• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 : DISKUSI KEILMUAN

B. Follow Up

Hasil kegiatan pengabdian masayarakat yang telah dilakukan menunjukkan data-data yang perlu mendapatkan tindakan lebih lanjut dari nagari terutama pihak pemerintah untuk memberantas dan mengatasi terjadinya pelecehan seksual pada anak. Untuk itu diperlukan kerjsama semua pihak baik dari keluarga, masyarakat maupun pihak pemerintahan nagari, serta pemerintah sebagai pihak yang berwenang dalam mengambil kebijakan.

1. Follow Up dari kegiatan yang dilakukan adalah:

a. Orang tua memberikan pehaman kepada anak dengan siapa saja mereka boleh berinteraksi.

b. Menjelaskan kepada anak tentang bagian tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain, bahkan oleh ayah, kakek, paman dan juga saudara laki-lakinya.

c. Menyediakan kotak pesan dikantor wali nagari untuk pengaduan jika ada terjadi kasus namun tidak mau mengungkapkannya ke publik.

d. Pemerintahan nagari akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pelecehan seksual dan akan meneruskannya kasus tersebut keranah hukum.

e. Melakukan pemberian informasi secara rutin kepada orang tua dan masyarakat tentang hal-hal yang terkait dengan pelecehan seksual pada anak termasuk hukuman bagi pelaku pelecehan seksual pada anak.

53 f. Bekerjasama dengan sekolah Taman Kanak-kanak, agar para guru memberikan pemahaman kepada mereka tentang menjaga diri, badannya serta bagian bagian yang tidak boleh dilihat dan dipegang oleh orang lain.

Beberapa tindakan di atas dipandang bisa mengasi terjadinya pelecehan seksual pada anak.

2. Follow Up Pengembangan Keilmuan

Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dipublikasikan kepada masyarakat luas terutama pihak akademisi dan aparatur pemerintahan nagari, dengan cara:

a. Membuat brosur terkait dengan pelecehan seksual pada anak, bahaya dan cara mengatasinya.

b. Mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui pertemuan ilmiah seperti; okakarya, seminar, diskusi ilmiah, ldan lain-lain.

c. Memuatnya hasil kegiatan di jurnal

d. Menerbitkannya hasil kegiatan dalam bentuk sebuah buku.

54 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pesatnya perkembangan arus teknologi membuka peluang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya untuk mengakses berbagai informasi bagi siapa saja. Semua hal positif termasuk juga negatif yang merusakkan dan menyesatkan tersaji dengan manisnya. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab bagi terjadinya perilaku menyimpang seperti pelecehan seksual. Anak-anak menjadi sasaran utama bagi pelaku, karena anak-anak merupakan korban yang paling lemah.

2. Orang tua sebagai tameng utama dan terdepan dalam menghindarkan dan melindungi anak dari terjadinya pelecehan seksual terhadap mereka, termasuk juga seluruh anggota keluarga kecil dan keluarga besar, tetangga, masyarakat, aparatur pemerintahan nagari, aparat pemerintah dan juga para akademisi. Semua lini ini mesti saling bersinergi dan bahu membahu dalam mencegah dan mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual terutama pada anak.

3. Melihat pada kondisi di poin 2, maka perlu melibatkan dan mengikutsertakan berbagai pihat tersebut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, pemherian informasi tentang pelecehan seksual yang terjadi pada anak. Kegiatan ini, memberikan pengetahuan dan pemahan tentang apa itu pelecehan seksual kepada anak, siapa pelakunya, apa saja faktor penyebabnya, apa sanksi bagi para pelaku, upaya dalam mengatasi mengurangi terjadinya tindakan ini, serta bagaimana cara

55 membantu para korban agar bangkit dari traumatiknya karena menjadi korban pelecehan seksual

4. Pelaksanaan kegiatan layanan informasi ini dilakukan dalam dua tahapan, karena banyaknya masyarakat yang antusias ingin ikut menjadi peserta, dan mengingat kegiatan ini sangat perlu dan penting bagi semua kalangan.

5. Mempertimbangkan kondisi di masa pandemi ini, maka kegiatan tetap dan harus memperhatikan serta menerapkan protokol kesehatan, mulai dari mengatur jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitezer.

6. Hasil evaluasi dan monitoring setelah dilakukannya layanan informasi, menujukkan bahwa seluruh masyarakat terutama para peserta begitu apresiasi dengan adanya kegiatan yang dilakukan, ini terlihat pada sesi akhir dari kegiatan yaitu dengan banyaknya peserta yang bertanya dan memberikan tanggapan.

7. Selanjutkan, aparatur pemerintahan nagari bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan masyarakat, akan membuat suatu aturan salingka nagari untuk mencegah dan menanggulangi terjadi dan merebaknya pelecehan seksual pada anak di nagari ini pada khususnya dan di Kabupaten Padang Pariaman pada umumnya.

B. Saran

Berdasarkan kegiatan pengabdian kapada masyarakat yang telah dilaksanakan ini, dipandang perlu untuk melakukan kegiatan penyadaran kepada masyarakat secara kontiniu, serta kepedulian pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk menertibkan dan mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak.

56 DAFTAR REFERENSI

Depag.1995. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: Karya Toha

Elly Risman, dkk. 2014. Ensexclopedia, Tanya Jawab Masalah Pubertas & Seksualitas Remaja. Jakarta, Yayasan Kita & Buah Hati.

Fausiah Fitri dan Julianti Widury, Psikologi Abnormal Klinis Dewasa,(Jakarta:Universitas Indonesia Press, 2005)

Hisham Alttalib dkk.,2013. Parent-Child Relations A guide to Raising Children, London,Gutenberg Press Ltd.

Hurlock, Elizabeth B. 1989. Psikologi Perkembangan.

James Hansens dalam Taufik, 2009. Model-Model Konseling, Padang, Jurusan BK Fakultas Ilmu Pendidikan, UNP,

Kanwil Kemenag Prov. Sumbar. 2015. Statistik Pendidikan Agama dan Keagmaan Islam.

Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Prov Sumbar Kanwil Kemenag Prov. Sumbar. 2015. Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam.

Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Mellyarti Syarif, 2010, Serba-serbi Pendidikan Islam, Padang, The Minangkabau Fondation.

Mohammad Hanafi dkk. 2015 Community Based Research , LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya. Surabaya.

Prayitno. 2009. Wawasan Profesional Konseling. Padang: UNP

Erman Amti, “Dasar- Dasar Bimbingan Dan Konseling”(Jakarta: Rineka Cipta, 2004)

Prayitno, Erman Amti. 2008. Dasar--dasar Bimbingan Konseling. Jakarta Rineka Cipta

Santrock, John W. 2003. Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga Sunarto dan Agung Hartono. 2006. Perkembangan Peserta Didik Jakarta: Rineka Cipta Sri Rumini dan Siti Sundari.2004. Perkembangan Anak dan Remaja.Jakarta: Rineka Cipta

57 Syamsu Yusuf. 2010. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda

Karya

Winkel, Sri Hastuti, “Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan”, (yogyakarta:

Mesdia Abadi, 2007)

WWW. Pulsk.com/.../Wajib-Tahu-Apa-itu-LGBT, 15 Maret 2016 Zakiah Daradjat. 1970. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang

Dalam dokumen LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT (Halaman 61-0)