• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.6 Pengertian Kamera dan Kamera Video

2.1.6.4 Fitur-Fitur IP Camera

Menurut Miftah Faroq Santoso (2018:59) “Adapun fitur-fitur umum yang telah dimiliki oleh IP Camera adalah sebagai berikut :

a. Pengaturan akun untuk hak akses pengguna b. Resolusi minimal gambar 640 x 480 piksel c. Pengaturan frame rate setiap detik (fps)

d. Pengiriman gambar dengan menggunakan protokol FTP e. Pandangan malam

f. Pengaturan IP secara statis dan dinamis”.

2.1.6.5 Perbedaan Ip Camera dengan kamera CCTV (Close Circuit Televison) Adapun perbedaan yang terdapat yaitu sebagai berikut:

a. Dapat Diakses Dari Mana Saja (Remoote Viewing)

Sebuah IP camera mempunyai keunggulan utama yaitu mampu di akses dari lokasi dimana saja di seluruh dunia asalkan tersedia koneksi internet di kedua sisi. Sebuah kamera CCTV juga bisa diakses dari mana saja namun perlu menambahkan sebuah alat khusus berupa hardware maupun software, sedangkan IP camera tidak perlu menambahkan alat dan langsung bisa memantau kamera melalui browser desktop maupun aplikasi mobile smartphone.

b. Dapat Merekam Darimana Saja (Remote Recording)

Fitur utama dari sebuah kamera pengawas adalah mampu mengawasi dan merekam semua kegiatan di ruangan yang dipantau oleh kamera pengawas. Sebuah kamera CCTV merekam semua kegiatan kedalam sebuah media penyimpanan berupa kaset pada alat decoder/DVR. Namun hal ini sangat rawan dan bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengambil rekaman dan menghilangkan barang bukti.

Sedangkan teknologi IP camera menggunakan teknologi penyimpanan yang aman karena sistem penyimpanannya tidak harus berdekatan dengan kamera.

c. Tanpa Kabel (Wireless)

Sebuah kamera CCTV dianggap sudah kuno karena masih menggunakan kabel untuk menghubungkan sebuah kamera dengan pusat kontrol decoder/DVR. Hal tersebut sudah tidak efisien lagi karena kurang praktis.

Sedangkan untuk IP camera hanya menggunakan sebuah kabel untuk power suplay, sedangkan teknologinya sudah menggunkan teknologi wireless tanpa kabel dan tidak membutuhkan decoder/DVR.

d. Video Analisa (Analytics Video)

Sebuah teknologi IP camera saat ini sudah banyak yang mendukung teknologi analytics video yang dilengkapi dengan tracking dan motion detection, dimana fitur ini kamera mampu mendeteksi gerakan dan mampu membedakan gerakan pohon, mobil, hewan, dan manusia.

e. Kamera Bisa Digerakkan (Pan Tilt Zoom)

Hampir seluruh kamera CCTV tidak memungkinkan sebuah kamera untuk digerakkan ke atas, bawah, dan samping. Sedangkan sebuah IP camera mampu digerakkan ke segala arah dan bisa di zoom dengan teknologi PTZ.

Sumber : http://ilmukomputerindonesia-komputer.blogspot.com/p/visual-basic 60.html

2.1.6.6 Bagian-Bagian IP Camera

a. Lensa , gunanya untuk memfokuskan gambar.

b. Sensor gambar (CCD atau CMOS) : digunakan untuk merubah cahaya ke signal listrik.

c. Prosessor pengolah gambar dan compresi gambar, supaya data tidak terlalu besar data perlu di compresi.

d. Microcomputer dan ethernet , mengontrol system dan menyambungkan ke jaringan komputer.

e. Input Output port, gunanya untuk mengontrol lensa (fokus,zoom) menggerakan arah kamera, menggerakan relay dll.

f. Input Audio/suara.

Sumber : http://kameraipcanggih.blogspot.com/2015/06/bagian-bagian-dan-jenis- ip-camera.html

2.1.6.7 Jenis-Jenis IP Camera

Menurut Wikipedia secara umum, ada dua jenis ip camera : a. Centralized IP camera

IP camera jenis ini memerlukan Network Video Recorder (NVR) untuk meng-handle perekaman, video dan managemen alarm.

b. Decentralized IP camera

Jenis IP camera ini telah memiliki fungsi built-in yang dapat merekam langsung ke media penyimpanan digital seperti flashdisk, harddisk atau media penyimpanan yang terpasang di jaringan.

Jenis-jenis IP camera 1. Fix Ip camera.

2. Dome IP Camera.

3. PTZ (pan, tilt, zoom) IP Camera.

Gambar 2.8 Jenis-Jenis IP Camera

Sumber : http://www.it-shop.co.id/news/155/Pengertian-dan-jenis-jenis-IPcamera

2.1.7 Pengembangan Sistem 2.1.7.1 Waterfall

Metode air terjun atau yang sering disebut metode waterfall sering dinamakan siklus hidup klasik (classic life cycle), dimana hal ini menggambarkan pendekatan yang sistematis dan juga berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman, 2012). Tahapan metode waterfall dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.9 Tahapan Metode Waterfall

Sumber : http://www.pengetahuandanteknologi.com/2016/09/metode-waterfall- definisi-tahapan.html

2.1.7.2 SDLC (System Development Life Cycle)

SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi.

SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana(planning),analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).

Sumber : https://joulisinolungan.wordpress.com/2014/12/10/pengembangan- sistem-teknologi-informasi-metode-sdlc-system-development-life-cycle/

2.1.7.4 Fungsi Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Fungsi siklus hidup pengebangan sistem sebagai berikut:

a. Mengidentifikasikan masalah-masalah dari user

b. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user

c. Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah

d. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user

Sumber : http://672012228.blogspot.com/2012/11/hdgu.html

2.1.7.5 Prinsip Pengembangan Sistem

Ada beberapa prinsip yang tidak boleh dilupakan yaitu : a. Sistem untuk manajemen

b. Investasi modal yang besar

c. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik

d. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system

e. Proses pengembangan system tidak harus urut f. Jangan takut membatalkan proyek

g. Dokumentasi harus ada dan pedoman dalam pengembangan sistem Sumber : http://672012228.blogspot.com/2012/11/hdgu.html

2.1.7.6 Teknik Pengembangan Sistem

Teknik pengembangan sistem adalah sebagai berikut:

a. Teknik manajemen proyek -> untuk penjadualan proyek, contoh: CPM dan

c. Teknik analisis biaya/manfaat -> cost-benefit dan cost-effectiveness analysis d. Teknik menjalankan rapat

e. Teknik inspeksi

Sumber : http://672012228.blogspot.com/2012/11/hdgu.html

2.1.7.7 Tahapan Siklus Hidup Pengembangan Sistem SDLC

Tahapan siklus hidup pengembangan sistem SDLC sebagai berikut:

a. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem dan proses organisasi.

b. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem

c. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat.

Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak

d. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.

e. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.

f. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauh mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan

Sumber : http://672012228.blogspot.com/2012/11/hdgu.html

2.1.8 Alat Bantu Perancangan Sistem Informasi

Alat bantu perancangan logika program terbagi atas 2 yaitu sebagai berikut:

a. Struktur Program

Menggambarkan menu utama pada program yang akan dirancang juga menampilkan apa yang dikerjakan pada sebuah sistem atau membuat bagian bentuk spesifikasi dari modul-modul program yang dikerjakan pada sebuah sistem.

Sumber : http://hidayatullahasmyy.blogspot.com/2016/04/alat-bantu-dalam- perancangan-sistem.html

b. Flowchart

Program Flowchart adalah diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Bagan alir program (program

flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Berikut ini adalah simbol-simbol dari flowchart:

Tabel 2.2 Simbol Flowchart

No Simbol Keterangan

1. Simbol input/output, digunakan untuk mewakili

data input/output

2. Simbol proses, digunakan untuk mewakili suatu

proses

3. Simbol garis aliran, digunakan untu

menunjukkan arus dari proses

4. Simbol penghubung, digunakan untuk

menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus baik pada halaman yang sama maupu di halaman berikutnya

5. Simbol keputusan, digunakan untuk suatu

penyelesaian kondisi di dalam program

6. Simbol proses terdefinisi, digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain

7. Simbol persiapan, digunakan untuk

memberi/menset nilai awal suatu besaran

8. Simbol titik terminal, digunakan untuk

menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses

Sumber : http://hidayatullahasmyy.blogspot.com/2016/04/alat-bantu-dalam- perancangan-sistem.html

Ada 5 (lima)macam bagan alir,yaitu sebagai berikut:

1. Bagan Alir Sistem (Systems Flowchart)

Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan ants pekerjaan secara keseluruhan dart sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dan prosedur-prosedur yang ada dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

2. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)

Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir fonnulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan ants dart laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

3. Bagan alir skematik (Schematic Flowchart)

Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur dalam sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbolsimbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

4. Bagan Alir Program (Program Flowchart)

Bagan alir program (program flowchal4) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkalt dart proses program. Bagan alir program ini dibuat dart ferivikasi bagan alir sistem.

Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alir logika program ini dipersiapkan oleh analisis sistem. Bagan

alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.

5. Bagan Alir Proses (Process Flowchart)

Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem yang menggambarkan proses dalam suatu prosedur. Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur, dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang

Menurut T.Sutoyo dkk (2009:5) “pengolahan citra digital adalah sebuah disiplin ilmu yag mempelajari hal-hal yag berkaitan dengan perbaikan kualitas gambar (peningkatan kontras, transformasi warna, restorasi citra), transformasi gambar (rotasi, translasi, skala, transformasi geometrik), melakukan pemilihan citra ciri (feature image) yang optimal untuk tujuan analisis, melakukan proses penarikan informasi atau deskripsi objek atau pengenalan objek yang terkandung pada citra, melakukan kompresi atau reduksi data untuk tujuan penyimpanan data, trasmisi data, dan waktu proses data. Input dari pengolahan citra adalah citra, sedangkan output-nya adalah citra hasil pengolahan”.

2.1.10 Sistem Pemantau dan Smart Home

Menurut Badirun Basir,dkk (2017:85) “sistem pemantau berasal dari kata sistem dan pemantau, yang berartibahwa sistem merupakan kesatuan koponen dan/atau elemen yang saling terhubung yang dapat mempermudah aliran energi, materi, atau informasi. Sedangkan pemantau adalah orang yang melakukan pengawasan suatu keadaan dalam suatu kejadian atau waktu tertentu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pemantau merupakan suatu sistem yang memperhatikn objek atau keadaan yang dilakukan sepanjang waktu yang memudahkan aliran materi atau energi informasi. Yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem pemantau adalah kemudahan, kenyamanan, dan mobilitas”.

Menurut Badirun Basir,dkk (2017:85) “sistem rumah pintar (smart home) merupakan sistem aplikasi yangmenggabungkan berbagai teknologi maupun pelayanan yang dikhususka daalam lingkungan rumah dengan fungsi tertentu untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuninya.

Sistem smart home biasanya terdiri dari perangkat kontrol. Monitoring dan otomatisasi beberapa perangkat atau peralatan rumah yang dapat diaksses melalui sebua komputer atau smartphone.

Sebuah rumah dikatakan smart jika memiliki komponen pendukung yag saling beriteraksi satu sama lain. Komponen pendukung terdiri dari (1) internal networking, (2) intellegent control dan (3) home automatio.

Gambar 2.10 Komponen Smart Home

Ketiga komponen smart home yang saling mendukung tersebut dijelaskan sebagai berikut :

a. Internal Network

Yaitu sebuah jaringan atau interkoneksi antara objek dengan perangkat rumah. Internal network mengintegrasikan koordinat komponen dengan kabel atau nirkabel.

b. Intelligent Control

Yaitu proses yang terpusat yang bertanggungjawab menjaga dan memelhara kinerja sistem secara keseluruhan. Intelligent control juga bisa menjadi gateway yang dapat mengakses kesebuah sistem dan dari dalam sistem.

c. Home Automation

Yaitu produk akhir dari sebuah smart home sehingg mendapat dukungan dinamis dan akses elektronik”.

2.1.11 Spesifikasi Alat

Spesifikasi alat yang digunakan alam sistem monitoring ruangan adalah sebagai berikut:

a. Spesifikasi Perangkat Keras

Tabel 2.3 Spesifikasi Perangkat Keras

No Nama Komponen Unit Keterangan

1 Personal Computer 1

a. Prosesor CPU Intel ® Dual Core

b. VGA Onboard

c. Sound Onboard d. HDD SATA 160GB e. RAM 2 GB

2. Ip Camera 1

Ip Camera Wifi Security Double Antena P2P Two way Audio HD 720p

3. Smartphone 1 RAM 2 GB, OS Android

4. Swith + Router 1 TP-LINK

5. Modem 1 IndoHome (Built In) Telkom,

ZTE b. Spesifikasi Perangkat Lunak

Tabel 2.4 Spesifikasi Perangkat Lunak

No Nama Perangkat Lunak Unit Keterangan

1. OS Windows 8 1 Windows 8 untuk Sistem

Operasi Komputer

2. OS Android 1 Sistem Operasi Android versi

Marshmallow ke atas, untuk smartphone

3. YYP2P 1 Aplikasi (built-in) Ip Camera

dari samsung

2.2 Kerangka Konseptual

Adapun kerangka konseptual dalam peyusunan metodologi penelitian ini terdiri dari : input, proses, output

Gambar 2.11 Kerangka Konseptual Keterangan :

1. Input

Input atau masukan berupa ip kamera, aplikasi monitoring dan bisa mengatur pan and tilt kamera (kamera bergerak ke kiri-kanan-atas-bawah)

2. Proses

Proses yang dilakukan yaitu memonitoring ruangan mengguakan kamera, mendeteksi adanya gerakan, dan menyimpan hasil rekaman ke dalam PC

47 3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian digunakan untuk pembuatan sistem monitoring ruangan dengan mengumpulkan berbagai macam sumber yaitu pengumpulan informasi, konsep-konsep yang berkaitan dengan sistem monitoring ruangan yang bersifat teori seperti jurnal, buku panduan, internet dan lain sebagainya.

Dalam melengkapi informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem monitoring ruangan ini, penulis dalam penelitian menggunakan metode eksperimental yang mmana metode ini meliputi studi literatur, analisa, perancangan, implementasi, pengujian sistem, evaluasi dan dokumentasi.

Berikut adalah penjelasan mengenai metode eksperimental yaitu:

a. Studi literatur

Pada studi literatur yaitu pencarian sumber-sumber atau dasar-dasar teori dan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Teori-teori yang terkait dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini seperti teori pendukung lainnya dan nantinya diperlukan dalam penelitian ini.

b. Analisa

Pada tahap analisa ini melakukan analisa terhadap siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang bangun dan implementasi, dan mendeskripsikan sistem yang akan di buat atau dibentuk. Analisis dilakukan untuk membuat suatu bentuk rancang

sistem monitoring ruangan dengan menggunakan Ip camera yang akan digunakan dalam penelitian ini.

c. Perancangan dan Implementasi

Pada perancangan dan implementasi ini yaitu melakukan perbandingan dengan sumber data yang telah didapat sebelumnya agar pada saat implementasi dapat terlaksana dengan baik.

d. Pengujian Alat

Pada tahap pengujian alat, pada tahap ini merupakan tahap akhir dalam penelitian. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem monitoring ruangan menggunakan Ip camera ini telah berjalan dengan baik dan semestinya. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan smartphone sebagai alat pemantau dan PC sebagai penyimpan hasil rekaman yang berupa gambar atau video.

3.2 Langkah-Langkah Metode Penelitian

Langkah-langkah metode penelitiannya berupa metode pustaka, metode analisis, dan perancangan dan implementasi yaitu :

3.2.1 Metode Pustaka

Metode ini dilakukan dengan cara mencari informasi yang diperlukan dalam penelitian ini dari berbagai sumber teori seperti jurnal, internet, dan buku yang ada di perpustakaan.

3.2.2 Metode Analisis

Proses analisis dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu :

1. Analisis sistem yang sedang berjalan

Analisis sistem dilakkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang ada, serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Analisis sistem keamanan rumah yang dibangun nantinya dapat memberikan kemudahan di tempat implemetasi.

2. Melakukan observasi langsung dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dan data yang dibutuhan dalam melakukan penelitian yaitu pembuatan arsitektur sistem monitoring ruangan

3. Melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi dan data yang dibutuhkan sebagai gambaran dalam pembuatan arsitektur sistem monitoring ruangan

3.2.3 Perancangan dan Implementasi

Pada tahap ini akan dilakukan proses perancangan dengan tahap-tahap sebagai berikut :

a. Pembuatan rancangan arsitektur sistem monitoring ruangan dengan menggunakan IP camera.

b. Menetukan komponen perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) sebagai pendukung sistem monitoring ruangan menggunakan IP camera.

c. Membuat dan mengimplementasikan arsitektur sistem monitoring ruangan dengan menggunakan IP camera.

d. Melakukan testing terhadap arsitektur sistem monitoring ruangan melalui wifi camera untuk mengetahui kekurangan rancangan sistem ini.

3.3 Kerangka Metodologi Penelitian

Untuk memperjelas arah penelitian ini, dapat dilihat pada gambar kerangka metodologi berikut ini :

Gambar 3.1 Kerangka Metodologi Penelitian Star menyebabkan rawan dari pencurian atau perampokan.

Perencanaan / Planning

Merancang arsitektur sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera berbasis internet meggunakan platform android

A Review Jurnal

A

Gambar 3.1 Kerangaka Metodologi Penelitian Analisa dan desain sistem menggunakan bahasa pemograman

Visual Studio 10

1. Menganalisa terhadap siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang bangun dan implementasi, dan mendeskripsikan sistem

2. Mendesain tampilan aplikasi untuk penyimpanan pada PC

Pengolahan gambar atau video menggunakan kamera melalui ip camera untuk disimpan dalam PC

Implementasi Sistem

Arsitektur sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera yang telah diuji dan diterapkan

Perawatan Sistem

Melakukan perawatan untuk menjaga kestabilan sistem

End

Keterangan :

1. Tahap awal yaitu pendahuluan penelitian, penulis melakukan wawancara, pengamatan (observasi) secara langsung.

2. Tahap kedua, yaitu review jurnal

3. Tahap ketiga yaitu mengisi landasan teori mencakup materi tentang sistem monitoring ruangan yang dikutip dari jurnal, tentang IP kamera, dan tentang android.

4. Tahap keempat yaitu mengidentifikasi masalah yang terdapat dalam penelitian diantaranya sistem keamanan rumah yang masih konvensional dan kurangnya sistem keamanan rumah dalam keadaan kosong menyebabkan rawan dari pencurian dan perampokan.

5. Tahap kelima yaitu adanya perencanaan/planing berisi cara merancang arsitektur sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera berbasis internet menggunakan platform android

6. Tahap keenam yaitu menganalisa terhadap siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang bangun dan implementasi, dan mendeskripsikan sistem, dan mendesain tampilan aplikasi untuk penyimpanan pada PC

7. Tahap ketujuh yaitu pengolahan gambar atau video menggunakan kamera melalui ip camera untuk disimpan dalam PC

8. Tahap kedelapan implementasi sistem yaitu arsitektur sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera yang telah diuji dan diterapkan

9. Tahap kesembilan yaitu perawatan sistem untuk menjaga kestabilan sistem

53 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan

Analisis sistem dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang ada, serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Analisis sistem keamanan rumah yang dibangun nantinya dapat memberikan kemudahan di tempat implemetasi.

Pada saat ini keamanan rumah sangat penting diperhatikan oleh sipemiliknya karena rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong rawan terhadap pencurian atau perampokan. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian pemilik rumah kurang memperhatikan keamanan rumah yang terlihat dari rapuhnya sistem keamanan rumah, misalnya menggunakan sistem keamanan konvensional dengan membuat tembok dan pagar yang tinggi, menggunakan terali besi untuk melindungi rumah dari bahaya baik yang terjadi dari dalam maupun dari luar rumah. Dengan bantuan teknologi yang terprogram secara otomatis melalui komputer atau alat canggih lainnya akan dapat membentuk penggunanya mendapatkan rasa aman, memantau sistem keselamatan dan keamanan rumah.

Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah ini yaitu dengan bantuan smartphone. Hal ini dapat membantu dalam memanfaatkan dan digunakan untuk pengembangan sistem ini. Dan sistem ini masih sedikit yang mengimplementasikannya pada rumah pribadi dan analisis ini mewujudkan

penyempurnaan sistem yang sudah ada. Penyempurnaan ini memanfaatkan teknologi seperti Ip camera, smartphone android, dan PC.

4.2 Prinsip Kerja Sistem Monitoring Ruangan

Sistem monitoring yang dibuat merupakan suatu sistem yang dilakukan untuk memantau keadaan rumah dengan menggunakan ip camera dengan menggunakan jaringan wifi. Pada monitoring ruangan ini, kamera akan menangkap benda yang bergerak dan memberikan notifikasi berupa alarm lewat smartphone. Smartphone yang digunakan telah melakukan penginstalan aplikasi monitoring untuk nantinya bisa memantau keadaan rumah bila kamera menangkap gambar atau video. Untuk penyimpanan gambar atau video yang terekam akan di simpan di dalam PC (Personal Computer). Pada PC (Personal Computer) ini nantinya sipemilik rumah bisa melihat kejadian atau sebagai record kejadian yang telah ditangkap oleh kamera. Pada sistem monitoring ruangan ini menggunakan jaringan wireless sebagai perangkat yang menghubungkan PC dan android sebagai output atau penerima data yang dikirim oleh kamera melalui jaringan wireless.

4.3 Perancangan Alat

Perancangan alat terdiri atas 2 (dua) yaitu hardware dan software.

Hardware yang dimaksud yaitu semua perangkat keras yang mendukung sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera. Sedangkan software yaitu semua perangkat lunak yang mendukung dalam perancangan sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera.

4.3.1 Perancangan Hardware

Berikut ini adalah peragkas keras yang mendukung sistem monitoring ruangan melalui wifi kamera yaitu:

a. Ip Camera

Kamera ip ini berfungsi sebagai alat untuk memonitor ruangan yang nantinya

Kamera ip ini berfungsi sebagai alat untuk memonitor ruangan yang nantinya

Dokumen terkait