• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.5 Kegunaan Penelitian

2.1.7 Fashion Reggae

Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai fashion dan sejarah reggae itu sendiri, maka dapat di tarik kesimpulan, bahwa studi tentang fashion adalah bukan hanya tentang pakaian, tapi juga peran dan makna pakaian dalam tindakan sosial. Dengan kata lain, fashion bisa di

56

id, at 44

metaforakan sebagai kulit sosial dan budaya yang didalamnya membawa pesan dan gaya hidup suatu komunitas tertentu yang menjadi suatu bagian dari kehidupan sosial58.

Di samping itu fashion juga mengekspresikan suatu identitas tertentu dan pakaian merupakan salah satu dari seluruh rentang penandaan yang paling jelas dari penampilan luar, yang dengannya seseorang menempatkan diri mereka terpisah dari orang lain, yang selanjutnya berkembang menjadi identitas suatu kelompok tertentu59.

Fashion juga merupakan media atau salah satu cara komunikasi non verbal dengan penampilan yang menjadi simbol atau tanda yang akhirnya menjadi identitas dan memiliki makna60.

Melihat dari sejarah reggae dan perkembangan musik reggae itu sendiri, kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang menjadi fashion dari reggae itu sendiri diantaranya rambut gimbal, baju dengan warna merah-kuning-hijau, ganja dan lain halnya. Hal ini dikarenakan keidentikan rambut gimbal, atribut atau pakaian dengan warna merah-kuning-hijau seperti pakaian,topi, serta ganja yang tak lepas dari kehidupan komunitas reggae. Berikut penjelasan mengenai fashion reggae beserta arti atau pemahamannya. 58 Ibid 59 Ibid 60 Ibid

a. Rambut gimbal atau Dreadlocks

Di dalam fenomena reggae itu sendiri rambut gimbal menjadi pusat perhatian selain Bob Maley dan Jamaika tentunya. Rambut

gimbal atau lazim disebut ―dreadlocks” selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal Rambut gimbal adalah spiritualist dari semua kepercayaan dengan latar belakangnya memasukan kedalam jalur ajarannya dengan tidak memperdulikan penampilan fisik dari individu penganut kepercayaan tersebut. Para pendatang terkadang tidak menyisir dan memotong rambutnya atau bahkan sebaliknya dengan menutup rambutnya. Disinilah bagaimana dreadlocks lahir61.

Jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang. Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir‘aun dari masa Mesir Kuno,

digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.

Lalu ketika dunia masuk ke dalam era industri, dreadlocks sudah dapat dilihat dimana-mana selain India. Pada abad ke 20, pergerakan sosial-agama bermulai di Harlem New York oleh Marcus Garvey, menemukan antusiasisme dreadlocks diantara populasi masyarakat negro di Jamaica. Group ini mengambil pengaruh dari 3 sumber utama, yaitu: Perjanjian Lama dan Baru dari Alkitab, Budaya Suku Afrika dan Budaya Hindu yang dapat menembus serangan budaya di Hindia barat. Pengikut dreadlocks menyebut diri mereka ―Dreads‖,

menandakan mereka mempunyai dread, takut dan respek kepada Tuhan. Dengan referensi yang berasal dari agama Hindu dan Kristen.

Rambut ―dread‖ yang tumbuh matted locks (kusut dan terbentuk knot) kemudian oleh masyarakat dunia disebut ―Dreadlocks‖ – model rambut para dread.

Perkembangan selanjutnya, di awal 1900-an, para dread lebih fokus kepada Kaisar Ethiopia Ras Tafari, Haile Selassie dan melalui

dialah muncul penganut rastafari, ―Rastafarians‖. Dreadlocks diambil

alih oleh penganut rastafari sebagai tambahan terhadap fungsi asli agama dan arti pentingnya spiritual sebagai simbol potensi sosial yang baik. Saat ini dreadlocks merupakan hal yang sungguh-sungguh spiritual, natural dan supernatural power dan sebagai pernyataan anti kekerasan, keselarasan, kebersamaan dan dapat saling bersosialisasi serta solidaritas antar sesama tanpa menekan minoritas. Bob Marley sendiri pun adalah penganut Rastafarian.

b. Kombinasi Merah, Kuning dan Hijau di Setiap Atribut Reggae Selain rambut gimbal, ada juga dari cara berpakaian mereka atau atribut lainnya seperti topi, syal, sendal yang menggunakan kombinasi 3 warna, yaitu hijau-kuning-merah.

Merah-kuning-hijau merupakan warna bendera negara Ethiopia. Warna-warna ini melambangkan gerakan Rastafara, dan kesetiaan kaumnya terhadap negaranya sendiri atau sebagai ungkapan rasa nasionalisme tinggi terhadap negaranya62.

Warna Merah melambangkan darah para martir, kuning/emas melambangkan kekayaan dan kemakmuran yang ditawarkan Afrika, sementara hijau melambangkan tetumbuhan Afrika.

Menurut sejumlah pakar Ethiopia menyatakan, warna merah, kuning/emas, dan hijau ini berasal dari pepatah lama yang mengatakan bahwa sabuk Perawan Maria adalah pelangi. Dan warna merah, emas dan hijau melambangkan semua ini.

c. Ganja

Identik penghisap atau pengguna ganja melekat pula kepada penggemar atau pecinta musik reggae. Bahkan di setiap atribut atau fashion reggae yang ada lambang ganja selalu hadir menghiasi. Ganja sendiri menjadi stereotype sendiri terhadap penggemar musik reggae. Penggunaan ganja oleh para musisi Reggae banyak diikuti oleh para

pendengar dari musik ini, karena efek yang ditimbulkan oleh ganja memang sangat cocok dengan irama musik Reggae.

Bahkan tidak sedikit yang berasumsi bahwa penggunaan cannabis atau ganja merupakan salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh para Rastafarian sebagai meditasi pendekatan kepada Tuhan mereka yaitu JAH. Mereka menyebut ganja sebagai souljah atau daun yang diberkati Tuhan/JAH.

Selain menjadi simbol reggae, ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.

Melihat dari penjelasan di atas bahwa Fashion tidak hanya sebatas sebagai pelindung dan gaya-gayaan dari seseorang, namun fashion dapat mengkomunikasikan dan menyampaikan pesan secara tidak langsung. Lebih dalam lagi, dengan fashion pun kita dapat melihat budaya yang dianut seseorang.

Dengan apa yang dikenakan seseorang lewat fashion tersebut sama saja seseorang sedang menyampaikan maksud atau pesannya baik disadari maupun tidak. Hubungan komunikasi dan fashion sangat erat, lewat fashion baik pakaian maupun atribut, seseorang berkomuikasi dengan orang lainnya,

menyampaikan pesan lewat media yang berbeda tidak dengan kata-kata, yang biasa di sebut dengan komunikasi nonverbal.

Dengan fashion, seseorang dapat menjaga penampilan luarnya untuk tetap berpenampilan menarik, trend serta menampilkan kesan positf. Selain itu fashion dapat pula menginformasikan, menyampaikan pesan, mengajak, mempengaruhi bahkan menciptakan kebersamaan. Termasuk dengan yang dilakukan oleh para pecinta musik reggae. Mereka mencoba berkomunikasi dengan orang lain selain dengan lagu dan musik yang ditawarkan yaitu musik reggae, namun sebagai penunjang mereka juga menggunakan atribut-atribut atau fashion reggae yang tidak terbatas yang pada akhirnya akan memperlihatkan dan mencirikan mereka sebagai penggemar reggae. Selain itu, dengan fashion seseorang dapat menilai budaya apa yang dianut, serta mengklasifikasikan seseorang.

Sehingga dapat disimpulkan fashion reggae lahir dari musisi atau penyanyi yang membawa musik reggae itu sendiri yang diikuti dan diminati oleh masing-masing penggemar musik reggae baik di dunia maupun di Indonesia sendiri. Dari sejarah asal usul reggae dapat mengungkapkan kehadiran fashion reggae yang dibawa oleh musisi-musisi reggae terutama di sini adalah Bob Marley. Dan kecenderungan tersebut yang diikuti oleh penggemarnya. Meskipun terdapat perubahan karena adanya penyesuaian terhadap kultur di Negara atau daerah masing-masing namun kekhasan dari fashion reggae yang di bawa Bob Marley tetap ada.

Dokumen terkait