harga batin. — The Youth’s Instructor, 27 Juli 1899.

FASAL 46—HADIRAT JANG KEKAL DARI

Dalam dokumen Berbagai Amanat Kepada Orang-orang Muda (Halaman 174-177)