• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Konseptual Sistem dan Formulasi Model Rantai Pasok Kentang

5.2.2 Formulasi Model Rantai Pasok Kentang

5.2.2 Formulasi Model Rantai PasokKentang

Asumsi merupakan pikiran-pikiran dasar yang digunakan sebagai titik

tolak atau alasan dalam menjelaskan suatu fenomena dan diyakini kebenarannya

(Simatupang, 2000). Digunakan beberapa asumsi dalam pembuatan model

dinamik rantai pasokkentang antara lain :

1. Pemodelan rantai pasok kentang dalam upaya ketahanan pangan berasal dari

produksi kentang dalam negeri, bukan impor kentang.

2. Umur panen rata-rata kentang 3 - 4 bulan.

3. Produktivitas rata-rata kentang16,2 ton/ha

4. Laju pertumbuhan penduduk 0,011% dan laju kematian 0,007%

5. Jumlah tenaga kerja per hektar kentang 300 HOK.

6. Penggunaan pestisida 0,3 liter/ha

7. Harga kentang Rp. 6.000/kg

8. Terjadi alih fungsi lahan atau pergeseran pemanfaatan lahan untuk keperluan

non pertanian sebesar 0,11% per tahun dan laju ekstensifikasi 0,113% per

tahun.

Formulasi model dengan menggunakan diagram alir dan perumusan

matematis. Diagram alir dibangun dengan menggunakan powersim. Formulasi

model dirumuskan ke dalam bentuk matematis yang dapat mewakili sistem nyata.

Formulasi model menghubungkan variabel-variabel yang telah diidentifikasi

dalam model konseptual dengan bahasa simbolik. Formulasi model potato.sim

56

Keterangan : A : Produsen B :Pemasok C : Konsumen Gambar 8. Model Rantai Pasok Kentang di Indonesia

Gambar 8. diatas merupakan gambar hubungan sebab akibat yang terdiri

atas elemen-elemen sistem penyusun rantai pasok kentang yang memiliki

hubungan timbal balik antar anggota elemen. Hubungan timbal balik antar elemen

dalam hubungan sebab akibat dapat berupa hubungan positif atau negatif.

Hubungan positif terjadi jika nilai suatu elemen mengalami peningkatan maka

menyebabkan peningkatan pada nilai elemen yang lainnya, atau jika nilai suatu

elemen mengalami penurunan maka akan menyebabkan nilai elemen yang lain

menjadi turun. Sebaliknya hubungan sebab-akibat negatif antara satu elemen

dengan elemen lain terjadi apabila peningkatan nilai suatu elemen tertentu akan

menyebabkan nilai elemen yang lain turun atau sebaliknya. Berdasarkan uraian

tersebut dapat dijelaskan hubungan sebab akibat dari model sistem dinamis

kentang sebagai berikut:

A. Sub Sistem Produsen

Pada sub model produsen, terdapat produsen sebagai entitas utama yang

memproduksi kentang. Luas tanam merupakan level, yang dipengaruhi oleh

luas tanam ekstensifikassi konversi lahan

laju ekstensifikasi laju konversi luas panen Total HOK pendapatan rumah tangga pendapatan RT Petani kentang penduduk pertumbuhan kematian

laju pertumbuhan laju kematian konsumsi kentang tingkat konsumsi produktivitas agroekosistem pestisida waktu delay HOK per Ha Pasokan Produksi Konsumsi RT Konsumsi Industi Industri olahan luas tanam Total Konsumsi

Pendapatan industri Harga Kentang Per Kg Pendapatan dari konsumen RT Total Pendapatan

A

B

C

57

besarnya tingkat pertambahan luas tanam dan alih fungsi lahan kentang. Luas

tanam kentang ditentukan oleh besarnya laju pertambahan luas tanam, sedangkan

alih fungsi lahan juga ditentukan oleh besarnya laju alih fungsi (konversi) lahan

kentang. Sub model produsen berasal dari produksi kentang yang dirumuskan

dalam persamaan matematis sebagai berikut :

Produksi = MAX(('Konsumsi Industi'+'Konsumsi RT');('luas

panen'*produktivitas))...(1)

dimana,

Produksi Kentang : Produksi kentang (ton)

Konsumsi Industri : Konsumsi industri kentang (ton) Konsumsi RT : Konsumsi rumah tangga kentang (ton) Luas Panen : Luas panen kentang (ha)

Produktivitas : Produktivitas kentang (ton/ha)

Seperti yang ditunjukkan Gambar 8. Fungsi MAX memiliki mekanisme

mencari nilai terbesar dari elemen-elemen input yang digunakan menjadi nilai

yang digunakan. Terdapat 2 persamaan yang menjadi input untuk menentukan

nilai mana yang lebih besar, persamaan pertama adalah (konsumsi industri +

konsumsi rumah tangga) yang merupakan total konsumsi dan persamaan kedua

adalah (luas panen*produktivitas) yang merupakan persamaan ketersediaan bahan

baku. Fungsi MAX digunakan untuk memilih nilai yang paling besar dari

beberapa nilai, apabila persamaan total konsumsi lebih besar dibandingkan

dengan persamaan ketersediaan bahan baku maka keputusan produksi adalah

sesuai dengan besarnya persamaan konsumsi tersebut ataupun sebaliknya.

Simulasi flowrate“Produksi” akan terus mencari nilai mana yang terbesar antara kedua persamaan tersebut untuk digunakan sebagai jumlah produksi.

58

Luas panen = DELAYMTR('luas tanam';'waktu delay';1;70000) - RANDOM

(0,075;0,1)*'luas tanam'...(2)

Persamaan 2 menyatakan luas panen kentang sebagai fungsi masa tunggu

dari luas tanam. Waktu tunggu luas tanam menjadi luas panen diasumsikan

selama 3 bulan, sedangkan inisial waktu tunggu adalah 70000 ha menunjukkan

luas panen riil pada tahun 2003. Pada variabel luas panen ini terdapat penyusutan

luas panen yang dapat mengurangi besarnya luas panen yaitu diasumsikan sebesar

10% dari luas areal tanam.

Luas tanam kentang = 70000 + dt*ekstensivikasi-dt*konversi...(3)

dimana,

L_tanam Kentang : Luas areal tanam kentang(ha) Ekstensifikasi : Perluasan areal tanam kentang

Konversi Kentang : Alih fungsi lahan atau pergeseran areal tanam

Persamaan 3 menyatakan bahwa luas areal tanam kentang mengakumulasi

perbedaan antara perluasan lahan dan pergeseran areal tanam terhadap keadaan

L_tanam sebelumnya yaitu luas tanam pada tahun 2003 (tahun dasar simulasi)

sebesar 70000 ha. Luas areal tanam adalah besarnya luas lahan yang digunakan

untuk tanaman kentang.

Konversi lahan = 'luas tanam'*'laju konversi' ...(4)

dimana,

Konversi : Penambahan alih fungsi lahan tanaman kentang (ha/th) Laju konversi : Laju alih fungsi lahan kentang (%/th)

59

Pergeseran fungsi lahan tanaman kentang dinyatakan dengan persamaan 4

sebagai perkalian antara luas areal tanam riil dengan laju alih fungsi/pergeseran

lahan tanaman kentang. Besarnya angka alih fungsi lahan sebesar 0,11/tahun

merupakan input data yang dimasukkan dalam model dan disesuaikan dengan

kondisi nyata.

Ekstensifikasi = 'luas tanam'*'laju ekstensifikasi'...(5)

dimana,

Ekstensifikasi : Penambahahan luas lahan kentang(ha/th) Laju Ekstensifikasi : laju penambahan luas lahan kentang (%/th)

Penambahan luas tanam kentang dinyatakan dengan persamaan 5 sebagai

perkalian antara luas areal tanam riil dengan laju penambahan luas lahan tanaman

kentang. Besarnya angka penambahan luas lahan sebesar 0,113/tahun merupakan

input data yang dimasukkan dalam model dan disesuaikan dengan kondisi nyata.

Agroekosistem = ekstensifikasi*pestisida...(6)

dimana,

Agroekosistem : Pencemaran agroekosistem akibat pestisida (ltr) Ekstensifikasi : Penambahan luas lahan (ha)

Pestisida : Banyaknya aplikasi pestisida (liter/th)

Agroekosistem terganggu dinyatakan dengan persamaan 6 sebagai

perkalian antara total perluasan lahan dengan banyaknya aplikasi pestisida.

Total HOK = 'HOK per Ha'*'luas panen'...(7)

dimana,

60

HOK per Ha : Hari Orang Kerja Luas panen : Luas panen kentang (ha)

Seperti pada gambar 8. diketahui bahwa auxiliary “luas panen” dan constant HOK per ha berhubungan dengan auxiliary “Total HOK”. Dengan menggunakan formula 'HOK per Ha'*'luas panen' maka dapat diketahui jumlah

tenaga kerja harian per hektarnya.

Pendapatan RT = 'luas panen'*'pendapatan RT Petani kentang'...(8)

dimana,

Pendapatan RT : Pendapatan rumah tangga petani (Rp) Luas panen : Luas panen kentang (ha)

Pendapatan RT : Pendapatan Rumah Tangga petani kentang (Rp/ha)

Pendapatan rumah tangga petani dinyatakan dengan persamaan 8 sebagai

perkalian antara luas panen kentang dengan pendapatan rumah tangga petani

kentang.

B. Sub Sistem Pemasok

Sub model pemasok terdapat pasokan sebagai komponen utama, yang

mengatur ketersediaan kentang dan mengolah produksi kentang dari produsen

yang dipasarkan didalam maupun luar negeri. Pasokan merupakan level, yang

dipengaruhi oleh besarnya jumlah produksi dan konsumsi kentang. Produksi

kentang ditentukan oleh besarnya luas panen dan produktivitas kentang,

sedangkan konsumsi kentang ditentukan tingkat konsumsi kentang dan jumlah

penduduk Indonesia. Aktivitas yang dilakukan oleh industri kentang meliputi

61

produksi maupun konsumsi dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai

berikut :

Pasokan = 955488 + dt*produksi-dt* konsumsi RT...(9)

dimana

Pasokan :Ketersediaan Kentang (ton) Produksi :Produksi kentang (ton) Konsumsi RT :Kebutuhan kentang (ton)

Pasokan kentang dinyatakan dengan persamaan 9 dimana Jumlah produksi

kentang merupakan flow rate yang masuk ke level pasokan kentang yang akan

menambah nilai pada level. Aktivitas penyaluran barang untuk konsumsi industri

maupun konsumsi rumah tangga merupakan 2 flow rate yang mengurangi level

pasokan kentang.

Pendapatan Industri = 'Harga Kentang Per Kg'*'Konsumsi Industri'...(10)

dimana,

Pendapatan Industri : Pendapatan Industri kentang (Rp/ton) Harga Kentang per kg : Harga kentang

Konsumsi Industri : Konsumsi industri kentang (ton)

Pendapatan industri dinyatakan dengan persamaan 10 sebagai perkalian

antara harga kentang dengan konsumsi industri kentang.

Total pendapatan = 'Pendapatan dari konsumen RT'+'Pendapatan

industri'...(11)

dimana,

Total Pendapatan : Jumlah pendapatan industri kentang

62

Pendapatan Industri : Pendapatan industri kentang (Rp)

Total Pendapatan dinyatakan dengan persamaan 11 sebagai penjumlahan

pendapatan kentang dari konsumsi rumah tangga dan pendapatan industri kentang.

Pendapatan dari konsumen RT = 'Harga Kentang Per Kg'*'Konsumsi

RT'...(12)

dimana

Pendapatan konsumen RT : Pendapatan dari konsumen kentang Rumah Tangga(Rp/kg)

Harga kentang per kg : Harga kentang dalam negeri (Rp) Konsumsi RT : Konsumsi kentang rumah tangga (kg)

Pendapatan dari konsumen dinyatakan dengan persamaan 12 sebagai

pendapatan yang diperoleh dari perkalian antara harga kentang dengan konsumsi

rumah tangga kentang.

C. Sub Sistem Konsumen

Sub model konsumsi dirumuskan dengan persamaan matematis sebagai

berikut :

Total Konsumsi ='Konsumsi Industri'+'Konsumsi RT'...(13)

dimana,

Total konsumsi : Jumlah Konsusmsi industri kentang Konsumsi industri : Konsumsi industri kentang

Konsumsi RT : Konsumsi kentang rumah tangga

Total konsumsi dinyatakan dalam persamaan 13 sebagai total penjumlahan

63

Konsumsi Kentang = 'tingkat konsumsi'*penduduk...(14)

dimana,

Konsumsi Kentang : konsumsi Kentang (kg/th)

Penduduk : jumlah penduduk Indonesia (jiwa) Tingkat_konsumsi : tingkat konsumsi kentang (kg/kapita/th)

Persamaan 14 merupakan persamaan untuk mengetahui konsumsi kentang.

Besarnya merupakan perkalian antara jumlah penduduk dengan tingkat konsumsi.

Tingkat konsumsi merupakan nilai parameter (input) yang dilambangkan dengan

konstanta sehingga perubahan-perubahan nilai parameter dalam model dapat

dilakukan sesuai kondisi nyata.

Penduduk Indonesia = 241000000+ dt*Pertumbuhan-dt* Kematian...(15) Pertumbuhan = Lj_pertumbuhan * Penduduk_Indonesia

Kematian = Lj_kematian * Penduduk_Indonesia dimana,

Lj_pertumbuhan : rate pertumbuhan penduduk (%/th) Lj_kematian : rate kematian penduduk (%/th)

Persamaan 15 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia

mengakumulasi keadaan awal jumlah penduduk pada tahun 2010 sebagai tahun

dasar simulasi sebesar 241 juta jiwa terhadap laju pertumbuhan penduduk per

tahun. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh laju pertumbuhan penduduk per

tahun.

Dokumen terkait