Sarana dan prasarana (fasilitas) sangat penting dalam pembelajaran bahasa Inggris karena fasilitas sangat mendukung proses pembelajaran. Fasilitas yang mendukung pembelajaran akan menghasilkan upaya maksimal untuk mencapai hasil yang diharapkan. Fasilitas yang memadai dimiliki oleh sekolah-sekolah yang berlokasi di tengah kota sedangkan sekolah yang berada di pinggiran kota tentu berbeda fasilitas yang dimilikinya.
Fasilitas Pembelajaran sangat perlu dipertimbangkan oleh guru bahasa Inggris dan pemimpin sekolah untuk mencapai hasil maksimal yang diharapkan oleh semua pihak. Dengan memperhatikan pertanyaan- pertanyaan berikut ini: Dimanakah pengajaran dilaksanakan dan bagaimana kesesuaian fasilitas mengajar? Sebagai tambahan terhadap ruangan kelas, adakah labor multimedia atau labor komputer, labor bahasa, pusat penilaian diri sendiri, dan ruangan membaca siswa? Apa yang dipengaruhi oleh fasilitas ini terhadap fasilitas program tersebut? Sekolah akan memenuhi persyaratan yang lebih lengkap untuk mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris.
Sekolah-sekolah sangat besar jumlahnya, modal telah ditanamkan berupa peralatan dan teknologi. Beberapa sekolah membuat investasi besar pengaruhnya seperti barang-barang berupa komputer, kaset dan CD player, rekaman video, mesin overhead projector (OHP), dan mesin photo copy, mengetahui bahwa barang-barang ini merupakan peratalatan penting bagi guru dan memiliki suatu pengaruh positif pada pengajaran, muatan kerja
staf, dan keyakinan. Kalau investasi seperti itu kurang, mungkin berpengaruh negatif pada muatan kerja guru (Richards, 2006: 207). Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan indikator fasilitas pembelajaran yang mendukung terwujudnya proses pembelajaran bahasa Inggris, yaitu: ”(a) Ketenangan ruang pembelajaran; (b) Kenyamanan ruang pembelajaran; (c) Ketersediaan sumber-sumber belajar; (d) Ketersedia media pembelajaran bahasa Inggris; dan (e) Keberfungsian media dan teknologi pembelajaran bahasa Inggris”.
b. Output Pembelajaran Bahasa Inggris
Output Pembelajaran bahasa Inggris adalah kompetensi bahasa Inggris siswa. Kompetensi bahasa Inggris siswa merupakan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam berkomunikasi bahasa Inggris baik secara tertulis maupun secara lisan. Kompetensi bahasa Inggris siswa merupakan output dari proses pembelajaran bahasa Inggris di dalam konteks pembelajaran. Dari output ini terlihat ketercapaian standar kompetensi bahasa Inggris siswa.
Brown (2004: 117) memberikan saran untuk memikirkan dua konsep interaksi kinerja dan observasi. Semua pengguna bahasa menampilkan aksi mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Mereka tentu percaya pada kompetensi utama mereka agar mencapai kinerja ini. Ketika kemampuan seseorang direncanakan untuk dinilai dalam satu atau keterpaduan empat keterampilan, kompetensi seseorang dinilai, tetapi kinerja seseorang diamati. Kadang-kadang kinerja tidak menunjukkan kompetensi yang benar: istirahat
malam yang kurang baik, sakit, gangguan emosi, kecemasan tes, penghalang ingatan, atau faktor reliabilitas yang berhubungan dengan siswa lainnya dapat mempengaruhi kinerja, dengan demikian melengkapi suatu pengukuran kompetensi yang sesungguhnya yang tidak reliabel.
Ada empat keterampilan bahasa yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil yang didapat dari proses pembelajaran bahasa Inggris khususnya di tingkat SMA di kota Palembang. Empat keterampilan berbahasa tersebut adalah:
listening, speaking, reading, dan writing. Berhasil atau tidak pembelajaran bahasa Inggris dapat dilihat dari kompetensi siswa berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik secara tertulis maupun secara lisan.
Listening merupakan keterampilan yang paling sulit bagi siswa. Keterampilan ini sangat memerlukan waktu khusus dan fasiltas yang mendukung untuk latihan mendengar bahasa Inggris. Listening adalah salah satu bagian kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa walau selama ini keterampilan ini jarang dilatih di dalam kelas pembelajaran bahasa Inggris. Di Sekolah atau di dalam kelas siswa hampir tidak pernah berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada umumnya. Karena itu keterampilan ini dianggap yang paling sulit dari tiga keterampilan berbahasa yang lainya. Speaking berarti mengungkapkan berbagai makna (antar-perseorangan, pendapat, buku pelajaran) melalui berbagai teks lisan yang memiliki tujuan komunikatif, struktur teks, dan linguistik tertentu. Reading berarti memahami berbagai
makna (antar-perseorangan, pendapat, buku pelajaran) dalam berbagai teks tulis yang memiliki tujuan komunikatif, struktur teks, dan linguistik tertentu. Writing
berarti mengungkap berbagai makna (antar-perseorangan, pendapat, buku pelajaran) dalam berbagai teks tulis yang memiliki tujuan komunikatif, struktur teks, dan linguistik tertentu.
Tabel 1
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Inggris Siswa SMA
Kelas XII
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Mendengar
Memahami wacana yang menekankan pertukaran makna antar-perseorangan yang kompleks (mis. Debat, argumen, pertikaian, emosi) dalam interaksi/monolog lisan terutama dalam wacana berbentuk naratif,
explanation, discussion, commentary, dan review.
2. Berbicara
Mengungkapkan makna dengan penekanan pada makna antar-perseorangan yang kompleks dalam wacana interaksional dan/atau monolog lisan terutama dalam wacana yang berbentuk naratif, explanation,
discussion, commentary, dan review.
3. Membaca
Memahami nuansa makna dan langkah-langkah pengembangan retorika di dalam teks tertulis terutama berbentuk naratif, explanation, discussion,
commentary, dan review yang menggunakan noun phrases dengan berbagai structures of modification. Berkomunikasi lisan dan
tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana
interaksional dan/atau monolog, terutama dalam wacana berbentuk naratif,
explanation, discussion, commentary, dan review
dengan penekanan pada makna antar-perseorangan yang kompleks dan
makna buku pelajaran yang variatif. (Tema disesuaikan dengan jenis teks yang sedang dibahas dan tingkat kemampuan linguistik siswa.)
4. Menulis
Mengungkapkan nuansa makna dengan langkah- langkah pengembangan retorika yang benar di dalam
teks tertulis berbentuk narasi, explanation, discussion, commentary, dan review yang menggunakan noun phrases dengan variasi structures of modification.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain adalah karakter siswa, kondisi dimana siswa tinggal, kondisi sekolah, beberapa kondisi di bawah pengawasan sekolah tersebut, kondisi sekolah lain secara tidak normal di bawah pengawasan sekolah tersebut, beberapa kondisi sekolah boleh atau tidak boleh di bawah pengawasan sekolah tersebut (Kellaghan & Greaney, 2001: 77). Faktor-faktor tersebut sangat besar pengaruhnya pada kompetensi lulusan siswa di jenjang SMA. Menurut peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 19 (tahun 2005) tentang standar pendidikan nasional bab V tentang standar kompetensi lulusan, pasal 25 ayat 3 bahwa kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Berdasarkan Depdiknas (2003: 38), standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Inggris untuk SMA dapat dilihat seperti Tabel 1.
Menurut salinan lampiran peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tanggal 23 Mei (2006: 321-325), Standar Kompetensi Lulusan Bahasa Inggris untuk Program IPA, IPS & Bahasa yang lebih rinci adalah sebagai berikut.
Tabel 2
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Kelas XII, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1. Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan antar-perseorangan resmi dan
berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari
1.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengusulkan, memohon, mengeluh, membahas kemungkinan atau untuk melakukan sesuatu, dan
memerintah
1.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengakui
kesalahan, berjanji, menyalahkan, menuduh, mengungkapkan keingintahuan dan hasrat, dan menyatakan berbagai sikap
2. Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog berbentuk narrative, explanation dan
discussion dalam konteks
kehidupan sehari-hari
2.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang
menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
2.2 Merespon makna dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk:
Berbicara
3. Mengungkapkan makna dalam teks percakapan transaksional dan antar- perseorangan resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari
3.1 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengusulkan, memohon, mengeluh, membahas kemungkinan atau untuk melakukan sesuatu, dan
memerintah
3.2 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengakui
kesalahan, berjanji, menyalahkan, menuduh, mengungkapkan keingintahuan dan hasrat , dan menyatakan berbagai sikap
4. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog berbentuk narrative,
explanation dan
discussion dalam konteks kehidupan sehari-hari
4.1 Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi dengan
menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
4.2 Mengungkapkan makna dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan
discussion
Membaca
5. Memahami makna teks fungsional pendek dan teks tulis esei berbentuk
narrative, explanation
dan discussion dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
5.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang
menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan.
5.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam esei yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk
mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan
discussion
6. Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog yang berbentuk
narrative, explanation
dan discussion secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
6.1 Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi dengan
menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan discussion
Kelas XII, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan
7. Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan antar-perseorangan resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari
7.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: membujuk, mendorong semangat, mengkritik,
mengungkapkan harapan, dan mencegah 7.2 Merespon makna dalam percakapan
transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
8. Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk arrative
dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari
8.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang
menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
9. Mengungkapkan makna dalam teks interaksional, dengan penekanan pada percakapan transaksional resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari
9.1 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: membujuk, mendorong semangat, mengkritik , mengungkapkan
harapan, dan mencegah
9.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan
antar-perseorangan (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: menyesali,
mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
10. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk
narrative dan review
secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
10.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang
menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
10.2 Mengungkapkan makna dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
Membaca
11. Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan
review secara akurat, lancar dan berterima
11.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang
menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
11.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan
berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review
Menulis
12. Mengungkapkan makna dalam teks tulis
monolog/esei berbentuk
narrative dan review
dalam konteks kehidupan sehari-hari
12.1 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei dengan menggunakan ragam tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
Jadi kompetensi bahasa Inggris siswa adalah kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik secara lisan maupun secara tulisan yang mencakup:
listening; reading; speaking; dan writing.
B. Evaluasi