II.3. Aspek Pelayanan Umum
II.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan
Kinerja atas layanan urusan pilihan dilakukan terhadap indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan pilihan pemerintah daerah, yaitu bidang urusan pertanian, kehutanan, energi dan sumberdaya mineral, pariwisata, kelautan dan perikanan, perdagangan, industri dan ketransmigrasian. Berikut ini disajikan beberapa indikator kinerja pada fokus layanan urusan pilihan pemerintahan daerah, sebagai berikut.
a. Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Jumlah investor PMDN/PMA dihitung dengan menjumlahkan banyaknya investor PMDN berskala nasional dengan banyaknya investor PMA berskala nasional yang aktif berinvestasi di daerah dan pada suatu periode tahun pengamatan. Jumlah investor PMDN/PMA di Provinsi dapat disajikan dalam table 32 berikut.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 41
Tabel.32.Jumlah Investor PMDN/PMA Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Uraian PMDN PMA Total
2004 Jumlah Investor 1 - 1 2005 Jumlah Investor - 3 3 2006 Jumlah Investor 1 2 3 2007 Jumlah Investor 3 9 12 2008 Jumlah Investor 52 49 101 2009 Jumlah Investor 75 81 156 2010 Jumlah Investor 76 80 156
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Pada Tabel di atas dapat kita lihat pada tahun 2004 terdapat 1 jumlah investor dan pada tahun 2008 jumlah total PMDN dan PMA berjumlah 101, dan pada tahun 2010 jumlah PMDN dan PMA mengalami peningkatan jumlah sebesar 156 investor. Dengan adanya peningkatan jumlah investor PMDN dan PMA setiap tahunnya ini di akibatkan iklim investasi di Sulawesi Tenggara sudah semakin baik.
b. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja dan Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA)
Jumlah tenaga kerja bekerja pada perusahaan PMA/PMDN dihitung dari banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada investasi PMA/PMDN yang terealisasi pada suatu tahun. Jumlah seluruh PMA/PMDN dihitung dari banyaknya proyek investasi yang terealisasi di daerah pada suatu tahun. Nilai PMDN/PMA di provinsi dapat disajikan dalam tabel 32 berikut.
Tabel.33.Realisasi Investasi PMDN/PMA Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun
Realisasi Investasi
PMDN Realisasi Investasi PMA Jumlah
Proyek Nilai Investasi (000 Rp) Jumlah Proyek
Nilai Investasi (000 US $) 2004 1 392.954,81 - - 2005 - - 3 8.605 2006 1 2.040.000,00 2 12.949 2007 3 4.033.750,00 9 13.349 2008 52 12.684.496,06 49 29.381 2009 75 13.204.509,30 81 1.106.108,04 2010 76 14.439.228,33 80 55.865,14
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 42 Berdasarkan tabel 33, bahwa penanaman modal asing di Provinsi Sulawesi Tenggara terus meningkat setiap tahunnya, dimana pada tahun 2005 mencapai 3 proyek dengan nilai investasi 8.605 (000 US $) dan pada tahun 2010 meningkat cukup tajam mencapai 80 proyek dengan nilai investasi 55.865,14 (000 US $). Puncak peningkatan tertinggi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terjadi di tahun 2009, yakni dengan 81 proyek nilai investasi PMA sebesar 1.106.108,04 (000 US$). Hal ini menunjukan tingkat perkembangan ekonomi yang signifikan di Sulawesi Tenggara.
Meningkatnya jumlah proyek dan nilai investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara disebabkan investasi disektor pertambangan serta investasi pada sektor pertanian yang dilakukan oleh Bin Laden Group. Hasil ini pula dicapai melalui serangkaian Road show atau promosi yang dilakukan oleh Pemerintah daerah Kota, Kabupaten dan Provinsi dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Jumlah penanaman modal di Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukan perkembangan yang cukup signifikan setiap tahun, di mana pada tahun 2004 mencapai 1 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp.392.954,81 dan pada tahun 2010 meningkat mencapai 76 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp.14.439.228,33.
Selain investor dari luar negeri, investor dalam negeri memiliki kapasitas untuk berinvestasi di setiap wilayah. Pemerintah perlu menyiapkan strategi-strategi untuk mempromosikan potensi yang ada di wilayah masing-masing. PMDN di Provinsi Sulawesi Tenggara masih bergerak di sektor pertambangan. Sampai dengan beberpa tahun ke depan, pertambangan masing merupakan salah satu sektor primadona dalam upaya menarik investor untuk menanamkan modalnya di wilayah ini.
c. Persentase Koperasi Aktif
Koperasi aktif adalah koperasi yang dalam dua tahun terakhir mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) atau koperasi yang dalam tahun terakhir melakukan kegiatan usaha. Persentase koperasi aktif di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat terlihat pada tabel 34 berikut.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 43
Tabel.34.Koperasi Aktif Provinsi Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Koperasi Aktif Jumlah Koperasi %
2004 1.907 - 2005 1.837 2.139 85,88 2006 1.892 2.193 86,27 2007 1.934 2.217 87,24 2008 2.270 2.568 88,40 2009 2.329 2.751 84,66 2010 2.519 2.896 86,98
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Dari tabel 34 terlihat bahwa koperasi aktif pada tahun 2005 sebanyak 85,88% dari total koperasi. Pada tahun 2006 koperasi aktif meningkat menjadi 86,27%. Pada tahun 2007 koperasi aktif meningkat menjadi 87,24%. Tahun 2008 koperasi aktif meningkat menjadi 88,40%.
Bentuk organisasi yang paling ideal dalam mengejahwantahkan sistem ekonomi Pancasila yang berdasarkan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah koperasi. Di Provinsi Sulawesi tenggara, jumlah koperasi aktif mencapai
88%. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran dikalangan pengelola koperasi untuk terus menjaga kelangsungan koperasi masing-masing, mengingat manfaat yang diterima oleh anggotanya cukup besar.
d. Angka Partisipasi Angkatan Kerja
Tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan persentase pekerja terhadap penduduk berusia 15 tahun ke atas di suatu wilayah tertentu dalam hal ini Provinsi Sulawesi Tenggara. Perkembangan data tingkat partisipasi angkatan kerja tahun 2004-2010 dapat terlihat pada tabel 35 berikut.
Tabel.35.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%)
2004 74,74 2005 69,84 2006 66,61 2007 67,44 2008 70,64 2009 70,39 2010 71,86
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 44 Berdasarkan tabel 35 jelas terlihat tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 74,74 persen, namun pada tahun 2005 dan tahun 2006 turun mencapai 69,84 persen dan 66,61 persen dan mengalami peningkatan pada tahun 2007 mencapai 67,44 persen dan mencapai 70,64 persen pada tahun 2008. Hal ini menunjukan semakin terbukanya lowongan kerja baru bagi masyarakat, dan hal ini juga ditunjang dengan semakin banyaknya investor yang melakukan investasi pada berbagai sektor.
e. Rasio Akseptor KB
Penggunaan alat kontrasepsi Keluarga Berencana di Provinsi Sulawesi Tenggara umumnya menggunakan suntikan, pil, spiral, kondom dan lainnya. Perkembangan jumlah akseptor aktif dan akseptor baru di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat terlihat pada tabel 36 berikut.
Tabel.36.Perkembangan Akseptor Aktif dan Akseptor Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Akseptor Aktif Akseptor Baru Total Akseptor
2004 - - - 2005 193.199 41.001 234.300 2006 243.601 51.867 295.468 2007 255.507 52.054 307.561 2008 232.700 55.750 288.450 2009 287.960 74.326 362.286 2010 290.980 75.475 366.455
Sumber : Sultra Dalam Angka 2011
Berdasarkan tabel 36, bahwa jumlah akseptor KB di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun pada tahun 2008 mengalami penurunan mencapai 288.450 orang. Total akseptor baru yang mengikuti program KB bertambah setiap tahun, namun akseptor aktif mengalami penurunan. Untuk meningkatkan kembali total akseptor perlu dilakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai KB dengan memanfaatkan semua media yang ada serta mendekatkan pelayanan kepada akseptor KB. f. Jumlah Jaringan Komunikasi
Jumlah jaringan komunikasi adalah banyaknya jaringan komunikasi baik telepon genggam maupun stasioner. Jaringan komunikasi dihitung dari
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 45 banyaknya jaringan komunikasi yang berada dalam wilayah suatu pemerintah daerah. Jumlah jaringan komunikasi stasioner di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 37 berikut.
Tabel.37.Sambungan Telepon Induk Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Sambungan Telepon Induk
2004 27.433 2005 28.940 2006 28.254 2007 28.222 2008 28.341 2009 28.433 2010 16.253
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan tabel 37, dapat kita lihat jumlah sambungan telepon dari tahun ke tahun di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2004 jumlah sambungan telepon berjumlah 27.433. Pada tahun 2005 jumlah sambungan telepon meningkat menjadi 28.940. Pada 2006 jumlah sambungan telepon menurun menjadi 28.254. Pada tahun 2007 jumlah sambungan telepon sedikit mengalami peningkatan sebanyak 28.222. Pada tahun 2008 jumlah sambungan telepon meningkat lagi menjadi 28.341. Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan peningkatan kebutuhan berkomunikasi masyarakat cukup rendah. Dan pada tahun 2010 terjadi penurunan sambungan telepon yang sangat tajam, hal ini disebabkan karena semakin berkembangnya alat komunikasi yang semakin canggih sehingga untuk sambungan telepon lokal dapat dikatakan kurang dapat bersaing.
Jumlah sambungan telepon di Provinsi Sulawesi Tenggara cenderung stagnan selama 5 Tahun terakhir. Namun ini adalah sebuah gejala nasional mengingat ekspansi layanan sektor wireless Phone yang begitu masif sehingga memudahkan penduduk untuk melakukan hubungan telpon nirkabel.
g. Rata-Rata Jumlah Kelompok Binaan PKK
Kelompok binaan PKK adalah kelompok-kelompok masyarakat yang berada di bawah Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan, yang dapat dibentuk
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 46 berdasarkan kewilayahan atau kegiatan seperti kelompok dasawisma dan kelompok sejenis. Jumlah kelompok binaan PKK Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010 dapat terlihat pada tabel 38.
Tabel.38.Kelompok Binaan PKK Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2008 Tahun Kelompok Binaan PKK
2004 10
2005 10
2006 10
2007 12
2008 12
Sumber : BPMPD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2009
Kelompok binaan PKK pada Tahun 2004-2006 sebanyak 10 kelompok dan pada Tahun 2007 -2008 kelompok binaan PKK sebanyak 12 kelompok. Jumlah kelompok binaan PKK tidak mengalami perkembangan yang berarti selama 5 (lima) tahun terakhir.
h. Jumlah LSM / Ormas
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah Organisasi/Lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas kehendak sendiri dan berminat serta bergerak dibidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/lembaga sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang menitik beratkan kepada pengabdian secara swadaya. Jumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat pada tabel 39 berikut.
Tabel.39.Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (ORMAS) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2008
Tahun LSM / ORMAS 2004 23 2005 - 2006 - 2007 45 2008 43
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 47 Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat pada tahun 2004 sebanyak 23 LSM/Ormas, tahun 2007 dan 2008 kondisi serupa terjadi, jumlah LSM/Ormas mengalami peningkatan dan penurunan sehingga mencapai 45 dan 43 LSM/Ormas.
Meningkatnya jumlah LSM/Ormas menunjukkan keaktifan masyarakat dalam berorganisasi untuk mencapai tujuan yang dicapai. LSM/Ormas di Sultra bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, penyelamatan lingkungan dan lain-lainnya.
i. Jumlah Pengunjung Perpustakaan per Tahun
Pengunjung perpustakaan adalah pemakai perpustakaan yang berkunjung ke perpustakaan untuk mencari bahan pustaka dalam satu (1) tahun. Pengunjung perpustakaan dihitung berdasar pengunjung yang mengisi daftar kehadiran atau berdasar data yang diperoleh melalui sistem pendataan
pengunjung. Jumlah perpustakaan di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2008 dapat terlihat pada tabel 40 berikut.
Tabel.40.Jumlah Pengunjung Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2008
Tahun Jumlah Pengunjung Perpustakaan
2004 473.260
2005 563.250
2006 721.360
2007 675.217
2008 787.363
Sumber : Badan Perpustakaan & Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, 2009
Berdasarkan data tabel 40, secara umum menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun dimana pada tahun 2004 jumlah pengunjung Perpustakaan sekitar 473.260 pengunjung. Pada tahun 2005 jumlah pengunjung Perpustakaan sekitar 563.250 pengunjung. Pada tahun 2006 jumlah pengunjung Perpustakaan meningkat hingga mencapai sekitar 721.360. Pada tahun 2007 jumlah pengunjung Perpustakaan mengalami sedikit penurunan sekitar 675.217. pada tahun 2008 jumlah pengunjung Perpustakaan kembali
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 48 mengalami peningkatan hingga mencapai level tertinggi yaitu sebesar 787.363 jumlah pengunjung.