BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Dasar-dasar Hotel Statistika
Statistik diperlukan untuk melihat hasil dari suatu usaha. Apabila di dalam cara menghimpun suatu statistik tidak menggunakan unsur-unsur yang sama (uniform) maka membandingkan suatu statistik dengan statistik yang lain tidak ada gunanya sama sekali.
Dasar-dasar perhitungan statistik dalam finacial statement harus dihimpun secara benar sehingga data-data tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
1. Total Room in the House
Adalah jumlah kamar yang tersedia di dalam hotel 2. House Use
Sejumlah kamar yang tidak dijual kepada tamu karena dipakai oleh executive
3. Room Available
Adalah total kamar in the house dikurangi house use 4. Total Room Available
Dalam satu bulan tidak boleh berubah, walaupun ada beberapa kamar yang rusak
Perubahan total room available hanya seijin general manager atau direksi
5. Total Room Night Available
Jumlah kamar yang siap dijual dalam kurun waktu tertentu
Misal : Bulan Januari 2010
Total room available x 31 hari 6. Room Occupied
Adalah jumlah kamar yang terjadi Room Night Occupied
Jumlah kamar yang terjadi sampai dengan hari ini
7. Kamar-kamar yang terjual day use (50%) atau late check out maka hasil penjualan akan masuk dalam room sales, tidak mempengaruhi room occupancy tetapi akan mempengaruhi average rate
8. Room occupied dengan complimentary tidak dimasukkan dalam kategori room night occupied (RNO) demikian juga tidak dihitung dalam room number of paying guest untuk menghitung double occupancy
Contoh :
Room Available : 208 Compliment : 8 No of Room Sales 200
Occupancy : 200 x 100 % = 96.15 % 208
9. Double Occupancy
Adalah perbandingan ratio antara room occupied yang melebihi seorang di dalam kamar
Contoh :
Room Available : 208
R.N.O : 100
Guest Night : 170
Double Occupancy : 170 - 100 x 100 % = 70 % 100
- Average Length of Stay
Total Arrivals + Total Departure for the period = A
2
Number of Room Occupied for the period =
A
-Average Number of piece of Laundry for Occupied Room Number of piece of laundry for the period =
Month of occupied Rooms for the period
-Cost of Cleaning Supplies for Occupied Room Total Cost of Cleaning Supplies =
Room Night Occupied
-Cost of Guest Supplies per Occupied Room Total Guest Suppplies =
Room Night Occupied
-Food Inventory Turn Over
Total Gross Cost of the Food Consumpt for the period = Average Food Inventory for the period
-Average Inventory
Inventory Awal – Inventory Akhir = 2
-Beverage Inventory Turn Over
Total Gross Cost of the Beverage Consumpt for the period = Average Beverage Inventory for the period
-Average per Cover
Total Sales for the period = Number of Covers
-Average Number of Cover Served Daily for FB Dept Total No. of Covers for the period = A
No. of day’s in the period
A = No. of Employee of the F&B Dept
-Average Number of Covers Served Daily per Food Service Employee
Total No. of Covers for the period = A No. of day’s in the period
A = No. of Employee, Head Cover Service Food
-Seat Turn Over
Total No. of Covers = Total Seat in the Restaurant
(sumber : buku panduan Hotel Horison Makassar)
D. Dasar-dasar Perhitungan Cost & Expenses Analysis
Analisa cost & expenses dari masing-masing department dalam sistem hotel accounting disebut uniform system of account for hotel accounting.
Suatu hotel accounting di dalam operasinya dapat dibagi dua bagian yaitu :
1. Pendapatan 2. Biaya
Pendapatan dari suatu hotel terdiri dari : a. Pendapatan Room (kamar)
b. Pendapatan Food & Beverage - Makanan
- Minuman - Sundry Income
Meliputi Sewa ruangan, sewa alat-alat service c. Pendapatan Telephone
d. Pendapatan Laundry -House Laundry
-Outside Laundry e. Pendapatan Pool f. Pendapatan Lain-lain
-Komisi Taxi -Cigarette -Photo Copy -Massage
Pendapatan Laundry dan Swimming Pool lazim disebut Minor Operated Department.
Biaya terdiri dari : -Fixed Expenses -Variable Expenses a. Fixed Expenses
-Gaji Karyawan -Meals
-Astek -Pensiun
b. Variable Expenses
-Food & Beverage Cost -Telephone Cost
-Laundry cost
-other expenses departmental
Di dalam uniform sistem of account for hotel accounting semua departmental terdapat komponen fixed expenses dan variable expenses.
Norma-norma Sales dan Expenses
Di dalam analisa room department dapat diuraikan perhitungan sebagai berikut :
-Cost of Laundry/Occ Room Cost of Laundry =
R N O
-Cost of Cleaning Supplies/Occ Room Cost of Cleaning Supplies =
R N O
-Cost of Cleaning Supplies/RNA Cost of Cleaning Supplies = R N A
-Cost of Guest Supplies/RNA Cost of Guest Supplies = R N A
Untuk perhitungan tersebut di atas harus diketahui :
-R N A = Room Night Available -R N O = Room Night Occupied -G N = Guest Night
-Net Room Sales -Cost of Laundry
-Cost of Cleaning Supplies -Cost of Guest Supplies
-Spending Power per RNA =
-Food & Beverage Department Food Sales : 80 %
-Analisa Food & Beverage :
-Laundry Department
% Gross operating income dibanding dengan total net sales harus di atas 65 %. Angka tersebut harus menentukan besarnya GOP (Gross Operating Profit) makin tinggi % GOI makin besar GOP yang diperoleh.
-Non Operating Department
Dimana department ini tidak menghasilkan pendapatan akan tetapi justru banyak mengeluarkan biaya, dimana terdiri dari :
Administrasi & General 9 % Advertising & sales Promotion 3 % Heat, Light and Power 12 % Repair & Maintenance 3 %
27 %
Lazim disebut total deduction
Sehingga GOP akan dicapai berkisar : 38 % - 42 %
Pencapain GOP tersebut adalah tidak lain dari pada efisiensi yang dapat dicapai terhadap biaya-biaya.
Makin efisiensi berarti makin tinggi % GOP, namun tidak mengurangi standard service ataupun standar fasilitas yang ada.
E. Budgeting atau Anggaran Pendapatan dan Biaya
Anggaran pendapatan dan biaya adalah rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan rupiah dan disusun untuk jangka waktu tertentu tahun yang akan datang.
Kegunaan budget atau anggaran pendapatan dan biaya ::
1. Sebagai Pedoman kerja
Memberikan arah sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang
2. Sebagai Alat koordinasi Kerja
Agar semua kegiatan yang mendukung dalam operasional perusahaan dapat saling menunjang dan saling kerjasama dengan baik
3. Sebagai Alat Pengawasan Kerja
Sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan membandingkan antara
anggaran dengan apa yang dicapai, apakah perusahaan telah sukses atau kurang sukses
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan Budget : Faktor Intern :
1. Penjualan
2. Kebijakan manajemen 3. Kemampuan kamar (RNA) 4. Fasilitas – fasilitas
Faktor Extern : 1. Persaingan
2. Tingkat pertumbuhan penduduk
3. Tingkat pertumbuhan kedatangan wisatawan mancanegara 4. Tingkat inflasi
5. Tingkat Depresiasi ( Rp US$ ) 6. Tingkat pertumbuhan hotel 7. Kebijakan pemerintah
F. Budget Penjualan
Budget penjualan atau sales budget ialah budget yang merencanakan secara terperinci tentang penjualan selama periode yang akan datang yag di dalam meliputi outlet yang berada di hotel.
Pengertian tersebut dapat diperjelas bahwa budget penjualan merupakan rencana perusahaan d bidang pemasaran (sales planning) asalnya :
1. Rencana atas sasaran atau tujuan pemasaran selama periode yang akan datang
2. Rencana tentang organisasi penjualan pada periode yang akan datang 3. Rencana tentang biaya penjualan
4. Rencana tentang media promosi 5. Rencana tentang biaya promosi
G. Budget Biaya
Budget biaya rencana penggunaan biaya yang akan dilaksanakan untuk mendukung operasional perusahaan yang dinyatakan dalam rupiah dan pada waktu yang akan datang.
Di dalamnya meliputi : 1. Cost
2. Biaya Pegawai ( P.T & E. R) 3. Biaya Pegawai ( P.T & E. R)
H. Dasar-dasar Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Biaya
Suatu perusahaan perhotelan di dalam operasionalnya untuk memacu atau memotivasi jajaran manajemen oleh pihak Direksi atau
pemilik biasanya diberikan target pencapaian pendapatan ataupun target profit atau keuntungan kotor (forecast budget). Hal ini tidak lepas dari pada perhitungan-perhitungan yang menuntut untuk kita ketahui.
Maka dari itu disajikan dasar-dasar perhitungan penyusunan anggaran pendapatan dan biaya sebagai berikut :
Sebagai dasar penyusunan anggaran pendapatan dan biaya untuk tahun yang akan datang, terlebih dahulu harus mengetahui historical data pada periode 3 (tiga) tahun terakhir di mana harus diketahui :
1. Room Available 2. Room Night Occupied 3. % Room Occupancy 4. % Double Occupancy 5. Average Rate
6. Sales Coefficient 7. Total over
8. Average per Cover 9. Bookeeping Ratio 10. Total Sales
11. Total P.T. & E.R.
12. Depreciation Rp Dollar
Dari komponen-komponen tersebut di atas kita akan mengetahui perkembangan selama itu cenderung turun atau ada kecenderungan naik.
Di dalam menentukan anggaran tahun yang akan datang kita harus memperhatikan :
1. Tingkat inflasi selama tahun berjalan dan perkiraan inflasi tahun yang akan datang.
2. Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia
3. Tingkat kedatangan wisatawan berdasarkan anggaran pemerintah 4. Tingkat pertumbuhan hotel di mana hotel tersebut berada.
Dalam perhitungan penyusunan anggaran pendapatan : Tingkat % occupancy (tingkat hunian)
Secara regional pisisi bisnis berada : Contoh :
HOTEL A REGIONAL VARIANCE % Semester I
Room Available 55,748 673,139 (617,391) (91,72)
RNO 41,993 446,152 (404,159) (90,59)
HOTEL REGIONAL VARIANCE % Semester II
Room Available 56,672 684,296 (627,624) (91,72)
RNO 43,221 508,300 (465,079) (91,5)
% Occupancy
76.27% 74,28 % 1,99 % 2,67
Av.v Rate / RNO
78,330 89,956 (11,626) (12,92)
Av. Rate / RNA
59,609 66,820 (7,211) (10,79)
Av. Occ naik I - II 1,25 % 12,07 % (10,82) (89,64) Av. Rate naik I - II 14,2 % 9,89 % 4,31 43,58
Jika melihat bisnis posisi Hotel maka pada semester I room occupancy berada 13,65 % di atas regional occupancy dan average rate berada 16,21 % di bawah regional.
Jadi kita bisa menganalisa bahwa hotel pada semester I dan semester II, tingkat occupancy naik hanya 1,25 % sedangkan average rate naik 14,2 %. Jadi hotel tersebut ada kenaikan posisi bisnis.
Untuk menentukan anggaran pendapatan juga harus menyusun dulu posisi kita.
Jika telah diketahui maka kita harus menaikkan paling sedikit sebesar perkiraan inflasi (untuk total pendapatan).
Di samping komponen-komponen seperti apa yang telah diuraikan di atas tidak kalah penting juga kita harus mempunyai strategi apa yang akan kita lakukan untuk tahun mendatang.
Contoh :
Jika diketahui tingkat inflasi : 9 %
Jika diketahui tingkat depresiasi Rp Dollar 2.5 %
RNA : 129
Day’s Operation : 365
% Occupancy : 71 %
Average Rate : Rp 475.000,-
Bookeping Ratio : Rp 2.250,- Double Occupancy : 50 %
Sales Coefficient : 1.65 Total Sales :
129 x 365 x 71 % x Rp 475.000,- x 1,65 = 26.201.036.813
Contoh perbandingan Sales Coefficient
Room : 100
Food : 45
Beverage : 8 Sundry Income : 0,5 Telephone : 6 Laundry : 4 Other Income : 1,5
165 %
Dasar Perhitungan Cost dan Expenses (Biaya)
Seperti yang telah diuraikan tersebut di atas maka untuk dasar perhitungan cost dan biaya juga sama minimum kenaikan cost dan biaya sebesar inflasi.
Dan jangan lupa adanya kebijakan pemerintah atas perubahan-perubahan :
- Biaya Listrik - Biaya Air - Biaya Telepon - Biaya BBM
- UMR
Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap komponen biaya.
Contoh :
Misal adanya kenaikan UMR berarti harus mau tidak mau pasti membuat komponen gaji naik baik dari karyawan paling bawah sampai tingkat atas, ini akan mempengaruhi besarnya PT dan ER, padahal nanti total PT dan ER tidak boleh lebih dari 17,5 % dibanding dengan total sales.
Jika pada suatu saat total PT dan ER telah melebihi 17,5 % maka manajemen harus berusaha untuk memikul dari perhitungan pendapatan atau menyampaikan dengan beberapa alasan yang dapat dibuat untuk jumlah biaya tersebut dan pendapatan tersebut.
Toleransi lebih atas kamar yang diperbolehkan sebesar 10 %, jadi jika pendapatan pada akhir tahun kurang dari 10 % dari anggaran maka masih dianggap wajar. Sebaliknya pendapatan lebih besar 10 % dari pada anggaran belum merupakan prestasi yang baik.
Demikian juga terhadap biaya juga ada toleransi 10 %.
Itu norma dimana kenaikan biaya atau cost tidak boleh melebihi kenaikan pendapatan.
Contoh :
Jika room sales naik 15 % dari tahun lalu maka total biaya dan PT dan ER tidak boleh melebihi 15 %.
Diharapkan kenaikan expenses hanya 10 – 12 %
Contoh lain :
Total Sales naik 14,5 % dari total sales 1 tahun lalu maka kenaikan total deduction tidak boleh melebihi 12,5 %.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pada bab sebelumnya, maka penulis mencoba menarik suatu ksimpulan sebagai berikut :
1. Pengendalian biaya memerlukan perbandingan biaya aktual dengan target atau jumlah yang ditentukan terlebih dahulu karena data historis tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk menentukan kinerja yang diterima.
2. Pengendalian biaya sangat penting bagi pihak Manajer untuk mengidentifikasi apakah biaya yang terjadi sudah sesuai dengan kapasitas kebutuhan perusahaan.
3. Penerapan standar yang tepat untuk biaya produksi adalah penting karena akurasi standar biasanya menentukan keberhasilan sistem biaya standar.
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka penulis menyarankan :
1. Perusahaan perlu mengevaluasi harga-harga pembelian barang setiap 3 (tiga) bulan sekali demi tercapainya pengendalian biaya.
2. Perlu diadakan internal meeting setiap 6 (enam) bulan sekali pada setiap karyawan mengenai pentingnya saving cost.
3. Pengorderan barang di store room untuk setiap outlet harus sesuai dengan event yang ada agar barang yang diorder tidak berlebihan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Kamaruddin. 2007. Akuntansi Manajemen. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Bustani, Nurlela. 2003. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
Hansen, Mowen. 2004. Management Accounting. Jakarta: Salemba Empat.
. 2000. Manajemen Biaya. Jakarta: Salemba Empat.
Imanina, Dian. 2007. Akuntansi Manajemen. Makassar: Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Mulyadi. 2000. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta: STIE YKPN.
Supriyono. 2002. Manajemen Biaya: Suatu Reformasi Pengelolaan Bisnis.
Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Mursyidi. 1994. Akuntansi Biaya. Jakarta
Arfani Ikhsan, Ida Bagus Prianthara. 2008. Sistem Akuntansi perhotelan.
Denpasar.
A.A. GP. Widanaputra. 2009. Akuntansi Perhotelan: Pendekatan Sistem Informasi. Denpasar.