• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal TSI Cisarua-Bogor

Industri pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat daerah dan negara sehingga perlu dilakuakan identifikasi mengenai faktor-faktor kekuatan dan kelemahan yang ada sesuai dengan kondisi internal dan eksternal suatu kawasan sehingga dalam penelitian ini dapat dilakukan analisis Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT). Metode analisis SWOT adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang menjadi faktor kekuatan dan kelemahan serta faktor peluang dan ancaman dalam suatu kegiatan. Setelah dilakukan pengamatan pada faktor lingkungan internal dan eksternal serta mengidentifikasi faktor-faktor strategi untuk evaluasi pemanfaatan pengelolaan kawasan maka selanjutnya dibuat matriks yang terdiri dari matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan matriks EFE (External Factor Evaluation).

Perumusan Strategi yang dilakukan dengan menggunakan matriks IFE untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal yang merupakan alat strategi yang dapat mengevaluasi serangkaian kekuatan dan kelemahan sedangkan strategi EFE mengevaluasi peluang dan ancaman dalam suatu kegiatan (David 2006). Matriks EFE untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategi eksternal dan merupakan alat dalam penyusunan suatu strategi dalam merangkum dan mengevaluasi Informasi dari luar organisasi tentang aspek sosial ekonomi dan lingkungan yang dihadapi oleh industri pariwisata.

Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)

Matriks IFE merupakan alat untuk merumuskan dan mengevaluasi seluruh faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelamahan yang dimiliki dalam suatu perusahaan atau organisasi dalam menjalankan kegiatannya. Untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal perusahaan yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembentukan berbagai kekuatan perusahaan dibandingkan dengan perusahan pesaing, maka disusunlah dalam suatu matriks IFE sebagaimana disajikan pada Tabel 25

75

Tabel 25 Matriks IFE keberadaan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor Tahun 2014.

No Faktor Strategis Internal Bobot Rating Skor Terbobot

Kekuatan:

1 Keragaman flora dan fauna 0.081 3.88 0.314

2 Banyaknya atraksi wisata 0.066 3.75 0.248

3 Adanya atraksi malam hari 0.060 3.13 0.188

4 Udara sejuk 0.079 3.75 0.305

5 Dekat dari Ibukota Jakarta 0.066 3.63 0.239

6 Menumbuhkan mata

pencaharian penduduk lokal 0.066 3.88 0.256 7 Konservasi sumber daya alam

dalam areal TSI 0.071 3.75 0.266

8 Meningkatkan jasa lingkungan 0.067 3.63 0.242 9 Satu-Satunya objek wisata

flora dan fauna 0.057 3.63 0.207

Kelemahan:

1 Akses Macet 0.054 1.75 0.095

2 Menimbulkan Polusi Udara 0.062 1.25 0.078

3 Pencemaran Lingkungan 0.057 1.25 0.072

4 Menimbulkan Kebisingan 0.065 1.13 0.073

5 Kerusakan Sumberdaya Alam

di luar areal TSI 0.071 1.13 0.080

6 Konversi lahan 0.075 1.38 0.104

Total 1.00 2.767

Sumber: Data Primer diolah 2014

Berdasarkan matriks IFE yang disajikan sembilan elemen kekuatan dan enam elemen kelemahan diperoleh faktor kunci strategi internal dengan pengaruh kekuatan tertinggi adalah keragaman flora dan fauna dengan bobot 0.081 dan merupakan faktor penting dengan nilai rating 3.88, udara yang sejuk bobot 0.079 dengan rating 3.75, menumbuhkan mata pencaharian penduduk lokal bobot 0.066 dan rating 3.88, konservasi sumberdaya alam dalam areal Taman Safari Indonesia bobot 0.071 rating 3.75. Sedangkan kelemahan tertinggi adalah adanya konversi lahan dengan bobot 0.075 rating 1.38, kerusakan sumberdaya alam bobot 0.071 rating 1.13. Seluruh nilai strategis internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan tersebut diperoleh nilai total skor 2.767. Perhitungan bobot dan rating selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2 untuk bobot dan lampiran 3 untuk rating. Hal ini menunjukkan bahwa industri pariwisata berada pada tingkat diatas rata-rata didalam kekuatan dan kelemahan secara keseluruhan dan dapat dijelaskan dengan uraian:

1. Keragaman flora dan fauna, adapun jenis flora dan fauna yang terdapat di kawasan wisata Taman Safari Indonesia mencapai ribuan satwa yang

kebanyakan adalah satwa yang dilindungi, asalnya ada yang dari Indonesia atau dari benua-benua lainnya di dunia. Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor memiliki fungsi tidak hanya melindungi dan melestarikan habitat satwa-satwa yang jumlahnya makin sedikit di bumi ini melainkan meningkatkan pula ilmu pengetahuan dengan melakukan banyak rangkaian kegiatan penelitian yang mendukung gerakan pelestarian satwa tersebut selain itu di Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor juga terdapat keindahan panorama berpadu suasana sejuk kawasan pegunungan dan atraksi satwa yang menarik.

2. Udara di kawasan wisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor masih tergolong sejuk karena kawasan Taman Safari Cisarua-Bogor juga merupakan kawasan wisata alam hutan lindung sehingga wisatawan cenderung ke wilayah ini untuk menikmati udara yang sejuk.

3. Menumbuhkan mata pencaharian masyarakat lokal dimana masyarakat lokal merupakan salah satu penentu dalam perkembangan suatu kegiatan pariwisata sehingga masyarakat harus diberdayakan baik dari aspek sosial ekonomi maupun aspek lingkungan untuk mencapai pariwisata yang berkelanjutan. 4. Banyaknya fasilitas rekreasi seperti; sepeda air, kolam renang, kereta api mini,

gokart, bus safari, bom-bom car, dan lain-lain bertujuan memberikan hikmah tersendiri pada wisatawan untuk terus berkunjung di lokasi Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor.

5. Atraksi wisata malam hari diadakan merupakan salah satu strategi dari industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor untuk meningkatkan jumlah kunjungan pada setiap minggu dan cara ini belum dijumpai pada tempat wisata lain di kawasan puncak.

Matriks EFE (External Factor Evaluation)

Matriks EFE merangkum faktor-faktor yang terkait dengan peluang dan ancaman yang dihadapi industri pariwisata. Faktor strategis eksternal terdiri dari enam elemen peluang dan lima elemen ancaman yang dihadapi industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor. Hasil analisis terhadap bobot relatif masing-masing faktor menunjukkan bahwa faktor strategis eksternal (peluang dan ancaman) dapat dijabarkan pada matriks EFE dalam tabel 26.

77

Tabel 26 Matriks EFE keberadaan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor Tahun 2014.

No Faktor Strategis Eksternal Bobot Rating Skor terbobot Peluang:

1 Makin bertambahnya atraksi menarik 0.098 3.38 0.34 2 Makin banyaknya peluang/kesempatan kerja bagi

masyarakat lokal

0.096 3.50 0.35 3 Peningkatan pendapatan masyarakat 0.095 3.63 0.36

4 Areal taman makin diperluas 0.093 2.88 0.27

5 Sumber pendapatan daerah Kabupaten Bogor 0.074 3.63 0.29 6 Tumbuhnya hotel, villa dan cottage dikawasan

TSI

0.096 3.25 0.32 Ancaman:

1 Jumlah pengunjung yang terus meningkat, ancaman bagi kelestarian SDA di sekitar kawasan

0.087 2.75 0.25 2 Semakin tergesernya penduduk lokal akibat

penjualan lahan untuk hotel, villa dan penginapan

0.093 3.38 0.31 3 Daya dukung kawasan semakin menurun 0.089 2.63 0.24

4 Banyaknya obyek wisata lain 0.101 2.50 0.17

5 Menimbulkan potensi konflik 0.079 1.50 0.13

Total 1.000 3.02

Sumber: Data Primer diolah 2014

Hasil dari pada matriks EFE menunjukan semakin bertambahnya atraksi menarik dengan bobot 0.98 dan nilai rating 3.38, makin banyaknya peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal bobot 0.096 rating 3.50, peningkatan pendapatan masyarakat bobot 0.095 rating 3.63, sumber pendapatan Daerah Kabupaten Bogor bobot 0.074 rating 3.63, Tumbuhnya hotel, villa dan cottage bobot 0.096 rating 3.25. Elemen yang memiliki peluang besar adalah makin bertambahnya atraksi wisata artinya faktor peluang ini harus menjadi prioritas selain faktor-faktor peluang lain yang kesemuanya harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk pengembangan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor. Perhitungan bobot dan rating selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2 untuk bobot dan lampiran 3 untuk rating. Faktor-faktor eksternal peluang dan ancaman yang disajikan tujuannya dapat dijelaskan pada setiap fariabel seperti:

1. Tumbuhnya hotel, villa dan cottage membuka peluang dunia kerja bagi masyarakat, hal ini disambut positif oleh masyarakat sekitar. Oleh karenanya masyarakat tidak merasa keberatan dengan pembangunan hotel, villa dan penginapan di daerah kawasan wisata. Pada dasarnya pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Namun pada saat yang bersamaan pembangunan juga dapat menurunkan kualitas lingkungan di

daerah tersebut. Pengalihfungsian lahan yang awalnya berguna untuk daerah resapan air, pertanian dan perkebunan diubah menjadi pemukiman elit dan villa-villa untuk disewakan kepada pengunjung wisata.

2. Bertambahnya atraksi menarik yang dapat menyebabkan bertambahnya jumlah pengunjung secara terus menerus.

3. Areal taman makin diperluas juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan lahan dari hutan ke fungsi lain untuk kegiatan penunjang wisata.

4. Semakin terbukanya peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang dengan sendirinya akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Faktor eksternal ancaman terdiri lima elemen, faktor utama yang merupakan ancaman bagi industri pariwisata Taman Safari Indonesia adalah banyaknya obyek wisata lain yang ada di kawasan puncak dan merupakan pesaing bagi industri pariwisata Taman Safari Indonesia elemen tersebut mempunyai bobot sebesar 0.101 dengan nilai rating sebesar 2.50, berikutnya semakin tergesernya penduduk lokal akibat penjualan lahan untuk hotel, villa dan penginapan dengan bobot 0.093 dan rating 3.38, jumlah pengunjung yang terus meningkat ancam bagi kelestarian sumberdaya alam bobot 0.087 dan rating 2.75, daya dukung kawasan semakin menurun dengan bobot 0.089 rating 2.63. faktor-faktor ini memerlukan perhatian serius untuk diatasi, artinya faktor-faktor-faktor-faktor tersebut selain berpengaruh terhadap pengembangan kawasan industri pariwisata, peningkatan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah, tetapi juga dapat mengancam kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan serta kawasan industri pariwisata itu sendiri.

Berdasarkan nilai pada tabel di atas menunjukan bahwa industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor telah merespon faktor-faktor yang manjadi peluang dan ancaman di masa yang akan datang. Dengan skor total strategis eksternal yang memiliki skor terbobot 3.02 menunjukan bahwa industri ini mempunyai kemampuan yang maksimal dalam memanfaatkan peluang yang ada serta dapat mengatasi ancaman yang dihadapi dalam melakukan kegiatannya. Setelah dilakukan pembobotan pada matriks IFE dan EFE dilanjutkan dengan memformulasikan strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT.

79

Analisis SWOT merupakan identifikasi yang sistematis dari faktor internal dan eksternal berupa kekuatan ( Strengths) dan kelemahan (Weakness ) serta faktor eksternal berupa peluang (Opportunities) dan ancaman (Threat). Matriks ini disusun untuk memperoleh kecocokan dari empat jenis strategi: strategi SO (Strengths Opportunities) adalah strategi dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan maksimal. Strategi ST (Strengths Threat) adalah strategi menggunakan kekuatan untuk menghindarkan ancaman. Strategi WO (Weakness Opportunities) strategi yang meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya . Sedangkan WT (Weakness Threat) merupakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam industri pariwisata Taman Safari Indonesia sendiri. Kombinasi dari keempat faktor internal dan eksternal tersebut dapat dituangkan dalam bentuk matriks SWOT (Strengths Weakness Opportunities Threat). Matriks alternatif strategi hasil penelitian selengkapnya dapat disajikan pada Tabel 27.

Tabel 27 Matriks Analisis SWOT Industri Pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor Tahun 2014.

Faktor Internal

Faktor Eksternal

KEKUATAN (S)

1.Keragaman flora dan fauna 2.Banyaknya atraksi wisata 3.Adanya atraksi malam hari 4.Udaranya yang sejuk 5.Dekat dari Ibukota Jakarta 6.Menumbuhkan mata

pencaharian penduduk lokal 7.Konservasi sumber daya

alam dalam areal TSI 8.Meningkatkan jasa

lingkungan

9.Satu-Satunya objek wisata flora dan fauna di

Kabupaten Bogor

KELEMAHAN (W)

1.Akses macet pada setiap hari libur.

2.Menimbulkan polusi udara akibat asap yang dihasilkan oleh kendaraan

3.Pencemaran lingkungan seperti pencemaran air dan udara

4.Lalu-lalang kendaraan menimbulkan kebisingan 5.Kerusakan SDA akibat tanah

longsor

6.Berkurangnya lahan pertanian karena ada konversi lahan PELUANG (O)

1.Tumbuhnya hotel, villa dan cottage di sekitar kawasan TSI Cisarua-Bogor

2.Makin bertambahnya atraksi menarik

3.Areal taman makin diperluas 4.Makin banyaknya peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal

5.Peningkatan pendapatan masyarakat

6.Sumber pendapatan daerah Kabupaten Bogor

STRATEGI ( SO) 1.Memaksimalkan Wisata

edukasi lingkungan S (1,4,7,8,9) dan O (2,3,4) 2.Pengelolaan pariwisata yang

berwawasan lingkungan S (1,2,7,8) dan O ( 2,3)

STRATEGI (WO) 1.Mencegah konversi lahan dan

kerusakan sumberdaya alam W 6 dan O (1,4,5)

2.Pemberdayaan sosial ekonomi masyarakt lokal W (1,5) dan O (5,6)

ANCAMAN (T) 1.Jumlah pengunjung yang

terus meningkat, ancaman bagi kelestarian SDA di sekitar kawasan

2.Semakin tergesernya penduduk lokal akibat penjualan lahan untuk hotel, villa dan penginapan 3.Daya dukung kawasan

semakin menurun

4.Banyaknya obyek wisata lain

5.Menimbulkan potensi konflik

STRATEGI (ST) 1.Pemanfaatan potensi

wisata secara optimal untuk pariwisata berkelanjutan S (1,2,3,4,5,9) dan T (1,3,4) 2.Meningkatkan usaha home

stay S (6,7) dan T (2, 5)

STRATEGI (WT) 1.Meningkatkan kemudahan

akses untuk mencapai obyek wisata W (1,4) dan T 1

Sumber: Data primer diolah 2014

Pada matriks SWOT industri pariwisata Taman Safari Indonesia Bogor dapat memformulasikan 7 (tujuh) strategis yaitu:

1. S-O: Memaksimalkan wisata edukasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam dan linkungan dalam kerangka konservasi yang berorientasi pada perlindungan, pengawetan, pemanfaatan secara lestari dan berkelanjutan.

81

2. S-O: Pengelolaan pariwisata yang berwawasan lingkungan seperti pelestarian lingkungan, pemeliharaan, pengawetan dan pemanfaatan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat yang dilakukan berdasarkan sikap, perilaku dan persepsi masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk partisipasi.

3. W-O: Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam hal pemberian modal pada masyarakat dan khususnya petani yang ada dan berusaha di sekitar kawasan yang merupakan faktor penunjang kegiatan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor.

4. W-O: Mencegah konversi lahan dan kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan dengan cara bekerja sama dengan pemerintah maupun masyarkat untuk lebih menertibkankan pembangunan hotel, villa dan penginapan yang ada di sekitar kawasan wisata Taman Safari Indonesia Cisarua.

5. S-T: Pemanfaatan dan pengeloaan potensi wisata yang ada secara optimal dalam pengembangan industri pariwisata melalui promosi untuk kelansungan perusahaan dan mengikutsertakan masyarakat dalam pelestarian lingkugan di sekitar lokasi industri pariwisata.

6. S-T: Meningkatkan usaha home stay, agar masyarakat lokal mempunyai mata pencaharian sendiri sehingga tidak ada kecenderungan untuk menjual lahan milik mereka untuk dijadikan hotel, villa dan penginapan.

7. W-T: Membangun kerjasama dan membina hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi kemudahan akses mencapai lokasi obyek wisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor dalam menunjang keberlanjutan pengembangan ekonomi dan lingkungan industri pariwisata khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Matriks IE (Internal Eksternal)

Parameter yang digunakan dalam matriks internal eksternal dikembangkan malalui parameter faktor kekuatan internal industri pariwisata dan pengaruh eksternal yang dihadapi perusahaan industri pariwisata. Matriks IE ini dibangun berdasarkan pada dua dimensi kunci yaitu: total skor bobot IFE pada sumbu X dan total skor bobot EFE pada sumbu Y. Nilai-nilai dimensi kunci didapatkan

pada matriks IFE dan EFE yang telah dirancang sebelumnya, dimana pada sumbu X dari matriks IE skor bobot IFE menggambarkan 3 (tiga) standar skor:

1. Skor 1.0 - 1.99 menunjukan posisi internal organisasi yang lemah.

2. Skor 2.0 - 2.99 menunjukan posisi internal organisasi pada kondisi sedang. 3. Skor 3.0 - 4.0 menunjukan posisi internal organisasi adalah kuat.

Dengan menggunakan metode yang sama dipakai pada sumbu Y untuk matriks EFE adalah 3 (tiga) standar skor:

1. Skor 1.0 - 1.99 menunjukan posisi eksternal organisasi yang rendah.

2. Skor 2.0 - 2.99 menunjukan posisi eksternal organisasi pada kondisi sedang. 3. Skor 3.0 - 4.0 menunjukan posisi eksternal organisasi adalah tinggi.

Selanjutnya matriks Internal Eksternal (IE) dapat dibagi menjadi tiga bagian besar dengan implikasi strategi yang berbeda-beda.

1. Sel 1, 2 atau 4 dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun (grow and build). Strategi yang cocok adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) atau strategi integrative (integrasi ke belakang integrasi horizontal dan integrasi ke depan), dapat menjadi yang paling tepat.

2. Sel 3, 5 atau 7 dapat ditangani dengan baik melalui strategi menjaga dan mempertahankan (Hold and Maintain). Strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration) dan Pengembangan Produk (Product Development).

3. Sel 6, 8 dan 9 dapat menggunakan strategi panen atau divestasi (Harvest or Devest).

Berdasarkan pengertian di atas, maka disusunlah sebuah matriks IE (Internal Eksternal) dari keberadaan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor dengan tujuan untuk mengetahui posisi keberadaan industri pariwisata tersebut pada saat ini.

Analisis matriks IE (Internal Eksternal) yang di sajikan pada gambar 9 dapat dilihat bahwa skor matriks IFE sebesar 2.767 (menunjukkan posisi internal industri pariwisata berada pada posisi sedang atau diatas rata-rata) dan skor matriks EFE sebesar 3.02 (menunjukkan posisi eksternal yang tinggi). Selanjutnya sembilan sel martiks Internal Eksternal dapat disajikan pada Gambar 9.

83

SKOR TOTAL IFE

Kuat Sedang Lemah 4.0 3.0 2.0 2.767 S K O R TO TAL EFE 4.0 Tinggi 3.02 1 Grow and Build

2 Grow and Build

3 Hold and Maintain

3.0

Sedang 2.0

4 Grow and Build

5

Hold and Maintain

6 Harvets and Divest

Rendah

7 Hold and Maintain

8 Harvets and Divest

9 Harvets and Divest

1.0

Gambar 9 Sembilan sel matriks Internal Eksternal

Menurut hasil pemetaan secara keseluruhan matriks internal dan eksternal menunjukan bahwa industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor berada pada posisi grow and build atau berada pada kuadran 2 (dua). Strategi yang tepat yang digunakan adalah mengintensifkan penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk hal ini sesuai dengan yang dilakukan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor yang terus melakukan perluasan pasar dengan promosi melalui media masa, media elektronik dan jejaring sosial serta terus mengembangkan produk dengan berbagai macam wahana dan atraksi. Selain itu dalam pengelolaan dan pengembangannya industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor harus memperhatikan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pembangunan ke depan serta bermanfaat dalam pengembangan sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan setempat sehingga tercapai pembangunan industri pariwisata yang berkelanjutan dan dapat menunjang kesejahterakan masyarakat sekitar.

Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)

Tahap akhir dari formulasi strategis adalah pemilihan strategi dengan menggunakan alat analisis (Quantitative Strategic Planning Matrix) QSPM merupakan teknik analisis yang dapat mengidentifikasi alternatif strategi yang paling prioritas atau menguntungkan dan analisis ini dilakukan berdasarkan hasil dari analisis SWOT. Faktor kunci dalam matriks QSPM merupakan seluruh faktor strategis eksternal dan internal yang telah diidentifikasi pada matriks IFE dan EFE. Pada prinsipnya QSPM adalah menentukan daya tarik sesuai dengan faktor kunci internal dan eksternal yang dimanfaatkan. Jumlah alternatif strategi yang dimasukan dalam QSPM tidak dibatasi namun hanya strategi yang dapat dievaluasi antara satu dengan yang lainnya.

Bobot penilaian adalah total nilai terbobot yang digunakan dalam matriks IFE dan EFE dimana bobot masing-masing faktor tersebut telah dirata-ratakan. Penetapan nilai daya tarik Attractive score (AS) berkisar antara 1 sampai 4. Dimana nilai 1 = tidak memiliki daya tarik, 2 = daya tariknya rendah, 3 = daya tariknya sedang dan 4 = daya tariknya tinggi. Apabila tidak ada pengaruh terhadap alternatif yang sedang dipertimbangkan maka pada Attractive score (AS) tidak diberi nilai atau dinilai nol (0). Matriks QSPM dapat dijabarkan pada Tabel 28. Tabel 28 Matriks hasil analisis QSPM industri pariwisata Taman Safari Indonesia

Cisarua-Bogor Tahun 2014.

No

Strategi Alternatif Total

TAS Urutan prioritas 1 2 3 4 5 6 7

Pencegahan konversi lahan dan kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan.

Pengelolaan pariwisata yang berwawasan lingkungan Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal

Pemanfaatan potensi wisata secara optimal untuk mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan

Membangun kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat untuk menemukan solusi kemudahan akses mencapai obyek wisata TSI.

Peningkatan usaha home stay untuk mencegah tergesernya masyakat lokal

Memaksimalkan wisata edukasi untuk meningkatkan pengetahuan baik masyarakat lokal maupun wisatawan.

6.475 6.401 6.242 6.154 5.967 5.765 5.545 I II III IV V VI VII Sumber: Data primer diolah 2014

Berdasarkan hasil perhitungan analisis Total attractiveness score (TAS), strategi prioritas utama adalah pencegahan konversi lahan dan kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan dengan nilai TAS sebesar 6.475, prioritas kedua

85

adalah pengelolaan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan nilai TAS sebesar 6.401, yang menjadi prioritas ketiga adalah pemberdayaan sosial ekonnomi masyarakat lokal dengan nilai 6.242, prioritas keempat pemanfaatan potensi wisata secara optimal untuk mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan nilai 6.154. Perhitungan bobot dan AS (attractiveness score) selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4 dan 5.

Penentuan strategi dilakukan melalui analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) yaitu memilih nilai yang dilakukan oleh industri pariwisata Taman Safari Indonesia saat ini adalah nilai Total Attractiveness Score (TAS) yang tertinggi yaitu strategi prioritas utama adalah pencegahan konversi lahan dan kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan dimaksudkan untuk menjaga kelestarian kawasan wisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor, sebab lingkungan yang rusak tidak akan menyediakan lagi kondisi habitat yang sesuai bagi kehidupan mahluk hidup yang ada di dalamnya seperti keragaman flora dan fauna. Selain itu lingkungan di sekitar kawasan Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor termasuk hutan tanah air dan udara perlu dijaga demi keberlanjutan sumberdaya alam yang tetap lestari dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan manusia. Kerusakan lingkungan sangat berdampak pada kehidupan manusia, menghasilkan bencana saat ini maupun pada masa yang akan datang bahkan sampai generasi selanjutnya. Penyebab utama kerusakan lingkungan adalah ulah manusia yang sangat besar pengaruhnya, jika dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bencana alam.

Meskipun masyarakat memiliki persepsi bahwa dari aspek lingkungan, keberadaan industri pariwisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor saat ini kurang menguntungkan dan memiliki dampak negatif, akan tetapi hal tersebut dapat dijadikan faktor penting untuk menyusun strategi yang tepat dengan memberdayakan potensi lokal yang dimiliki wilayah tersebut. Sehingga peluang bagi pengembangan konsep pembangunan industri pariwisata yang berkelanjutan dapat diimplementasikan.

Kawasan wisata Taman Safari Indonesia Cisarua-Bogor merupakan salah satu kawasan ekowisata ternama di Indonesia, mengingat salah satu kekuatannya adalah aksesbilitas yang dekat dengan ibu kota negara, sehingga dengan mudah

dijangkau oleh wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Akan tetapi untuk pengelolaan yang berkelanjutan seyogyanya menerapkan prinsip pengelolaan ekowisata. Prinsip pengelolaan ekowisata yang salah satunya adalah aspek konservasi pemanfaatan dan pelestarian lingkungan. Selanjutnya dapat dilihat pada peta strategi gambar 10.

Gambar 10 Peta Strategi TSI Berkelanjutan

Strategi-strategi

7.Memaksimalkan wisata edukasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam dan linkungan

Periode 2 Periode

Susunan Strategi: SO Strategies

1. Memaksimalkan wisata edukasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam dan linkungan 2. Pengelolaan pariwisata yang berwawasan lingkungan.

WO Strategies

1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal

2. Mencegah konversi lahan dan kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan ST Strategies

1. Pemanfaatan potensi wisata yang ada secara optimal 2. Meningkatkan usaha home stay,

WT Strategies

1. Membangun kerjasama dan membina hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan masyarakat untuk

Dokumen terkait