BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
B. Fasilitas-fasilitas Hotel Horison Makassar
Fasilitas-fasilitas yang ada di Hotel Horison Makassar antara lain :
~ 8 Meeting Rooms
~ Convention Hall
~ Bussiness Centre
~ Laundry & Dry Cleaning Service
~ Health Club & Spa
~ Beauty Salon & Reflexiology
~ Swimming Pool
~ Parking Valet
~ Car Rental
Jenis-jenis dan jumlah kamar di Hotel Horison Makassar antara lain :
~ Superior 21 Rooms
~ Deluxe 80 Rooms
~ Horison Club 12 Rooms
~ Junior Suite 9 Rooms
~ Executive Suite 6 Rooms
~ Horison Suite 1 Rooms
Fasilitas yang ada di kamar antara lain :
~ IDD Telephone
~ Internet Access
~ Mini Bar
~ Facility Coffee and Tea
~ TV
~ AC
~ Kamar Mandi
Fasilitas-fasilitas tersebut disediakan untuk digunakan oleh tamu agar mereka merasa nyaman dan puas terhadap pelayanan yang ada.
Untuk mendukung operasional hotel sangatlah dibutuhkan suatu dukungan organisasi yang baik serta struktur yang jelas.
Organisasi hotel pada dasarnya alat manajemen untuk mencapai suatu kerjasama. Demikian juga Horison Hotel Makassar mempunyai struktur organisasi yang bisa memperlihatkan wewenang dan tanggung jawab antara departemen yang lainnya.
Secara garis besar struktur organisasi Horison Hotel Makassar terdiri dari :
1. Front Office Department Tugas dan wewenangya :
~ Menjual Kamar
~ Memberi informasi tentang pelayanan kamar
~ Mengkoordinir pelayanan tamu
~ Penyelesaian pembayaran tamu
~ Menangani telephone operator dan faximile
~ Menangani barang bawaan tamu
2. Housekeeping Department Tugas dan wewenangya :
~ Menjaga kebersihan kamar tamu dan seluruh area hotel
~ Penyediaan linen-linen hotel
~ Mengkoordinir pelayanan tamu
~ Menangani washing, pressing and dry cleaning pakaian tamu
3. Food and Beverage Department Tugas dan wewenangya :
~ Mengambil pesanan makanan dan minuman tamu
~Mengantar dan menghidangkan permintaan makanan dan minuman tamu
~ Melaksanakan kegiatan dining room
~ Dekorasi
4. Accounting Department Tugas dan wewenangya :
~Mengurus semua kegiatan keuangan perusahaan baik yang bersifat pendapatan maupun pengeluaran
~ Melaksanakan semua pencatatan transaksi yang terjadi
~ Membuat laporan berkala atau pendapatan dan biaya hotel guna keperluan manajemen hotel
5. Human Resource Department Tugas dan wewenangya :
~ Pemenuhan kebutuhan pegawai, pendidikan dan latihan
~ Administrasi kepegawaian
~ Memeriksa daftar hadir karyawan
6. Engineering Department Tugas dan wewenangya :
~ Memelihara peralatan milik hotel
~ Memperbaiki mesin peralatan milik hotel
~ Mengatur mekanikal dan elektronikal hotel
7. Security Department Tugas dan wewenangya :
~ Menjaga keamanan area baik di dalam maupun di luar hotel
~ Menjaga keamanan bagi tamu dan karyawan hotel
8. Sales and Marketing Department Tugas dan wewenangya :
~ Mengadakan penjualan produk hotel
~ Mengadakan promosi dan pemasaran kepada pihak luar
~ Kerjasama dengan pihak luar
D. Organisasi Hotel Accounting
Pada dasarnya organisasi pada hotel accounting disesuaikan tata laksana di dalam menyusun laporan keuangan bulanan (Monthly Financial Statement).
Apabila diteliti siklus pekerjaan pada accounting department meliputi tugas-tugas sebagai berikut :
1. Tugas yang menyangkut Penerimaan dan pendapatan 2. Tugas yang menyangkut pencatatan pengeluaran biaya
3. Adanya suatu bagian yang mencatat semua kegiatan-kegiatan dari tugas-tugas tersebut di atas serta mengubah menjadi suatu bentuk laporan.
Di dalam hotel, accounting dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1. Front, terdiri dari :
. Restaurant & Bar Cashier . Front Office Cashier 2. Back Office, terdiri dari :
. Night Auditor . Income Audit
. Account Receivable . Purchasing
. Receiving
. Store (Food Store, Beverage Store, Material Store)
. Cost Control (Food Cost Control, Beverage Cost Control, Material Cost Control)
. Account Payable . General Chasier . Bookkeeper
Adapun tugas dari masing-masing section yaitu :
1. Restaurant & Bar Cashier
Restaurant & Bar Cashier adalah salah satu section dari front yang mempunyai tugas sangat penting di dalam mendukung kelancaran kerja, antara lain:
a. Membuat bill restaurant atau bar yang sesuai dengan slip order yang dibuat oleh waiter / waitress
b. Melakukan posting ke dalam cash register machine berdasarkan harga menu
c. Membuat summary of sales dimana dipisahkan harga netto dengan service & tax dan mencatat pemisahan bill-bill yang dibayar tunai dengan bill yang kredit
2. Front Office Cashier (FOC)
Department yang operasional kerjanya di bawah pengawasan oleh Front Office Manager, tugasnya menerima semua transaksi dari seluruh outlet hotel sebagai hasil penjualan yang telah dilakukan oleh tamu, antara lain :
a. Room
b. Food & Beverage c. Telephone
d. Laundry
e. Lain-lain yang masih ada hubungannya dengan hotel
3. Night Auditor
Night Auditor ialah suatu section di front office cashier yang bertugas pada malam hari dengan tugas-tugas :
a. Melakukan balancing dari seluruh transaksi yang terjadi selama satu hari
b. Membuat laporan D-Card yang mencantumkan seluruh hasil penjualan selama satu hari dan juga hasil C/L serta adjusment yang timbul
c. Dengan mempergunakan front office posting machine membuat pembebanan (posting) room charges pada guest bill
d. Meneliti apakah semua restaurant check dan miscellaneous telah diposting
e. Mengaudit semua sales untuk hari itu sesuai dengan semua dokumen yang diterima
4. Income Auditor
Income Auditor adalah salah satu bagian dari accounting department yang mempunyai tugas menyajikan laporan Sales Report setiap hari dengan urutan-urutan pekerjaan sebagai berikut :
a. Mengcollect seluruh summary of sales dari Night Auditor dengan mesin balance
b. Melakukan pencocokan seluruh summary of sales dengan semua bill pendukung
c. Membuat break down semua sales yang dipisahkan ke dalam Nett, Service & Tax
d. Melakukan balancing penerimaan cash dengan general cashier e. Memisahkan semua C/L baik yang berupa credit card, travel
agent, instansi dan dikirim ke account receivable f. Membuat Daily Sales Report yang memuat :
- Sales per outlet baik sales today - Sales month to date
- Sales year to date - Sales last month - Sales forecast
5. Account Receivable
Tugas dari account receivable ialah :
a. Menerima guest city ledger dari income audit dan membreak down city ledger yang dbuat oleh night auditor
b. Mencatat ke dalam buku piutang atau ledger ke masing-masing klien
c. Membuat invoice rangkap dua (asli untuk klien dan duplicate untuk file account receivable)
d. Membuat kwitansi sebagai tanda terima uang, jika tagihan telah dibayar
e. Melakukan collection terhadap seluruh klien yang melakukan pembayaran, dimana tugas tersebut dilaksanakan oleh collector f. Membuat laporan Aged Trial Balance of Account Receivable g. Melakukan adjustment terhadap piutang-piutang yang tidak
tertagih dengan telah mendapat persetujuan dari Direksi
6. General Cashier
Seksi ini merupakan kunci dari seluruh kegiatan di accounting dimana semua penerimaan dan pengeluaran uang melalui general cashier.
Tugas-tugas general cashier :
a. Mengambil semua remittance of fund di drop box dari hasil pendapatan yang diperoleh RBC dan FOC
b. Membuat laporan general cashier summary, laporan tersebut memuat semua penerimaan yang diperolh dari RBC dan FOC serta hasil perolehan dari collector
c. Menyetorkan semua hasil penerimaan uang ke rekening bank d. Melakukan pembayaran sampai jumlah tertentu
e. Membuat reimbursment kepada account payable
f. Mengelola petty cash g. Membuat check register
7. Account Payable
Seksi ini sebagai bagian yang mencatat semua hutang perusahaan yang timbul melalui penerimaan barang yang dipesan oleh purchasing.
Sebelum melakukan proses administrasi dalam account payable, invoice yang dikirim dari cost control dicek kembali dan dicocokkan dengan purchase order (PO) yang ada kemudian diposting ke dalam voucher payable berdasarkan kelompok pos masing-masing.
Setiap leveransir mempunyai 1 voucher payable :
- Menerima invoice asli beserta kwitansi dan diberi tanda terima serta mencocokkan kembali jumlah voucher payable dengan kwitansi
- Memproses cheque untuk pembayaran sesuai dengan tanggal yang telah disepakati
- Melakukan pencatatan ke dalam buku besar sebagai dasar pembuatan laporan
- Membuat jurnal voucher
- Melakukan balancing dengan cost control
8. Receiving
Seksi ini sangat penting dalam membantu kebutuhan di gudang dengan tugas-tugas pekerjaan sebagai berikut :
- Menerima, menimbang dan menghitung barang-barang yang telah dibeli atau diorder dari supplier
- Membuat tanda terima barang masuk dari supplier - Membuat receiving report
- Menyerahkan barang tersebut kepada store keeper
Dalam menjalankan tugas tersebut petugas receiving harus berani menolak barang-barang yang tidak sesuai dengan order yang dibuat oleh purchasing.
Receiving report dikirim ke : - Cost Control
- Purchasing - Store Room - Account Payable
9. Store Room
Tugas utama yang menjadi perhatian store keeper adalah penyusunan atau penataan penyimpanan barang dimana barang-barang tersebut dibagi menjadi :
- Grosseries (barang yang tahan lama disimpan)
- Perishable (barang yang cepat rusak disimpan dalam refrigerator)
- Meat (daging, ikan, seafood disimpan dalam cold storage) - Beverage (minuman dipisahkan sesuai dengan jenisnya) - Material & Supplies (barang untuk keperluan tamu di kamar) Tugas dan tanggung jawabnya adalah:
a. Mencatat semua pengeluaran / penambahan barang ke dalam bincard, dimana dalam bincard tersebut tercantum maximum stock dan minimum stock
b. Storekeeper tidak boleh mengeluarkan barang tanpa ada store room requisition
10. Cost Control
Di dalam organisasi accounting, yang lengkap dan untuk mendukung operasional secara teratur dan tetap maka di dalam cost control section ini dibagi menjadi 3 bagian :
a. Food Control
- Menerima daily receiving report beserta lampiran invoice yang nantinya akan diteruskan ke account payable
- Melakukan pengecekan kembali atas harga-harga yang terdapat pada invoice
- Memosting ke dalam card deck atas semua jenis barang food yang diterima
- Memosting ke dalam card deck atas semua pengeluaran barang berdasarkan store room requisition yang diminta - Menyetujui semua food purchase yang dilakukan oleh
purchasing
- Menghitung semua food cost setiap hari berdasarkan hasil pendapatan yang diperoleh dengan harga pokok berdasarkan pada requisitior. Hal ini dilakukan untuk mengetahui food cost dimana standar food cost adalah 35 % - 38 %
- Melakukan market survey minimum 1 bulan sekali Perhitungan Food Cost :
Total Food Cost x 100 %
Food sales
- Melakukan food inventory yang dilakukan setiap akhir bulan, digunakan untuk perhitungan cost pada akhir bulan dengan dasar :
Inventory Awal : ...
Purchase : ... x
...
Inventory Akhir : ... – Cost of Good Sold ...
- Membuat laporan food historical
- Melakukan analisa terhadap penggunaan food cost sehingga dapat mengambil langkah untuk menentukan harga jual, hal ini sangatlah penting di dalam mencapai efisiensi
b. Beverage Control
Di dalam administrasi pekerjaan beverage control sama dengan pekerjaan food control.
Harga di dalam beverage control perlu adanya perhitungan loss dari masing-masing outlet.
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui atau dianalisa sampai berapa jumlah kehilangan-kehilangan tersebut terjadi.
Di dalam pekerjaan meliputi :
- Posting ke dalam card deck semua beverage yang diterima - Posting semua barang-barang beverage yang dikeluarkan
berdasarkan requisition
- Pricing requisition dan transfer dari kitchen ke bar
- Mengadakan beverage inventory pada setiap akhir bulan - Membuat beverage sales analysis
- Membuat beverage cost lost (yang hilang)
c. Material & Supplies Control
Tugas dan pekerjaan sama dengan food dan beverage control.
Ada satu tugas yang tidak dapat dilepaskan yaitu :
- Mencatat semua pembelian fixed asset
- Melakukan general inventory operating equipment setiap 6 bulan sekali
11. Purchasing
Seksi ini sangat penting dalam mendukung kelancaran operasional di seluruh department, karena dalam suatu bagian dalam mencari kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan yakni membeli barang-barang kebutuhan hotel.
Dalam menjalankan tugasnya antara lain :
a. Mencari vendor untuk memenuhi kebutuhan hotel b. Melakukan kontrak harga minimum 1 bulan
c. Membuat purchase order
d. Mengadakan market survey setiap bulan
12. Bookeeper
Bookeeper ialah section yang mempunyai tugas-tugas keseluruhan dari berbagai seksi. Final dari pada proses accounting dalam pekerjaannya, dimana seluruh jurnal yang diselesaikan oleh masing-masing section diposting ke dalam ledger (bukubesar).
Tugas dari pada bookeeper adalah :
a. Memosting semua jurnal voucher yang dibuat oleh seksi-seksi ke dalam general ledger dan operating ledger
b. Membuat jurnal prepaid expenses, allocation dan distribution c. Membuat jurnal house laundry distribution
d. Membuat jurnal bank reconcilliation e. Break down dari semua bridge account f. Membuat jurnal depreciation
g. Membuat jurnal barter h. Membuat jurnal reserve i. Membuat accrued expenses j. Membuat doubtful account k. Menyusun trial balance
l. Menyususn laporan financial statement
BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Pengendalian Biaya Pada Hotel Horison Makassar
Proses pengendalian biaya mempunyai tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi perusahaan. Pengendalian biaya dapat dilihat dari dua sisi yaitu :
1. Aliran Biaya
Jika dilihat dari aliran biaya, maka proses pengendalian biaya dari produk yang akan dijual, diperoleh dari proses pengadaan bahan dan proses pengolahan bahan mentah menjadi barang yang siap dijual, dengan aliran biaya produksi sebagaiberikut :
a. Pencatatan biaya sebagai pembelian bahan baku dalam persediaan bahan baku
b. Pengolahan bahan baku dan dikombinasikan dengan biaya tenaga kerja langsung serta bahan penolong, menjadi barang dalam proses
c. Merubah barang dalam proses menjadi barang yang siap dijual.
- Unexpired Product cost merupakan biaya yang dikeluarkan sampai bahan baku mrnjadi barang jadi, selama belum terjual belum merupakan biaya tapi merupakan aktiva.
- Expired Cost, setelah barang tersebut dijual atau sering disebut juga dengan harga pokok penjualan makanan dan minuman (cost of food and beverage sold)
2. Aliran dokumen
Dokumen dalam suatu perusahaan dipakai sebagai alat komunikasi antar bagian dan sebagai bukti transaksi yang mendukung dalam penyiapan laporan biaya (cost report).
a. Aliran dokumen pengadaan bahan/barang
Untuk melakukan aktifitas harian, hotel memerlukan persediaan barang maupun bahan untuk melancarkan aktifitas hariannya.
Barang atau bahan yang diperlukanbiasanya digunakan untuk kepentingan room, POMEC maupun penyediaan food and beverage.
PR PO MI DRR Bincard/Crdex - PR = Purchase - PO = Purchase order - MI = Memorandum Invoice - DRR = Daily Receiving Report
b. Aliran dokumen pengambilan bahan untuk operasional hotel
Setelah barang tersedia di general store maupun di dairy store, barang akan dikeluarkan sesuai permintaan dari masing-masing departemen yang ada di hotel.
Store Requisition Bincard /Cardex
B. Penerapan Biaya Standar Pada Horison Hotel Makassar
Proses pengendalian biaya mempunyai tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi perusahaan. Pengendalian biaya dapat dilihat dari dua sisi yaitu :
1. Pembelian Persediaan
Persediaan barang di hotel bisa berupa makanan, minuman, material supplies dan barang-barang lain, di mana barang-barang tersebut tersedia untuk dijual maupun untuk membantu kelancaran operasional perusahaan. Besar kecilnya persediaan (inventory) sangat tergantung pada fasilitas yang dimiliki, jumlah kamar dan tingkat perputaran persediaan.
Penyimpanan barang persediaan sangat besar pengaruhnya bagi ketahanan dan keawetan barang tersebut, (terutama untuk barang dairy product) sehingga beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyimpanan adalah :
- temperatur ruangan
- kebersihan dan kerapian penyusunan barang
- metode penyimpanan barang - sistem ventilasi
Ada beberapa tujuan diadakannya persediaan di hotel, antara lain :
- menjaga kontinuitas usaha
- mencegah over invesment dan barang yang busuk/rusak
- menghindari kerugian akibat waktu penyerahan dan menghemat biaya pemesanan
- membuat perencanaan pembelian yang optimal
- menjaga kebutuhan barang dapat seimbang antara pembelian dengan gudang
- mencegah slow moving item
Barang-barang yang tahan lama seperti material supplies, disimpan di General Store, sedangkan barang-barang yang mudah rusak dan minuman disimpan di Daily Store.
Berkaitan dengan transaksi pembelian barang untuk keperluan operasional hotel, pencatatan bisa dilakukan dengan menggunakan metode phisik atau metode perpetual, sebagian besar menggunakan metode perpetual dalam pencatatan persediaannya sebagai berikut :
Inventory Food xxx
Trade creditor xxx
2. Deprtement yang Terlibat
Departement yang terlibat dalam proses pengadaan bahan adalah : a. Departemen yag memerlukan barang
b. Gudang (general store/storeroom) c. Pembelian (purchasing)
d. Penerimaan (receiving) e. Cost control
f. Account Payable (hutang usaha)
3. Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang digunakan dalam proses pengadaan barang tersebut adalah :
a. Purchase requisition (PR), formulir yang mencatat permintaan pembelian barang yang biasanya disiapkan gudang atau departemen outlet atas dasar persediaan minimum.
b. Purchase order (PO), formulir yang mencatat pemesanan barang untuk kebutuhan operasional hotel.
c. Memorandum invoice (MI), pencatatan pembelian barang yang diterima dari supplier sebagai tanda bukti bahwa barang tersebut sudah diterima dengan baik.
d. Daily receiving report (DRR), adalah rekapitulasi pencatatan penerimaan barang untuk kebutuhan operasional hotel.
e. Quotation analysis price, merupakan daftar harga dari barang-barang yang akan dibeli, yang digunakan sebagai pembanding.
f. Bincard, merupakan kartu barang yang menyebutkan nama barang, barang masuk, barang keluar serta sisa barang.
g. Cardex, adalah kartu barang yang menyebutkan nama barang, ukurannya, harga satuan, barang masuk, barang keluar dan sisa barang. Cardex digunakan sebagai alat kontrol oleh cost control.
4. Prosedur Pembelian Persediaan
a. PR dibuat oleh departemen yang memerlukan barang, jika barang yang diperlukan tidak tersedia di gudang, atau PR bisa juga dibuat oleh bagian gudangjika barang yang tersedia di gudang sudah mencapai persediaan minimum. PR pada umumnya dibuat dalam 3 rangkap yang kemudian didistribusikan pada :
- cost control, sebagai alat kontrol
- purchasing, sebagai dasar untuk membuat PO - gudang atau departemen yang memerlukan
b. Berdasarkan PR yang dibuat, bagian pembelian akan membuatkan PO di mana harus mendapatkan persetujuan dari Accounting Departement Head dan General Manager, dan didukung dengan quotation analysis price. PO pada umumnya dibuat dalam 5 rangkap yang didistribusikan pada :
- supplier yang ditunjuk - cost control, sebagai kontrol
- gudang, sebagai informasi pembelian
- account payable, sebagai dasar untuk mencatat hutang - purchasing, sebagai arsip
c. Supplier menyiapkan barang yang diminta berdasarkan PO yang diterima, setelah barang siap dan disertai dengan invoice, dikirim ke hotel.
d. Penerimaan barang di hotel dilakukan oleh bagian penerimaan barang, setelah barang yang datang dicek, bagian penerimaan menyiapkan MI dan memintakan persetujuan (approval) dari :
- Bagian gudang untuk persetujuan tentang jumlah dan kuantitasnya
- cost control untuk persetujuan harga
- bagian penerimaan barang untuk tanda terima barang
MI pada umumnya dibuat dalam beberapa rangkap sesuai kebutuhan, tetapi ada yang membuat dalam 5 rangkap dengan distribusi sebagai berikut :
- cost control, sebagai kontrol - gudang, sebagai informasi - purchasing, sebagai arsip
- account payable, sebagai dasar mencatat hutang
- supplier, sebagai pendukung penagihan
e. Bagian gudang setelah menerima barang dari bagian penerimaan, kemudian menyimpan barang dan mencatatnya pada bincard berdasarkan MI.
f. Sedangkan cost control, berdasarkan salinan PR, PO, MI akan mencatat pembelian tersebut dalam cardex, dan account payable akan mencatatnya pada hutang usaha.
g. MI setiap hari dipilah per jenis barang (food, beverage, material supplies) oleh bagian penerimaan barang, untuk digunakan sebagai dasar membuat daily receiving report, dimana daily receiving report yang dihasilkan oleh bagian penerimaan barang (receiving), di mana menjelaskan tentang penerimaan barang harian.
5. Penggunaan Persediaan
Penggunaan persediaan untuk operasional perusahaan harus diadministrasikan dengan baik, karena penggunaan sama artinya dengan pemakaian yang merupakan biaya bagi departemen yang meminta. Pada setiap akhir periode (akhir bulan), cost control akan melakukan inventarisasi atas persediaan (stock opname), di mana inventarisasi pada departemen/outlet operasi biasanya dilakukan pada malam hari saat kegiatan hotel mulai berkurang, sedangkan inventarisasi di daily store dan general store dilakukan setelah
kegiatan keluar masuknya barang di gudang dihentikan untuk hari itu.Sebelumnya inventarisasi dilakukan biasanya diberitahukan terlebih dahulu bagi departemen yang akan meminta barang.
Adapun pencatatan yang dilakukan berkaitan dengan transaksi pengeluaran persediaan dari gudang untuk digunakan oleh departemen yang meminta barang tersebut adalah :
Biaya Departemen xxx
Persediaan xxx
Bagian yang terlibat : - Departemen
- Gudang - Cost Control
Dokumen yang digunakan :
a. Storeroom requisition (SR), biasanya dibuat untuk masing-masing jenis persediaan, seperti makanan, minuman, material, SR digunakan sebagai bukti pengeluaran barang dari gudang dan sebagai dasar pembebanan biaya departemen.
b. Bincard, merupakan kartu barang yang menyebutkan nama barang, barang masuk, barang keluar serta sisa barang.
c. Cardex, adalah kartu barang yang menyebutkan nama barang, ukurannya, harga satuan, barang masuk, barang keluar dan sisa barang.
Laporan yang dihasilkan :
a. General food / beverage cost, yang berisi perhitungan biaya makanan dan minuman.
b. Stock opname report, laporan yang menjelaskan tentang hasil inventarisasi persediaan pada akhir periode, untuk dipakai sebagai dasar mencocokkan dengan saldo akhir pada cardex/bincard.
c. Cost reconciliation, merupakan rekonsiliasi atas pengeluaran biaya makanan dan minuman, yang akan dipakai sebagai dasar menghitung food/beverage cost.
d. Flash cost / daily food cost, merupakan laporan yang menunjukkan perbandingan antara total sales dengan total cost.
Prosedur penggunaan persediaan :
a. Departemen yang memerlukan barang menyiapkan SR yang berisi tentang jenis dan jumlah satuan dari barang yang diperlukannya, di mana SR tersebut harus disetujui oleh head departemen, yang kemudian diserahkan ke bagian gudang.
b. Gudang akan mengecek dan menyiapkan barang yang diminta, dan kemudian menyerahkan barang dan meminta tanda terima dari petugas yang menerima barang tersebut, setelah itu bagian gudang akan menandatangani SR tersebut. SR pada umumnya dibuat dalam rangkap 3 dengan distribusi sebagai berikut :
- cost control, sebagai dasar untuk mencatat cardex - gudang
- departemen yang memerlukan barang, sebagai arsip
c. Gudang akan mencatat pengambilan barang tersebut pada bincard sebagai pengurang berdasarkan SR.
6. Potensial Biaya
Potensial biaya merupakan pengembangan dari sistem point of sale dalam mengkalkulasi penjualan makanan dan minuman. Potensial biaya ini merupakan konsep tertua dalam prosedur pengendalian makanan dan minuman. Potensial biaya menghitung potensi atau kemampuan antara penjualan dan biaya yang dikeluarkan.
Potensial biaya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Beverage potentials, dikalkulasi berdasarkan penjualan (sales basis), karena biaya minuman sudah bisa dipastikan, akan bisa mendatangkan penjualan yang diharapkan.
b. Food potentials, dikalkulasi berdasarkan biaya (cost basis), biaya makanan perhari belum bisa diketahui sampai penjualan terjadi,
b. Food potentials, dikalkulasi berdasarkan biaya (cost basis), biaya makanan perhari belum bisa diketahui sampai penjualan terjadi,