STATEMENTS OF FINANCIAL
41. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND CAPITAL RISK MANAGEMENT
a. Manajemen Risiko Modal a. Capital Risk Management Perusahaan mengelola risiko modal untuk
memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas (Catatan 6), aset keuangan lainnya (Catatan 7) dan ekuitas pemegang saham induk dan kepentingan nonpengendali (Catatan 28).
The Company manages capital risk to ensure that they will be able to continue as going concern, in addition to maximizing the profits of the shareholders through the optimization of the balance of debt and equity. The Company's capital structure consists of cash and cash equivalents (Note 6), other financial assets (Note 7) and equity shareholders of the holding and non-controlling interest (Note 28).
(Lanjutan) (Continued) Dewan Direksi Perusahaan secara berkala
melakukan review struktur permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari review ini, Dewan Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
The Board of Directors of the Company periodically review the Company's capital structure. As part of this review, the Board of Directors consider the cost of capital and related risk.
Gearing ratio pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 serta 1 Januari 2010/31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:
The gearing ratio as of December 31, 2011, and 2010 and January 1, 2010/December 31, 2009 are as follows: 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009/ January 1, 2010/ 2011 2010 December 31, 2009 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Pinjaman 3.426.924.914 2.044.336.109 1.674.191.117 Debt
Kas dan setara kas Cash and cash equivalent
dan aset keuangan lainnya 1.862.539.054 1.884.378.895 402.648.647 and other financial assets Pinjaman - bersih 1.564.385.860 159.957.214 1.271.542.470 Net debt
Ekuitas 5.028.730.867 4.213.277.284 1.423.468.686 Equity Rasio pinjaman - bersih
terhadap modal 31% 4% 89% Net debt to equity ratio
31 Desember/December 31,
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
b. Financial risk management objectives and policies
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan entitas anak adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan dan entitas anak beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
The Company and its subsidiaries’ overall financial risk management and policies seek to ensure that adequate financial resources are available for operation and development of their business, while managing their exposure to foreign exchange risk, interest rate risk, credit and liquidity risks. The Company and its subsidiaries operate within defined guidelines that are approved by the Board.
i. Manajemen risiko mata uang asing i. Foreign currency risk management Risiko nilai tukar mata uang asing timbul
ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional dari Perusahaan dan entitas anak yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata uang asing tersebut. Volatilitas ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang mempengaruhi pendapatan dan beban Perusahaan dan entitas anak.
Exchange risk arises when foreign currency transactions in currencies other than the functional currency of the Company and its subsidiaries are primarily due to exchange rate volatility or fluctuations in foreign currency. This volatility raises generating income and generating expense that can impact revenue and expense affecting the Company and its subsidiaries.
Kebijakan Perusahaan dan entitas anak adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan dalam mata uang yang sama.
The Company and its subsidiaries’s policy are balancing the management of cash flow from operating activities and financing activities from the same currency.
Sebagian besar transaksi Perusahaan dan entitas anak dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan pembukuannya.
Most of the transaction of the Company and its subsidiaries made in Rupiah, as well as for bookkeeping purposes.
Perusahaan dan entitas anak mengelola eksposur terhadap mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang. Jumlah eksposur mata uang asing bersih Perusahaan dan entitas anak pada tanggal laporan posisi keuangan diungkapkan dalam Catatan 42.
The Company and its subsidiaries manage the foreign currency exposure by matching, as far as possible, receipts and payments in each individual currency. The Company and its subsidiaries net open foreign currency exposure as of reporting date is disclosed in Note 42.
ii. Manajemen risiko kredit ii. Credit risk management Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan
gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan dan entitas anak.
Credit risk refers to the risk that a counterparty will default on its contractual obligation resulting in a loss to the Company and its subsidiaries.
Risiko kredit Perusahaan dan entitas anak terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain- lain. Perusahaan dan entitas anak menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Perusahaan dan entitas anak meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila penjualan belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan kembali properti dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk risiko kredit yang timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar uang muka sewa sebelum masa sewa berlaku.
The credit risk of the Company and its subsidiaries is primarily attributed to its cash in banks, time deposits, trade and other receivables. The Company and its subsidiaries place their bank balances and time deposits to the credit worthy financial institutions. The Company and its subsidiaries minimize their credit risk on trade receivables from property buyers by imposing penalties on late payments and fines on cancellation of sale and no handovers of units if receivable is not yet fully paid in order for the Company to resale such units. Credit risk exposure on trade receivables from tenants is minimize by requiring the tenants to pay rent in advance prior to the effectivity of the lease term and lease deposit, for three months in the form of cash or bank guarantee.
Perusahaan dan entitas anak memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Perusahaan dan entitas anak memiliki kebijakan untuk memastikan bertransaksi dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang usaha atas penjualan apartemen Perusahaan dan entitas anak pada tanggal pelaporan sebagian besar merupakan selisih pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian proyek setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga pembayarannya belum jatuh tempo.
The Company and its subsidiaries have established policies to obtain sustainable revenue growth by minimizing losses due to credit risk exposure. Accordingly, the Company and its subsidiaries have established a policy to ensure that transactions are made with customers who have good credit reputation. Management conducts ongoing supervision to reduce credit risk exposure at reporting date. Accounts receivable from sale of apartments of the Company and its subsidiaries mainly represent the difference between the revenue recognized based on the projects percentage of completion and the amounts billed to buyer, hence, not yet due.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan penyisihan untuk kerugian mencerminkan eksposur Perusahaan dan entitas anak terhadap risiko kredit.
The carrying amount of financial assets recorded in the consolidated financial statements, net of any allowance for losses represents the Company and its subsidiaries’ exposure to credit risk.
(Lanjutan) (Continued)
iii. Manajemen risiko likuiditas iii. Liquidity risk management Tanggung jawab utama manajemen risiko
likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan dan entitas anak. Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan.
Ultimate responsibility for liquidity risk management rests with the board of directors, which has built an appropriate liquidity risk management framework for the management of the Company and its subsidiaries short, medium and long-term funding and liquidity management requirements. The Company and its subsidiaries manage liquidity risk by maintaining adequate reserves, banking facilities and reserve borrowing facilities by continuously monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities.
Perusahaan dan entitas anak memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.
The Company and its subsidiaries maintain sufficient funds to finance its ongoing working capital requirements.
iv. Manajemen risiko tingkat bunga iv. Interest rate risk management Instrumen keuangan Perusahaan dan entitas
anak yang terekspos terhadap risiko tingkat bunga nilai wajar (instrumen tingkat bunga tetap) dan risiko tingkat bunga arus kas (instrumen tingkat bunga mengambang), serta instrumen keuangan tanpa bunga, adalah sebagai berikut:
The Company and its subsidiaries financial instruments that are exposed to fair value interest rate risk (i.e. fixed rate instruments) and cash flow interest rate risk (i.e. floating rate instruments), as well as those that are non-interest bearing, are as follows:
Bunga Bunga Tanpa
mengambang/ tetap/ bunga/
Floating Fixed Non-interest Jumlah/
rate rate bearing Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset Keuangan: Financial Assets:
Kas dan setara kas 360.716.348 1.471.196.554 2.314.297 1.834.227.199 Cash and cash equivalents Aset keuangan lainnya - 28.311.855 - 28.311.855 Other financial assets
Piutang usaha kepada pihak Trade accounts receivable from
ketiga 15.623.124 - 1.097.066.469 1.112.689.593 third parties
Piutang lain-lain Other accounts receivable
Pihak berelasi - - 2.099.435 2.099.435 Related parties
Pihak ketiga - - 34.822.540 34.822.540 third parties
Rekening yang dibatasi
penggunaannya 12.430.188 - - 12.430.188 Restricted cash in banks
Liabilitas Keuangan: Financial Liabilities.
Utang usaha kepada pihak Trade accounts payable to third
ketiga - - 479.553.595 479.553.595 parties
Utang lain-lain Other accounts payable
Pihak berelasi - - 3.740.625 3.740.625 Related parties
Pihak ketiga - - 175.462.862 175.462.862 third parties
Biaya yang masih harus dibayar - - 61.397.895 61.397.895 Accrued expenses
Utang bank 2.237.695.734 - - 2.237.695.734 Bank loans
Utang obligasi - 1.189.229.180 - 1.189.229.180 Bonds payable
Utang jaminan penyewa - - 40.708.672 40.708.672 Tenant's security deposits Liabilities for purchases of Utang pembelian aset tetap - 2.012.053 - 2.012.053 property and equipment
Analisis jatuh tempo dari utang jangka panjang diungkapkan pada Catatan 20 dan 21.
The maturity analysis of long term liabilities are disclosed in Notes 20 and 21.
Eksposur risiko tingkat bunga berhubungan dengan jumlah aset atau liabilitas dimana pergerakan pada tingkat suku bunga dapat mempengaruhi laba setelah pajak. Risiko pada pendapatan bunga bersifat terbatas karena Perusahaan dan entitas anak hanya bermaksud untuk menjaga saldo kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional. Dalam beban bunga, keseimbangan optimal antara utang dengan tingkat bunga tetap dan mengambang ditetapkan di muka. Perusahaan dan entitas anak memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan kombinasi yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap. Persetujuan dari Dewan Direksi dan Komisaris harus diperoleh sebelum Perusahaan dan entitas anak menggunakan instrumen keuangan tersebut untuk mengelola eksposur risiko suku bunga.
The interest rate risk exposure relates to the amount of assets or liabilities which is subject to a risk that a movement in interest rates will adversely affect the income after tax. The risk on interest income is limited as the Company and its subsidiaries only intend to keep sufficient cash balances to meet operational needs. On interest expenses, the optimum balance between fixed and floating interest debt is considered upfront. The Company and its subsidiaries have a policy of obtaining financing that would provide an appropriate mix of floating and fix interest rate. Approvals from the Board of Directors and Commissioners must be obtained before committing the Company and its subsidiaries to any of the instruments to manage the interest rate risk exposure.
c. Nilai wajar instrumen keuangan c. Fair value of financial instruments Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan, beserta
nilai tercatatnya pada tanggal 31 Desember 2011, adalah sebagai berikut:
The fair value of financial asset and liabilities and its carrying value on the date December 31, 2011 are as follows:
Jumlah tercatat/ Nilai wajar/ Carrying amount Fair value
Rp'000 Rp'000
Aset Keuangan Financial Assets
Kas dan setara kas 1.834.227.199 1.834.227.199 (i) Cash and cash equivalent Aset keuangan lainnya 28.311.855 28.311.855 (i) Other financial asset
Trade accounts receivable to Piutang usaha kepada pihak ketiga 1.112.689.593 1.112.689.593 (i) third parties
Piutang lain-lain Other accounts receivable
Pihak berelasi 2.099.435 2.099.435 (i) Related parties Pihak ketiga 34.822.540 34.822.540 (i) Third parties Rekening bank yang dibatasi
penggunaannya 12.430.188 12.430.188 (i) Restricted cash in banks Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang usaha kepada pihak ketiga 479.553.595 479.553.595 (i) Trade accounts payable to third parties
Utang lain-lain Other accounts payable
Pihak berelasi 3.740.625 3.740.625 (i) Related parties Pihak ketiga 175.462.862 175.462.862 (i) Third parties Biaya yang masih harus dibayar 61.397.895 61.397.895 (i) Accrued expenses Utang bank 2.237.695.734 2.237.695.734 (ii) Bank loans Utang obligasi 1.189.229.180 1.219.612.600 (iii) Bonds payable
Utang jaminan penyewa 40.708.672 40.708.672 (iii) Tenant's security deposits Liabilities of purchase of property Utang pembelian aset tetap 2.012.053 2.012.053 (i) and equipment
(i) Nilai wajar mendekati atau setara dengan nilai tercatatnya, karena dampak dari diskonto tidak signifikan atau akan jatuh tempo dalam jangka pendek.
(i) The fair value approximate or equal with carrying value because the impact of the discount is not significant or will be due in the short-term.
(ii) Nilai tercatat liabilitas keuangan mendekati nilai wajarnya karena menggunakan tingkat suku bunga pasar.
(ii) The carrying value of financial liabilities approximate with fair value approach because it uses market interest rates.
(iii) Nilai wajar yang ditetapkan dengan arus kas masa depan yang didiskonto.
(iii) Fair value is determined by discounting future cash flows.
(Lanjutan) (Continued)
42. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA