• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Rancangan Tindakan

4. Refleksi

Tahapan ini merupakan tahapan untuk mengkaji dan memproses data yang didapat saat dilakukan pengamatan tindakan. Data yang didapat kemudian ditafsirkan dan dicari eksplanasinya, dianalisis dan disintesis.

Dalam proses pengkajian data ini dimungkinkan untuk melibatkan orang luar sebagai kolaborator, seperti halnya saat observasi. Keterlibatan kolabolator sekedar untuk membantu peneliti untuk dapat lebih tajam melakukan refleksi dan evaluasi. Dalam proses refleksi ini segala

37 Susilo, Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2009), h. 22

pengalaman, pengetahuan, dan teori instruksional ysng dikuasai dan relevan dengan tindakan kelas yang dilaksanakan sebelumnya, menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang mantap dan shahih.38

Refleksi juga berarti upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi atau tidak terjadi, apa yang dihasilkan atau apa yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Setelah melaksanakan refleksi pada siklus I dan diketahui ada indicator yang belum berhasil maka akan dilakukan siklus II, kemudian jika pada siklus II tidak ditemukan indicator yang belum berhasil maka penelitian dapat dihentikan, tetapi jika masih ditemukan indicator yang belum berhasil maka dilanjutkan siklus berikutnya.

F. Desain Dan Prosedur Tindakan 1. Desain Tindakan

Penelitian ini berjudul Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 3 Pada Mata Pelajaran Al-Qur‘an Hadis di Madrasah Aliyah Negeri 1 Tangerang Selatan. Melalui penelitian tindakan ini, peneliti harapkan terjadinya peningkatan kualitas pembelajaran di kelas XI IPS 3 terutama pada mata pelajaran Al-Al-Qur‘an Hadis.

38 Iskandar, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Gaung Persada 2011), h.119

2. Prosedur Tindakan

Pada tahap ini penulis merencanakan untuk meneliti tentang upaya meningkatkan hasil belajar Al-Qur‘an Hadis kelas XI IPS 3 pada materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi. Dengan kompetensi dasar memahami nilai-nilai keilmuan dalam Qs. At-Taubah (122) dan Qs. Al-Mujadalah (11) dan Hadis tentang kewajiban menuntut ilmu. Pada tahap perencanaan ini, peneliti mempersiapkan untuk menyusun rancangan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, menyusun sarana dan prasarana yang dibutuhkan, mempersiapkan instrument pengumpulan data dalam penelitian berupa format pencatatan lembar observasi dan menyiapkan tes kompetensi kognitif untuk siswa dan menentukan observer dalam pelaksanaan tindakan. Tahap berikutnya adalah observasi yang diikuti dengan tindakan penelitian dan yang terakhir adalah refleksi.

G. Kriteria Keberhasilan Tindakan

Kriteria keberhasilan indicator penelitian meliputi: 1) pemahaman materi Al-Qur‘an Hadits siswa berdasarkan tes akhir siklus dikatakan meningkat apabila dalam proses pembelajaran terlihata adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas pemahaman dari siklus 1 ke siklus berikutnya dengan kriteria 90%

dari total siswa dalam kelas, dengan nilai KKM 78. 2). Hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh observer harus 100% dilakukan. 3). Lembar hasil tes afektif siswa yang dilakukan oleh guru.

H. Sumber Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa data kualitatif dan kuantitatif.

1. Data kualitatif diperoleh dari, a). lembar penilaian afektif siswa kelas XI IPS 3 mata pelajaran Al-Qur‘an Hadis materi Hidup Lebih Mudah Dengan Ilmu Pengetahuan (kerjasama, ketelitian, percaya diri, dan keberanian). b).

lembar observasi guru yang dilakukan oleh observer yang menggunakan metode diskusi dengan 5 fase.

2. Data kuantitatif diperoleh dari hasil rata-rata tes belajar Al-Qur‘an Hadis peserta didik pada setiap akhir siklus.

I. Instrumen Pengumpulan Data 1. Definisi Konseptual

Hasil belajar Al-Qur‘an Hadis adalah skor yang diperoleh siswa berdasarkan hasil tes dengan standar minimal perolehan adalah 90% pada kurikulum 2013 dengan tema (Hidup Lebih Mudah Dengan Ilmu Pengetahuan) melalui metode diskusi dengan tes yang beracuan pada kriteria melalui instrument soal uraian dan kinerja atau pengamatan.

2. Definisi Operasional

Diperoleh dari semua tindakan-tindakan yang terjadi selama penelitian berlangsung seperti: a). lembar tes kognitif siswa yang merujuk pada kurikulum 2013, b). lembar pengamatan afektif siswa (dengan kriteria yang dinilai adalah: ketelitian, kerjasama, percaya diri, dan keberanian).

3. Kisi-Kisi Instrument

a. Instrument hasil belajar Al-Qur‘an Hadis siswa kelas XI IPS 3 materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan

Tabel 3.1 Kompetensi Inti

No Kompetensi Inti (KI)

1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4 Mencoba, mengolah, dan menyajikan dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Tabel 3.2

ayat Al-Qur‘an

sebagai implementa si Qs. Al- Mujadalah ayat 11 Jelaskan

manfaat beriman dan berilmu pengetahua n

Jelaskan isi kandungan hadits yang diriwayat kan Ibn Majah dari Anas bin Malik 4 4.1

Mendemonstrasi kan Hafalan

Mendemonstrasikan Hafalan ayat-ayat Al-Qur‘an tentang

ayat-ayat Al-Qur‘an tentang semangat

menuntut ilmu dan

menyampaikann ya pada sesame dalam Qs. At-Taubah ayat 122,

Qs.

Al-Mujadalah ayat 11 dan Hadits

semangat menuntut

ilmu dan

menyampaikannya pada sesama dalam Qs. At-Taubah ayat 122, Qs. Al-Mujadalah ayat 11 dan Hadits

b. Lembar observasi aktivitas belajar Al-Qur‘an Hadis dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi

Tebel 3.3

Lembar Aktivitas Belajar

Fase Perilaku Guru Iya Tidak

Fase I Guru membahas maksud diskusi tentang hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Guru mempersiapkan siswa untuk

berpartisipasi aktif yaitu dengan memastikan bahwa siswa sudah duduk ditempatnya dan siap untuk melakukan kegiatan diskusi.

Fase II Guru memberikan focus untuk diskusi tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Guru mendeskripsikan peraturan dasarnya dalam kegiatan diskusi berlangsung, diantaranya mengangkat tangan kanan apabila ingin mengemukakan pendapat, ijin meninggalkan kelas(ke toilet), dan menggunakan bahasa yang sopan dan santun dan mudah dipahami.

Guru mengajukan pertanyaan awal mengenai hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan kepada siswa.

Guru menyodorkan situasi yang membingungkan terkait hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan atau mendeskripsikan sebuah isu terkait materi tersebut

Fase III Guru memantau interaksi siswa dalam diskusi mengenai hidup menjadi lebih mudah dengan

ilmu pengetahuan.

Guru melontarkan pertanyaan terkait materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Guru mendengarkan ide-ide siswa dan merespon ide-ide siswa yang dilontarkan selama diskusi tentang hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan berlangsung.

Guru menegakkan peraturan dasarnya saat siswa mulai keluar dari alur diskusi terkait.

Guru mencatat proses diskusi tentang hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Fase IV

Guru membantu mengakhiri diskusi materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Guru membantu dengan merangkum hasil diskusi materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Fase V Guru memerintahkan siswa untuk menelaah diskusinya tentang materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

Guru meminta siswa untuk memikirkan proses-prosesnya selama diskusi materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu pengetahuan.

c. Instrument pengamatan afektif siswa kelas XI IPS 2 mata pelajaran Al-Qur‘an Hadis materi hidup menjadi lebih mudah dengan ilmu

4. Jenis Instrumen

Instrument adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian dan penilaian. Adapun jenis instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah:

a. Tes tulis dalam bentuk soal uraian b. Lembar pengamatan untuk guru c. Lembar pengamatan afektif siswa 5. Validasi Instrumen

Terlampir dan validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur.

J. Teknik Analisis Data

Data dianalisis berdasarkan nilai perolehan 3 hal yaitu: 1). Hasil tes siswa, 2). Hasil pengamatan (guru dan siswa), 3). Hasil tes afektif siswa.

1. Hasil tes siswa

NA= Jumlah skor yang dicapai X 100%

Jumlah skor maksimum

2. Hasil pengamatan afektifitas guru dan siswa Jumlah fase yang teramati X 100%

Jumlah seluruh fase diskusi 3. Hasil afektis siswa

Aspek afektif yang muncul X 100%

Jumlah seluruh aspek afektif

Apabila semua indikator yang ditetapkan sudah memenuhi ketuntasan kelas (mencapai rata-rata kelas minimal 75% dan maksimal 100%) maka dapat diinterpretasikan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan.39

39 Siti Nurlaila, (2018), ―Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV Dengan Model Pembelajaran Diskusi Di MI Unwaanul Falah Pondok Aren Tangerang Selatan‖, Skripsi, PGMI Universitas Muhammadiyah Jakarta, h. 42

59

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Tentang MAN 1 Tangerang Selatan 1. Sejarah MAN 1 Kota Tangerang Selatan

MAN 1 Kota Tangerang Selatan berdiri tahun 1997 dengan nama MAN Serpong. MAN Serpong didirikan oleh Bapak H. Muhammad S.Ag yang juga menjabat anggota DPRD Jawa Barat. MAN Serpong terletak di Jalan Raya Serpong, Desa Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan Banten. Pada tahun 2000 MAN Serpong berpindah lokasi dan membangun gedung baru di Jl. Raya Serpong, Desa Kademangan RT.

003/003 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Tahun 2015 MAN Serpong berganti nama menjadi MAN 1 Kota Tangerang Selatan.

Saat ini Kepala MAN 1 Kota Tangerang Selatan ialah Bapak Drs. H.

Ridwan Fahmi Lubis, yang menjabat sejak tahun 2015.

Telah banyak prestasi yang diraih oleh MAN 1 Kota Tangerang Selatan baik dibidang akademik maupun non akademik. Hingga saat ini MAN 1 masih terus berupaya demi terciptanya sumberdaya manusia yang tidak hanya mengedepankan rasio, tetapi juga memelopori munculnya sumber daya manusia yang tetap berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadits. Dengan didukung oleh fasilitas yang lengkap serta lingkungan yang Islami, MAN 1 Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu institusi pendidikan Islam yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif di kawasan Tangerang Selatan sesuai dengan motto Madrasah:

MAN hebat, MAN bermartabat.

Kepala Sekolah yang pernah memimpin MAN 1 Kota Tangerang Selatan, antara lain :

Tabel 4.1

Daftar Kepala Sekolah MAN 1 Kota Tangerang Selatan

NO KEPALA SEKOLAH MASA JABATAN

1. H. Muhammad S.Ag Tahun 1997 – 2003

2. Dra. Hj. Iis Aisyah Tahun 2003 – 2013 3. Plt. Drs. Yusuf Ucup M.Pd Tahun 2013 – 2014 4. Drs. H. Ridwan Fahmi Lubis Tahun 2014 – Sekarang

2. Visi, Misi, dan Tujuan MAN 1 Kota Tangerang Selatan a. Visi Madrasah

―Unggul dalam prestasi, kreatif, sehat, dan islami‖

Indikator :

1) Terwujudnya Pengembangan Kurikulum Yang Adaptif dan Proaktif

2) Terwujudnya Proses Pembelajaran Yang Efektif dan Efisien 3) Terwujudnya Lulusan Yang Cerdas dan Kompetitif

4) Terwujudnya SDM Pendidikan Yang Memiliki Kemampuan dan Kesanggupan Kerja Tinggi

5) Terwujudnya Sarana dan Prasarana Yang Relevan dan Mutakhir 6) Terwujudnya Manajemen Sekolahan Yang Tangguh.

7) Terwujudnya Penggalangan Biaya Pendidikan Yang Memadai.

8) Terwujudnya Penilaian Yang Otentik.

9) Terwujudnya Lulusan Yang Berakhlakul Karimah.

b. Misi Madrasah

1) Memberikan hal-hal baru dalam menghadapi tantangan global 2) Mengubah pola pikir dari paradigma lama ke paradigma baru 3) Mampu mengatasi dan menghadapi semua kondisi dan situasi 4) Membangun generasi masa depan yang berakhlak mulia c. Tujuan Madrasah

1) Meningkatkan kecerdasan siswa-siswi MAN 1 Kota Tangerang Selatan dengan pola berpikir aktif dan kreatif.

2) Mencetak siswa-siswi yang berprestasi dalam IPTEK dan IMTAQ.

3) Memacu kreativitas dengan mengembangkan bakat para siswa melalui akademis dan non akademis.

4) Menumbuhkan kesadaran pada hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari melalui pembinaan dan pembiasaan K7.

5) Menanamkan kepribadian Islami dan akhlak mulia (akhlakul karimah) melalui pola disiplin dalam beribadah dan bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3. Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. Kurikulum

Pengembangan Kurikulum MAN 1 Kota Tangerang Selatan yang pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Sejak tahun pelajaran 2015/2016 MAN 1 Kota

Tangerang Selatan sudah menerapkan kurikulum 2013 pada semua kelas yang disesuikan dengan visi, misi, dan target institusi.

b. Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran setiap mata pelajaran adalah 1 x 45 menit.

Pembelajaran di awali dengan shalat duha bersama-sama sebelum jam pembelajaran dimulai, yaitu pada 06.45 s/d 07.15 yang dilakukan setiap hari. Kecuali pada hari senin di minggu pertama, karena pelaksanaan upacara bendera, senin minggu ke tiga pelaksanaan apel.

Dan senin minggu ke empat pelaksanaan pembinaan yang diisi oleh masing-masing wali kelas di masing-masing kelas. Adapun waktu belajar efektif yang dilakukan di sekolah selama sembilan jam terhitung dari pukul 07.15 s/d 16.00 WIB sudah termasuk jam istirahat, sholat dan makan.

4. Data Pimpinan, Tenaga Pendidik, dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota Tangerang Selatan

Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 1 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2017/2018:

a. Pimpinan Madrasah

Kepala Madrasah : Drs. H. Ridwan Fahmi Lubis Wakil Kepala Madrasah

1). Bidang Kurikulum : Drs. H. Harwanto, MH 2). Bidang Kesiswaan : Agung Yudi Sartono, S.Pd 3). Bidang Humas : Abdul Khodir, S.Ag

4). Bidang Sarana dan Prasarana : Suhada, S.Pd40 b. Tenaga Pendidik

Tabel 4.2

Daftar Nama Tenaga Pendidik MAN 1 Kota Tangerang Selatan

40 Ridwan Fahmi Lubis, Kepala MAN 1 Tangerang Selatan, Hasil Wawancara, pada 20 November 2019

Mata Pelajaran Guru Pengajar Pendidikan

Terakhir Keterangan

Berdasarkan data pada tabel 4.2 diketahui bahwa MAN 1 Kota Tangerang Selatan memiliki 32 tenaga pendidik dengan tingkat kualifikasi pendidikan sudah baik, karena seluruh tenaga pendidiknya yang ada di MAN 1 Kota Tangerang Selatan merupakan lulusan strata 1 (S1) bahkan terdapat beberapa tenaga pendidik yang sudah strata 2 (S2). Sehingga dengan kualifikasi tingkat pendidikan yang dimilki oleh masing-masing guru tersebut akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa yang ada di MAN 1 Kota Tangerang Selatan.

S.Pd

Matematika

Safriati, S. Pd S1 PNS

Hilda Wiryantini, M. Pd S2 PNS

Khalifah, S. Pd S1 Honorer

Biologi Sulhah Amaliyah, S. Pd S1 PNS

Fisika Ninuk Aminul U, ST S1 PNS

Kimia Susi Indaharini, S. Pd S1 PNS

Teknologi,

Informasi dan Komunikasi

Nanang, S. Kom S1 Honorer

Yudi Permana W,

S.Kom S1 Honorer

Penjas Orkes Khoirul Khodri, S.Pd S1 Honorer

Lutfi, S. Pd S1 Honorer

Seni Budaya Arie Rachman, S.Pd S1 Honorer

Bimbingan Konseling

Ummu Athiyah, S. Psi S1 PNS

Drs. Zaenudin, M. Pd S2 PNS

Fenny Vitaria, S. Psi S1 Honorer

c. Tenaga kependidikan

Tabel 4.3

Daftar Nama Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota Tangerang Selatan

No Nama Jabatan Bagian

1 Gagan Ganda Tata Usaha Kepala Tata Usaha

2 Muvida Tata Usaha Staf Tata Usaha

3 Khoeriah Tata Usaha Staf Tata Usaha 4 Sohibudin Tata Usaha Staf Tata Usaha 5 Fadhullah Tata Usaha Staf Tata Usaha

6 Rudi Tata Usaha Pramubakti

7 Jono Supriyadi Tata Usaha Keamanan

8 Lela Tata Usaha Kebersihan

9 Romli Tata Usaha Perpustakaan

10 Erni Tata Usaha Komite

Berdasarkan data pada tabel 4.3 diketahui MAN 1 Kota Tangerang Selatan memiliki tenga kependidikan tata usaha sebanyak enam orang.

Kebutuhan administrasi MAN 1 Kota Tangerang Selatan tidak hanya dikelola atau diatur oleh satu orang saja, tetapi sudah ada pembagian tugas bagi masing-masing pengelola tata usaha. Sehingga pelayanan dan kebutuhan administrasi yang ada di MAN 1 Kota Tangerang Selatan dapat terpenuhi dengan baik.

5. Data Peserta Didik MAN 1 Kota Tangerang Selatan

Jumlah kelas yang ada di MAN 1 kota Tangerang Selatan tahun ajaran 2017/2018 adalah 15 kelas. Kelas terdiri dari Kelas X, XI, dan XII program MIA (IPA) dan IIS (IPS), yang terdiri dari 2 kelas MIA dan 3

kelas IIS untuk masing-masing tingkat kelas. Adapun jumlah peserta didik MAN 1 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4

Rekap Jumlah Siswa Tahun Ajaran 2017/2018

Kelas

6. Data Sarana Dan Prasarana MAN 1 Kota Tangerang Selatan a. Sarana

Tabel 4.5

Daftar Sarana MAN 1 Kota Tangerang Selatan

No. Jenis Fasilitas Jumlah Kondisi

1. Ruang Kelas 16 Baik

12. Ruang Bimbingan Konseling 1 Baik

13. Ruang UKS 1 Baik

14. Ruang OSIS 1 Baik

15. Ruang Aula 1 Baik

16. Mushola 1 Baik

17. WC Guru 2 Baik

18. WC TU 2 Baik

19. WC Siswa 16 Baik

20. Lapangan 1 Baik

21. Kantin 1 Baik

22. Parkir 1 Baik

23. Tiang Bendera 1 Baik

24. Gawang Futsal 2 Baik

25. Tiang Volly 2 Baik

26. Ring Basket 2 Baik

Berdasarkan data pada tabel 4.5 diketahui bahwa MAN 1 Kota Tangerang Selatan memiliki 16 ruang kelas, ruang kepala madrasah, ruang guru, perpustakaan, labolatorium, musholah, UKS, aula dan saran lainnya dalam kondisi yang baik. Sarana-sarana tersebut sebagai sarana untuk menudukung terlaksananya kegiatan pembelajaran yang baik, sehingga dapat memberikan kenyamanan siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di MAN 1 Kota Tangerang Selatan.

b. Prasarana

Tabel 4.6

Daftar Prasarana MAN 1 Kota Tangerang Selatan

No Jenis Kondisi

1 Instalasi air Baik

2 Jaringan listrik Baik

3 Jaringan telepon Baik

4 Internet Baik

5 Akses jalan Baik

Berdasarkan data pada tabel 4.6 diketahui bahwa MAN 1 Kota Tangerang Selatan memiliki prasarana yang terdiri dari instalasi air, jaringan listrik dan telepon, internet, dan akses jalan dalam kondisi baik. Prasaran tersebut disediakan oleh MAN 1 Kota Tangerang Selatan sebagai fasilitas untuk menudukung terbentuknya suasana belajar yang nyaman, terlaksananya kegiatan pembelajaran yang baik bagi seluruh civitas akademi, meningkatkan hasil belajar siswa dan kualitas pembelajaran.41

7. Data kegiatan Ekstrakurikuler Siswa Table 4.7

Daftar kegiatan Ekstrakurikuler Siswa

No Nama Keterangan

1 Pramuka Tersedia

2 Paskibra Tersedia

3 ROHIS Tersedia

4 Tari Saman Tersedia

5 KIR (Karya Ilmiah Remaja) Tersedia

6 Futsal Tersedia

7 Basket Tersedia

8 Voli Tersedia

41 Fadhullah, Staf Tata Usaha, Hasil Wawancara, pada 19 November 2019

9 Paduan Suara Tersedia

10 Palang Merah Remaja (PMR) Tersedia

11 Tari Tradisional Tersedia

12 Bulu Tangkis Tersedia

13 Pencak Silat Tersedia

14 Teater Tersedia

15 Marawis Tersedia

16 PKPR Tersedia

17 Tahfizd Tersedia

Berdasarkan data pada tabel 4.7 terdapat 17 kegiatan ekstrakurikuler siswa yang ada di MAN 1 Kota Tangerang Selatan . Kegiatan ekstrakurikuler tersebut diikuti oleh seluruh siswa. Seluruh kegiatan kegiatan ekstrakurikuler siswa yang ada di MAN 1 Kota Tangerang Selatan sebagai wadah mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk pribadi dan karakter anak serta sebagai ajang dalam mengembangkan potensi, bakat dan minat yang dimiliki siswa.

8. Tata tertib guru dan siswa

a. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) 1) Ketentuan Jam Belajar Siswa

a) Pelaksanaan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai Pukul 06.45-16.00 WIB (sesuai jadwal) setiap harinya dari Senin sampai Jum‘at

b) Setiap hari Senin dan peringatan Hari Nasional diadakan upacara, bel dibunyikan pukul 6.30 WIB dan upacara dimulai pukul 6.45 WIB

c) Kegiatan ekskul Hari Sabtu dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB

9. Kehadiran dan Ketidakhadiran Peserta Didik

a. Peserta didik harus sudah berada di sekolah 15 menit sebelum pelajaran dimulai

b. Peserta didik yang mendapat tugas piket, hadir 15 menit lebih awal untuk npersiapan kelas

c. Bila peserta didik tidak hadir di sekolah, maka orang tua atau wali wajib memberitahukan kepada pihak sekolah secara langsung atau melalui buku tata tertib pada hari itu juga (tidak melalui surat)

d. Peserta didik yang data terlambat sampai 15 menit diizinkan masuk ke kelas untuk mengikuti KBM, setelah menyerahkan buku tata tertib setelah pembinaan dari guru piket

e. Peserta didik yang datang terlambat lebih 15 menit setelah pintu gerbang ditutup dipulangkan untuk belajar dirumah setelah didata oleh guru piket

f. Peserta didik yang tidak masuk sekolah tanpa berita atau pemberitahuan dari orang tua atau wali di anggap alpa.

10. Meninggalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

a. Peserta didik yang mengikuti kegiatan atas nama madrasah harus membawa bukti surat izin dari guru yang sedang mengajar dan diketahui oleh guru piket dan Pembina ekstrakurikuler.

b. Peserta didik yang sakit selama KBM berlangsung diizinkan untuk istirahat di UKS selama 2 jam pelajaran seizing guru yang sedang mengajar di kelas tersebut.

c. Bagi peserta didik yang sakit selama lebih dari 2 jam pelajaran diizinkan pulang dan diketahui dari guru piket dan orangtua/wali.

d. Peserta didik tidak diizinkan untuk fotocopy keluar sekolah pada saat KBM.

e. Guru/Pembina/Guru Piket mengisi buku tata tertib pada kolom informasi untuk melaksanakan tugas madrasah.

11. Sarana dan Prasarana Belajar

a. Peserta didik wajib melengkapi perlengkapan belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan guru mata pelajaran dan madrasah.

b. Peserta didik hanya boleh membawa buku-buku dan perlengkapan belajar yang berhubungan dengan pelajaran dan bagi yang membawa perlengkapan lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran maka akan ditertibkan oleh guru/madrasah.

c. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan prasarana yang ada di madrasah dengan baik dan tidak rusak atau hilang.

d. Bagi yang rusak atau hilang harus mengganti dengan barang yang sama

12. Penilaian dan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik

a. Setiap peserta didik wajib mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

b. Peserta didik wajib mengikuti ulangan (diberitahukan atau tidak diberitahukan sebelumnya) ditentukan oleh guru/Madrasah.

c. Bila Peserta didik tidak mengikuti ulangan harian karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka peerta didik yang bersangkutan dapat mengikuti ulangan susulan setelah mendapat izin guru mata pelajaran yang bersangkutan.

d. Bila peserta didik tidak mengikuti ulangan akhir semester karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka peserta didik yang bersangkutan dapat mengikuti ulangan susulan setelah mendapat izin dari madrasah.

e. Buku laporan Hasil Belajar Peserta Didik (Raport) harus diambil oleh orangtua/wali, dan atau menggunakan surat kuasa yang bermaterai.

13. Ketentuan

a. Jadwal Pemakaian Seragam Sekolah Senin : Baju Putih, Celana/Rok Putih, Selasa : Baju Putih, Celana/Rok Abu-abu Rabu : Baju Pramuka

Kamis : Baju Batik, Celana/Rok Putih

Jumat : baju seragam muslim, Celana/Rok Putih

Olahraga : Pakaian olahraga yang sudah ditetapkan madrasah

Ekstrakurikuler : seragam kegiatan ekstrakulikuler di sesuaikan jenis

Ekstrakurikuler : seragam kegiatan ekstrakulikuler di sesuaikan jenis