• Tidak ada hasil yang ditemukan

GEPENG Gangguan

METODOLOGI PENELITIAN

10. Fokus Amatan Penelitian

Untuk mempermudah penulisan agar lebih fokus dalam melakukan penelitian, maka peneliti memfokuskan masalah yang akan dibahas pada persoalan pembinaan mental terhadap gelandangan dan pengemis,

Banyak pelayanan yang ditawarkan oleh panti sosial pangudi luhur Bekasi dalam membina Warga Binaannya, tapi disini peneliti hanya memfokuskan penelitiaan mulai dari pedekatan awal, proses pembinaan mental sampai tahap terminasi (pengakhiran) yang dilaksakan disana.

10

Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1998), Hal 330-331.

11Ibid, hal 329. 12Ibid, hal 341.

Fokus amatan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pendekatan Awal

Adalah serangkaian kegiatan untuk mendapatkan pengakuan, dukungan, bantuan, dan peran serta dalam pelaksanaan program, termaksud upaya memperoleh gambaran potensialitas sumber-sumber pelayanan, pasar usaha dan kerja serta untuk mendapatkan calon klien.

Pendekatan dimaksud, meliputi kegiatan-kegiatan orientasi dan konsultasi, identifikasi, motivasi dan seleksi dengan jabaran rincian sebagai berikut :

a. Orientasi dan konsultasi

Ialah kegiatan pengenalan program pelayanan kepada Pemerintah Daerah, instansi-instansi teknis, dan pilar-pilar partisipan usaha kesejahteraan sosial yang terkait untuk mendapatkan pengesahan/pengakuan, dukungan/bantuan dan peran sertanya dalam pelaksanaan program.

Pendekatan awal pertama kali di lakukan oleh PSBK dalam bentuk orientasi dan konsultasi.

b. Identifikasi

Ialah kegiatan upaya untuk memperoleh data yang lebih rinci tentang diri gelandangan dan pengemis serta potensi lingkungan, termasuk sumber-sumber pelayanan dan pasaran kerja dan usaha, fasilitas/garis kemudahan.

c. Motivasi

Ialah kegiatan pengenalan program pengenalan kepada gelandangan dan pengemis untuk menumbuhkan keinginan dorongan yang tinggi dalam mengikuti, melaksanakan program pelayanan dan rehabilitasi sosial.

43

d. Seleksi

Ialah kegiatan pengelompokan/klasifikasi penyandang masalah kesejahteraan sosial terutama yang sudah dimotivasi, untuk menentukan siapa yang memenuhi persyaratan dan siapa yang tidak dapat diterima menjadi calon penerima pelayanan.

2. Penerimaan

Adalah serangkaian kegiatan administratif maupun teknis meliputi registrasi, dan penempatan dalam program pelayanan yang dilaksanakan pada saat calon penerima pelayanan hasil seleksi secara syah diterima sebagai klien definitif di panti. Kegiatan penerimaan tersebut secara operasional adalah sebagai berikut : a. Registrasi

Ialah kegiatan registrasi administrasi pencatatan dalam buku induk penerima pelayanan (setiap penerima pelayanan 1 klien agar diberi NIP/NIK) dan mengkompilasikan berbagai formulir isian untuk mendapatkan penerima pelayanan definitif lengkap dengan segala informasi/biodatanya.

b. Penempatan dalam program rehabilitasi sosial

Adalah kegiatan pengelompokan bakat dan minat para penerima pelayanan (klien) dipadukan dengan program bimbingan, khususnya program keterampilan kerja praktis yang sudah diprogramkan (sesuai dengan inventarisasi pasaran usaha/kerja) untuk menambahkan semangat dan kecintaan untuk mengikuti bimbingan kerja tersebut.

3. Pengungkapan dan Pemahaman Masalah (Assesment)

Ialah upaya untuk menelusuri, menggali data penerima pelayanan (klien), faktor-faktor penyebab masalahnya tanggapannya serta kekuatan-kekuatannya

dalam upaya membantu dirinya sendiri. Hal ini dapat dikaji, dianalisa dan diolah untuk membantu upaya rehabilitasi sosial, dan resosialisasi bagi penerima pelayanan (klien).

4. Pembinaan Mental

Adalah serangkaian kegiatan teknis operasional yang diarahkan untuk pulihnya kembali harga diri, kepercayaan diri, disiplin, kemampuan integrasi, kesadaran dan tanggung jawab sosial kemampuan penyesuaian diri dan penguasaan satu atau lebih jenis keterampilan kerja sebagai bekal untuk dapat bermata pencaharian layak dalam tatanan hidup masyarakat. Bimbingan Mental. Proses kegiatan ini yang peneliti fokuskan, untuk mengetahui bagaimana model pembinaan mental, dan faktor-faktor apakah yang menjadi pendukung dan penghambat menentukan keberhasilan pembinaan mental.

5. Resosialisasi

Adalah serangkaian kegiatan bimbingan yang bersifat dua arah yaitu di satu pihak untuk mempersiapkan klien agar dapat berintegrasi penuh ke dalam kehidupan dan penghidupan masyarakat secara normatif, dan di satu pihak lagi untuk mempersiapkan masyarakat khususnya masyarakat daerah asal atau lingkungan masyarakat di lokasi penempatan kerja/usaha klien agar mereka dapat menerima, memperlakukan dan mengajak serta untuk berintegrasi dengan kegiatan kemasyarakatan. Adapun kegiatan resosialisasi meliputi beberapa hal sebagai berikut :

a. Bimbingan kesiapan dan peran serta masyarakat

Ialah kegiatan bimbingan/tuntunan pendekatan untuk menumbuhkan kemauan keluarga, masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, organisasi sosial.

45

b. Bimbingan sosial hidup bermasyarakat

Ialah serangkaian kegiatan bimbingan yang diarahkan agar klien tersebut dapat melaksanakan seluruh kegiatanya sesuai dengan norma yang berlaku dan menghindari kegiatan yang menjadi larangan-larangan masyarakat.

c. Pemberian bantuan stimulans usaha produktif

Ialah serangkaian kegiatan pengadaan bantuan peralatan dan bahan untuk mempersiapkan klien dapat melaksanakan praktek bermata pencaharian dan bantuan tersebut bersifat merangsang usaha-usahanya agar dapat lebih berkembang.

d. Bimbingan usaha/kerja

Ialah kegiatan tuntutan praktek berusaha/bekerja untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang layak, serta praktek mengelola usaha, menuju terciptanya kondisi usaha yang efektif dan efisien.

6. Penyaluran

Adalah serangkaian kegiatan yang diarahkan untuk mengembalikan penerima pelayanan kedalam kehidupan dan penghidupan di masyarakat secara normatif baik dilingkungan keluarga, masyarakat, daerah asal maupun kejalur-jalur lapangan kerja/usaha mandiri (wirausaha) dengan bertransmigrasi.

7. Bimbingan Lanjut

Adalah serangkaian kegiatan bimbingan yang diarahkan kepada klien dan masyarakat guna lebih memantapkan, meningkatkan dan mengembangkan kemandirian klien dalam kehidupan serta penghidupan yang layak.

a. Bimbingan peningkatan kehidupan bermasyarakat dan peran serta dalam pembangunan.

Ialah kegiatan bimbingan usaha bimbingan/tuntunan untuk lebih memantapkan kemampuan penyesuain diri dalam tata hidup bermasyarakat dan keikutsertan mereka dalam proses pembangunan sesuai dengan kemampuanya. b. Bantuan pengembangan usaha/bimbingan peningkatan keterampilan.

Ialah serangkaian kegiatan yang diarahkan kepada penerima pelayanan dalam bentuk pemberian bantuan ulang balik berupa peralatan dan bahan permodalan maupun pemantapan keterampilan, sehingga jenis usaha/kerjanya lebih berkembang.

c. Bimbingan pemantapan kemandirian/peningkatan usaha/kerja.

Ialah serangkaian kegiatan bimbingan yang diarahkan kepada penerima pelayanan guna dapat meningkatkan usaha ekonomis, produktif, sehingga dapat mengembangkan jenis dan jumlah penghasilannya.

8. Evaluasi

Untuk memastikan apakah proses pelayanan dan rehabilitasi sosial gelandangan pengemis berlangsung sesuai rencana yang telah ditetapkan wajib dilakukan evaluasi terhadap setiap tahapan proses yang dilalui dan kemudian diambil kesimpulan apakah secara keseluruhan proses telah berjalan baik dan dapat dilakukan pengakhiran pelayanan.

9. Terminasi (Pengakhiran Pelayanan)

Pengakhiran pelayanan dilaksanakan untuk memastikan hasil evaluasi umum terhadap klien telah dapat menjalankan fungsi sosialnya secara wajar dan mampu menjadi warga negara masyarakat yang bertanggung jawab. Dalam hal ini dipersiapkan klien dalam proses pengakhiran berjalan secara wajar, dimana pemutusan pelayanan tidak menimbulkan konflik psikologis yang dapat

47

mengganggu klien. Disamping itu agar administrasi penanganan kasus berlangsung dengan tertib, dibuatkan surat pemberitahuan formal bahwa proses pelayanan klien sudah berakhir.

48

(Panti Sosial Bina Karya) “Pangudi Luhur” Bekasi

Dokumen terkait