BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2010 DAN CAPAIAN
A. Gambaran Umum Kondisi Daerah
A.3. Aspek Pelayanan Umum
A.3.2. Fokus Pelayanan Urusan Pilihan
Potensi lahan pertanian di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010, meliputi lahan persawahan seluas 15.712,39 ha dan lahan kering seluas 72.788,46 ha. Persawahan terdiri dari sawah teririgasi 11.177,94 ha, sawah tadah hujan 4.534,45 ha.
Capaian produksi komoditas utama pertanian di Kabupaten Banjarnegara yaitu padi, jagung, kedelai dan kacang tanah pada tahun 2010 mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel II-28 Produksi Pertanian
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2009-2010
No Komoditas Produksi Th 2009 (ton) Produksi Th 2010 (ton) Keterangan 1 Padi 152.773,65 152.085,85 Turun 0,45% 2 Jagung 105.631,10 102.004,80 Turun 3,50% 3 Kedelai 505,00 393,03 Turun 22,17%
4 Kacang Tanah 2.102,62 2.015,82 Turun 6,44%
5 Ubi Kayu 255.805,55 270.826,95 Naik 5,87%
6 Kacang Hijau 19,75 23,85 Naik 20,76%
7 Ubi Jalar 2.700,10 3.333,40 Naik 23,45%
Sumber : Dintankanak Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel II-28, menunjukkan bahwa pada tahun 2010 produksi komoditas padi, jagung, dan kedelai mengalami penurunan. Sedangkan produksi ubi kayu, kacang hijau, dan ubi jalar mengalami kenaikan. Dalam sub sektor peternakan, pada tahun 2010 populasi ternak besar terdiri dari sapi potong sebanyak 41.842 ekor, sapi perah 42 ekor, kerbau 1.813 ekor dan kuda 196 ekor. Populasi ternak kecil yang ada didominasi oleh ternak kambing 184.847 ekor, domba 108.318 ekor, kelinci 31.501 ekor dan babi 463 ekor. Sedangkan populasi ternak unggas terbesar adalah ayam buras 1.051.649 ekor, ayam ras pedaging sebanyak 652.100 ekor, ayam ras petelur 117.050 ekor, itik biasa 65.599 ekor, dan itik manila 63.327 ekor. Adapun
kelompok tani ternak yang ada berjumlah sebanyak 22 kelompok yang terdiri dari 61 kelompok ternak sapi, 140 kelompok ternak kambing-domba, 3 kelompok ternak kelinci, 7 kelompok ternak ayam kampung, dan 5 kelompok ternak puyuh.
Dengan potensi sumberdaya peternakan sebagaimana tersebut di atas, pada tahun 2010 telah mampu memproduksi sebanyak 2.532.427 ton daging, 2.270,168 ton telur, dan 115.417 liter susu. Sedangkan produksi pada tahun 2009 sebesar 2.899.057 ton daging, 2.345,484 ton telur, dan 60.740 liter susu.
Di bidang perkebunan Kabupaten Banjarnegara mempunyai potensi yang cukup besar, hal ini terlihat dari luas areal komoditas perkebunan yang ada. Luas areal perkebunan rakyat mengalami peningkatan, tahun 2009 seluas 21.184,74 Ha dan pada tahun 2010 naik menjadi 21.611,38 Ha. Adapun produksi dari komoditas perkebunan yang diusahakan meliputi Kapulaga 346,78 ton, Melati Gambir 426,46 ton, Aren 485,66 ton, Lada 69,08 ton, Kapuk Randu 2,26 ton, Pala 7,75 ton, Kina 1,08 ton, Kelapa Dalam 9.347,51 ton, Kelapa Deres 12.414,87 ton, Kelapa Hibrida 26,22 ton, Kopi Robusta 666,70 ton, Kopi Arabika 102,70 ton, Cengkeh 46,44 ton, Teh 2.243,27 ton, Tembakau 295,57 ton, Nilam 1.920,25 ton, Kemukus 5,86 ton, Kayu Manis 8,20 ton, Glagah Arjuna 53,99 ton, Kakao 270,89 ton, dan Panili 0,56 ton.
Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembangunan pertanian di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 terdapat 20 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sedangkan kelompok-kelompok tani terdiri dari :
- Kelompok tani 1.614 kelompok - Kelompok pemuda tani 5 kelompok - Kelompok wanita tani 15 kelompok
- KPK 554 kelompok
- P4S 6 kelompok
Untuk mendukung pembangunan bidang pertanian, dikembangkan kelembagaan Teknologi Tepat Guna yaitu dalam bentuk Pos Pelayanan Teknologi Pedesaan sebanyak 140 buah.
2. Kehutanan
Kabupaten Banjarnegara memiliki petensi hutan yang cukup luas, terdiri dari hutan Negara dan hutan Rakyat. Luas hutan Negara 17.263,6 ha yang menurut peruntukan maupun fungsinya adalah sebagai Hutan Lindung seluas 4.634,40 Ha, Hutan Produksi seluas 12.546,50 Ha, dan Suaka Alam seluas 82,70 Ha. Sedangkan luas hutan Rakyat mencapai 30.124,46 Ha, yang ditanami berbagai komoditas kehutanan meliputi Albasia, Mahoni, Jati, Pinus dan lain-lain. Produksi hasil hutan diantaranya berupa Getah Pinus mencapai sebanyak 2.035,359 Kg, Getah Damar 53.018 Kg, Kayu Bulat 30.483,46 M³ dan Kayu Olahan 51.163,33 M³.
Hutan rakyat disamping sebagai fungsi ekonomi dan fungsi sosial juga mempunyai fungsi ekologis. Sebagai fungsi ekologis hutan rakyat dapat menjaga konservasi tanah dan air sekaligus meningkatkan produktivitas tanah yang mampu menurunkan luasan lahan kritis dari 11.915,34 Ha pada tahun 2009 menjadi 9.767,79 Ha pada tahun 2010. Adapun Rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang dilakukan pada tahun 2010 mencapai 18,02 %.
Sebagai fungsi ekonomi hutan rakyat memberikan kontribusi bahan baku bagi industri pengolahan kayu sebanyak 51.163,33 m3, dengan demikian hutan rakyat juga berfungsi sosial berupa perluasan lapangan kerja.
Beberapa kegiatan pelestarian hutan dilaksanakan Penanaman satu milyar pohon/One Billion Indonesia Trees (OBIT) dilaksanakan di seluruh Kabupaten Banjarnegara yang melibatkan Dinas/Instansi Pemerintah, BUMN/BUMD, Perusahaan Swasta, Ormas dan Swadaya Masyarakat telah ditanam bibit sebanyak 4.435.360 batang; Pembuatan Sumur Resapan; Pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) di 20 lokasi pada 17 Kecamatan dengan total cadangan bibit sejumlah 1.187.296 batang.
3. Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Banjarnegara diketahui terdapat 20 jenis tambang mineral logam, non logam dan Batuan. Untuk potensi Granit memiliki deposit paling besar yaitu sebanyak 287.148.000, M3yang tersebar di wilayah Kecamatan Banjamangu, Karangkobar, Wanayasa, Pagentan, Bawang. Potensi lain yang besar adalah Batu lempung, lempung dan feldpar.
Ketersediaan listrik merupakan hal yang menjadi perhatian bagi Pemerintah. Di Kabupaten Banjarnegara, rasio elektrifikasi tahun 2010 menunjukkan angka 59,05% dengan daerah terbesar rasionya adalah Kecamatan Banjarnegara (83,92%) dan terendah ada di wilayah Kecamatan Pagentan (35,52%). Dengan potensi titik PLTMH yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara dan perusahaan yang sudah memiliki izin PLTMH berjumlah 26 Perusahaan, diharapkan ke depan dapat meningkatkan rasio elektrifikasi.
4. Pariwisata
Obyek wisata di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 5 obyek wisata, meliputi obyek wisata alam, wisata budaya, taman rekreasi. Pada tahun 2010 jumlah kunjungan wisatawan adalah sebanyak 460.346 wisatawan (wisatawan mancanegara sebanyak 5.937) jumlah ini mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan kunjungan wisatawan tahun 2009 sebanyak 472.812 wisatawan (wisatawan mancanegara 6.200 orang). Jumlah kunjungan wisatawan secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel II-29
Jumlah Kunjungan Wisatawan Tahun 2008-2010
TAHUN 2008 2009 2010
Jumlah Wisatawan 371.193 472.812 460.346
Sumber: Dinbudpar Kabupaten Banjarnegara
Pada tahun 2010 jumlah hotel di Banjarnegara adalah 11 hotel, jumlah ini sama dengan jumlah hotel pada tahun 2009. Jumlah
restoran meningkat dari 31 unit pada tahun 2009 menjadi 42 unit di tahun 2010.
5. Kelautan dan Perikanan
Dalam sub sektor perikanan, pada tahun 2010 luasan lahan budidaya ikan yang terdiri dari kolam, mina padi, dan perairan umum telah mencapai 442,27 hektar, dengan jumlah kelompok pembudidaya ikan yang aktif sebanyak 123 kelompok dengan 18.509 Rumah Tangga Perikanan / RTP. Dengan potensi sumberdaya perikanan tersebut, pada tahun 2010 telah mampu memproduksi ikan baik dari hasil pembenihan, pendederan, pembesaran, dan hasil penangkapan ikan perairan umum dengan total nilai produksi sebesar Rp.149.937.354.750,- (Seratus empat puluh sembilan milyar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus lima puluh empat ribu tujuh ratus lima puluh rupiah). Total nilai produksi tersebut mengalami kenaikan sebesar 34,19% apabila dibandingkan dengan total nilai produksi tahun 2009 yang baru mencapai Rp.111.736.304.400,- (Seratus sebelas milyar tujuh ratus tiga puluh enam juta tiga ratus empat ribu empat ratus rupiah).
Khusus untuk ikan konsumsi hasil budidaya, dalam tahun 2010 telah mampu menghasilkan sebanyak 5.393.252 Kg ikan, yang utamanya terdiri dari ikan lele dumbo, gurami, nila, bawal, tawes, nilem, karper, dan ikan patin. Dibanding dengan target daerah, produksi perikanan mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010 mencapai sebesar 110,80%, sedangkan pada tahun 2009 sebesar 95,07%.
Secara keseluruhan, rata-rata tingkat konsumsi ikan per kapita tahun 2010 telah mencapai 11,93 kg/kapita per tahun, meningkat 23,37% dari rata-rata konsumsi tahun 2009 sebesar 9,67 kg/kapita per tahun. Dibanding dengan target daerah sebesar 12 Kg maka konsumsi ikan pada tahun 2010 telah mencapai 99,45%, atau meningkat dibanding tahun 2009 sebesar 78,96%.
6. Perdagangan
Dalam upaya peningkatan pasar produk-produk yang dihasilkan khususnya produk unggulan daerah telah dilaksanakan kegiatan
promosi baik skala kabupaten melalui pameran pembangunan, skala Provinsi Jawa Tengah melalui Anjungan Maerokoco/PRPP, CJIBF, FEDEP/FPESD/CJI, dan Anjungan Jateng di TMII maupun tingkat nasional melalui PRJ, Ina Craft, Smesco. Disamping itu Kabupaten Banjarnegara juga aktif dalam event-event Barlingmascakeb dalam pelelangan yang difasilitasi oleh Regional Manager Barlingmascakeb. Lelang tersebut diikuti oleh 5 Kabupaten yaitu: Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen.
Adapun nilai ekspor bersih perdagangan pada tahun 2010 mencapai Rp 24.775.000.000,- (Dua puluh empat milyar tujuh ratus tujuh puluh lima juta rupiah), meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2009 sebesar Rp.23.510.000.000,- (Dua puluh tiga milyar lima ratus sepuluh juta rupiah). Sedangkan Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 12,68%, dan pada tahun 2009 mencapai 12,70%.
Jumlah pasar di Kabupaten Banjarnegara sampai tahun 2009 tercatat 54 pasar tradisional terdiri dari 23 pasar milik Pemerintah Kabupaten dan 32 pasar milik swasta/perorangan, 12 pasar swalayan, 12 pasar grosir, 2 pasar hewan, dan 4 pasar ikan. Sedangkan pada tahun 2010 tercatat ada 54 pasar tradisional terdiri dari 23 pasar milik Pemerintah Kabupaten, dan 32 pasar milik swasta/perorangan, 15 pasar swalayan, 15 pasar grosir, 2 pasar hewan, dan 4 pasar ikan.
7. Industri
Pembangunan bidang Industri memiliki sasaran utama yaitu
berkembangnya kemampuan Sumberdaya Manusia dan tersedianya peralatan produksi di bidang teknologi tepat guna dan rekayasa pembangunan industri.
Upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam menumbuhkan industri terus dilakukan, angka pertumbuhan pertumbuhan industri pada tahun 2010 baru mencapai 1%, mengalami penurunan 0,01% apabila dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 1,01%.
Tabel II-30
Perkembangan Unit Usaha, Tenaga Kerja dan Nilai Produksi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
Uraian Tahun 2008 2009 2010 Unit Usaha 18.799 18.799 19.084 Tenaga Kerja 41.789 41.789 42.423 Nilai Produksi (juta rupiah) 42.903 42.903 43.553
Sumber : Dinsosnakertrans Kabupaten Banjarnegara
Berdasarkan data tersebut di atas, menunjukkan bahwa usaha industri mengalami pertumbuhan dari 18.799 unit usaha pada tahun 2009 menjadi 19.084 unit usaha pada tahun 2010; nilai produksi tumbuh dari Rp.42.903.000.000,- (Empat puluh dua milyar sembilan ratus tiga juta rupiah) pada tahun 2009 menjadi Rp. 43.553.000.000,-(Empat puluh tiga milyar lima ratus lima puluh tiga juta rupiah) pada tahun 2010; penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan dari 41.789 orang pada tahun 2009 menjadi 42.423 orang pada tahun 2010.
8. Ketransmigrasian
Pembangunan bidang ketransmigrasian pada tahun 2010 telah dilaksanakan antara lain program pengembangan wilayah transmigrasi. Dari program yang telah dilaksanakan tersebut, hasil yang dicapai antara lain terlaksananya kerja sama program transmigrasi dengan Pemerintah Provinsi di luar Pulau Jawa; Terlaksananya pemberangkatan transmigran Kabupaten Banjarnegara keluar Jawa.
Sepanjang tahun 2010 telah diberangkatkan sebanyak 5 KK (17 jiwa) transmigran ke lokasi Transmigrasi Kabupaten Tuju Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah.