2. Secara Praktis
3.2. Fokus Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian serta kerangka teori maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini yang dapat mengukur implementasi suatu program Ekonomi Kreatif menurut Teori Edward III dapat diukur melalui empat variabel yaitu :
1. Komunikasi
2. Sumber daya (resource)
3. Sikap birokrasi dan pelaksana (disposisi) 4. Struktur birokrasi
44 3.3 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
A. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dan masih diperlukan pengelolaan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum digunakan. Data primer diperoleh ketika melalcukan penelitian dari orang-oftlllg atau informan berupa wawancara secara langsung tennasuk observasi.
B. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dan tidak diperlukan pengelolaan.Data sekunder diperoleh melalui dokumen- dokumen, arsip, junal maupgn artikel terkait yang dengan penelitian.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulandatamerupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data.
Teknik pengumpulan data juga membantu peneliti dalam memperoleh data yang berkualitas dan memenuhi standar di lapangan. Tanpa mengetahui teknik penelitian data maka peneliti tidak akan memperoleh data yang di inginkan dan memenuhi standar dan yang ditetapkan.
Dalam hal pengumpulan data ini, penulis turun langsung pada objek penelitian untuk mendapatkan data maka peneliti menggunakan teknik pengumpul an data sebagai berikut :
45 1. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan peristiwa secara langsung yang terjadi dilapangan termasuk mendengar, pencatatan dalam rangka memahami, mencari jawaban, mencari bukti terhadap fenomena sosial berupa perilaku, kejadian-kejadian, keadaan, dan benda-benda tertentu selama beberapa waktu tanpa mempengaruhi fenomena yang diamati.
Observasi digunakan peneliti untuk mengetahui dan mengamati secara langsung mengenai implementasi program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Kelurahan Talikuran Kecamatan Kawangkoan Utara.
2. Wawancara
Wawancara atau interview adalah proses memperoleh atau mengetahui jawaban maupun keterangan dari narasumber yang berkaitan dengan objek penelitian, yang dilakukan dengan cara tanya-jawab secara langsung atau tatap muka (face to face) antara pewawancara dengan responden/narasumber atau orang yang diwawancarai dengan menggunakan pedoman (guide) wawancara.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan proses pengumpulan data sekunder berupa foto- foto, dokumen, catatan, keterangan atau data lainnya yang berhubungan dan dapat memberi dukungan ataupun memperkuat hasil penelitian yang berkaitan dengan objek penelitian.
46 3.5 Informan Penelitian
Informan penelitian merupakan orang yang oleh peneliti dianggap menguasai, memahami, dan tau tentang objek penelitian, yang dapat memberikan informasi secara jelas dan tepat. Adapun informan dalam penelitian ini adalah:
1. Pelaksana Program (PU) : 2 Orang 2. Pemerintah Kelurahan Talikuran : 3 Orang 3. Masyarakat penerima manfaat program : 4 Orang
3.6 Teknik Analisis Data
Menurut Sugyono dalam Iskandar (2018:221), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara catatan lapangan, dan sfudi dokumentasi dengan cara mengotanisasikan data ke sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupurl orang lain. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan.
a. Reduksi data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan pemusatan perhatian pada penyederhanaan data, pengabstraksikan dan transformasi data kasar yang muncul dari wawancara. Reduksi datamerupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan dapat ditarik dan diverivikasi (Miles dan Huberman, 1992:15). Setelah
47
mengklasifikasikan data atas dasar tema kemudian peneliti melakukan abstraksi data kasar tersebut menjadi uraian singkat.
b. Tahap Penyajian Data (Display)
Menurut Miles dan Huberman (1992:14) data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam terhadap masyarakat dikumpulkan untuk diambil kesimpulan sehingga bisa dijadikan dalam bentuk narasi deskriptif. Menurut Iskandar (2008:223), dalam penyajian data, peneliti harus mampu menyusun secara sistematis atau simultan sehingga data yang diperoleh dapat menjelaskan atau menjawab masalah yang diteliti, untuk itu peneiiti harus tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan.
c. Tahap Penarikan Kesimpulan (Verifikasi)
Pengambilan kesimpulan juga merupakan analisis lanjutan dari reduksi data, dan display dat sehingga data dapat disimpulkan dan peneliti masih berpeluang untuk menerima masukan (Iskandar, 2008:223). Pada tahap ini data yang telah dihubungkan satu dengan yang lain sesuai dengan konfigurasi-konfigurasi lalu ditadk kesimpulan. Pada tahap ini, peneliti selalu melalcukan uji kebenaran setiap makna yang muncul dari data. Setiap data yang menunjang komponen uraian diklarifikasi kembali dengan informan.
Apabila hasil klarifikasi memperkuat simpulan atas data yang tidak valid, maka pengumpulan datasiap dihentikan.
48
DAFTAR PUSTAKA
Achmad R. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: ANDI
Akib, H. 2012. Implementasi Kebijakan: Apa, mengapa dan bagaimana. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 1(1), 1-11.
Asmadi, Khayan, Kasjono H.S. 2011. Teknologi Pengolahan Air Minum.
Yogyakarta: Gosyen Publishing
Asmadi, 2011. Aspek Kesehatan Masyarakat Dalam Amdal. Salemba Pendidikan.
Chandra, Budiman., 2012. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC.
Edward III, George C. (1980). Implementing Public Policy. Washington DC:
Congressional Quarterly Press.
Joko T. 2010. Unit Produksi dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Yogyakarta:
Graha Ilmu
Kusnaedi. 2010. Mengolah Air Kotor untuk Air Minum. Jakarta: Swadaya.
Linsley, Ray K. 1995. Teknik Sumber Daya Air, Jilid 1 dan Jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Parawangi, Anwar. 2011. Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah Di Kabupaten Bone). Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pariata Westra dkk, 1989, Ensiklopedia Administrasi, Jakarta: Gunung Agung Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku
Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan
Soemirat, J. 2011. Kesehatan Lingkungan. Revisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
49
Widowati, W., Sastiono, A., Jusuf, R. 2008. Efek Toksik Logam. Yogyakarta:
Penerbit Andi
Winter, Soren C, 2004. Implementation Perspectives: Statue and Reconsideration.
Dalam Peters, B Guy and Pierre, Jon, 2003. Handbook of Public Administration. London: Sage Publications Ltd.
Wahab, Solichin, 2008, Analisis Kebijakan dari formula ke Implementasi Kebijaksanaan Negara, Jakarta : Pt. Bumi Aksara.
WHO (World Health Organization). 2005. Penyakit Bawaan Makanan. Jakarta:
EGC.