BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2010 DAN CAPAIAN
A. Gambaran Umum Kondisi Daerah
A.3. Aspek Pelayanan Umum
A.3.1. Fokus Pelayanan Urusan Wajib
Dalam bidang pendidikan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang dilakukan didasarkan pada 3 (tiga) pilar pembangunan pendidikan, yakni: (1). Upaya pemerataan dan perluasan akses pendidikan; (2). Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan (3). Peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pengelolaan pendidikan.
Aspek Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan, antara lain diukur dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Transisi (AT), Angka Putus Sekolah (APS) dan Angka Buta Aksara.
Kondisi Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat pada tabel II-9 di bawah ini :
Tabel II-9
Angka Partisipasi Kasar (APK)
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008/2009–2010/2011
TAHUN PAUD SD SMP SMA
2008/2009 51,55% 102,28% 95,21% 49,96%
2009/2010 54,36% 103,88% 95,71% 50,39%
2010/2011 69,05% 103,95% 95,81% 51,06%
Sumber: Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel tersebut di atas, menunjukkan bahwa pada 2 tahun terakhir, APK PAUD tahun 2009/2010 sebesar 54,36% lebih tinggi dibandingkan dengan APK PAUD Tahun 2008/2009 sebesar 51,55%. APK SD sebesar 103,88% naik 1,60% dibandingkan APK SD Tahun 2009/2010 sebesar 102,28%. Pada jenjang pendidikan SMP terlihat APK Tahun 2009/2010 adalah sebesar 95,71% mengalami peningkatan sebesar 1,50% apabila dibandingkan dengan APK Tahun 2008/2009 sebesar 95,21%. Sedangkan APK untuk jenjang Pendidikan SMA tahun 2009/2010 adalah sebesar 50,39% atau meningkat sebesar 0,43% dibandingkan dengan tahun 2008/2009 sebesar 49,96%. Untuk Angka Partisipasi Murni (APM) pada masing-masing jenjang pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel II-10
Angka Partisipasi Murni (APM)
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008/2009-2010/2011
TAHUN PAUD SD SMP SMA
2008/2009 51,55% 96,67% 83,96% 43,77%
2009/2010 54,36% 97,41% 87,70% 45,29%
2010/2011 69,05% 98,05% 88,29% 45,91%
Sumber: Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel II-10 tersebut di atas, menunjukkan bahwa pada tahun 2010/2011 APM pada semua jenjang pendidikan mengalami peningkatan, dimana peningkatan yang paling tinggi adalah APM pada
jenjang Pendidikan SD yaitu sebesar 0,64%, sedangkan peningkatan terendah adalah APM pada jenjang pendidikan SMP yaitu sebesar 0,59%.
Aspek pemerataan dan perluasan akses pendidikan dapat dilihat pula pada indikator Angka Transisi (AT) yang menggambarkan angka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah:
Tabel II-11 Angka Transisi (AT)
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008/2009-2010/2011
Jenjang Pendidikan 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 SD/MI ke SMP/MTs 84,12% 91,44% 89,87% SMP/MTs ke SMA/SMK/MA 68,61% 76,33% 67,19%
Sumber: Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
Tabel di atas menunjukkan bahwa Angka Transisi pada tahun 2010/2011 untuk jenjang pendidikan SD/MI ke SMP/MTs adalah 89,87% yang berarti mengalami penurunan sebesar 1,57% apabila dibandingkan dengan angka transisi tahun 2009/2010 sebesar 91,44%. Untuk jenjang pendidikan SMP/MTs melanjutkan ke Jenjang SMA/SMK/MA pada Tahun 2010/2011 adalah sebesar 67,19% yang berarti mengalami penurunan sebesar 9,14% apabila dibandingkan dengan Angka transisi tahun 2009/2010 sebesar 76,33%.
Indikator Pembangunan bidang pendidikan dapat diukur pula dari Angka Putus Sekolah (APS) Tahun 2010 sebagaimana tabel II-12 di bawah ini:
Tabel II-12
Angka Putus Sekolah (APS)
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008/2009-2010/2011
Jenjang Pendidikan 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 SD/MI 0,17% 0,19% 0,27 % SMP/MTs 2,00% 1,14% 0,76 % SMA/SMK/MA 0,63% 1,36% 0,86 %
Sumber: Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
Pada tabel tersebut di atas, menunjukkan bahwa Angka Putus Sekolah (APS) pada tahun 2010/2011 pada jenjang pendidikan SD/MI adalah sebesar 0,27% atau mengalami peningkatan sebesar 0.08% apabila dibandingkan dengan tahun 2009/2010 sebesar 0,19%, hal ini menunjukkan pada jenjang pendidikan SD/MI semakin banyak yang putus sekolah. Namun APS pada jenjang pendidikan SMP/MTs mengalami penurunan sebesar 0,38%, yaitu pada tahun 2009/2010 sebesar 1,14% dan pada tahun 2010/2011 sebesar 0,76%. Sedangkan pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA Angka Putus Sekolah mengalami penurunan sebesar 0,50%, pada tahun 2009/2010 sebesar 1,36%, dan pada tahun 2010/2011 menurun menjadi sebesar 0,86%, hal ini menunjukkan bahwa siswa yang putus sekolah pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA semakin berkurang.
Aspek mutu, relevansi dan daya saing keluaran pendidikan diukur dengan indikator angka kelulusan, dapat dilihat pada tabel II-13 di bawah ini:
Tabel II-13
Angka Kelulusan (AK)
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008/2009-2010/2011
Jenjang Pendidikan 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 SD/MI 94,29% 98,21% 97,65% SMP/MTs 84,86% 89,63% 99,19% SMA/SMK/MA 95,59% 93,23% 97,27%
Sumber: Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
Tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2010/2011 angka kelulusan SD/MI mengalami penurunan sebesar 0.85%, sedangkan angka kelulusan SMP/MTs menunjukkan peningkatan sebesar 9,56% dan pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA angka mengalami peningkatan sebesar 4,04%.
Berkaitan dengan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan, dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa semua guru dan pengelola sekolah, paling rendah berkualifikasi S-1 dan D-4 serta memiliki sertifikat kompetensi. Pada tahun 2010 guru yang telah berkualifikasi S-1 dan D-4 adalah sebesar 47,76% meningkat sebesar 7,42% apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 40,34%. Sedangkan guru bersertifikat profesi pada tahun 2010 di Kabupaten Banjarnegara berjumlah 3.323 orang guru atau sebesar 60,54% dari total guru sebanyak 5.489 orang. Perintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) tahun 2010 telah mencapai 4 sekolah meliputi 1 SMP, 2 SMA, dan 1 SMK.
Aspek tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik, antara lain ditunjukkan oleh penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Pada tahun 2010 SD/MI sebanyak 803 SD/MI dan SMP sebanyak 107 SMP tercatat telah melaksanakan MBS.
Penyelenggaraan pembangunan bidang pendidikan harus didukung oleh sarana dan prasaran pendidikan. Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 dapat dilihat pada tabel II-14 di bawah ini:
Tabel II-14
Jumlah Sarana dan Prasarana Pendidikan Di Kabupaten Banjarnegara tahun 2010
SD/MI (negeri & swasta)
SMP/MTs (negeri & swasta)
SMA/SMK (negeri & swasta)
SD 654 unit MI 198 unit SMP 107 unit MTs 35 unit SMA 13 unit SMK 17 unit MAN 14 unit
852 unit 142 unit 44 unit
Sumber: Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
2. Kesehatan
Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Banjarnegara tahun 2010 dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain Angka Harapan Hidup. Pada tahun 2010 Angka Harapan Hidup mencapai angka 71,1 meningkat apabila dibandingkan dengan Angka Harapan Hidup tahun 2009 sebesar 68,72. Sedangkan berdasarkan target Angka Harapan Hidup akhir RPJMD 2006-2011 yaitu sebesar 70,5 maka target ini sudah terlampaui.
Pada tahun 2010 Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Banjarnegara dapat ditekan pada angka 61,18/100.000 Kelahiran Hidup dari Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2009 sebesar 125,2/100.000 Kelahiran Hidup, dari capaian tersebut apabila dibandingkan dengan target AKI dalam RPJMD sebesar 110/100.000 kelahiran hidup sudah terlampaui.
Di dalam target RPJMD tahun ke-4 Angka Kematian Bayi (AKB) adalah sebesar 30/1.000 Kelahiran Hidup, adapun realisasi AKB tahun 2010 menunjukkan angka 15,48/1.000 Kelahiran Hidup, hal ini berarti target RPJMD telah terpenuhi.
Sedangkan cakupan balita gizi buruk pada tahun 2010 adalah sebesar 0,41% apabila dibandingkan dengan tahun 2009 yaitu sebanyak 0,50%, berarti angka cakupan balita gizi buruk mengalami penurunan.
Meskipun telah terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, namun pada tahun 2010 masih ditemukan kasus penyakit menular tertentu yaitu Angka Insiden (Incindent Rate) penyakit malaria sebesar 0,83%, sedangkan pada tahun 2009 adalah sebesar 0,39%, sehingga mengalami peningkatan menjadi 0,44. Penyakit menular lainnya adalah TB Paru, pada tahun 2010 angka kesembuhan TB Paru positif adalah 90%, sedangkan pada tahun 2009 sebesar 88%. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel II-15:
Tabel II-15 Indikator Kesehatan
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
No Indikator Kesehatan 2008 2009 2010
1 Angka Insiden Penyakit Malaria
(per mil) 0,20 0,39 0,83
2 Angka Kematian Ibu
(per 100.000 kelahiran hidup) 140,30 125,20 61,18 3 Angka Kematian Bayi
(per 1.000 kelahiran hidup) 18,56 19,90 15,48 4 Gizi Buruk
(Berat Badan / Tinggi Badan) 0,56% 0,50% 0,41% 5 Kesembuhan TB Paru 89,00% 88,00% 90,00% 6 Persalinan Oleh Tenaga
Kesehatan 82,74% 86,60% 88,50%
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara
Pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjarnegara menunjukkan keberhasilan, hal ini dapat dilihat dari pencapaian beberapa indikator kesehatan. Pencapaian indikator kesehatan cakupan kunjungan ibu hamil K4 tahun 2010 mencapai 88,50% sedangkan pada tahun 2009 baru mencapai 85,60%. Angka persalinan oleh tenaga kesehatan juga mengalami peningkatan, pada tahun 2010 mencapai 88,50% sedangkan pada tahun 2009 baru mencapai 86,60%.
Tenaga medis yang ada juga merupakan faktor penting pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjarnegara. Ketersediaan Tenaga
Kesehatan di Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat pada tabel II-16 di bawah ini:
Tabel II-16 Tenaga Kesehatan
Di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
No Jenis Tenaga 2008 2009 2010 1 Dokter Umum 59 63 89 2 Dokter Gigi 11 10 16 3 Apoteker 4 4 17 4 Asisten Apoteker 7 19 24 5 Gizi 37 37 44 6 Bidan 361 377 427 7 Perawat 197 187 500 8 Perawat gigi 27 28 32 9 Sarjana Kesehatan Masyarakat 27 37 51 10 Sanitarian 48 59 40 11 Analis Kesehatan 22 17 37 12 Radiografer 7 13 13 13 Rekam medis 3 3 3 14 Elektromedis 0 0 0 15 Fisioterapi 3 4 4 16 Psikolog 3 3 3
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara
Sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat pada tabel II-17 sebagai berikut:
Tabel II-17
Sarana Prasarana Pelayanan Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
No Sarana Prasarana Pelayanan
Kesehatan 2008 2009 2010 1 Puskesmas Terdiri dari : - Rawat Inap - Rawat Jalan 35 11 24 35 11 24 35 12 23
2 Laboratorium Kesehatan Daerah 1 1 1
3 Gudang Farmasi Kabupaten 1 1 1
4 Puskesmas Keliling 35 35 35
5 Puskesmas Pembantu 42 42 42
6 Poskesdes (Jumlah desa dankelurahan= 278) 153 153 153
7 Posyandu 1.593 1.598
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kondisi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan mengalami peningkatan, pada jumlah puskesmas rawat inap. Pada tahun 2010 bertambah menjadi 12 puskesmas dari jumlah sebelumnya yaitu 11 unit pada tahun 2009.
3. Pekerjaan Umum
Urusan Wajib bidang Pekerjaan Umum khususnya bidang prasarana jalan, pelaksanaannya dapat dilihat dari kondisi jalan kabupaten. Sampai dengan tahun 2010 kondisi jalan kabupaten sebagai berikut:
Tabel II-18 Infrastruktur Jalan
di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010 (Km)
TAHUN 2008 2009 2010 Panjang Jalan 888,41 888,44 888,44 Jalan Hotmix 434,06 468,23 478,68 Jalan Lapen 269,27 248,24 247,15 Jalan Batu 135,04 142,03 133,52 Jalan Tanah 50,04 29,94 29,09
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa panjang jalan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 adalah sepanjang 888,44 Km, Pelaksanaan pembangunan jalan pada tahun 2010 sepanjang 105,74 km yang terdiri dari hotmix sepanjang 44,87 km dan Lapen/ buras 23,69 km sehingga kondisi jalan telah mengalami peningkatan yaitu jalan tanah telah berkurang dan meningkat menjadi jalan batu, demikian pula jalan batu telah meningkat menjadi jalan lapen dan jalan lapen menjadi jalan hotmix.
Kondisi jalan sampai akhir tahun 2010 dapat dilihat pada tabel II-19:
Tabel II-19 Kondisi Jalan
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
Kondisi Jalan 2008 Km (%) 2009 Km (%) 2010 Km (%) Baik 368,97 (41,53) 396,773 (44,89) 452,594 (50,94) Rusak Sedang 135,49 (15,25) 134,394 (15,13) 150,834 (16,98) Rusak Ringan 160,13 (18,02) 143,310 (16,13) 116,769 (13,14) Rusak Berat 223,85 (25,20) 211,934 (23,86) 168,214 (18,93)
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kondisi jalan di Kabupaten Banjarnegara mengalami peningkatan kualitas. Kondisi
jalan baik pada tahun 2010 adalah sebesar 50,94% atau mengalami peningkatan sebesar 6,06%, apabila dibandingkan pada tahun 2009 sebesar 44,89%, sedangkan jalan rusak berat pada tahun 2010 adalah sebesar 18,93%, atau mengalami penurunan sebesar 4,92% apabila dibandingkan pada tahun 2009 sebesar 23,86%.
4. Perumahan Rakyat
Program pembangunan perumahan diharapkan mampu mendorong masyarakat secara mandiri dalam menata rumah dan lingkungan permukiman yang sehat dan aman.
Pada tahun 2010 pada program pembangunan perumahan rakyat dilaksanakan dengan kegiatan pemugaran rumah, pada tahun 2010 dapat dipugar sebanyak 14 rumah, kegiatan ini belum dapat mengurangi jumlah keluarga berumah tak layak huni. Pada tahun 2010 keluarga berumah tak layak huni jumlahnya masih cukup banyak yaitu berjumlah 14.664 keluarga, jumlah ini lebih banyak dari jumlah keluarga berumah tak layak huni pada tahun 2009 sebanyak 11.280 keluarga.
Sedangkan rumah tangga pengguna air bersih pada tahun 2010 sebesar 56,84% meningkat sebesar 29% apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 27,54%.
5. Penataan Ruang
Penataan ruang meliputi tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam implementasinya, penataan ruang bersifat berjenjang dan komplementer yaitu mulai dari tingkat nasional berupa RTRWN yang bersifat arahan kebijakan (bersifat makro), di tingkat provinsi berupa RTRW yang bersifat arahan kebijakan struktur dan pola pemanfaatan ruang, serta di tingkat Kabupaten/Kota bersifat lebih detail dan operasional.
Pada tahun 2010 telah tersusun draft RAPERDA Revisi RTRW Peraturan Daerah Nomor I Tahun 2004 tentang RTRW Kabupaten Banjarnegara dan dokumen RDTRK Kawasan Kecamatan.
6. Perencanaan Pembangunan
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dan Peraturan Daerah No. 15 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dimana PERDA ini menjadi landasan untuk mengawal berjalannya mekanisme perencanaan hingga penganggaran. Selain hal tersebut, melalui program SCBD (Sustainable Capacity Building for Decentralization) telah terbentuk Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah. Dengan SIMRENBANGDA ini diharapkan dapat menjadi alat bantu dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pengganggaran.
7. Perhubungan
Keselamatan transportasi menjadi isu hangat dalam urusan perhubungan. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menaruh perhatian yang cukup besar terlihat dengan kenaikan persentase pemasangan rambu-rambu pada ruas jalan yang ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Berikut tabel mengenai data pemasangan rambu-rambu di Kabupaten Banjarnegara:
Tabel II-20
Data Pemasangan Rambu-Rambu Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
Pemasangan
Rambu-rambu 2008 2009 2010
Jalan Negara 20,30% 24,94% 31,78%
Jalan Provinsi 7,48% 9,02% 10,94%
Jalan Kabupaten 4,82% 6,43% 9,33%
Tabel di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2010 pemasangan rambu-rambu mengalami peningkatan baik pada jalan negara, jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
Sedangkan ketaatan terhadap ketentuan peraturan yang berlaku dalam usaha angkutan umum di Kabupaten Banjarnegara juga mengalami peningkatan, hal ini ditunjukan dalam tabel II-22 berikut ini:
Tabel II-21
Kepemilikan KIR Angkutan Umum Tahun 2008-2010
TAHUN 2008 2009 2010
Kepemilikan KIR
angkutan umum 2,63% 12,96% 14,29%
Sumber : Dinhubkominfo Kabupaten Banjarnegara
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kepemilikan KIR angkutan umum pada tahun 2010 sebesar 14,29% hal ini meningkat dibandingkan dengan Kepemilikan KIR angkutan umum pada tahun 2009 sebesar 12,96%.
8. Lingkungan Hidup
Pembangunan lingkungan hidup di Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain Ruang Terbuka Hijau yang ada. RTH di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 adalah sebesar 26,73%, mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 60,57%.
Untuk Penanganan Sampah pada tahun 2010 mencapai sebesar 46,15% atau meningkat bila dibanding tahun 2009 sebesar 42,86%. Cakupan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan hidup (berupa Amdal, UKL/UPL, dan SPPL) dari dunia usaha sebesar 100%. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk adalah sebesar 0,02%.
Namun pelayanan dan pengelolaan persampahan di Kabupaten Banjarnegara masih perlu ditingkatkan, daya tampung TPS di Kabupaten Banjarnegara tidak mengalami perluasan. Mengingat terus bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Banjarnegara, maka
diperlukan adanya perluasan maupun peningkatan kualitas Tempat Pembuangan Sampah Sementara agar pengolahan sampah lebih baik. Daya tampung TPS di Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat pada tabel II-22 di bawah ini:
Tabel II-22 Daya Tampung TPS
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
TAHUN 2008 2009 2010
Daya Tampung TPS 345,26 364,00 364,00
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banjarnegara
Daya tampung TPS di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 apabila dibandingkan dengan kondisi tahun 2009 tidak mengalami peningkatan, hal ini mempengaruhi rasio antara volume produksi sampah dengan volume sampah yang tertangani belum seimbang.
9. Pertanahan
Pembangunan di bidang pertanahan dilaksanakan dalam rangka penataan, penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan lahan. Hasil yang dicapai antara lain tertib administrasi aset tanah milik masyarakat dan pemerintah. Pada tahun 2010, pensertifikatan bidang tanah masyarakat mencapai 25%; dan tanah Pemerintah Kabupaten sebanyak 247 bidang atau 46,69% dari keseluruhan bidang tanah milik Pemerintah Kabupaten sebanyak 529 bidang.
10. Kependudukan dan Catatan Sipil
Berdasarkan pemutakhiran data penduduk melalui Coklit Form F1.01 sampai tingkat kepala keluarga diperoleh data jumlah penduduk Kabupaten Banjarnegara per 31 Desember 2010 sejumlah 1.073.240 jiwa terdiri dari 545.817 jiwa penduduk laki-laki dan 527.423 jiwa penduduk perempuan, serta Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sejumlah 798.653 orang.
Kependudukan (SIAK) antara Kecamatan dengan Kabupaten; Kinerja pembangunan bidang kependudukan dan catatan sipil di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 sudah menerapkan KTP Nasional berbasis NIK. Tingkat kepemilikan KTP di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 mencapai 87,81%, mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebanyak 85,16%
Sedangkan kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk mencapai 58,15%, mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 51,20%.
11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Indikator keberhasilan pembangunan responsif gender dapat diketahui dari Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan gender. Indeks Pembangunan Gender di Kabupaten Banjarnegara pada Tahun 2008 adalah sebesar 58,35% sedangkan Indeks pemberdayaan gender adalah sebesar 50,83%. Untuk mendukung pembangunan responsif gender, pada tahun 2010 terdapat 8 orang anggota DPRD perempuan.
Masalah perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, baik dalam rumah tangga maupun sektor publik. Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2009 perempuan yang mengalami tindak kekerasan bejumlah 23 kasus yang terdiri dari dewasa 14 kasus dan anak-anak 9 kasus.
12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Pada tahun 2010 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) adalah sebanyak 194.560, terdiri dari peserta KB Aktif sebanyak 157.614 PUS. Unmedneed (PUS yang belum terlayani) sebanyak 15,28%. Data tersebut menunjukkan bahwa PUS Unmedneed angkanya masih cukup besar sehingga harus ada upaya agar PUS yang belum terlayani agar segera dapat terlayani, baik melalui klinik pemerintah maupun klinik swasta yang ada. Apabila tidak ditangani dengan baik maka dimungkinkan akan terjadi peningkatan laju pertumbuhan penduduk. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di tahun 2010 adalah sebesar 0,42, sedangkan LPP pada tahun 2009 tercatat sebesar 0,88.
Peserta KB aktif lebih banyak yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal yaitu suntik sebanyak 88.994 orang dan pil sebanyak 29.180 orang dibandingkan dengan alat kontrasepsi nonhormonal yaitu IUD sebanyak 10.855 orang, MOW 10.129, MOP 1.566, kondom 2.861, dan implant sebanyak 14.029 orang.
Pengelolaan program KB di era otonomi daerah dilakukan melalui berbagai kegiatan antara lain komitmen Pemerintah Daerah, penyiapan dukungan kelembagaan yang efektif, optimalisasi pendayagunaan tenaga pelaksana program KB, penyediaan sarana prasarana dukungan manajemen dan pembiayaan.
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) melalui peningkatan jumlah Pusat Informasi dan Konseling KRR. Pada tahun 2010 jumlah PIK KRR di Kabupaten Banjarnegara berjumlah 36, hal ini masih perlu ditingkatkan.
Peningkatan kesejahteraan dan kesehatan keluarga dilakukan melalui pengembangan BKB, BKR dan BKL. Jumlah BKB aktif pada tahun 2010 adalah sebanyak 455 lebih banyak dibandingkan BKB aktif pada tahun 2009 yaitu sebanyak 290. Jumlah BKR aktif pada tahun 2010 sebanyak 227 lebih banyak dibandingkan tahun 2009 sebanyak 187, sedangkan BKL aktif pada tahun 2010 sebanyak 329 dan tahun 2009 lebih sedikit yaitu 236, UPPKS yang aktif berusaha sebanyak 1.497 meningkat di bandingkan pada tahun 2009 sebanyak 1.035.
13. S o s i a l
Pada tahun 2010 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sejumlah 277.148, jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2009 berjumlah 993.192. Data PMKS dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel II-23
PMKS di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
No TAHUN 2008 2009 2010
1 Anak terlantar, anak jalanan
dan anak nakal 2.960 3.601 3.997
2 Korban Penyalahgunaan
NAPZA 97 22 27
3 Penyandang anak cacat 2.484 2.336 1.958
4 Wanita Rawan Sosial
Ekonomi 4.232 4.491 5.438
5 Keluarga Fakir miskin 49.082 66.852 71.848
6 Keluarga rentan 676 222 1.341
7 Keluarga berumah tak layak
huni 11.307 11.280 14.664
8 Penderita HIV - -
-9 Gepeng 128 130 148
11 Eks Narapidana 571 529 511
Sumber: Dinsosnakertrans Kabupaten Banjarnegara
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa PMKS tahun 2010 sebesar 1,00% menurun apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 0,4% sedangkan untuk menangani permasalahan sosial di Kabupaten Banjarnegara terdapat Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) antara lain Karang Taruna, Organisasi Masyarakat, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial (WPKS).
14. Ketenagakerjaan
Pada tahun 2010 terdapat pencari kerja terdaftar sejumlah 8.338 orang dan telah dilaksanakan kegiatan pelatihan dan penempatan sebanyak 3.479 orang atau 41,72%, hal ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan bila dibanding tahun 2009 sebesar 16,25%. Penempatan pencari kerja meliputi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) sebanyak 804 orang, Antar Kerja Antar Negara (AKAN) sebanyak 882 orang, Antar Kerja Lokal (AKL) sebanyak 1.793 orang. Disamping itu dilaksanakan kegiatan Padat Karya Produktif (PKP). Tingkat partisipasi angkatan kerja pada tahun 2010 mencapai sebesar 37,31% sedangkan pada tahun 2009 sebesar 58,31%.
Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja telah dilakukan, diantaranya dengan meningkatkan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp. 662.000,- lebih tinggi apabila dibandingkan dengan UMK tahun 2009 sebesar Rp. 637.000,-, sedangkan pada tahun 2011 Rp. 730.000,-. Namun demikian UMK yang ada belum sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak di Banjarnegara yaitu pada tahun 2010 sebesar Rp. 822.674,-.
15. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Pembangunan koperasi dan usaha kecil menengah pada tahun 2010 dapat dilihat antara lain dari kondisi koperasi yang ada, secara kuantitatif koperasi di Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel II-24
Koperasi dan Industri Kecil Menengah di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008- 2010
No TAHUN 2008 2009 2010
1 Industri
Industri Kecil dan Menengah 1) Unit Usaha 18.799 18.799 19.084 2) Tenaga Kerja 41.789 41.789 42.423 3) Nilai Produksi 42.903 42.903 43.553 2 Koperasi 1) Jumlah koperasi 330 330 384 2) Koperasi aktif 279 279 304
3) Koperasi tidak aktif 72 72 80
Sumber: Dinindagkop Kabupaten Banjarnegara
Tabel di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2010 berjumlah 384 koperasi, apabila dibandingkan dengan jumlah koperasi tahun 2009 yaitu sebanyak 330 telah terjadi peningkatan. Sedangkan jumlah koperasi yang aktif pada tahun 2009 sebanyak 279 koperasi telah terjadi peningkatan jumlah koperasi aktif pada tahun 2010 sebanyak 25 koperasi sehingga jumlah koperasi aktif pada tahun 2010 adalah sebanyak 304 koperasi. Adapun UMKM pada Tahun 2010 tercatat sebanyak 19.084 unit UMKM.
16. Penanaman Modal
Kegiatan investasi di Kabupaten Banjarnegara mengalami peningkatan, pada tahun 2009 sebanyak 835 perusahaan yang menanamkan modalnya dengan nilai investasi sebesar Rp.140.000.000.000,- (seratus empat puluh milyar rupiah), sedangkan pada tahun 2010 jumlah perusahaan yang melakukan investasi adalah 680 perusahaan dengan nilai investasi mencapai Rp 198.462.036.475,-(seratus sembilan puluh delapan milyar empat ratus enam puluh dua juta tiga puluh enam ribu empat ratus tujuh puluh lima rupiah).
Secara rinci perkembangan nilai investasi dan jumlah investor di Kabupaten Banjarnegara dapat dilihat dari tabel II-25 sebagai berikut:
Tabel II-25
Jumlah Investor dan Nilai Investasi di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008-2010
TAHUN 2008 2009 2010
Jumlah Perusahaan 640 835 680
Nilai Investasi (milyar) 74,55 140,00 198,46
Sumber: KP2T Kabupaten Banjarnegara
17. Kebudayaan
Beberapa hal yang telah dicapai dalam bidang kebudayaan antara lain berupa pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Banjarnegara dalam bentuk penyelenggaraan festival seni dan budaya dan pembinaan terhadap kelompok kesenian. Kelompok kesenian di Kabupaten Banjarnegara tercatat sejumlah 658 kelompok.
Selain kegiatan pembinaan kelompok kesenian, juga dilakukan penyelenggaraan pentas seni dan budaya pada tahun 2010 sebanyak 6 kali.
18. Kepemudaan dan Olah Raga
Pembangunan bidang kepemudaan dan olahraga pada tahun 2010 telah dilaksanakan beberapa program pembangunan, antara lain
program pembinaan dan pemasyarakatan olah raga dan program peningkatan sarana dan prasarana olah raga.
Beberapa prestasi yang diperoleh di bidang kepemudaan dan olah raga antara lain naiknya peringkat Banjarnegara dalam Pekan Olahraga Provinsi (POPDA SMP/MTs) dari peringkat 5 menjadi Juara Umum III dengan perolehan: 11 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Sedangkan POPDA SMA/MA/SMK pada tahun 2010 meraih peringkat 6 atau naik dari peringkat 9 pada tahun 2009, dengan perolehan medali 6 emas, 3 perak dan 2 perunggu.
19. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri