• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAXES PAYABLE, DEFERRED TAX ASSETS AND LIABILITIES (continued)

PAJAK TANGGUHAN AND LIABILITIES

17. TAXES PAYABLE, DEFERRED TAX ASSETS AND LIABILITIES (continued)

Penyesuaian atas jumlah taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan Kantor Pajak. Perusahaan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2009 ke Kantor Pajak. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasi, Perusahaan belum menyampaikan SPT untuk tahun pajak 2011 ke Kantor Pajak.

The adjustment to the Company’s estimated taxable income is subject to the tax assessment from the Tax Office. The Company had submitted its Annual Corporate Income Tax Return (SPT) for 2009 to the Tax Office. As of the date of completion of the consolidated financial statements, the Company has not yet submitted its SPT for 2011 to the Tax Office.

Perhitungan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The income tax expense calculation is as follows:

30 Juni 2011/ 31 Desember 2010/

June 30, 2011 December 31, 2010

(Tidak diaudit/ (Diaudit/

Unaudited) Audited)

Taksiran penghasilan kena pajak Estimated taxable income

Perusahaan 15.943 78.940 Company

Anak perusahaan 45.885 65.364 Subsidiaries

Jumlah 61.828 144.304 Total

Beban pajak penghasilan - periode berjalan Income tax expense - current

Perusahaan 3.986 19.735 Company

Anak perusahaan 11.471 15.909 Subsidiaries

Jumlah beban pajak penghasilan menurut Income tax expense per consolidated

laporan laba rugi komprehensif konsolidasi 15.457 35.644 statements of comprehensive income

Dikurangi pajak penghasilan

dibayar di muka Less prepaid income tax

Perusahaan 18.803 57.325 Company

Anak perusahaan 8.492 15.315 Subsidiaries

Jumlah pajak penghasilan

dibayar di muka 27.295 72.640 Total prepaid income tax

Taksiran hutang pajak penghasilan

- Pasal 29 Estimated income tax payable - Article 29

Perusahaan - - Company

Anak perusahaan 5.058 2.454 Subsidiaries

Jumlah 5.058 2.454 Total

Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan Estimated claims for tax refund

Perusahaan 14.817 37.590 Company

Anak perusahaan 2.947 1.860 Subsidiaries

Jumlah 17.764 39.450 Total

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, rincian tagihan restitusi pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The detail of claims for tax refund as of June 30, 2011 and 2010 are as follows:

PAJAK TANGGUHAN (lanjutan) AND LIABILITIES (continued)

30 Juni 2011/ 31 Desember 2010/

June 30, 2011 December 31, 2010

(Tidak diaudit/ (Diaudit/

Unaudited) Audited)

Perusahaan Company

2010 37.590 37.590 2010

2011 14.817 -

Anak perusahaan Subsidiaries

2009 4.438 4.438 2009 2010 1.860 1.860 2010 2011 2.947 - Jumlah 61.652 43.888 Total

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, tagihan restitusi pajak penghasilan disajikan sebagai bagian dari “Aset Lain-lain - Tagihan Restitusi Pajak Penghasilan” dalam Aset Tidak Lancar pada laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasi (Catatan 14).

As of June 30, 2011 and December 31, 2010, claims for tax refund are presented as part of “Other

Assets - Claims for Tax Refund” under Non-current Assets in the consolidated statements of financial position (balance sheets) (Note 14).

Manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasi terdiri dari komponen sebagai berikut:

Income tax benefit (expense) per consolidated statements of comprehensive income consist of:

Untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni /

For the six months ended June 30

2011 2010

(Tidak diaudit/ (Tidak diaudit/

Unaudited) Unaudited)

Periode berjalan (15.457) (15.652) Current

Tangguhan 63 - Deferred

Neto (15.394) (15.652 ) Net

Pada tahun 2010 dan 2009, Perusahaan dan beberapa Anak perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan Surat Tagihan Pajak (STP) dari Kantor Pajak untuk beberapa tahun pajak. Berdasarkan SKP dan STP tersebut, Perusahaan dan Anak Perusahaan dikenakan tambahan pajak untuk beberapa pasal dengan jumlah keseluruhan masing-masing sebesar Rp15,8 miliar dan Rp26,3 miliar pada tahun 2010 dan 2009, yang disajikan sebagai bagian dari “Beban Lain-lain” pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi.

In 2010 and 2009, the Company and some Subsidiaries received several Tax Assessment Letters (SKP) and Tax Collection Letters (STP) from the Tax Office for certain fiscal years. Based on the SKP and STP, the Company and Subsidiaries are subject to additional tax for several articles with total amount of Rp15.8 billion and Rp26.3 billion in 2010 and 2009, respectively, which are presented as part of “Other Charges” in the consolidated statements of comprehensive income.

SKP yang diterima Perusahaan dan Anak perusahaan diantaranya adalah SKPLB PPh Badan No. 00051/406/08/051/10 tanggal 24 Juni 2010 untuk tahun fiskal 2008 sebesar Rp52,0 miliar, SKPLB PPN No. 00090/407/08/051/10 tanggal 24 Juni 2010 untuk tahun fiskal 2008 sebesar Rp24,6 miliar, SKPKB PPh 21 No. 00033/201/08/051/10 tanggal 24 Juni 2010 untuk tahun fiskal 2008 sebesar Rp2,2 miliar, SKPLB PPN No. 00082/407/07/051/09 tanggal

The SKP received by the Company and Subsidiaries, among others, SKPLB Corporate Income Tax No. 00051/406/08/051/10 dated June 24, 2010 for 2008 amounted to Rp52.0 billion, SKPLB VAT No. 00090/407/08/051/10 dated June 24, 2010 for 2008 amounted to Rp24.6 billion, SKPKB Income Tax Article 21 No. 00033/201/08/051/10 dated June 24, 2010 for 2008 amounted to Rp2.2 billion, SKPLB VAT No. 00082/407/07/051/09 dated November 10,

17. HUTANG PAJAK, ASET DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN (lanjutan)

17. TAXES PAYABLE, DEFERRED TAX ASSETS AND LIABILITIES (continued)

10 November 2009 untuk periode fiskal Desember 2007 sebesar Rp10,4 miliar, SKPKB PPN No. 00009/277/07/051/09 tanggal 15 September 2009 untuk tahun fiskal 2007 sebesar Rp6,3 miliar dan SKPLB PPN No. 00038/407/08/051/09 tanggal 29 April 2009 untuk periode fiskal Januari sampai September 2008 sebesar Rp85,9 miliar.

, 2009 for December 2007 amounted to Rp10.4 billion, SKPKB VAT No. 00009/277/07/051/09 dated September 15, 2009 for 2007 amounted to Rp6.3 billion and SKPLB VAT No. 00038/407/08/051/09 dated April 29, 2009 for January until September 2008 amounted to Rp85.9 billion.

Berdasarkan SKPKB No. 00035/203/05/051/07 tanggal 30 Mei 2007, PT Elnusa Geosains, Anak perusahaan yang menggabungkan diri dengan Perusahaan pada tahun 2007, dikenakan tambahan PPh 23 sebesar Rp9,9 miliar. Atas pengenaan tambahan pajak tersebut, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk sejumlah Rp7,1 miliar pada tanggal 23 Juli 2007. Pada tanggal 27 Maret 2008, keberatan Perusahaan ditolak oleh DJP. Selanjutnya, pada tanggal 25 Juni 2008, Perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Pengadilan Pajak memutuskan untuk menerima seluruhnya permohonan banding tersebut melalui surat No. Put. 18324/PP/M.XIII/12/2009 tanggal 16 Juni 2009. DJP kemudian mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung atas keputusan banding dari Pengadilan Pajak tersebut. Pada tanggal 21 Desember 2010, Mahkamah Agung memutuskan untuk menolak permohonan peninjauan kembali tersebut.

Based on SKPKB No. 00035/203/05/051/07 dated May 30, 2007, PT Elnusa Geosains, a Subsidiary that merged into the Company in 2007, had been imposed with an additional income tax article 23 amounting to Rp9.9 billion. On the imposition of the additional tax, the Company sent an objection letter dated July 23, 2007 to the Directorate General of Taxes (DGT) amounting to Rp7.1 billion. On March 27, 2008, the objection was rejected by the DGT. Furthermore, on June 25, 2008, the Company filed an appeal to the Tax Court. The Tax Court decided to accept this appeal through its letter No. Put. 18324/PP/M.XIII/12/2009 dated June 16, 2009. The DGT then filed a re-appeal to the Supreme Court on the appeal decision from the Tax Court. On December 21, 2010, the Supreme Court decided to reject the re-appeal.

Pada bulan Agustus 2009, EFK menerima beberapa STP untuk tahun pajak 2004, 2005, 2006, 2007 dan 2008 dari DJP dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp7,0 miliar. Pada tanggal 24 Agustus 2009, EFK mengajukan keberatan ke DJP untuk sejumlah Rp6,6 miliar dan telah ditolak oleh DJP pada tanggal 22 Februari 2010. Selanjutnya, pada tanggal 22 Maret 2010, EFK mengajukan gugatan ke Pengadilan Pajak untuk sejumlah Rp5,7 miliar. Sisa tagihan pajak sebesar Rp1,3 miliar telah dibebankan sebagai biaya pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi tahun 2009. Pada tahun 2010, EFK telah melakukan pembayaran atas beberapa STP dengan jumlah keseluruhan termasuk denda pajak sejumlah Rp3,3 miliar dan sisa STP lainnya telah diajukan pembayaran secara angsuran bulanan sebesar Rp287,0 juta sejak bulan Januari sampai dengan Desember 2011. Pada tanggal 11 Januari 2011, gugatan tersebut ditolak oleh Pengadilan Pajak. Tagihan pajak sejumlah Rp2,9 miliar telah dibebankan sebagai biaya pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi tahun 2010, sedangkan sejumlah Rp2,8 miliar telah diajukan restitusi kepada Kantor Pajak melalui pembetulan SPT PPh

In August 2009, EFK received several STPs for 2004, 2005, 2006, 2007 and 2008 from the DGT totalling Rp7.0 billion. On August 24, 2009, EFK sent an objection letter to the DGT for Rp6.6 billion and was rejected by the DGT on February 22, 2010. Furthermore, on March 22, 2010, EFK filed a lawsuit to the Tax Court for Rp5.7 billion. The remaining tax bills of Rp1.3 billion have been recognized as expenses in the 2009 consolidated statements of comprehensive income. In 2010, EFK had paid several STPs totalling Rp3.3 billion including the tax penalties, while the remaining STPs had been proposed to be paid in monthly installment of Rp287.0 million from January to December 2011. On January 11, 2011, the lawsuit was rejected by the Tax Court. Tax bills amounted to Rp2.9 billion have been recognized as expenses in the 2010 consolidated statements of comprehensive income, while the remaining Rp2.8 billion have been proposed to be refunded to the Tax Office through correction of Annual Corporate Income Tax Return for 2008.

PAJAK TANGGUHAN (lanjutan) AND LIABILITIES (continued)

Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan diubah untuk keempat kalinya dengan Undang- undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28,00% untuk tahun fiskal 2009 dan 25,00% untuk tahun fiskal 2011 dan seterusnya. Perusahaan mencatat dampak perubahan tarif pajak tersebut sebesar Rp0,7 miliar sebagai bagian dari beban pajak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi tahun 2009.

In September 2008, Law No. 7 Year 1983 regarding Income Tax has been amended for the fourth time with Law No. 36 Year 2008. The amended Law stipulates changes in corporate income tax rate from a marginal tax rate to a single rate of 28.00% for fiscal year 2009 and 25.00% for fiscal year 2011 onwards. The Company recorded the impact of the changes in tax rates which amounted to Rp0.7 billion as part of tax expense in the 2009 consolidated statements of comprehensive income.