• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fasilitas Obyek Wisata Budaya Keraton Surakarta

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 40-46)

Di Keraton Surakarta fasilitas memadai mulai dari adanya lahan parkir yang cukup luas untuk motor dan mobil, toilet umum untuk pria dan wanita, pedagang makanan dan minuman kemasan, cinderamata keraton, bahkan pedagang jamu tradisional, banyak tempat sampah mulai dari luar keraton hingga di dalam keraton, serta ada fasilitas tempat

81

istirahat bagi wisatawan mulai dari bagian luar hingga bagian pelataran keraton.

Fasilitas pertama yang ada di Keraton Surakarta adalah tempat parkir. Keraton Surakarta memiliki dua lahan parkir, yaitu di dekat loket pertama dan di dekat pintu masuk. Lahan parkir di kedua tempat ini juga berbeda dimana lahan parkir di tempat pertama lebih luas untuk kendaraan roda dua, roda empat dan bus pariwisata, sedangkan lahan parkir di dekat loket kedua cukup sempit, hanya sanggup menampung beberapa motor pengunjung dan dipenuhi oleh banyak pedagang.

Gambar IV.2 Gambar IV.3

Tempat Parkir 1 Tempat Parkir 2

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015) (Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Fasilitas kedua yang ada di obyek wisata budaya Keraton Surakarta adalah toilet umum. Toilet ini terbagi menjadi dua yaitu satu untuk wanita dan satu untuk pria dengan jalur masuk cukup tertutup dan tertulis petunjuk dalam bahasa Inggris yaitu Gent dan Ladies. Kondisi toilet ini jauh dari kata bersih. Banyak debu dan kotoran yang menumpuk di sudut-sudut toilet. Kondisi pintu dan bak mandi juga jarang dibersihkan karena terlihat sangat kotor. Toilet umum yang berada di sebelah kiri pintu masuk juga timbul bau yang menyengat dan tidak diberi pengharum kamar mandi. Pengunjung yang menggunakan fasilitas toilet ini diwajibkan untuk membayar biaya kebersihan seikhlasnya tanpa dipatok tarif khusus.

82

Gambar IV.4 Toilet Umum

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Fasilitas ketiga adalah pedagang yang berada di sepanjang rute dari museum ke pelataran keraton. Pedagang ini menjual makanan ringan, minuman kemasan, baju batik, kain batik, buku-buku cerita keraton, dan cinderamata keraton yang sebenarnya adalah usaha dari salah satu keluarga keraton dan mengutus orang lain yaitu istri dari mantan ajudan PB XIII untuk mengelola.

Gambar IV.5

Pedagang di Dalam Lingkungan Keraton Surakarta

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Untuk lingkungan di luar Keraton Surakarta atau di dekat pintu masuk keraton, terdapat satu pedagang yang menjual makanan ringan, minuman kemasan, buku-buku cerita keraton, blangkon, kipas dan lain-lain. Dulunya tempat ini adalah koperasi keraton namun tidak berjalan lagi sehingga dialihkan menjadi tempat berjualan. Selain pedagang yang menjual barang-barang khas keraton, banyak pedagang asongan yang

83

berjualan di sekitar tempat parkir kedua. Pedagang ini antara lain pedagang jamu, pernak-pernik, es krim, alat jahit, mainan anak.

Gambar IV.6

Pedagang di Luar Lingkungan Keraton Surakarta

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Gambar IV.7

Pedagang Asongan di Luar Lingkungan Keraton Surakarta

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Fasilitas yang keempat adalah tempat sampah. Di Keraton Surakarta ketersediaan tempat sampah cukup banyak dan letaknya strategis. Tempat sampah tidak tersedia dalam jenis organik dan anorganik, tetapi hanya tersedia untuk semua jenis sampah dan ada kantong sampah plastik, kayu hingga besi. Letak tempat sampah ini mulai dari pintu masuk di dekat pedagang, di dekat pintu masuk museum, di sudut museum hingga di sudut-sudut pelataran keraton. Dengan adanya tempat sampah ini maka pengunjung tidak akan kesulitan untuk membuang bungkus plastik bekas makanan atau minuman. Selain tempat sampah, pihak pengelola Keraton Surakarta juga menyediakan asbak puntung rokok di meja-meja tempat istirahat.

84

Gambar IV.8 Gambar IV.9

Tempat Sampah di Keraton Surakarta Asbak di Keraton Surakarta

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015) (Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Fasilitas kelima adalah tempat istirahat. Tempat istirahat ini berupa kursi yang terbuat dari kayu untuk istirahat pengunjung setelah berkeliling keraton. Kursi-kursi dan meja ini tersedia dari dekat pedagang di pintu masuk dan beberapa di depan museum Keraton Surakarta.

Gambar IV.10 Gambar IV.11

Kursi untuk Istirahat Wisatawan Kursi untuk Istirahat Wisatawan

(Sumber: dokumentasi, Monica, 2015) (Sumber: dokumentasi, Monica, 2015)

Fasilitas yang tidak ada di Keraton Surakarta adalah fasilitas tempat makan. Wisata Keraton Surakarta yang buka mulai dari pukul 09.00 hingga 14.00 membuat wisatawan sering melalui jam makan siang saat masih di keraton, namun di Keraton Surakarta atau di luar keraton hanya tersedia pedagang makanan ringan.

Fasilitas terakhir yang tidak mendukung obyek wisata Keraton Surakarta adalah tidak ada fasilitas keamanan dan fasilitas kesehatan.

Fasilitas keamanan seperti satpam seharusnya ada dikarenakan pengunjung dapat mencapai ratusan baik itu wisatawan dari sekitar Solo, luar Solo hingga luar negeri. Fasilitas keamanan berguna untuk menjaga

85

ketenangan dan kenyamanan wisatawan selama berwisata di keraton.

Dengan wisatawan berlatar belakang berbeda dan usia mulai dari anak-anak hingga lansia, fasilitas kesehatan sudah sepatutnya disediakan pihak pengelola. Namun fasilitas kesehatan misalnya kotak P3K tidak tersedia di obyek wisata Keraton Surakarta.

Fasilitas yang tidak ada selanjutnya adalah fasilitas transportasi atau dalam hal ini adalah kerjasama antara pihak pengelola Keraton Surakarta dengan jasa layanan transportasi seperti travel atau ojek dan bus. Jika ada kerjasama wisatawan yang ingin berkunjung ke keraton dapat memiliki akses yang mudah, karena satu-satunya transportasi yang dapat menjangkau hingga kawasan Keraton Surakarta adalah becak.

Fasilitas jasa yang juga nihil adalah kerjasama antara pihak pengelola Keraton Surakarta dengan penyedia jasa penginapan.

Wisatawan dari luar kota dan luar negeri biasanya bertanya kepada pihak penginapan seperti hotel tempat wisata khas dari Solo dan bagaimana cara untuk ke Keraton Surakarta. Jika ada kerjasama maka pihak penginapan dapat menyediakan jasa transportasi kemudian diantar sampai keraton sehingga dapat memudahkan akses wisatawan dan sekaligus menjadi media promosi Keraton Surakarta.

86

Matrik IV.9

Fasilitas Obyek Tarik Wisata Budaya Keraton Surakarta

No. Fasilitas Kondisi

1. Fasilitas tempat parkir Tersedia cukup luas.

2. Fasilitas toilet umum Tersedia dan terpisah antara pria dan wanita, tetapi kondisi kurang terjaga kebersihan.

3. Fasilitas pedagang Tersedia cukup banyak pedagang makanan ringan, minuman kemasan, dan cinderamata tentang Keraton Surakarta.

4. Fasilitas kebersihan Tersedia banyak tempat sampah dan asbak.

5. Fasilitas untuk istirahat Tersedia cukup banyak bangku untuk istirahat pengunjung.

6. Fasilitas untuk tempat makan Tidak tersedia.

7. Fasilitas keamanan Tidak tersedia.

8. Fasilitas kesehatan Tidak tersedia.

9. Fasilitas transportasi Tidak tersedia (tidak ada kerjasama dengan jasa penyedia layanan transportasi).

10. Fasilitas layanan jasa Tidak tersedia (tidak ada kerjasama dengan pihak penginapan).

Sumber: Data Primer, diolah Februari 2016

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 40-46)