• Tidak ada hasil yang ditemukan

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Tanggal 30 Juni 2011 Services Trading Trading Management Telecommunication Elimination Consolidated June 30,

33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

b. Risiko mata uang asing b. Foreign currency risk

Mata uang pelaporan Perusahaan dan Anak perusahaan adalah Rupiah. Perusahaan dan Anak perusahaan dapat menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena pinjaman, pendapatan usaha dan biaya beberapa pembelian utamanya dalam mata uang Dolar AS atau harga yang secara signifikan dipengaruhi oleh tolak ukur perubahan harganya dalam mata uang asing (terutama Dolar AS) seperti yang dikutip dari pasar internasional. Apabila pendapatan dan pembelian Perusahaan dan Anak perusahaan di dalam mata uang selain Rupiah, dan tidak seimbang dalam hal kuantum dan/atau pemilihan waktu, Perusahaan dan Anak perusahaan harus menghadapi risiko mata uang asing.

The Company’s and Subsidiaries’ reporting currency is the Rupiah. The Company and Subsidiaries faces foreign exchange risk as its borrowings, operating revenue and the costs of certain key purchases are either denominated in US Dollar or whose price is significantly influenced by their benchmark price movements in foreign currencies (mainly US Dollar) as quoted in the international markets. To the extent that the revenue and purchases of the Company and Subsidiaries are denominated in currencies other than Rupiah, and are not evenly matched in terms of quantum and/or timing, the Company and Subsidiaries have exposure to foreign currency risk.

Perusahaan dan Anak perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing. Bagaimanapun, terkait dengan hal-hal yang telah didiskusikan pada paragraf di atas, fluktuasi dalam nilai tukar Rupiah dan Dolar AS menghasilkan lindung nilai natural untuk laju nilai tukar Perusahaan dan Anak perusahaan.

The Company’s and Subsidiaries’ do not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, in relation to the matters discussed in the preceding paragraph, the fluctuations in the exchange rates between the Rupiah and US Dollar provide some degree of natural hedge for the Company’s and Subsidiaries’ foreign exchange exposure.

Analisis sensitivitas untuk risiko nilai mata uang asing

Sensitivity analysis for foreign currency risk

Pada tanggal 30 Juni 2011, jika nilai

tukar Rupiah terhadap Dolar AS

menurun/meningkat sebanyak 1,00% dengan semua variabel konstan, pendapatan sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sebesar Rp1,9 miliar lebih tinggi/rendah, terutama sebagai akibat keuntungan/kerugian translasi kas dan setara kas, piutang usaha, hutang usaha, biaya masih harus dibayar dan pinjaman yang dikenakan bunga dalam Dolar AS.

As of June 30, 2011, had the exchange rate of the Rupiah against the US Dollar depreciated/appreciated by 1.00% with all other variables held constant, income before tax for the year then ended would have been Rp1.9 billion higher/lower, mainly as a result of foreign exchange gains/losses on the translation of cash and cash equivalents, trade receivables, trade payables, accrued expenses and interest-bearing loans denominated in US Dollar.

33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

c. Risiko kredit c. Credit risk

Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan Anak perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Untuk meringankan risiko ini, ada kebijakan untuk memastikan penjualan jasa/produk hanya dibuat kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Perusahaan dan Anak perusahaan dimana semua pelanggan yang akan melakukan pembelian jasa/produk secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Untuk pendapatan usaha, Perusahaan dan Anak perusahaan memberikan jangka waktu kredit dari faktur yang diterbitkan. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.

The Company and Subsidiaries are exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers. To mitigate this risk, it has policies in place to ensure that sales of services/products are made only to creditworthy customers with proven track record or good credit history. It is the Company’s and Subsidiaries’ policy that all customers who wish to trade of services/products on credit are subject to credit verification procedures. For operating revenues, the Company and Subsidiaries may grant its customers credit terms from the issuance of invoice. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the Company’s and Subsidiaries’ exposure to bad debts.

Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan Anak perusahaan akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan Anak perusahaan akan menindaklanjuti melalui korespondensi dan rapat negosiasi secara intensif dengan manajemen pelanggan. Apabila tidak diperoleh jalan keluar melalui korespondensi dan rapat negosiasi sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan, maka akan dilanjutkan ke jalur hukum. Tergantung pada penilaian Perusahaan dan Anak perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika piutang dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan dan Anak perusahaan akan menghentikan penyaluran semua jasa/produk kepada pelanggan sebagai akibat gagal bayar.

When a customer fails to make payment within the credit term granted, the Company and Subsidiaries will contact the customer to act on the overdue receivables. If the customer does not settle the overdue receivable within a reasonable time, the Company and Subsidiaries will follow up through the correspondence and the meeting of intensive negotiation with customer management. In case of no solution through the correspondence and meetings with negotiations until the predetermined period of time, it will proceed to commence legal proceedings. Depending on the Company’s and Subsidiaries’ assessment, specific provisions may be made if the receivable is deemed uncollectible. To mitigate credit risk, the Company and Subsidiaries will cease the supply of all services/products to the customer in the event of late payment and/or default.

d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk

Perusahaan dan Anak perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan mengelola hutang yang jatuh tempo dengan mengatur kas yang cukup dan ketersediaan pendanaan melalui jumlah fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.

The Company and Subsidiaries manage its liquidity profile to be able to finance its capital expenditure and service its maturing debts by maintaining sufficient cash and the availability of funding through an adequate amount of committed credit facilities.

33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

d. Risiko likuiditas (lanjutan) d. Liquidity risk (continued)

Perusahaan dan Anak perusahaan secara reguler mengevaluasi proyeksi arus kas dan terus menerus menilai kondisi pada pasar keuangan untuk kesempatan mengejar inisiatif penggalangan dana. Inisiatif-inisiatif ini termasuk hutang bank dan isu pasar modal.

The Company and Subsidiaries regularly evaluate its projected and actual cash flow information and continuously assesses conditions in the financial markets for opportunities to pursue fund-raising initiatives. These initiatives may include bank loans and capital market issues.

Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu pembayaran liabilitas keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan berdasarkan pembayaran dalam kontrak.

The table below summarises the maturity profile of the Company’s and Subsidiaries’ financial liabilities based on contractual payments.

< 1 tahun/ 1 - 2 tahun/ 2 - 3 tahun/ > 3 tahun/ Jumlah/

< 1 year 1 - 2 years 2 - 3 years > 3 years Total

Pinjaman jangka pendek 153.151 - - - 153.151 Short-term loans

Hutang usaha Trade payables

Pihak ketiga 337.807 - - - 337.807 Third parties

Pihak yang berelasi 178.615 - - - 178.615 Related parties

Hutang lain-lain - pihak Other payables –

ketiga 17.336 - - - 17.336 third parties

Biaya masih harus dibayar 340.991 - - 340.991 Accrued expenses

Pinjaman jangka panjang

yang jatuh tempo Current maturities of

dalam satu tahun long-term loans

Hutang bank 226.381 - - - 226.381 Bank loans

Hutang sewa Finance lease

pembiayaan - - - - payables

Hutang pihak berelasi 15.822 - - - 15.822 Due to related parties

Pinjaman jangka panjang -

setelah dikurangi bagian Long-term loans –

yang jatuh tempo net ofcurrent

dalam satu tahun maturities

Hutang bank - 120.303 158.022 17.674 295.999 Bank loans

Wesel bayar 417.132 417.132 Notes payable

1.270.103 120.303 158.022 434.806 1.983.234

< 1 tahun/ 1 - 2 tahun/ 2 - 3 tahun/ > 3 tahun/ Jumlah/

< 1 year 1 - 2 years 2 - 3 years > 3 years Total

Kas dan setara kas Cash and cash

670.938 - - - 670.938 equivalents

Investasi Jangka Pendek 6.087 - - - 6.087 Short term investment

Piutang usaha Trade Receivables

Pihak ketiga 624.898 37.893 1.760 - 664.641 Third parties

Pihak yang berelasi 333.852 1.269 1.898 - 337.019 Related parties

Piutang Sewa Pembiayaan 3.564 - - - 3.564 Finance lease receivable

Piutang usaha Trade Receivables

Pihak ketiga 17.592 104 1.136 - 18.832 Third parties

Persediaan 153.167 - - - 153.167 Due to related parties

Uang muka 161.667 - - - 161.667 Due to related parties

Pajak pertambahan nilai Prepaid value

dibayar dimuka 344.845 - - - 344.845 added taxes

Biaya dibayar dimuka 8.414 - - - 8.414 Prepaid expenes

2.325.024 39.356 4.794 - 2.369.174