Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini:
The Board of Directors reviews and approves policies for managing each of these risks which are summarized below:
Risiko pasar Market risk
Risiko pasar adalah risiko nilai wajar arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Harga pasar mengandung dua tipe risiko: risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing.
Instrumen keuangan yang terutama terpengaruh oleh risiko pasar termasuk kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, investasi pada perusahaan asosiasi, pinjaman jangka pendek, hutang usaha, hutang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar dan hutang obligasi.
Market risk is the risk that the fair value of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market prices. Market prices comprise two type of risk: interest rate risk and foreign currency risk. Financial instruments primarily affected by market risk include cash and cash equivalents, short-term investments, trade receivable, other receivables, investment in associated companies, short-term loans, trade payable, other payable, accrued expenses and bond payables.
Industri media di Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan pertumbuhan yang sedikit terhambat terutama dengan berkurangnya belanja iklan untuk perusahaan multinasional, walaupun telah diimbangi dengan meningkatnya belanja iklan dari perusahaan domestik dan e-commerce (platform digital, termasuk pencarian, media sosial, digital publikasi, dan OTT). Walaupun demikian, dikarenakan Kelompok Usaha tetap dapat mempertahankan posisi pangsa pemirsanya, maka Kelompok Usaha tetap dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang menggembirakan.
The media industry in Indonesia in 2019 showing slightly decreasing growth especially with the multinational companies cutting their advertising spends, although it is being offsetted by the increase advertising spends by local and e-commerce companies (digital platforms, including search, social media, digital publishing and OTT). However, since the Group has maintain its position in the audience shares, the Group still achieved a sound growth of revenue.
Meskipun sektor media Indonesia tetap didominasi oleh free-to-air (“FTA”) TV terestrial untuk tahun-tahun mendatang, pertumbuhan pay-tv dan media baru lainnya, termasuk OTT dan IPTV platform, yang cukup signifikan akan dipertimbangkan dalam menentukan strategi Kelompok Usaha dalam jangka panjang.
Although the Indonesian media sector is likely to remain dominated by free-to-air (“FTA”) terrestrial TV for years to come, the significant growth of pay-tv and other new media, including OTT and IPTV platforms, will be considered in determining the Group’s strategies in long-term run.
Tantangan lain dalam sektor FTA adalah rencana untuk berpindah dari Analog ke Digital, yang mungkin terjadi secara bertahap.
Another challenge facing the FTA industry is the plan to move from Analog to Digital transmission, which may occur gradually.
Manajemen menyadari tantangan dan perkembangan yang ada dan terus memperhatikan perkembangan industri dalam rencana tahunan dan jangka panjang. Manajemen fokus dalam pertumbuhan pendapatan yang kuat, peningkatan pangsa penonton dan pengendalian biaya yang ketat untuk tetap kompetitif di industri serta terus meningkatkan teknologi, kompetensi sumber daya manusia dan proses bisnis.
Management understands the challenges and the current developments and continues to take them into account in its yearly and long-term planning. Management’s focus is on strong revenue growth, improvement in its audience share and strong cost control to remain competitive in the industry and also continues to improve its technology, human resources competencies and business processes.
Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: (lanjutan)
The Board of Directors reviews and approves policies for managing each of these risks which are summarized below: (continued)
Risiko tingkat suku bunga Interest rate risk Risiko tingkat suku bunga Kelompok Usaha terutama
timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi. Pinjaman pada tingkat suku bunga mengambang menunjukkan Kelompok Usaha tereskspos risiko suku bunga atas arus kas.
The Group’s interest rate risk mainly arises from loans for working capital and investment purposes. Loans at floating rate expose the Group to cash flows interest rate risk.
Untuk pinjaman bank, Kelompok Usaha berusaha dengan mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara mendapatkan struktur pinjaman dengan suku bunga kompetitif.
For bank loans, the Group seeks to mitigate the interest rate risks by obtaining loans structured with competitive interest rates.
Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman. Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga mengambang sebagai berikut:
The following table demonstrates the sensitivity to a reasonable possible change in interest rates on that portion of loans. With all other variables held constant, the profit before income tax expense is affected through the impact on floating rate loans as follows:
Periode Enam Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 30 Juni 2020/
Six-month Period Ended June 30, 2020
Kenaikan/
penurunan Dampak
dalam terhadap
satuan poin/ laba sebelum
Increase/ pajak penghasilan/
Decrease Effect on profit
in basis points before income tax
Rupiah +100 (26.597.550) Rupiah
Rupiah -100 26.597.550 Rupiah
Risiko mata uang asing Foreign exchange risk Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko nilai
wajar arus kas di masa depan atas suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan kurs mata uang asing. Kelompok Usaha terpengaruh risiko perubahan kurs mata uang asing, terutama berkaitan dengan kas dan setara kas dalam mata uang dolar Amerika Serikat.
Foreign exchange risk is the risk that the fair value of future cash fows of a financial instrument will fluctuate because of changes in exchange rate.
The Group’s exposure to exchange rate fluctuations results primarily from cash and cash equivalents denominated in United States dollar.
Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk exposure mata uang asing.
Akan tetapi, Kelompok Usaha menjaga saldo kas dan setara kas dalam mata uang dolar Amerika Serikat dengan mempertimbangkan kondisi pasar terkini.
The Group does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, the Group maintains a balance of cash and cash equivalents in United States dollar with consideration to prevailing market conditions.
Kecuali Dinyatakan Lain)
41. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan)
41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued)
Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: (lanjutan)
The Board of Directors reviews and approves policies for managing each of these risks which are summarized below: (continued)
Risiko mata uang asing (lanjutan) Foreign exchange risk (continued) Analisis sensitivitas untuk risiko nilai mata uang
asing
Pada tanggal 30 Juni 2020, jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menurun/meningkat sebanyak 2% dengan semua variabel konstan, laba sebelum pajak untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut akan lebih tinggi/rendah sebesar Rp10,69 miliar.
Sensitivity analysis for foreign currency risk
As of June 30, 2020, had the exchange rate of the Rupiah against the United States Dollar depreciated/appreciated by 2% with all other variables held constant, profit before income tax for the six-month period then ended would have been Rp10.69 billion higher/lower.
Risiko kredit Credit risk
Risiko kredit adalah risiko dimana lawan transaksi tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Kelompok Usaha hanya terkena risiko kredit dari kegiatan operasi yang berhubungan dengan penjualan. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau secara teratur.
Credit risk is the risk that a counterparty will not meet its obligations under a financial instrument or customer contract, leading to a financial loss.
The Group is only exposed to credit risk from its operating activities related to sales. Customer credit risk is managed by the management subject to the established policies, procedures and controls relating to customer credit risk management. Outstanding customer receivables are monitored on a regular basis.
Kelompok Usaha memiliki risiko kredit yang terutama berasal dari simpanan di bank, kredit yang diberikan kepada pelanggan, serta piutang lain-lain. Kelompok Usaha mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank dengan memonitor reputasi dan credit ratings.
The Group is exposed to credit risk primarily from deposits with banks, credit exposures given to customers and other receivables. The Group manages credit risk exposures from its deposits with banks by monitoring reputation and credit ratings.
Terkait dengan eksposur kredit atas piutang usaha kepada pelanggan, Kelompok Usaha melakukan analisa kredit dan menetapkan batasan kredit konsumen sebelum penerimaan konsumen baru.
Batasan kredit ini ditinjau secara berkala.
With respect to credit exposures of trade receivables due from customers, the Group assesses the potential customer’s credit quality and sets credit limits before accepting any new customers. These limits are reviewed periodically.
Eksposur maksimum atas risiko kredit tercermin dari nilai tercatat setiap aset keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
The maximum exposure to credit risk is represented by the carrying amount of each financial asset in the consolidated statement of financial position after deducting any provision for impairment in value, as follows:
30 Juni 2020/ 31 Desember 2019/
Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: (lanjutan)
The Board of Directors reviews and approves policies for managing each of these risks which are summarized below: (continued)
Risiko likuiditas Liquidity risk
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas yang memadai untuk mendukung kegiatan bisnis secara tepat waktu. Kelompok Usaha memiliki saldo kas dan setara kas yang besar dan memonitor modal kerja secara ketat untuk memitigasi risiko likuiditas.
Prudent liquidity risk management implies maintaining sufficient cash and cash equivalents to support business activities on a timely basis.
The Group has substantial cash and cash equivalents and monitors working capital closely to mitigate liquidity risk.
Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan antara lain dengan memonitor profil jatuh tempo pinjaman dan sumber pendanaan, menjaga saldo kecukupan kas dan setara kas, serta memastikan tersedianya pendanaan berdasarkan kecukupan fasilitas kredit yang mengikat. Kemampuan Kelompok Usaha untuk mendanai kebutuhan pinjamannya dilakukan dengan cara mempertahankan sumber pendanaan yang terdiversifikasi, menjaga ketersediaan fasilitas pinjaman yang mengikat dari pemberi pinjaman yang handal serta terus memonitor perkiraan posisi kas dan utang yang dimiliki Kelompok Usaha dalam jangka pendek berdasarkan perkiraan arus kas.
Selain itu, dilakukan proyeksi arus kas jangka panjang untuk membantu Kelompok Usaha dalam merencanakan kebutuhan pendanaan dalam jangka panjang.
Prudent liquidity risk management includes managing the profile of borrowing maturities and funding sources, maintaining sufficient cash and cash equivalents, and ensuring the availability of funding from an adequate amount of committed credit facilities. The Group’s ability to fund its borrowing requirements is managed by maintaining diversified funding sources with adequate committed funding lines from high quality lenders and by monitoring rolling short-term forecasts of the Group’s cash and gross debt on the basis of expected cash flows. In addition, long-term cash flows are projected to assist with the Group’s long-term debt financing plans.
Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu pembayaran liabilitas Kelompok Usaha berdasarkan pembayaran dalam kontrak pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019:
The table below summarizes the maturity profile of the Group’s financial liabilities based on contractual undiscounted payments as of June 30, 2020 and December 31, 2019:
Akan jatuh tempo pada tahun/Expected maturity in year
2020 2021 2022 2023 2024 Total
Pada 30 Juni 2020 As of June 30, 2020
Pinjaman jangka pendek - Short-term loans -
pihak ketiga 68.595.000 - - - - 68.595.000 third parties
Utang usaha - Trade payables -
pihak ketiga 537.488.410 - - - - 537.488.410 third parties
Utang dividen 13.082.176 - - - - 13.082.176 Dividends payable
Utang lain-lain - Other payables -
pihak ketiga 438.457.411 - - - - 438.457.411 third parties
Beban akrual 583.854.012 - - - - 583.854.012 Accrued expenses
Utang sewa pembiayaan 554.550 766.846 356.619 179.400 152.917 2.010.332 Finance lease payables
Surat utang konversi Convertible loan notes
Pihak berelasi 1.573.220.000 1.001.140.000 - - - 2.574.360.000 Related party
Obligasi konversi Convertible bonds
Pihak berelasi - 60.980.000 - - - 60.980.000 Related parties
Pinjaman bank
jangka panjang 11.200.000 5.600.000 - - - 16.800.000 Long-term bank loans
Utang jangka panjang
lainnya 464.815.000 536.325.000 - - - 1.001.140.000 Other long-term payable
Total 3.691.266.559 1.604.811.846 356.619 179.400 152.917 5.296.767.341 Total
Kecuali Dinyatakan Lain)
41. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan)
41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued)
Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: (lanjutan)
The Board of Directors reviews and approves policies for managing each of these risks which are summarized below: (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan) Liquidity risk (continued) Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu
pembayaran liabilitas Kelompok Usaha berdasarkan pembayaran dalam kontrak pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019: (lanjutan)
The table below summarizes the maturity profile of the Group’s financial liabilities based on contractual undiscounted payments as of June 30, 2020 and December 31, 2019: (continued)
Akan jatuh tempo pada tahun/Expected maturity in year
2020 2021 2022 2023 2024 Total
Pada 31 Desember 2019 As of December 31, 2019
Pinjaman jangka pendek - Short-term loans -
pihak ketiga 86.102.900 - - - - 86.102.900 third parties
Utang usaha - Trade payables -
pihak ketiga 732.792.176 - - - - 732.792.176 third parties
Utang dividen 10.733.726 - - - - 10.733.726 Dividends payable
Utang lain-lain - Other payables -
pihak ketiga 375.693.663 - - - - 375.693.663 third parties
Beban akrual 489.187.465 - - - - 489.187.465 Accrued expenses
Utang sewa pembiayaan 1.022.952 688.957 269.719 82.447 44.747 2.108.822 Finance lease payables
Surat utang konversi Convertible loan notes
Pihak berelasi 1.529.111.100 - - - - 1.529.111.100 Related party
Obligasi konversi Convertible bonds
Pihak berelasi - 60.980.000 - - - 60.980.000 Related parties
Pinjaman bank
jangka panjang 22.400.000 5.600.000 - - - 28.000.000 Long-term bank loans
Utang jangka panjang
lainnya 26.064.384 486.535.175 521.287.688 - - 1.033.887.247 Other long-term payable
Total 3.273.108.366 553.804.132 521.557.407 82.447 44.747 4.348.597.099 Total
Pengelolaan Modal Capital Management
Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
The primary objective of the Group’s capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value.
Selain itu, Perusahaan dan entitas anak di Indonesia dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Kelompok Usaha pada Rapat Umum Pemegang Saham.
In addition, the Company and subsidiaries in Indonesia are also required by the Corporate Law No. 40 which became effective on August 16, 2007 to contribute to and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirement is considered by the Group at the Annual Shareholders’ General Meeting.
Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman.
Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama proses selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dan 2019.
The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust dividend policy, or issue new shares or raise debt financing. No changes were made to the objectives, policies or processes during the six-month periods ended June 30, 2020 and 2019.
Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: (lanjutan)
The Board of Directors reviews and approves policies for managing each of these risks which are summarized below: (continued)
Pengelolaan Modal (lanjutan) Capital Management (continued) Kebijakan Kelompok Usaha adalah
mempertahankan struktur permodalan (utang dan ekuitas) yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
The Group’s policy is to maintain a healthy capital structure (debt and equity) in order to secure access to financing at a reasonable cost.
42. INSTRUMEN KEUANGAN 42. FINANCIAL INSTRUMENTS
Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai wajarnya sebagai berikut:
As of June 30, 2020 and December 31, 2019, the carrying amounts of financial assets and liabilities approximate their fair value as follows:
1. Kas dan setara kas, kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha dan piutang lain-lain.
1. Cash and cash equivalents, restricted cash and time deposits, trade receivables and other receivables.
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya.
All of the above financial assets are due within 12 months, thus the carrying values of the financial assets approximate their fair values.
2. Utang usaha, utang lain-lain, beban akrual dan pinjaman jangka pendek.
2. Trade payables, other payables, accrued expenses and short-term loans.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya.
All of the above financial liabilities are due within 12 months, thus the carrying values of the financial liabilities approximate their fair values.
3. Pinjaman bank jangka panjang, termasuk bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
3. Long-term bank loans, including their current maturities.
Liabilitas keuangan di atas merupakan pinjaman yang memiliki suku bunga variabel dan tetap yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga pasar sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
The above financial liabilities are liabilities with floating and fixed interest rates which are adjusted with the movements of market interest rates, thus the carrying values of the financial liabilities approximate their fair values.
4. Piutang retensi, piutang jangka panjang, pinjaman karyawan dan liabilitas jangka panjang, termasuk bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
4. Retention receivables, long-term receivables, employee receivables and long-term liabilities, including their current maturities.
Aset dan liabilitas jangka panjang yang tidak dikenakan bunga disajikan pada nilai kini dari estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa mendatang dengan menggunakan bunga pasar yang tersedia untuk instrumen yang kurang lebih sejenis.
Long-term assets and liabilities which bear no interest are presented at the net present value of the estimated future cash receipts or payments using market interest rate available for debt with approximately similar characteristics.
Kecuali Dinyatakan Lain)
42. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)
Aset keuangan lancar lainnya Other current financial assets Nilai wajar dari aset keuangan ini diestimasi dengan
menggunakan teknik penilaian yang wajar dengan nilai input pasar yang dapat diobservasi. Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, nilai wajar investasi jangka pendek Perusahaan masing-masing sebesar Rp1.592.784.181 dan Rp1.483.896.806 (Catatan 5).
Fair value of this financial asset is estimated using appropriate valuation techniques with market observable inputs. As of June 30, 2020 and December 31, 2019, fair value of the Company’s short-term investments amounting to Rp1,592,784,181 and Rp1,483,896,806, respectively (Note 5).
Hirarki Nilai Wajar Fair Value Hierarchy
Aset dan liabilitas keuangan diklasifikasikan secara keseluruhan berdasarkan tingkat terendah dari masukan (input) yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar. Penilaian dampak signifikan dari suatu input tertentu terhadap pengukuran nilai wajar membutuhkan pertimbangan dan dapat mempengaruhi penilaian dari aset dan liabilitas yang diukur dan penempatannya dalam hirarki nilai wajar.
Financial assets and liabilities are classified in their entirety based on the lowest level of input that is significant to the fair value measurements.
The assessment of the significance of a particular input to the fair value measurements requires judgement, and may affect the valuation of the assets and liabilities being measured and their placement within the fair value hierarchy.
Bukti terbaik dari nilai wajar adalah harga yang dikuotasikan (quoted prices) dalam sebuah pasar yang aktif. Jika pasar untuk sebuah instrumen keuangan tidak aktif, entitas menetapkan nilai wajar
Bukti terbaik dari nilai wajar adalah harga yang dikuotasikan (quoted prices) dalam sebuah pasar yang aktif. Jika pasar untuk sebuah instrumen keuangan tidak aktif, entitas menetapkan nilai wajar