• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.4 Frame SKH Kalteng Pos: Urusan FPI Beres

SKH Kalteng Pos pada akhirnya memberikan frame atas peristiwa pro dan kontra, dengan membuat Headline yaitu “Urusan FPI Beres”. Peristiwa yang telah menyedot perhatian media massa, dan menjadi perhatian masyarakat warga Dayak itu sendiri. Sehingga, banyak pro dan kontra dari masyarakat. SKH Kalteng Pos menjelaskan pada Headline bahwa urusan yang selama ini membuat perhatian tersebut telah beres. Selanjutnya, dijelaskan pada Lead yang dituang dari unsur What, Who, dan Where. Disana dijelaskan bagaimana urusan yang dikatakan beres tersebut terlaksana dengan adanya penandatangan oleh 11 Organisasi Masyarakat (Ormas).

Berikut kutipan Lead:

93

PALANGKA RAYA – Urusan terkait pro dan kontra kehadiran FPI di Palangka Raya dan beberapa Kabupaten lainnya sudah beres. Ini setelah 11 ketua/pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis keagamaan dan adat menandatangani pernyataan sikap di Aula Jayang Tingang Kompleks Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Senin (13/2) kemarin.

Latar informasi pada berita ini ialah mengenai beberapa poin yang telah ditandatangani oleh 11 Ormas tersebut. Dimana menyatakan sikap atas pro dan kontra yang ada di masyarakat Kalteng karena kehadiran FPI. Masih ditekankan, bahwa penolakan yang dilakukan oleh warga Dayak tidak ada kaitannya dengan agama dan suku. SKH Kalteng Pos menjadikan berita ini sebagai Headline bukan hanya karena keaktualan berita tersebut, melainkan isi dari berita yang bertujuan untuk meredam pro dan kontra atas penolakan kedatangan FPI. Latar informasi yang diberikan SKH Kalteng Pos mengenai poin dari hasil penandatanganan soal permasalahan ini, dijabarkan dengan dua paragraf beruntut. Berikut kutipan paragaraf terkait poin yang menyatakan urusan FPI beres:

Pernyataan sikap terdiri atas lima point: pertama; semua pimpinan agama, pimpinan ormas, dan forum koordinasi daerah Provinsi Kalimantan Tengah, menyatakan bahwa penolakan FPI tersebut tidak ada kaitannya dengan agama dan suku.

Kedua, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dan semua pihak wajib bersama-sama menjaga kebersamaaan dan ketentraman serta kerukunan umat beragama dan memelihara tri kerukunan umat beragama sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Ketiga, sepakat menyatakan masalah tersebut telah selesai dan semua pihak siap untuk kembali menciptkanan kondisi Kalimantan Tengah yang rukun dan damai. Keempat, hindari upaya adu domba dalam masyarakat dan tindak tegas pelakunya sesuai hukum yang berlaku, dan kelima, tingatkan persatuan dan kesatuan dengan semangat Huma Betang di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila Kalimantan Tengah. Pernyataan sikap ini diakhiri dengan kalimat, “demikian

94

pernyataan sikap ini dibuat untuk diketahui dilaksanakan secara bersama-sama demi keutuhan dan kejayaan NKRI”

Selanjutnya, pada penutup berita, SKH Kalteng Pos menyelipkan berita kurang penting. Karena, pada penutup berita hanya menjelaskan siapa pihak yang ikut serta dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat Peteng Karuhai I. Hal ini sekedar menerangkan informasi tambahan.

Berikut penutup berita:

Selain tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, pertemuan itu juga dihadiri Sekda Kota Palangka Raya Sanijan S Toembak CES, Kapolres Palangka Raya AKBP I Nyoman Raranta, Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya Muhammad Amrullah, Kepala Staf Distrik Militer 1012/Palangka Raya Mayor Inf Bambang Wardiono, juga Ketua FKUB Palangka Raya H Hamlan Ahmad bersama dengan anggotanya, dan Ketua FKDM HM Syairi Abdullah beserta anggotanya serta tokoh masyarakat lainnya.

Skrip. SKH Kalteng Pos menjabarkan unsur dari 5W+1H (What, Where, When, Why, Who dan How)secara terpisah. Pada berita ini, SKH Kalteng Pos masih memfokuskan unsurWhat, unsur ini diawali dari Lead yang kemudian terjabar lagi pada beberapa paragraf. SKH Kalteng Pos menekankan mengenai informasi mengenai peristiwa segala urusan terkait pro dan kontra kedatangan FPI sudah dianggap beres. Berikut kutipan lead yang menjawab mengenai peristiwa tersebut:

PALANGKA RAYA – Urusan terkait pro dan kontra kehadiran FPI di Palangka Raya dan beberapa Kabupaten lainnya sudah beres. Ini setelah 11

95

ketua/pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis keagamaan dan adat menandatangani pernyataan sikap di Aula Jayang Tingang Kompleks Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Senin (13/2) kemarin.

Terdapat kembali pada paragraf kedua dan ketiga, disana diterangkan mengenai sikap apa yang dikeluarkan oleh 11 ormas, dilihat dari keterangan mengenai point-point yang telah disepakati. Berikut point tersebut:

Pernyataan sikap terdiri atas point; pertama; semua pimpinan agama, pimpinan ormas, dan forum koordinasi daerah Provinsi Kalimantan Tengah, menyatakan bahwa penolakan FPI tersebut tidak ada kaitannya dengan agama dan suku.

Kedua, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dan semua pihak wajib bersama-sama menjaga kebersamaan dan ketentraman serta kerukunan umat beragama dan memelihara tri kerukunan umat beragama sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Ketiga, sepakat menyatakan masalah tersebut telah selesai dan semua pihak siap untuk kembali menciptakan kondisi Kalimantan Tengah yang rukun dan damai. Keempat, hindari upaya adu domba dalam masyarakat dan tindak tegas pelakunya sesuai hukum yang berlaku, dan kelima, tingkatkan persatuan dan kesatuan dengan semangat Huma Betang di Bumi Tambun Bungai Pancasila Kalimantan Tengah.

Pada paragraf ketiga dan keempat, merupakan paragraf yang memfokuskan unsur Who, disini SKH Kalteng Pos ingin memberikan informasi terkait siapa saja pihak yang menandatangani kesepakatan tersebut. Sehingga, unsur What yang dijelaskan sebelumnya, akan semakin kuat dengan adanya informasi Who. Selain itu, SKH Kalteng Pos juga menambahkan keterangan yang memperkuat persoalan beresnya urusan mengenai FPI, dengan adanya pernyataan dari Wagub Kalteng Ir H Achmad Diran. Sehingga terlihat bahwa peristiwa ini benar telah dinyatakan beres,

96

sehingga diharapkan terciptanya kondisi rukun dan damai di Kalimantan Tengah.

Berikut pernyataan dari Wakil Gubernur Kalteng yang terdapat pada paragraf ke-6 dan ke-7:

Usai rapat tertutup yang diakhiri dengan penandatanganan pernyataan sikap itu, Wagub Kalteng Ir H Achmad Diran menggelar jumpa Pers.

“Kami segenap ormas, pemimpin agama serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah sepakat menyatakan masalah tersebut telah selesai dan semua pihak siap untuk kembali menciptakan kondisi Kalimantan Tengah yang rukun dan damai,” katanya. Diran juga membacakan pernyataan sikap tersebut.

Ditemukan pada paragraf ke-8, disini diterangkan mengenai adanya peristiwa pertemuan yang sama dengan pertemuan di Kantor Gubernur Kalteng. Peristiwa ini menambah informasi dari unsur What, dimana terdapat dua kejadian yang sama sebagai tindakan dalam membereskan permasalahan FPI tersebut. SKH Kalteng Pos juga menerangkan, apa yang telah disepakati dari pertemuan tersebut, yang mana terdapat empat poin yang dihasilkan. Selain unsur What yang ditemukan, pada paragraf ini juga mewakili unsur How, dimana SKH Kalteng Pos ingin memberikan informasi terkait tindakan yang dilakukan pemerintah sebagai upaya penengah dalam permasalahan ini. Berikut kutipannya dari paragraf ke-8 dan ke-9:

Pada hari yang sama, Pemko Palangka Raya juga menggelar pertemuan serupa. Rapat digelar di ruang rapat Peteng Karuhei I. Pada pertemuan yang dipimpin Wakil Wali Kota Palangka Raya H Maryono SHI, para tokoh agama dan tokoh masyarakat menyepakati bersama menenangkan situasi.

Pertemuan itu melahirkan empat point: pertama, setelah melihat, mencermati suasana kebatinan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Palangka Raya saat ini, maka kehadiran FPI di Palangka Raya tidak diperlukan. Kedua, setiap bentuk upayaa

97

pemecah-belah mengatasnamakan agama apapun akan dihadapi secara bersama-sama dengan mengedepankan perdamaian, sikap persatuan dan persahabatn. Ketiga, budaya Huma Betang sudah diterima oleh seluruh agama dan elemen masyarakat sebagai falsafah hidup bermasyarakat di Kalteng, dan Keempat, rapat ini membentuk tim yang bertugas memfasilitasi perdamaian kedua belah pihak, baik dari panitia FPI dan juga dari DAD dalam waktu secepatnya.

Dari poin-poin tersebut menjelaskan bagaimana keinginan dari pihak yang melakukan pertemuan sebagai wujud untuk menenangkan situasi pro dan kontra.

Kemudian, pada pertemuan tersebut memberitakan mengenai adanya rencana pembentukan tim. Hal ini dapat dilihat pada paragraf ke-10, berikut kutipannya:

Poin-poin kesepakatan hasil rapat itu dibacakan Maryono. “Tim fasilitator akan segera dibentuk. Seluruh peserta rapat sepakat bahwa kejadian ini agar tidak terulang lagi. Tentunya dengan menggalang persatuan. Kita semua adalah anak bangsa yang mempunyai persamaan tekad yaitu perdamaian di atas segala-galanya,”

kata Muryono.

Selain mengenai adanya beberapa poin tersebut, SKH Kalteng Pos memberikan informasi mengenai himbauan yang dikeluarkan oleh Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yulianto. Himbauan tersebut terkait agar tidak terpancing dengan isu-isu beredar baik dari SMS maupun BBM. Berikut kutipan pernyataan yang berupa himbauan tersebut tedapat pada paragraf ke-12:

“Jangan terpancing isu-isu yang tidak benar. Karena banyak sekali pihak-pihak yang menungganinya dengan kepentingan pribadi dengan memanfaatkan kondisi saat ini. Yang jelas kondisi sekarang ini adalah Kota Palangka Raya masih berpegangan pada falsafah huma betang,” kata Sigit.

98

Who,pada berita ini pihak yang menjadi narasumber ialah diantaranya 11 ormas, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalteng (MUI) Kalteng, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Kalteng H Abdul Wahid AHA, Ketua PW Muhammadiyah Kalteng H Ahmad Syar‟i, Ketua Lembaga Dakwah Islam (LDII) Kalteng H Harjono, Ketua Forum Komunikasi Umat (FKUB) Kalteng HM Yamin Mukhtar, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta (PGPI Kalteng Pdt Drs PL Sinaga MA, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Drs Lukas Tingkes, Ketua Majelis Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (KMGKE) Kalteng S Andin, Ketua Persatuan Lembaga Injil Indonesia (PGLI) Kalteng Dr Chris N, Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) Kalteng Sius D Daya, Ketua Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (GPDI) Kalteng Yansen Binti, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Wakil Gubernur Kalteng Ir H Achamd Diran, Wakil Ketua DPRD Kalteng H Arief Budianto, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs H Damianus Jackie, Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya Yohanes Ether Binti SH Mhum, Kepala Kejaksaaan Tinggi Kalteng Dr Syaifudin Kasim SH Msi, Danrem 102/Panjung Mayor Kepala Pelaksana Harian BIN Kalteng Brigjen IGN Anjar Pramono Ssos, Wakil Wali Kota Palangka Raya H Maryono SHI, tokoh agama, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto, Sekda Kota Palangka Raya Sanijan S Toembak CES, Kapolres Palangka Raya AKBP I Nyoman Raranta, Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya Muhammad Amrullah, Kepala Staf Distrik Militer 1016/Palangka Raya Mayor Inf Bambang Warfiono, Ketua FKUB Palangka Raya H Hamlan Ahmad, dan Ketua FKDM HM Syairi Abdullah.

99

When,unsur ini ditemui pada kalimat yang merujuk pada waktu, baik itu mengenai peristiwa sebelumnya ataupun pada saat wawancara. Berikut beberapa kalimat yang didapati adanya unsur When:

- “Senin (13/2) kemarin” (pada paragraf pertama) - “Pada hari yang sama” (pada paragraf ke delapan)

- “baik dari panitia FPI dan juga dari DAD dalam waktu secepatnya”

Dari beberapa unsur tersebut pada akhirnya dapat dilihat bahwa frame SKH Kalteng Pos adalah menegaskan bahwa pihaknya menyelesaikan bersama urusan pro dan kontra terhadap kedatangan FPI. Selain itu, media cetak ini tetap menampilkan sisi lain yang mana berkaitan dengan rencana selanjutnya atas peristiwa tersebut, yaitu adanya rencana pembentukan tim sebagai fasilitator. Poin-poin yang dijelaskan di berita ini, baik pada pertemuan di Kantor Gubernur ataupun di ruang rapat Peteng Karuhei I, adalah ingin memperbaiki suasan, tetap dengan sikap menolak kehadiran FPI di Kalimantan Tengah.

Tematik, berita ini terdapat dua tema besar yaitu melingkupi, pertama, sikap menegaskan bahwa pro dan kontra terkait kedatangan FPI telah beres, SKH Kalteng Pos menjabarkan poin-poin yang menerangkan mengenai pernyataan sikap dari 11 ormas tersebut. Tema pertama ini dimulai dari paragraf pertama, berlanjut pada paragraf ke-2, hingga pada paragraf ke-7. Kemudian, tema kedua, terkait pembentukan tim dengan tujuan memfasilitasi perdamaian pihak pro dan kontra

100

kedatangan FPI. Tema kedua ini dimulai dengan sub judul baru, yang berisi “Pemko Bentuk Tim”. Sub judul ini menggambarkan adanya tindakan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai penengah terkait permasalahan penolakan FPI. Tema ini didapati dimulai dari paragraf ke8, hingga paragraf ke-13.

Struktur Retoris, terdapat beberapa kata yang menjadi penggambaran mengenai peristiwa terkait urusan FPI dan sikap yang dijelaskan oleh pihak-pihak yang membuat kesepakatan. Kata-kata tersebut yaitu menyepakati, kebatinan, pemecah-belah, fasilitator, tekad, tidak terpancing, isu dan berpegangan. SKH Kalteng Pos juga memberikan foto terkait peristiwa penandatanganan kesepakatan bersama 11 organisasi masyarakat. Kata yang paling ditekankan dan menggambarkan keseluruhan isi berita ini ialah “beres”. Pada caption dijelaskan secara detail, siapa saja yang menjadi pihak penandatangan, dan juga siapa yang menyaksikan penandatanganan tersebut.