HASIL DAN PEMBAHASAN
FORMULASI STRATEGI Analisis Lingkungan Pemasaran
Analisis lingkungan pemasaran dilakukan untyk mengidentifikasi metode pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan. Sebagai perusahaan agrowisata yang memiliki banyak pesaing, penentuan strategi pemasaran yang efektif sangat penting dilakukan untuk menjaga kekuatan kompetitif perusahaan. Sehingga perlu dilakukan identifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang akan menentukan formulasi strategi yang tepat dan efektif bagi perusahaan sesuai dengan kemampuan dan kondisi perusahaan.
Analisis lingkungan pemasaran dilakukan melalui pengamatan langsung dilapang secara observasi dan pengamatan langsung dengan menggunakan metode wawancara secara interaktif. Wawancara dilakukan dengan beberapa lembaga internal perusahaan pengelola agrowisata Aldepos, dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, dan beberapa responden pengunjung. Wawancara yang dilakukan untuk mengetahui keadaan lingkungan perusahaan baik internal ataupun eksternal yang menghasilkan beberapa faktor strategis internal dan eksternal pemasaran.
61
Identifikasi Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang menentukan sejauh mana kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan yang tentunya dapat dikendalikan oleh perusahaan. Faktor internal pemasaran perusahaan diidentifikasi melalui beberapa variabel lingkungan internal. Adapun variabel yang mempengaruhi kondisi lingkungan internal pemasaran perusahaan adalah : (1) Analisis konsumen, (2) Penjualan Produk atau jasa, (3) Perencanaan Produk atau jasa, (4) Penetapan harga, (5) Distribusi, (6) Riset Pemasaran, (7) Analisis peluang. Ketujuh variabel tersebut akan mempengaruhi kondisi lingkungan internal perusahaan. Hanya saja tidak menutup kemungkinan jika tidak semua variabel tersebut akan memberikan faktor strategis bagi perusahaan, karna akan disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
Berikut adalah beberapa faktor strategis pemasaran perusahaan Aldepos yang merupakan kekuatan bagi perusahaan adalah :
1) Mengutamakan unsur kebudayaan pedesaan berkonsep budaya jawa dan sunda dengan berbagai kegiatan wisata edukasi
2) Menyediakan jasa layanan transportasi dalam kawasan wisata agro berupa mobil antar jemput dan pemandu wisata secara gratis
3) Memiliki sarana dan fasilitas yang cenderung lengkap dan mengalami penambahan setiap tahunnya
4) Penentuan segmentasi dan target pasar adalah keluarga dan kelompok masyarakat daerah perkotaan (Jabodetabek)
5) Karyawan Selalu mengutamakan keramahan dan kesopanan dalam berinteraksi dengan pengunjung
6) Memiliki beberapa tempat penginapan yang didesain secara unik berdasarkan budaya jawa dan sunda
7) Lahan yang dikelola cukup luas mencapai kurang lebih 60 hektar
8) Letak perusahaan strategis yaitu didaerah Jabodetabek sesuai dengan target pasar
9) Aldepos juga memiliki kegiatan sosial dengan mendirikan sebuah panti asuhan yang dikelola langsung oleh perusahaan
Sedangkan faktor strategis pemasaran yang menjadi kelemahan bagi perusahaan adalah :
1) Tata letak antar fasilitas seperti restoran yang cukup jauh dari penginapan sehingga menyulitkan pengunjung
2) Menyediakan daftar paket wisata yang terbatas
3) Pengelolaan lahan yang belum dilakukan secara optimal
4) Adanya ketergantungan jumlah pengunjung dengan masa liburan nasional ataupun liburan sekolah
5) Letak agrowisata yang jauh dari tempat persediaan bahan baku restoran seperti pasar modern dan pasar tradisional
6) Adanya keterbatasan jumlah pengunjung yang dapat ditampung oleh agrowisata Aldepos karena minimnya jumlah penginapan
Identifikasi Faktor Eksternal
Identifikasi faktor lingkungan eksternal dilakukan dengan beberapa pengidentifikasian beberapa variabel pemasaran yang dapat dikendalikan oleh
62
perusahaan. Adapun variabel lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi terbentuknya faktor strategis eksternal pemasaran adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro terdapat variabel perantara pemasaran, pelanggan, dan persaingan. Sedangkan lingkungan makro dipengaruhi oleh variabel faktor ekonomi, demografi, sosial budaya dan lingkungan, politik dan hukum, serta teknologi. Tidak menutup kemungkinan seluruh variabel tersebut akan memeberikan faktor strategis yang mempengaruhi perusahaan. Namun, dalam keadaan yang terdapat di lapang, tidak semua variabel tersebut memberikan faktor strategis eksternal yang mempengaruhi perusahaan.
Berikut beberapa faktor strategis eksternal yang menjadi peluang bagi perusahaan Aldepos adalah :
1) Terdapat beberapa peliputan mengenai obyek wisata pada stasiun televisi sebagai wadah yang dapat mempromosikan obyek wisata
2) Pemanfaatan media teknologi informasi (internet) sebagai media pemasaran (promosi)
3) Adanya perubahan perilaku konsumen yang dapat diidentifikasi dari metode promosi berdasarkan pengalaman pengelola dengan melakukan studi banding kepada pesaing
4) Adanya tren sosial yaitu kembali ke alam “Back to Nature”
5) Adanya kerjasama dengan beberapa perusahaan perantara seperti media cetak
6) Aliran sungai yang terdapat disekitar kawasan agrowisata Aldepos menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung
Sedangkan faktor strategis eksternal yang tergolong kedalam ancaman bagi perusahaan Aldepos adalah :
1) Infrastruktur pemerintah yang belum optimal seperti kondisi jalan yang rusak dan sempit
2) Kondisi iklim dan cuaca yang masih mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang
3) Produksi jambu yang masih tergantung oleh musim dan iklim
4) Pada daerah sekitar Aldepos tidak terdapat tempat wisata alternatif sehingga akan membatasi preferensi konsumen
5) Adanya kenaikan bahan baku akibat inflasi yang akan mempengaruhi pendapatan perusahaan
6) Terdapat beberapa tempat wisata yang menawarkan konsep agrowisata sejenis ataupun berbeda yang berada di Kabupaten Bogor
63
Tahap Masukan (Input Stage) Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)
Analisis lingkungan internal dilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Kemampuan perusahaan ditinjau dari seberapa besar kekuatan yang dimiliki dan kelemahan internal perusahaan. Penilaian lingkungan internal penting dilakukan oleh perusahaan dalam periode tertentu untuk menentukan strategi yang akan diterapkan dan sebagai langkah evaluasi terhadap strategi yang telah diterapkan. Analisis kondisi lingkungan internal dilakukan dengan menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluation).
Langkah awal dalam melakukan analisis lingkungan internal adalah dengan mengidentifikasi faktor strategis internal perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Setiap faktor strategis digolongkan kedalam kekuatan atau kelemahan bagi perusahaan. Kemudian pihak internal perusahaan yang mengerti keadaan operasional dan kondisi perusahaan akan memberikan peringkat dan bobot masing-masing faktor. Sama halnya dengan analisis kondisi eksternal, pihak yang akan mengevaluasi kondisi eksternal perusahaan adalah manajer pemasaran dan administrasi bendahara dengan persentase pengaruh masing-masing berturut-turut sebesar 70 % dan 30%.
Evaluasi matriks IFE menunjukkan bahwa skor bobot total lingkungan internal Aldepos adalah 2.698. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan Aldepos telah mampu memanfaatkan kekuatan internal perusahaan dan mampu mengatasi kelemahan perusahaan untuk mencapai keberhasilan pemasaran usaha. Matriks IFE juga memperlihatkan bahwa skor bobot total kekuatan lebih tinggi dibanding dengan skor bobot kelemahan yaitu 1.886 untuk kekuatan dan 0.812 untuk kelemahan. Nilai skor bobot total kekuatan dan kelemahan tersebut mengindikasikan bahwa faktor strategis kekuatan memiliki respon lebih tinggi terhadap keberhasilan pemasaran perusahaan. Selain itu, strategi pemasaran yang telah diterapkan oleh perusahaan lebih efektif merespon kekuatan dibandingkan kelemahan. Berikut adalah tabel perhitungan matriks IFE pemasaran agrowisata Aldepos.
Matriks IFE juga mampu memberikan gambaran tentang faktor strategis kekuatan dan kelemahan yang paling mempengaruhi keberhasilan pemasaran perusahaan Aldepos dengan melihat dari nilai bobot. Faktor kekuatan yang paling mempengaruhi keberhasilan pemasaran agrowisata Aldepos adalah “Selalu mengutamakan kepuasan konsumen dengan memberikan pelayanan yang maksimal dengan servis yang memuaskan pelanggan” dengan nilai bobot 0.083. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk berupa barang dan jasa maka kepuasan konsumen merupakan faktor penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Karna jasa merupakan produk yang tidak dapat dimiliki ataupun dikonsumsi, jasa hanya dapat dirasakan setelah konsumen membeli jasa tersebut. Faktor yang menentukan kepuasan konsumen yang membeli jasa adalah dari kepuasan pelayanan yang diterima. semakin tinggi kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan maka akan semakin membuka peluang terbentuknya loyalitas konsumen.
Sedangkan faktor strategis yang sangat mengancam keberhasilan pemasaran perusahaan adalah “Adanya ketergantungan jumlah pengunjung dengan masa
64
liburan (hari besar atau libur sekolah)” dengan nilai bobot sebesar 0,079. Ketergantungan jumlah pengunjung pada masa liburan akan sangat mempengaruhi pendapatan perusahaan. Sehingga jumlah pengunjung tidak dapat diprediksi dan seringkali terjadi kesenjangan ataupun perbedaan yang cukup tinggi disaat liburan dan saat masa sekolah. Hal ini seringkali menjadi masalah, karena disaat liburan pengunjung akan mengalami peningkatan dan bahkan melebihi kapasitas yang mampu ditampung perusahaan sedangkan saat masa sekolah pengunjung yang hadir relatif minim.
Tabel 8. Matriks IFE lingkungan pemasaran Agrowisata Aldepos (PT Aldepos)
No Faktor-Faktor Kunci Internal Bobot Rating Skor
Bobot Kekuatan
1. Mengutamakan unsur kebudayaan pedesaan berkonsep budaya jawa dan sunda dengan berbagai kegiatan wisata edukasi
0.073 3.0 0.219
2. Menyediakan jasa layanan transportasi didalam
kawasan wisata agro dan pemandu wisata secara gratis 0.056 3.7 0.207 3. Memiliki sarana dan fasilitas yang cenderung lengkap
dan mengalami penambahan setiap tahunnya 0.077 2.7 0.208 4. Penentuan segmentasi dan target pasar adalah keluarga
dan kelompok masyarakat daerah perkotaan 0.071 3.0 0.213 5. Selalu mengutamakan kepuasan konsumen dengan
memberikan pelayanan yang maksimal dengan servis yang memuaskan pelanggan
0.083 3.7 0.307
6. Memiliki beberapa tempat penginapan yang didesain
secara unik berdasarkan budaya jawa dan sunda 0.065 3.3 0.215 7. Lahan yang dikelola cukup luas mencapai kurang lebih
60 hektar 0.075 2.0 0.150
8. Letak perusahaan yang strategis didaerah jabodetabek
sesuai dengan target pasar 0.063 3.0 0.189
9. Aldepos juga memiliki kegiatan sosial dengan mendirikan sebuah panti asuhan yang dikelola langsung oleh perusahaan
0.054 3.3 0.178
Total Skor Bobot Kekuatan 1.886
Kelemahan
10. Tata letak antar fasilitas seperti restoran yang cukup
jauh dari penginapan sehingga menyulitkan pengunjung 0.056 1.7 0.095 11. Menyediakan variasi daftar paket wisata yang terbatas 0.062 3.0 0.186 12. Pengelolaan lahan yang belum dilakukan secara optimal 0.069 2.0 0.138 13. Adanya ketergantungan jumlah pengunjung dengan
masa liburan nasional ataupun liburan sekolah 0.079 2.3 0.182 14. Letak Agrowisata yang jauh dari tempat persediaan
bahan baku seperti pasar modern dan pasar tradisional 0.050 1.7 0.085 15. Adanya keterbatasan jumlah pengunjung yang dapat
ditampung oleh agrowisata Aldepos karena minimnya jumlah penginapan
0.074 1.7 0.126
Total Skor Bobot Kelemahan 0.812
65
Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation)
Perumusan strategi diawali dengan pengidentifikasian kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis lingkungan perusahaan untuk melihat faktor kunci strategis yang akan mempengaruhi perusahaan baik yang berasal dari dalam perusahaan ataupun dari pihak eksternal perusahaan. Analisis faktor eksternal perusahaan dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengantisipasi ancaman yang akan mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Evaluasi faktor eksternal tidak bisa dipengaruhi ataupun dikendalikan oleh perusahaan tetapi juga harus turut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan terkait perumusan strategi. Evaluasi faktor eksternal perusahaan dianalisis dengan menggunakan metode matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation).
Penyusunan matriks EFE diawali dengan memberikan penilaian bobot dan rating terhadap faktor strategis yang telah disusun dari analisis lingkungan eksternal perusahaan. Penilaian bobot terhadap faktor strategis dilakukan dengan melihat seberapa jauh respon faktor strategis tersebut terhadap keberhasilan perusahaan. Sedangkan pemberian peringkat untuk menunjukkan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini dalam merespon faktor tersebut. Penentuan nilai bobot dan peringkat ditentukan oleh pihak internal perusahaan yang mengerti operasional yang terjadi diperusahaan. Pemberian bobot dan rating eksternal pemasaran Aldepos ditentukan oleh manajer pemasaran dan administrasi bendara Agrowisata Aldepos. Hanya saja dalam perolehan nilai bobot dan rating secara keseluruhan, manajer pemasaran memberikan 70% dan Administrasi bendahara memberikan 30%. Hal ini ditentukan berdasarkan kekuatan responden dalam pengambilan keputusan perusahaan dan kekuatan dalam pengetahuan operasional perusahaan.
Skor bobot total faktor-faktor strategis eksternal agrowisata Aldepos yaitu sebesar 2.560 yang berarti diatas skor rata-rata. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa PT Aldepos secara rata-rata mampu memanfaatkan peluang eksternal dan mampu menghindari ancaman pada pemasaran agrowisata Aldepos. Matriks EFE juga memperlihatkan skor bobot peluang dan ancaman berturut-turut 1.480 dan 1.080. Nilai skor bobot total peluang lebih besar dibandingkan dengan skor bobot total ancaman yang menunjukkan bahwa perusahaan memberikan respon yang lebih tinggi terhadap faktor peluang dibandingkan responnya terhadap faktor ancaman. Hal ini disebabkan oleh rating pada peluang lebih besar daripada ancaman. Menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang telah diterapkan saat ini lebih efektif merespon faktor strategis peluang perusahaan dibandingkan dengan responnya terhadap ancaman. Berikut adalah tabel matriks EFE agrowisata Aldepos.
66
Tabel 9. Matriks EFE lingkungan pemasaran Agrowisata Aldepos (PT Aldepos) No Faktor-Faktor Kunci Eksternal Bobot Rating Skor
Bobot Peluang
1. Terdapat beberapa peliputan mengenai obyek wisata pada stasiun televisi sebagai wadah yang dapat mempromosikan obyek wisata
0.066 2 0.132 2. Pemanfaatan media teknologi informasi
(internet) sebagai media pemasaran (promosi) 0.100 3 0.300 3. Adanya perubahan perilaku konsumen yang
dapat diidentifikasi dari metode promosi berdasarkan pengalaman pengelola dengan melakukan studi banding kepada pesaing
0.074 3.4 0.252 4. Adanya tren sosial yaitu kembali ke alam
“Back to Nature” 0.101 3.3 0.333
5. Adanya kerjasama dengan beberapa
perusahaan perantara seperti media cetak 0.098 2.4 0.235 6. Aliran sungai yang terdapat disekitar kawasan
agrowisata Aldepos menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung
0.069 3.3 0.228
Total Skor Bobot Peluang 1.480
Ancaman
7. Infrastruktur pemerintah yang belum optimal
seperti kondisi jalan yang rusak dan sempit 0.071 1.0 0.071 8. Kondisi iklim dan cuaca ekstrim
mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang
0.075 1.7 0.128 9. Produksi jambu yang masih tergantung oleh
musim dan iklim 0.098 2.3 0.225
10. Pada daerah sekitar Aldepos tidak ada tempat wisata alternatif sehingga membatasi preferensi konsumen
0.078 2.7 0.211 11. Adanya kenaikan bahan baku akibat inflasi
yang akan mempengaruhi pendapatan perusahaan
0.089 2.3 0.205 12. Terdapat beberapa tempat wisata yang
menawarkan konsep agrowisata sejenis ataupun berbeda yang berada di Kabupaten Bogor
0.080 3.0 0.240
Total Skor Bobot Ancaman 1.080
Total Skor Bobot EFE 2.560
Tabel diatas juga memperlihatkan bahwa faktor peluang terpenting yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran agrowisata Aldepos adalah “Adanya tren sosial yaitu kembali ke alam “Back to Nature” yang sesuai dengan konsep pengembangan Agrowisata Aldepos” dengan bobot sebesar 0.101. Sedangkan faktor strategis ancaman yang paling berpengaruh terhadap perusahaan adalah
67 “Produksi jambu yang masih tergantung oleh musim dan iklim” dengan bobot sebesar 0.098. Hanya saja faktor ancaman yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan adalah faktor strategis di bidang pengembangan agro yaitu pertanian jambu jamaika. Faktor strategis yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran agrowisata secara keseluruhan adalah “Terdapat beberapa tempat wisata yang menawarkan konsep agrowisata sejenis ataupun berbeda yang berada di Kabupaten Bogor” dengan bobot sebesar 0,080.
Jika dilihat dari total skor bobot maka faktor strategis peluang yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran agrowisata Aldepos adalah “Adanya tren sosial yaitu kembali ke alam “Back to Nature” yang sesuai dengan konsep pengembangan Agrowisata Aldepos” dengan skor bobot total sebesar 0.333. Adanya tren sosial kembali ke alam “Back to Nature” yang diadopsi secara baik akan memberikan tingkat keberhasilan pemasaran agrowisata Aldepos. Karena untuk saat ini obyek wisata yang lebih diminati adalah dengan pemanfaatan keindahan alam yang natural dan didesain secara menarik. Sedangkan faktor strategis yang mengancam perusahaan adalah “Terdapat beberapa tempat wisata yang menawarkan konsep agrowisata sejenis ataupun berbeda yang berada di Kabupaten Bogor” dengan total skor bobot sebesar 0.240. Keberadaan pesaing sejenis yang menawarkan konsep agrowisata berbasis keindahan alam akan memberikan ancaman yang cukup besar bagi perusahaan Aldepos jika faktor tersebut tidak diantisipasi secara efektif oleh Aldepos. Pesaing yang mengancam keberadaan Aldepos jika pesaing memberikan inovasi paket wisata agrowisata yang lebih unik dan menarik atau dengan memberikan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau.
Tahap Pencocokan
Tahap pencocokan merupakan tahap kedua dalam perumusan strategi yang akan mengkombinasikan faktor strategis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Tahap pencocokan terdiri dari tahap penentuan posisi perusahaan dengan menggunakan matriks IE (Internal-Eksternal), dan dengan menggunakan matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) untuk melihat berbagai alternatif strategi.
Analisis Matriks IE (Internal-Eksternal)
Matriks IE merupakan salah satu tahapan metode dalam perumusan strategi untuk melihat posisi perusahaan. Matriks IE terdiri dari sembilan kuadran yang mencerminkan keadaan dan posisi perusahaan dalam menentukan strategi selanjutnya. Matriks IE didasarkan pada analisis tahap pencocokan yang ditentukan berdasarkan nilai skor bobot total EFE dan IFE dari perusahaan. Agrowisata Aldepos memiliki nilai skor bobot total EFE sebesar 2.560 dan IFE sebesar 2.698. Berikut adalah gambaran pemosisian perusahaan Aldepos pada matriks IE.
68
Total Rata-rata Tertimbang IFE Kuat 3,00 Rata-rata 2,00 Rendah 1,00 Total Rata-rata Tertimba ng EFE Tinggi 3,00-4,00 I
Grow and Build
II
Grow and Build
III Hold and Maintain Menengah 2,00-3,00 IV
Grow and Build
V Hold and Maintain VI Harvest or Divest Rendah 1,00-2,00 VII Hold and Maintain VIII Harvest or Divest IX Harvest or Divest Gambar 14. Pemosisian agrowisata Aldepos pada Matriks IE
Berdasarkan skor bobot total EFE pada sumbu horizontal dan skor bobot total IFE pada sumbu vertikal maka diperoleh posisi perusahaan agrowisata Aldepos berada pada kuadran V. Menurut David (2009), posisi perusahaan yang berada pada kuadran V berada pada tahapan menjaga dan mempertahankan (Hold and Maintain). Strtaegi yang dapat digunakan pada tahapan ini adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk adalah dua strategi yang paling banyak digunakan. Penetrasi pasar merupakan strategi yang diambil dengan tujuan untuk meningkatkan pangsa pasar dalam penjualan produk barang ataupun jasa. Penetrasi pasar dalam pemasaran agrowisata Aldepos dapat dilakukan dengan cara peningkatan upaya pemasaran, publisitas, pemanfaatan media cetak, iklan dan televisi sebagai media promosi dan peningkatan biaya dalam pembuatan iklan. Sedangkan strategi pengembangan produk pada pemasaran agrowisata Aldepos dapat dilakukan dengan cara menambah wahana wisata, menambah paket wisata, meningkatkan volume produksi, dan memperbaiki pelayanan.
Matriks IE merupakan tahap pertama dalam tahapan pencocokan sebagai langkah awal untuk menentukan alternatif strategi yang akan dijalankan. Hal ini dikarenakan matriks IE hanya mampu memberikan gambaran umum mengenai strategi umum bagi pemasaran agrowisata Aldepos berdasarkan posisi perusahaan dalam industri. Oleh sebab itu untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran agrowisata Aldepos secara lebih spesifik maka akan digunakan matriks SWOT.
Analisis Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Treaths)
Berdasarakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang telah diidentifikasi berdasarkan kondisi lingkungan internal dan eksternal pemasaran
2.698 2.560 3,00 2,00 1,00 4,00
69 agrowisata perusahaan Aldepos maka dapat diformulasikan alternatif strategi dengan menggunakan matriks SWOT (Tabel.). Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pemasaran agrowisata Aldepos adalah :
1. Strategi S-O (Strengths-Opportunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang terbentuk karena adanya pemanfaatan kekuatan internal perusahaan untuk mengambil peluang dari lingkungan eksternal perusahaan. Strategi S-O yang dapat diterapkan oleh agrowisata Aldepos adalah : a) Strategi S-O yang dapat diterapkan oleh pemasaran agrowisata Aldepos
adalah “Melakukan promosi dengan iklan yang unik dan menarik berbasis
“Back to Nature”.
Strategi tersebut untuk memanfaatkan adanya kerjasama dengan beberapa media cetak, media elektronik dan media televisi yang telah diperoleh”. Strategi ini diterapkan karena Aldepos memiliki kekuatan pengadopsian unsur kebudayaan pedesaan sebagai konsep agrowisata yang menarik dan inovatif. Kekuatan ini dapat dimanfaatkan untuk mengambil peluang adanya berbagai kerjasama perusahaan dengan media televisi (O1), pemanfaatan teknologi informatika sebagai media promosi online (O2) dan adanya tren “Back to Nature” yang berkembang dimasyarakat (O4). Sebagai perusahaan yang berkembang dibidang agrowisata dengan memiliki banyak pesaing periklanan ataupun media promosi lainnya sangat diperlukan bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk. Hanya saja iklan yang unik dan menarik merupakan strategi yang efektif untuk menarik perhatian konsumen sehingga konsumen mengetahui dan ingin “mengkonsumsinya”. Strategi tersebut dapat dikatakan efektif karena strategi tersebut akan memanfaatkan kekuatan dan berbagai peluang yang telah ada, hanya butuh sedikit sentuhan inovatif sehingga strategi tersebut dapat meningkatkan pangsa pasar Aldepos.
b) Strategi S-O yang lainnya adalah “Menyediakan berbagai paket wisata berdasarkan momen (ulangtahun, hari jadi, dan lainnnya) yang lebih tradisional dan unik dengan konsep kekeluargaan”.
Strategi tersebut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang ada di Aldepos. Setiap keluarga ataupun masyarakata memiliki momen terindah yang ingin dirayakan bersama orang-orang terdekat. Tidak jarang mereka ingin merayakan secara sederhana hanya berbasis kekeluargaan tetapi tetap unik dan menarik. Kekuatan unsur budaya pedesaan (S1), sarana dan fasilitas yang lengkap (S3), serta luas lahan yang cukup luas dengan keindahan alam yang natural (S7) menjadi kekuatan perusahaan dapat melakukan strategi tersebut. Tentunya keberhasilan strategi tersebut didukung dengan adanya peluang adanya perubahan tren masyarakat dari modern menjadi “Back to Nature” sehingga menambah minat konsumen untuk merayakan momen istimewanya dengan konsep alam yang natural. Adapun paket wisata yang dapat disediakan berdasarkan momen adalah konsep wisata perayaan ulang tahun, perayaan hari jadi, perayaan ulangtahun pernikahan yang menggunakan konsep kekeluargaan. Paket wisata berdasarkan momen tersebut dikemas secara unik dan menarik dengan berbagai kriteria dan berbagai tawaran sesuai dengan paket yang diinginkan. Selain dengan paket yang sudah disediakan paket juga dapat disesuaikan dengan konsep acara yang dinginkan oleh pengunjung agar lebih menarik. Paket wisata berdasarkan momen juga dapat ditawarkan langsung ke sekolah-sekolah terutama TK dan SD, karena biasanya untuk anak usia sekolah
70
TK dan SD lebih sering merayakan ulang tahun bersama teman-teman sekolahnya dengan konsep acara bermain sambil belajar.
2. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities)
Strategi W-O digunakan untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh internal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan. Strategi W-O yang dapat diterapkan oleh agrowisata Aldepos adalah :
a) Mengupayakan penawaran kerjasama dengan stasiun televisi dan media cetak untuk secara kontinu mempromosikan wisata Aldepos sehingga jumlah pengunjung dapat ditingkatkan.
Agrowisata Aldepos memiliki kelemahan dalam mempertahankan jumlah pengunjung karena adanya ketergantungan jumlah pengunjung dengan masa liburan (hari besar atau libur sekolah) (W4). Ketergantungan jumlah pengunjung dalam masa liburan dapat ditingkatkan jika Aldepos terus melakukan iklan baik dimedia cetak ataupun media televisi. Promosi melalui media ini ditujukan untuk