BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
5) Fase 5 Debriefing
Pada fase ini, guru memerintahkan siswa untuk menelaah hasil diskusinya, yang kemudian kalian tanamkan dalam hati serta kalian amalkan dalalam kehidupan sehari-hari terkait materi yang telah kita bahas yaitu materi tentang hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Baiklah bapak ingin bertanya kepada temen-temen semua, setelah kita melakukan pembelajaran tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode diskusi, bagaimana menurut kalian apakah kalian sudah mengerti dan paham terkait materi yang telah kita diskusikan tersebut? Tanya guru kepada siswa!, siswa dengan kompak menjawab ―paham pak‖. Nah Alhamdulillah, berarti sudah paham
semuanya mah kita langsung ulangan aja ya bapak kasih soal, ucap si guru. Kemudian murid menjawab, ―yaelah pak baru juga kelar diskusi nya, masa udah langsung ulangan bae pak, minggu depan ajalah pak, sekarang mah istirahat dulu ke gitu pak‖ ucap si Faiq.
Ok baik kita istirahat dulu lima menit setelah itu bapak langsung bagikan soal yang kalian harus kerjakan. ―yah pak sebentar amat istirahatnya‖ ucap priyanka. ―Tidak apa-apa yang penting istirahat, kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya biar hasil pembelajaran kita pun bisa maksimal hasilnya‖ ucap si guru.
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi ini dilaksanakan, guru memberikan test kepada siswa untuk mengerjakan beberapa soal terkait materi yang telah dibahas pada diskusi tadi. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dari apa yang mereka dapat saat melakukan diskusi materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Kemudian setelah kegiatan ini dilakukan, maka guru mengakhiri pembelajaran ini dengan penutup, yaitu guru mengajak kepada siswa berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
―sebelum kita akhiri pembelajaran kita ini, marilah sama-sama kita tutup dengan doa, berdoa dimulai‖ ajak guru kepada siswa.
Kemudian setelah berdoa selesai, guru mengucapkan salam
―Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh‖ sambil
meninggalkan kelas dan siswa menjawab dengan kompak
―Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokaatuh‖.
c. Pengamatan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh observer ditemukan beberapa kekurangan diantaranya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi ini, peneliti belum sempurna melaksanakan semua perilaku guru yang diantaranya memantau semua proses interaksi siswa dalam proses diskusi berlangsung tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, dan juga peneliti tidak menegakkan kembali peraturan yang telah dibuat dan disepakati diawal ketika ada beberapa siswa yang mulai keluar alur diskusi saat diskusi berlangsung.
Kemudian dengan pengamatan Afektif siswa, peneliti belum mampu mengamati seluruh siswa terkait pembentukan nilai dan karakter yang tertanam dalam diri siswa, dan siswa masih belum menyadari dan belum menampakkan sikap seperti sikap ketelitian, sikap kerjasama, sikap percaya diri, dan sikap keberanian dalam mengerjakan tugas dan berani untuk aktif berbicara ketika diskusi berlangsung.
d. Refleksi
Pada tahap siklus 1 dalam pembelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode diskusi diperoleh hasil pengamatan guru yang masih belum sempurna, karena peneliti belum sepenuhnya
melaksanakan perilaku guru dalam kegiatan diskusi berlangsung.
Kemudian berdasarkan dari hasil tes kognitif siswa pada pembelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode diskusi terlihat bahwa masih banyak siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum, karena dari 35 siswa hanya sebesar 40% yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM). Begitu juga berdasarkan hasil tes afektif siswa yang masih sangat rendah atau masih belum mencapai kriteria ketuntasan minimum, yaitu dari 35 siswa hanya 19 siswa yang mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimum (KKM) Afektif dengan presentase 54,3%.
Setelah melihat proses dari hasil pembelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode diskusi pada siklus 1 masih banyak kekurangan yang belum tercapai, maka dari hasil ini pun perlu diadakan kembali siklus selanjutnya.
3. Siklus II
Dalam proses pembelajaran tahap siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 25 November 2019. Pada tahap sebelumnya di Siklus I nilai yang diperoleh siswa pada pembelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan kelas XI IPS 3 masih banyak yang belum mencapai KKM, untuk memperbaiki nilai tersebut maka peniliti menyimpulkan bahwa wajib mengulang kembali
pembelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan mengadakan siklus II. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang sama yaitu dengan menggunakan metode Diskusi.
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini diawali dengan merancang segala aktivitas yang akan dilakukan guru atau peneliti sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu sebelum masuk kelas. Perencanaan yang pertama adalah dengan membuat atau merencanakan perbaikan pembelajaran pada tahap sebelumnya yaitu pada mata pelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode diskusi.
Kemudian perencanaan kedua adalah dengan mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dikelas yaitu seperti papan tulis, spidol, penghapus. Serta mempersiapkan media yang akan digunakan seperti infokus.
Kemudian perencanaan ketiga adalah dengan membuat dan menyiapkan lembar pengamatan terhadap guru dan siswa, serta menyiapkan dan merancang hal-hal yang akan dibutuhkan pada tahap tindakan. Setelah melakukan perencanaan tersebut dan semuanya telah siap, maka kegiatan pembelajaran pada tahap Siklus II ini siap dilaksanakan.
b. Tindakan
Pada tahap tindakan ini, kegiatan pembelajaran dikelas diawali dengan guru mengucapkan salam kepada peserta didik
―Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuuh? Lau dengan kompak peserta didik menjawab ―waalaikumsalam warohmatullahi wabarokaatuuh‖. Selamat pagi teman-teman ? ―sapa guru kepada siswa‘? dan siswa menjawab ―pagi pak‖. Kemudian guru mengajak semua peserta didik untuk mengawali kegiatan pembelajaran dengan berdoa, ―sebelum kegiatan pembelajaran kita mulai, marilah sama-sama kita awali dengan berdoa, agar apa yang akan kita pelajari pada pagi hari ini bermanfaat ilmunya untuk kita dan juga kita dapat amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, berdoa dimulai
―bismillaahirrahmaanirrohiim, Robbi Zidna Ilman warjuqnaa fahman, robbii syohri sodrii wayassirli amri wahlul uqdatam millisani yafqohu qouli, aamiin. Kemudian guru mengabsen kehadiran siswa.
1) Fase 1 : mengklarifikasikan maksud dan establishing set
Pada fase ini guru memabahas maksud dari diskusi tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Kemudian guru menghimbau kepada siswa untuk berperan aktif untuk berpartisipasi selama kegiatan diskusi berlangsung, dan memastikan bahwa siswa sudah duduk di tempatnya masing-masing dan siap untuk melakukan diskusi tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Temen-temen semuanya, minggu lalu kita telah membahas tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, namun hari ini kita masih membahas materi yang sama dikarenakan nilai temen-temen semua masih banyak yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Oleh karena itu, kita akan diskusi kembali terkait materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, bapak harapkan temen-temen semua bisa lebih fokus dan disiplin lagi dalam mengikuti pembelajaran hari ini. ―Siap Pak‖ jawab semua siswa kepada guru.
―sebelum kita mulai diskusi kita pada pagi hari ini, silakan temen-temen duduk secara berkelompok dengan tertib‖.
2) Fase 2 : Memfokuskan Diskusi
Pada fase ini guru memberikan fokus diskusi terkait materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, yang kemudian guru menjelaskan peraturan dasar dalam kegiatan diskusi. Seperti mengangkat tangan kanan apabila ingin berbicara mengemukakan pendapat, kemudian meminta izin kepaa guru dan moderator jika ingin meninggalkan kelas, kemudian berbicara
dengan bahasa yang sopan santun, serta tidak menyela atau memotong pembicaraan orang lain, kemudian semua peserta diskusi harus terlibat aktif dan berperan dalam berlangsungnya kegiatan diskusi, semua peserta diskusi harus tertib selama kegiatan diskusi berlangsung, dan semua hasil diskusi di dengarkan, disimak dan diringkas ke dalam suatu rangkuman yang padat yang ditulis ke dalam buku catatan kalian. Dari semua peraturan yang telah bapak sampaikan tadi, bisa dimengerti dan kita sepakati ? jawab siswa dengan kompak ―siap dimengerti pak‖.
Baik jika temen-temen semuanya sudah mengerti, marilah kita mulai diskusi ini tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
3) Fase 3 : Mengendalikan Diskusi
Pada fase ini guru memulai kegiatan diskusi dengan mengawali pertanyaan-pertanyaan dasar terkait materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan. kemudian guru memantau interaksi siswa selama diskusi berlangsung, serta guru
mengarahkan kegiatan diskusi agar tetap berjalan dengan lancar dan guru meneggakan peraturan dasar apabila ada siswa yang mulai keluar alur atau tata tertib diskusi selama kegiatan diskusi berlangsung. Kemudian guru mencatat proses diskusi tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, baik dari ide-ide siswa maupun ide dari guru sendiri.
Baik temen-temen semuanya, bapak akan bertanya kepada temen-temen, ―mengapa hidup bisa menjadi lebih mudah dengan ilmu, apa maksudnya‖?, yang bisa menjawab silakan angkat tangan nya dan silakan kemukakan pendapatnya. ―ucap si guru‖. ―karena dengan ilmu kita dapat hidup bahagia pak‖ jawab si fauzan. Iya bagus jawabannya, mungkin ada yang lain yang mau menambahkan atau melengkapi jawaban dari fauzan?. Saya pak (sambil mengangkat tangan), iya priyanka silakan (ucap si guru).
―karena dengan ilmu itu dapat memudahkan kita pak dalam melakukan segala sesuatu‖ (ucap si priyanka). Iya bagus semua jawaban nya, kita beri tepuk tangan buat semuanya (perintah guru kepada siswa). Baik bapak tambahkan dan bapak sempurnakan jawaban dari temen-temen, ―segala sesuatu yang akan kita lakukan dalam aktivitas kita, semuanya itu mengandung unsur keilmuan.
Kenapa demikian ?, karena tanpa dengan ilmu, kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik, pasti akan asal-asalan. Contohnya, dalam beribadah, kita harus tau ilmunya, harus tau dasar
hukumnya, harus tau tata caranya dalam beribadah, apalagi dalam ibadah sholat, tanpa ilmu kita pasti akan berantakan da nasal-asalan ibadahnya. Kemudian dengan bermuamalah atau berhubungan dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial, pasti dengan ilmu, karena jika tidak dengan ilmu, pasti kita semuanya tidak akan terarah dan berada di jalan yang benar dan baik. Dan dengan ilmu lah akan membawa kita kepada kemudahan dalam hidup serta mendapatkan kebahagian baik di dunia maupun di akhirat.
Kemudian bapak tanya kembali kepada temen-temen semuanya, ―sebutkan manfaat orang yang berilmu?‖, silakan temen-temen yang ingin menjawab angkat tangannya terlebih dahulu. Saya pak (sambil mengangkat tangan), iya silakan sofyan.
―tidak merasakan kebodohan pak‖ (ucap si sofyan). Bagus jawabannya, sudah jelas dong orang belajar untuk berilmu agar tidak bodoh kan, (ucap si guru). Baik siapa lagi yang ingin menambahkan? Coba bapak minta yang di belakang pojok kanan yaitu puji, silakan menurut kamu apa manfaat orang berilmu?
―Menurut saya orang yang berilmu itu akan diangkat derajatnya pak‖(ucap si puji). Iya baik semua jawaban temen-temen itu bener ya. Kita berikan tepuk tangan untuk kita semuanya (ajakan guru kepada siswa). Baik bapak tambahkan dan bapak lengkapi ―begitu banyak manfaat bagi orang-orang yang berilmu. Diantaranya yaitu, orang yang berilmu akan mendapatkan kebahagian hidupnya baik
di dunia maupun di akhirat, orang yang berilmu apabila diamalkan ilmunya maka sangat bermanfaat ilmunya dan pahalanya akan terus mengalir kepadanya, dengan berilmu Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, orang yang berilmu akan dimudahkan jalan nya menuju surge, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw, “man sa’alaka thoriqon yal tamitsu fihi ilman, sahalallahu thoriqon illal jannah” artinya barang siapa yang menempuh perjalanan menuntut ilmu, maka Allah swt akan memudahkan jalannya menuju Surga nya Allah swt.
Selanjutnya untuk diskusi ini, temen-temen semua akan bapak bagi beberapa tema yang berbeda yang akan kalian bahas dan diskusikan masing-masing dengan kelompoknya. Hal ini kita lakukan untuk menambah wawasan temen-temen semua, agar pengetahuan terkait materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dapat kita pahami secara komprehensif. Apabila tidak mengerti boleh tanyakan kepada bapak. Dan jika sudah selesai, bapak minta dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian guru memberikan beberapa daftar pertanyaan kepada siswa yang kemudian didiskusikan, dan guru memantau semua proses interaksi siswa selama kegiatan diskusi berlangsung.
4) Fase 4 : Mengakhiri Diskusi
Pada fase ini, guru membantu mengakhiri kegiatan diskusi tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan merangkum hasil diskusi materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Baiklah temen-temen semua, sebelum bapak simpulkan pembahasan diskusi kita pada pagi hari ini, bapak minta satu orang yang bersedia untuk memberikan kesimpulan pada pembelajaran kita pagi hari ini. Saya pak (sambil mengangkat tangan), iya silakan Dzaky, ―diskusi kita pagi hari ini lebih condong ke isi kandungan surat At-Taubah ayat 122 dan surat Al-Mujadalah ayat 11. Dan saya menyimpulkan bahwasanya dalam surat At-Taubah ayat 122 menjelaskan bahwa kita diwajibkan untuk mendalami berbagai ilmu agama islam dan menuntut ilmu pengetahuan, sedangkan surat Al-Mujadalah ayat 11 menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu‖ (ucap si Dzaky). Iya bagus sekali jawabannya, kita beri tepuk tangan semuanya (ajakan guru kepada siswa). Baiklah akan bapak lengkapi jawaban dari Dzaky agar menjadi suatu kesimpulan
yang komprehensif, ―dalam memahami materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, kita harus mengetahui dasar serta landasan hulum nya untuk kita semua menjalani kehidupan dengan berilmu. Karena manusia pada hakekatnya adalah belajar dan beribadah kepada Allah SWT. Dan perlu kita ketahui bahwa dalam surat At-Taubah ayat 122 menjelaskan bahwa wajibnya kita untuk ke medan perang untuk berjihad, namun apabila sudah ada yang berangkat ke medan perang, maka hendaklah sebagian kita wajib untuk menuntut ilmu, yaitu mendalami ilmu-ilmu agama islam, serta dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kita untuk berlapang-lapang dalam majlis, artinya kita tidak boleh egois dan harus memiliki toleransi dan tenggang rasa dalam suatu majlis, dan Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Tambahan dari bapak untuk teman-teman semua, bahwa ada suatu mahfudzot atau kata-kata atau syair indah yang berbunyi
―khoirukum man ta’allamal qur’anu wa’allamahun nas” artinya sebaik-baiknya kamu manusia iyalah yang belajar Al-Qur‘an dan mengajarkannya kepada manusia, dan ―khoirunnas anfa’uhum linnas” artinya sebaik-baiknya manusia iyalah yang bermanfaat untuk orang lain.
5) Fase 5 : Debriefing
Pada fase ini, guru memerintahkan siswa untuk menelaah hasil diskusinya, yang kemudian kalian tanamkan dalam hati serta kalian amalkan dalalam kehidupan sehari-hari terkait materi yang telah kita bahas yaitu materi tentang hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Baiklah bapak ingin bertanya kepada temen-temen semua, setelah kita melakukan pembelajaran tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode diskusi, bagaimana menurut kalian apakah kalian sudah mengerti dan paham terkait materi yang telah kita diskusikan tersebut? Tanya guru kepada siswa!, siswa dengan kompak menjawab ―paham pak‖. Nah Alhamdulillah, berarti sudah paham semuanya.
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi ini dilaksanakan, guru memberikan test kepada siswa untuk mengerjakan beberapa soal terkait materi yang telah dibahas pada
diskusi tadi. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dari apa yang mereka dapat saat melakukan diskusi materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan, serta untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil test dari siklus I dengan siklus II.
Kemudian setelah kegiatan ini dilakukan, maka guru mengakhiri pembelajaran ini dengan penutup, yaitu guru mengajak kepada siswa berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
―sebelum kita akhiri pembelajaran kita ini, marilah sama-sama kita tutup dengan doa, berdoa dimulai‖ ajak guru kepada siswa.
Kemudian setelah berdoa selesai, guru mengucapkan salam
―Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh‖ sambil meninggalkan kelas dan siswa menjawab dengan kompak
―Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokaatuh‖.
c. Pengamatan
Berdasarkan pengamatan observer pada siklus II ini, ditemukan hasil bahwa guru atau peneliti sudah melaksanakan semua perilaku atau tugas guru dalam melaksanakan kegiatan diskusi. Dengan demikian guru atau peneliti telah 100% melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode diskusi.
Kemudian dari lembar penilaian afektif siswa dapat dilihat bahwa siswa sudah mampu menunjukkan perubahan sikap ke arah
yang lebih baik, diantaranya sikap ketelitian, sikap kerjasama, sikap percaya diri dan sikap keberanian.
d. Refleksi
Pada tahap refleksi ini guru atau peneliti melakukan refleksi atas hasil analisis data dari seluruh pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus II. Adapun hasil refleksi tersebut adalah kegiatan pelaksanaan pembelajaran dengan metode diskusi selama siklus II berlangsung telah memperlihatkan semangat dan antusias siswa semakin baik dari siklus sebelumnya. Siswa juga terlihat sangat berpartisipasi serta berperan aktif selama kegiatan diskusi berlangsung pada pelajaran Al-Qur‘an Hadits materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.
Kemudian aktivitas guru pun dalam mengajar dan memantau proses diskusi sudah mengalami peningkatan, artinya guru telah melaksanakan semua perilaku atau tugas guru dalam mengajar dan memandu kegiatan diskusi.
Berdasarkan hasil yang didapat dari analisis data yang diperoleh selama kegiatan pembelajaran siklus II ini, diperoleh data presentase hasil kognitif belajar Al-Qur‘an Hadits siswa 94,2%
mencapai KKM dengan nilai KKM 78. Hal ini menunjukkan bahwa dari hasil test siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan telah mencapai KKM yang ditentukan. Kemudian dari hasil pengamatan afektif siswa juga mengalami peningkatan dari siklus
sebelumnya, yaitu pada siklus II ini penilaian afektif siswa 77,2%
mencapai KKM yang telah ditentukan dari nilai 78.
Dalam penerapan metode pembelajaran diskusi pada siklus I dan siklus II yang telah dilakukan dengan empat tahap pada masing-masing siklus mengalami peningkatan hasil belajar, terbukti dari hasil belajar kognitif siswa pada siklus I hanya sebesar 40% meningkat menjadi 94,2% pada siklus II, artinya hasil pembelajaran ini meningkat 54,2% dari siklus I ke siklus II. Kemudian dari hasil penilaian afektif siswa juga meningkat dari 54,3% pada siklus I menjadi 77,2% pada siklus II, artinya hasil penilaian afektif siswa meningkat 22,9%. Dan hasil pengamatan guru pun meningkat dari 86,6% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.
Melalui kegiatan pembelajaran ini dengan menggunakan metode diskusi, merupakan upaya guru Al-Qur‘an Hadits untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Al-Qur‘an Hadits. Karena metode ini dinilai tepat digunakan, terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa baik hasil kognitif siswa, nilai afektif siswa meningkat pada masing-masing siklus tersebut.
130
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru menerapkan metode pembelajaran diskusi sebagai upaya guru Al-Qur‘an Hadits untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur‘an Hadits di MAN 1 Tangerang Selatan. Yaitu guru melakukan penerapan metode diskusi dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap.
2. Melalui penerapan metode diskusi ini, terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur‘an Hadits di MAN 1 Tangerang Selatan.
Yaitu dari hasil belajar kognitif siswa pada siklus I hanya sebesar 40%
meningkat menjadi 94,2% pada siklus II, artinya hasil pembelajaran ini meningkat 54,2% dari siklus I ke siklus II. Kemudian dari hasil penilaian afektif siswa juga meningkat dari 54,3% pada siklus I menjadi 77,2% pada siklus II, artinya hasil penilaian afektif siswa meningkat 22,9%.
B. Saran
Berdasarkan pengalaman peneliti selama melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur‘an Hadits di MAN 1 Tangerang Selatan, guru harus mampu melakukan umpan balik kepada siswa dan refleksi diri pada setiap
pembelajaran. Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dikemukakan saran sebagai berikut:
1. Untuk Guru
Dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Al-Qur‘an Hadits dapat menggunakan metode diskusi sebagai salah satu metode yang sederhana dan baik untuk digunakan dalam pembelajaran karena dengan penggunaan metode diskusi ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan juga meningkatkan beberapa sikap perilaku siswa seperti sikap ketelitian, sikap kerjasama, sikap percaya diri, an sikap keberanian.
secara tidak langsung melalui penerapan metode diskusi ini siswa mendapat pelajaran bagaimana cara berpendapat di depan teman-temannya, bersosialiasi, aktif bekerja sama, menghargai pendapat temannya serta menghormati pendapat temannya yang lain.
2. Untuk Kepala Sekolah
Untuk Kepala MAN 1 Tangerang Selatan yang memiliki pengaruh
Untuk Kepala MAN 1 Tangerang Selatan yang memiliki pengaruh