• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II SEJARAH BERDIRINYA HOTEL PRAPAT

2.4 Fasilitas Awal

Hotel adalah jenis akomodasi yang dikelola secara komersial dan professional, disediakan bagi setip orang yang ingin mendapatkan pelayanan penginapan (rooms),makanan dan minuman(food and beverage), hiburan seperti night club, discotheque, serta pelayanan menarik lainya. Namun demikian,pada dasarnya produk dan jasa pelayanan hotel sudah dimulai dinikmati tamu pada saat ia melakukan check-in dan registrasi. Selanjutnya, ketika tamu tinggal dan menginap di kamar, makan dan minum di restoran, main tenis atau berenang, menikmati hiburan hingga terakhir pada saat check out, keseluruhanya merupakan produk hotel.

Untuk awal berdirinya hotel-hotel di luar Jawa pada abad ke-19 masih belum memiliki fasilitas yang dianggap layak. Hotel-hotel di luar Jawa masih ada yang berbentuk panggung, berdinding kayu dan beratap seperti jerami, kecuali Hotel de Boer di Medan pada 1890 dan Hotel Oranje di Padang sekitar 1900 sudah berdinding batu.24Berbeda dengan Hotel Prapat merupakan bangungan sederhana yang dibangun dari papan kayu.Hotel ini terdiri dari dua bangunan dengan cat berwarna putih di

24Achmad Sunjayadi, op.cit , hlm 34.

30

bagian luar atau di cat dengan warna terang.Bangunan hotel ini tidak terlalu besar dan berada di tengah lahan kosong yang cukup luas.

Dalam beberapa catatan perjalanan yang biasa di muat dalam surat kabar disebutkan bahwa Hotel Prapat merupakan bangunan kecil berbentuk seperti rumah biasa dan tampak menyeramkan dengan beberapa patung-patung sebagai hiasan dinding hotel. Cat berwarna putih juga dianggap menambah kesan menyeramkan pada hotel ini. Namun biarpun begitu Hotel Prapat merupakan tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat setelah perjalanan yang cukup panjang.

Pada gambar yang ada dilampiran ketiga merupakan bangunan awal Hotel Prapat tampak dari depan. Di bagian depan bangunan utamanya terdapat sebuah pintu besar dengan dua buah jendela besar pada tiap sisinya. Pintu ini berbentuk persegi yang terhubung langsung dengan halaman ±2 meter yang mengarah ke jalan raya. Di sisi kanan pintu utama ini juga terdapat satu lagi jendela besar.25

Pada bagian sisi kanan bangunan utama hotel terdapat bangunan lainnya yang merupakan salah satu kamar hotel dengan sebuah pintu dan sebuah jendela.Pada bagian teras bangunan ini terdapat pilar penyangga atap.Atap bangunan ini terbuat dari anyaman ijuk, sedangkan bangunan utama hotel sudah menggunakan atap genteng.Begitu juga bagian belakang hotel tampak deretan pepohonan yang rimbun.

Pada awalnya berdirinya bangunan Hotel hanya memiliki fasilitas kamar yang sederhana.Kamar tidurnya memiliki lantai kayu kasar yang tidak dikupas, tempat tidur kayu, meja cuci dan bangku untuk meletakkan koper, tidak ada fasilitas

25Lihal Lampiran 3, hlm 67.

31

lainnya.Interior dibagian dalam ruangan di hiasi dengan patung-patung binatang buas di bagian dinding.Ada juga beranda sempit dengan beberapa perabotan seperti kursi yang terbuat dari rotan, meja serta kursi santai.Fasilitas kamar mandi tidak sepenuhnya sesuai dengan persyaratan saat itu.26

Selain fasilitas kamar tidur, Hotel Prapat juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas lainnya. Fasilitas tersebut berupa fasilitas-fasilitas olahraga dan rekreasi serta pengalaman berenang di danau air tawar yang segar. Gambar-gambar pada lampiran 4 hingga 7 menunjukkan gambaran kondisi dari beberapa fasilitas yang ada di Hotel Prapat.

Semua fasilitas yang dimiliki oleh Hotel Prapat tentunya disesuaikan dengan gaya hidup dan kegemaran orang-orang Eropa. Fasilitas di dalam hotel di dukung dengan fasilitas lain seperti tersedianya pantai berpasir yang dapat digunakan para pengunjung hotel untuk berenang atau melakukan olahraga air, selain itu hotel juga menyediakan fasilitas berperahu untuk menikmati keindahan danau atau untuk bepergian menyeberangi Prapat menuju pulau Samosir.

Fasilitas-fasilitas yang dimiliki ini yang membuat ramainya kunjungan para wisatawan ke Hotel Prapat. Dibuktikan dari banyaknya catatan-catatan yang di muat oleh surat kabar tentang pengalaman para wisatawan yang menikmati berenang di danau air tawar yang segar ketika menginap di Hotel Prapat. Semua fasilitas hotel ini dikelolah oleh perusahaan N.V Hotel en Handel Maatschappij Toba.

26Tweentsch Dagblad Tubantia en Enschedesche Courant, Brieven uit Sumatra’s Binnenlanden, 22-04-1921.

32

Tak perlu waktu yang lama untuk menjadikan seluruh fasilitas dan keindahan yang tersedia di Prapat menjadikan tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dan paling diminati.Kunjungan wisata yang tinggi ke tempat ini membawa perkembangan yang cepat terhadap Hotel Prapat dan tempat berdirinya hotel ini yaitu Prapat.Fasilitas wisata yang di tawarkan mendorong perusahaan-perusahaan asing untuk mendirikan bungalow milik mereka disekitaran Hotel Prapat.

33 BAB III

PERKEMBANGAN HOTEL PRAPAT TAHUN 1920-1962 3.1 Perluasan dan Pembangunan Fisik dan Wilayah Hotel Prapat

Pembangunan Hotel Prapat pada 1918 merupakan tahapan awal dalam pembangunan bertahap di Hotel Prapat.Yang mana setelahnya kemudian dilakukan pembangunan-pembangunan lainnya berupa renovasi gedung.Pembangunan hotel ini juga dilakukan bertujuan untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada guna kenyamanan bagi para pengunjungnya.

Setelah berdiri pada 15 mei 1920 dengan fasilitas yang amat sangat minim, pada hari jumat malam di akhir bulan November 1920 hotel ini mengalami kebakaran yang menghabiskan seluruh bangunan hotel. Kebakaran ini diakibatkan oleh terbakarnya kap lampu akibat angin kencang yang bertiup dari Danau Toba selama beberapa hari. Setelah kebakaran ini terjadi, kemudian dilakukan pembangunan kembali bangunan hotel di lokasi yang sama.27

Bangunan utama hotel dibuat menjadi lebih besar dengan banyaknya jendela kaca pada bagian depan dan samping bangunan. Bangunan utama ini kemudian dijadikan sebagai lobby dan juga sebagai aula utama yang biasa digunakan para pengunjung untuk melakukan acara atau biasa juga dijadikan sebagai ruang makan.

Pada tahapan pembangunan ini juga dibangun sebuah paviliun yang berada di sebelah kiri aula utama.Paviliun ini merupakan barisan kamar dengan masing-masing beranda dan kamar mandi pada tiap kamar, paviliun ini berada sejajar dengan pintu

27De Sumatera Post, Brand e Prapat, 01-12-1920.

34

masuk lobby yang dihubungkan dengan sebuah koridor beratap. Pada bagian luar paviliun ini di hiasi dengan lukisan-lukisan yang ditempelkan pada dinding bagian luarnya serta bagian halaman hotel juga terlihat lebih indah dengan hiasan bunga-bunga taman dan pepohonan rindang yang ditata menjadi lebih rapi. Pada bagian halaman juga disediakan sebuah tiang bendera.28

Terdapat sebuah ruangan dibagian dalam hotel yang merupakan sebuah ruangan multi fungsi yang dijadikan sebagai lobby utama hotel. Ruangan ini dihias dengan dinding, kursi seta meja yang terbuat dari kayu.Juga terdapat lampu-lampu hias yang diletakkan diantara meja.Terdapat dua tiang penyanggah di tengah ruangan.Ruangan aula ini juga dipenuhi oleh jendela-jendela kaca yang memanjang pada satu bagian dinding.Bagian lantai dan atapnya juga terbuat dari kayu, namun pada atap diberi sedikit motif untuk memperindah tampilannya.29

Ruangan makan atau aula yang dibangun pada tahun tersebut didesain sedemikian rupa oleh para pemuda Batak dari sekitaran Laguboti dan Balige yang merupakan siswa di sekolah kesenian yang terletak di Laguboti.Bangunan ini tidak tampak mencolok jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya.Di bagian luar bangunan tampak sederhana namun tetap terlihat mewah dan elegan di bagian dalamnya.

Pembangunan hotel ini menggunakan lahan yang lebih luas dibandingkan dengan bangunan yang pertama. Namun tanah yang digunakan masih sama yaitu

28Lihat lampiran 8, hlm 70.

29Lihat lampiran 9, hlm 71.

35

menggunakan tanah yang telah dibeli dari Raja-raja yang berkuasa masa itu. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas lahan yang digunakan pada pembangunan kali ini.

Kemudian pada tahun 1925 Hotel Prapat telah dilengkapi dengan penerangan lampu listrik.Disebutkan bahwa Hotel Prapat telah memperoleh hak konsesi untuk membangun dan mendirikan pusat-pusat listrik kecil.Dimana hotel dan rumah disekitarnya telah dapat menikmati lampu listrik.Pembangunan ini didukung oleh perusahaan-perusahaan yang juga memiliki rumah disekitar Hotel Prapat sehingga pembangunan pusat-pusat listrik ini berjalan dengan cepat.30 Pusat atau kantor listrik ini dibangun tidak jauh dari Hotel Prapat, letaknya berseberangan dengan hotel dan bersebelahan dengan lapangan tennis. Selain hotel dan rumah-rumah disekitarnya, pekarangan dan jalan-jalan di Prapat juga telah dilengkapi dengan lampu listrik.

Dengan adanya pembangunan pusat-pusat listrik ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan yang ada. Selain itu berkat adanya pembangunan pusat listrik ini kemudian terjadi perbaikan-perbaikan yang besar lainnya seperti adanya konstruksi pipa air serta pengerjaan koneksi jaringan telepon yang diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan. Paling tidak beberapa renovasi lain akan dilakukan lagi dalam tahun ini. Renovasi-renovasi ini dilakukan guna mendapatkan daya tarik para wisatawan untun menjadikan Hotel Prapat sebagai pemberhentian dalam perjalanan panjang antara Pantai Timur dan Pantai Barat.31

30De Sumatra Post, Prapat Hotel, 22-06-1926.

31Niuewe Rotterdamsche Courant, Modern Hotel-comfort aan het Toba-meer, 22-07-1926.

36

Di tahun 1926 disebutkan Hotel Prapat telah terhubung dengan jaringan telepon milik Deli-net.Untuk dapat terhubung dengan hotel ini dapat menghubungi nomor tertera yaitu 50 Pematang Siantar.32Terhubungnya hotel ini dengan jaringan telepon mempermudah para pengunjung untuk melakukan pemesanan kamar hotel.

Pada tahun 1931 dilakukan pembangunan fasilitas olahraga golf yang dapat di nikmati apabila berkunjung ke Prapat. Letaknya berada sejauh 2km dari Prapat menuju Balige.Tanah yang digunakan yaitu seluas 23ha yang diberikan oleh gubernur Tanah Djawa atas desakan dari Gubernur Ezerman.Dibawah naungan Siantar Golf Club, lapangan golf sembilan lubang dibangun dengan Pemerintah Simaloengoen menyediakan seluruh bantuan. Seluruh biaya pembangunan lapangan ini berasal dari dana pribadi. Pemeliharaan lapangan ini kemudian diserahkan kepada Hotel Prapat berdasarkan kesepakatan dengan Siantar Golf Club.

Pada bulan februari 1932, lapangan golf ini diresmikan dan dibuka untuk umum dengan biaya masuk yang murah.Sejak saat itu seluruh pemain golf dari seluruh wilayah mulai berdatangan untuk memanjakan diri mereka di lapangan yang indah.Kemudian diputuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan tahunan Golf Prapat.Gubernur Ezerman memberikan hadiah kepada pemenangnya, dan Medan Golf Club juga menyediakan sebuah piala.Sedangkan Hotel Prapat memberikan hadiah untuk wanita dan Siantar Golf Club menyediakan piala serta souvenir untuk runner up dan hadiah untuk penyandang cacat.33

32De Sumatera Post, Telefonische verbinding met Prapat, 01-10-1926.

33De Sumatera Post, Golf te Prapat, 12-12-1932.

37

Pada tahun 1935 tidak dilakukan perbaikan besar terhadap bangunan hotel dan hanya dilakukan penataan pada bagian luar hotel agar terlihat lebih nyaman seperti pada bagian teras hotel dengan pembuatan bangku-bangku kecil di samping hotel yang dapat digunakan para pengunjung untuk sekedar menikmati pemandangan Danau Toba atau wahana air. Dalam gambar dapat dilihat para pengunjung yang baru saja selesai menikmati wahana air sedang duduk di bangku yang ada di samping hotel.34

Setelah masuknya kesatuan-kesatuan tentara Jepang ke wilayah Sumatera Timur dan memasuki Medan pada tanggal 13 Maret 1942, hotel-hotel di Medan dikuasai oleh militer Jepang, terutama para pembesar militer dan menjadikannya sebagai tempat tinggal sekaligus markas militer. Pada masa pendudukan militer Jepang pula perusahaan-perusahaan milik perorangan maupun milik pemerintah Hindia Belanda yang tidak termasuk perusahaan perkebunan termasuk N.V Kantor Kamerlingh onnes berada dibawah pengawasan perusahaan milik Jepangyang dibentuk di Medan pada bulan Mei 1942 yang bernama TEKISAN KANRI BU.35

Ketika militer Jepang melakukan perjalanan ke wilayah pedalaman Sumatera Timur disebutkan bahwa wilayah pedalaman Sumatera Timur yaitu salah satunya Prapat yang menyuguhkan pemandangan hamparan Danau Toba yang indah.Pemandangan yang memukau dan memanjakan mata para pengunjung yang melewati wilayah ini dengan sebuah hotel modern yang terletak di pinggir danau

34Lihat lampiran 12, hlm 74.

35Muhammad Rasyidin, “Hotel De Boer”, skripsi S1, belum diterbitkan, Medan : Prodi Ilmu Sejarah FIB USU,2019, hlm 56.

38

dengan pemandangan yang tidak kalah indah.Namun tidak dituliskan bahwa militer Jepang turut serta menjadikan Hotel Prapat berada dibawah kekuasaannya pada masa itu.

Perkembangan hotel ini juga tidak luput dari perluasan lahan hotel. Luas lahan hotel yang awalnya hanya sebidang tanah dengan ukuran 6 x 7 meter yang terdiri dari bangunan lobby dan bangunan kamar di sampingnya di perluas seiring perkembangannya seluas 500m². Diatas tanah seluas ini berdiri lima bangunan pavilliun serta bangunan lobby hotel.

Perkembangan hotel terus terjadi seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Prapat.Pembangunan-pembangunan terus dilakukan secara berkala oleh pengelola hotel.Bangunan kamar hotel yang semula hanya terdapat di satu paviliun di damping lobby kemudian ditambah dengan kamar-kamar di setiap paviliun-paviliun baru.Setidaknya hingga pada tahun 1960 jumlah kamar yang dimiliki hotel berjumlah 15 kamar dengan fasilitas yang lebih baik. Di bagian depan tiap kamar disediakan kursi dan meja untuk para pengunjung bersantai menikmati pemandangan indah Danau Toba. Keseluruhan kamar ini terbagi dalam 5 paviliun36, yaitu :

36Wawancara dengan Charles Usman Sirait, di Parapat pada tanggal 5 maret 2020.

39 Tabel. 2

Nama-nama Paviliun dan Jumlah kamar

No Nama Pavilliun Jumlah Kamar

1 Bukit Barisan 3 kamar

2 Dolok Martimbang 4 kamar

3 Haranggaol 4 kamar

4 Pusuk Buhit 2 kamar

5 Bangunan di pinggir pantai 2 kamar

Sumber : wawancara dengan Charles Usman Sirait

Dengan bertambahnya jumlah kamar yang disediakan oleh hotel tentunya diharapkan dapat menambah jumlah daya tampung pengunjung hotel.Perkembangan dan perluasan bangunan hotel diharap dapat selalu dilakukan agar daya tampung yang disediakan hotel dapat memenuhi kebutuhan para wisatawan di wilayah pariwisata Danau Toba.

3.2 Kepemilikan Hotel Prapat

Pada awal tahun berdirinya Hotel Prapat tahun 1920 merupakan milik perusahaan N.V Hotel en Handel Maatschappij Toba bersamaan dengan fasilitas-fasilitas hotel lainnya. Kemudian pada tahun 1926melihat potensi yang dimiliki Hotel Prapat untuk menjadi salah satu hotel terbaik, N.V Hotel en Handel Maatschappij Toba yang juga termasuk Hotel Prapat didalamnya telah beralih kepemilikan menjadi

40

milik dari beberapa orang yang masing-masingnya memegang saham di perusahaan tersebut dan telah menetapkan tujuannya untuk memodernisasi Hotel Prapat.37

Pengelolaan Hotel Prapat selanjutnya diberikan kepada N.V Kantoor Kamerlingh onnesyaitu perusahaan administrasi dan manajemen dalam bidang investasi perusahaan perkebunan, manajemen aset dan bisnis, administrasi rumah tinggal, ritel, dan toko.Atau dapat dikatakan sebagai asuransi disetiap bidang, juga bertindak sebagai dewan manajemen untuk perusahaan hotel-hotel.38Perusahaan ini juga yang, sebagaimana diketahui, juga mengelola Perusahaan Hotel Medan.

Pada tanggal 8 Agustus 1950 perusahaan N.V Hotel en Handel Maatschappij Toba yang termasuk Hotel Prapat di dalamnyaberubah nama menjadi N.V Hotel Maatschapij Parapat, menjadi sebuah perusaan yang terpisah dari perusahaan induknya yaitu N.V Kantoor Kamerlingh onnes berdasarkan lampiran majalah resmi nomor 7 dibawah penguasaan dan pengusaha kantor kamerlingh Onnes yang berkedudukan di Medan.

Pemecahan perusahaan ini dengan perusahaan induknya yang berada di Medan dilakukan agar pengelolaan Hotel Prapat dapat terfokus pada perkembangan hotel itu saja. Hal ini tentunya dilakukan bertujuan agar Hotel Prapat dapat berkembang lebih pesat dan dapat bersaing dengan hotel-hotel lain yang berada dibawah pengelolaan N.V Kantor Kamerlingh onnesseperti Hotel De Boer yang terletak di Medan.

37Niuewe Rotterdamsche Courant, Modern Hotel-comfort aan het Toba-meer, 22-07-1926.

38De Sumatra Post, Prapat Hotel, 22-06-1926.

41

Kepemilikan kembali berubah setelah terjadinya nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik Kolonial Belanda salah satunya Hotel Prapat.Setelah nasionalisasi Hotel prapat kemudian beralih kepemilikan menjadi usaha milik negara yang berada di bawah pengawasan dan kepemilikan Pemerintah. Setelah kepemilikian hotel dimiliki oleh Pemerintah, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta di beri tugas untuk mengelola hotel ini agar dapat terus beroperasi untuk mendukung industri pariwisata nasional. Walaupun telah beralih kepemilikan namun nama hotel ini tidak mengalami perubahan nama yaitu masih menggunakan nama yang sama sejak berdiri yaitu Hotel Prapat.

3.3 Fasilitas Pendukung

Perkembangan Hotel Prapat didukung juga dengan perkembangan fasilitas pendukung yang semakin baik. Fasilitas awal hotel pada awalnya merupakan fasilitas-fasilitas olahraga seperti fasilitas lapangan golf, berperahu dan berenang.

Seluruh fasilitas ini tentunya sangat diminati oleh para pengunjungnya.Guna meningkatkan fasilitas yang disediakan oleh hotel kemudian Hotel Prapat kemudian pada 29 april 1922 dibangun fasilitas olahraga baru yaitu lapangan tennis permanen yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat.39Fasilitas baru ini tentunya diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk menginap dan menghabiskan waktu liburan mereka di Hotel Prapat.

39De Sumatra Post, Hotel Prapat, 29-04-1922.

42

Selain menyediakan pelayanan hotel berupa kamar untuk istirahat dan sarana hiburanlainnya, hotel juga menyediakan pelayanan makanan dan minuman bagi para pengunjungnya.Begitu juga dengan Hotel Prapat yang menyediakan jamuan makanan dan minuman kepada setiap pengunjung mereka.Pada tahun 1922 Hotel Prapat juga menerima tamu untuk restoran mereka saja. Mereka menyediakan jamuan makanana la carte selama minggu Natal. Para pengunjung dapat menikmati jamuan makanan ini tanpa harus menginap di Hotel Prapat.40

Untuk membuat suasana restoran lebih menarik, pihak manajemen hotel menyuguhkanlive music sebagai hiburan disaat menikmati jamuan yang dihidangkan kepada para tamu.. Untuk mengisi acara live music ini biasanya diundang seniman-seniman dan musik orkestra.Hal ini tentunya dilakukan sebagai salah satu daya tarik pengunjung utuk sekedar menikmati pelayanan makanan dan minuman di restoran maupun bagi para pengunjung yang menginap di Hotel Prapat atau layanan hiburan bagi acara maupun jamuan khusus.

Restoran hotel ini juga menjadi salah satu restoran yang diminati, restoran ini sering dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan jamuan makan malam maupun pertemuan atau rapat yang bisa dilaksanakan di restoran tersebut. Hal ini didukung dengan muatan surat kabar yang menuliskan beberapa pertemuan yang dilaksanakan di hotel tersebut oleh pemerintah daerah seperti Residen Tapanuli yang menikmati jamuan makan malam bersama rombongannya di tahun 1936 maupun

40De Sumatra Post, Hotel Prapat Badplaats, 21-12-1922.

43

kunjungan rapat oleh wakil presiden Mohammad Hatta di aula Hotel Prapat pada tahun 1956.

Dengan adanya fasilitas berperahu juga menjadikan Hotel Prapat dipilih sebagai lokasi untuk olahraga air dunia yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.Selain itu lokasi yang dimiliki Hotel cukup strategis untuk dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan olahraga air. Dilihat dari kutipan-kutipan yang ada di surat kabar bahwa Hotel Prapat mampu menyediakan fasilitas-fasilitas yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan para tamu yang mengikuti pertandingan tersebut.

Apabila para pengunjung telah bosan dengan fasilitas yang disediakan oleh hotel, pengunjung yang menyukai aktivitas mendaki dapat melakukannya juga.Tanjung Si-Piak memiliki beberapa jalan pegunungan yang sangat indah dengan pendakian yang baik, yang menawarkan kesempatan bagi para wisatawan yang ingin mendaki. Terdapat jalan setapak sempit yang mengarah ke dinding pegunungan dan kaya akan panorama yang indah.41

Pasca nasionalisasi beberapa fasilitas pendukung tersebut tidak lagi di sediakan oleh hotel seperti lapangan tennis.Kedua fasilitas ini tidak lagi disediakan dikarenakan lahannya telah dialih fungsikan menjadi lapangan open stage.Selain itu fasilitas lain yang tidak lagi disediakan hotel yaitu lapangan golf. Pasca nasionalisasi Hotel Prapat tidak lagi memiliki hak atas perawatan lapangan golf dan pengunjungnya pun tidak lagi sebanyak tahun-tahun sebelumnya karena jumlah penduduk asing telah berkurang. Berkurangnya fasilitas pendukung ini tidak serta

41De Indische Courant, De Levende Schoolplaat, 29-04-1936.

44

merta menurunkan eksistensi Hotel Prapat.Hotel ini tetap berkembang dengan fasilitas-fasiitas yang terus ditingkatkan sebaik mungkin untuk menciptakan kenyamanan bagi para wisatawan yang menginap.

Fasilitas pendukung lain yang dimiliki Hotel Prapat yaitu dengan adanya bangunan aula, hotel ini kemudian menyediakan fasilitas pertemuan atau rapat yang bisa dilaksanakan di aula tersebut. Hal ini didukung dengan muatan surat kabar yang menuliskan beberapa pertemuan yang dilaksanakan di hotel tersebut oleh pemerintah daerah maupun kunjungan rapat oleh wakil presiden Mohammad Hatta di aula Hotel Prapat pada tahun 1956.

3.4 Manajemen Hotel

Manajemen merupakan salah satu faktor pendukung perkembangan dan keberhasilan dalam pengelola dan kualitas yang disediakan di sebuah perusahaan.

Begitu juga dengan hotel, apabila manajemen yang ada di hotel tersebut kurang baik maka dapat menjadikan hotel tersebut tidak berkembang dan menghasilkan pelayanan yang buruk bagi para pengunjungnya.

Fungsi manajemen secara umum terkait dengan kegiatan perencanaan karenatanpa perencanaan yang baik tentu risiko kegagalan bisnis akan semakin besar.

Kriteria perncanaan yang baik adalah ada kemungkinan dicapai, harus terukur dalam hasil, ada batas waktu pencapaianya, kemampuan manajemen dalam membagi aliran

Kriteria perncanaan yang baik adalah ada kemungkinan dicapai, harus terukur dalam hasil, ada batas waktu pencapaianya, kemampuan manajemen dalam membagi aliran

Dokumen terkait