METODE PENELITIAN
3. Frekuensi Jawaban Responden Variabel Citra Merek (X3)
Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada responden, makan jawaban responden atas variable citra merek (X3) dapat dideskripsikan pada Tabel 4.5 berikut ini:
Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Citra Merek (X3)
Pernyataan SS S KS TS STS
Total Mean
F % F % F % F % F %
Merek dikenali 4 4,7% 48 56,5% 26 30,6% 7 8,2% 0 0 85 3,58 Memiliki
reputasi 5 5,9% 41 48,2% 33 38,8% 6 7,1% 0 0 85 3,53
Rasa percaya
diri 5 5,9% 45 52,9% 28 32,9% 7 8,2% 0 0 85 3,56
Track record
yang baik 1 1,2% 42 49,4% 35 41,2% 7 8,2% 0 0 85 3,44
Sumber: Lampiran 8
Dari Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa:
a. Pada pernyataan butir 1, dari 85 responden terdapat 4 (4,7%) responden yang menyatakan sangat setuju merek dari produk pencuci wajah Pond’s mudah dikenali ketika melihat logo/lambang yang digunakan, 48 (56,5%) responden menyatakan setuju, 26 (30,6%) responden menyatakan kurang setuju, 7 (8,2%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut lebih banyak
responden yang menyatakan setuju merek dari produk pencuci wajah Pond’s mudah dikenali konsumen ketika melihat logo/lambang yang digunakan. Hal tersebut juga menjadi prestasi bagi perusahaan Pond’s dimana logo/lambang dari produknya mudah dikenali konsumen. Namun, adapula responden yang menyatakan kurang setuju dengan pernyataan tersebut.
b. Pada pernyataan butir 2, dari 85 responden terdapat 5 (5,9%) responden yang menyatakan sangat setuju produk pencuci wajah Pond’s memiliki reputasi yang baik, 41 (48,2%) responden yang menyatakan setuju, 33 (38,8%) responden yang menyatakan kurang setuju, 6 (7,1%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut sebagian responden menyatakan setuju 41 (48,2%) produk pencuci wajah Pond’s memiliki reputasi yang baik. Namun, ada pula responden yang kurang setuju dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Hal tersebut juga menjadi masukan perusahaan Pond’s agar lebih memperhatikan hal apa yang menjadikan produk pencuci wajah Pond’s kurang memiliki reputasi yang baik bagi konsumennya.
c. Pada pernyataan butir 3, dari 85 responden terdapat 5 (5,9%) responden yang menyatakan sangat setuju bahwa produk pencuci wajah Pond’s memberikan rasa percaya diri saat menggunakannya, 45 (52,9%) responden menyatakan setuju, 28 (32,9%) responden yang menyatakan kurang setuju, 7 (8,2%) responden yang menyatakan tidak setuju dan 0
(0%) responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan lebih banyak responden yang menyatakan setuju 45 (52,9%) bahwa produk pencuci wajah Pond’s memberikan rasa percaya diri pada saat menggunakannya. Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju atas pernyataan tersebut. Hal tersebut bisa menjadi masukan bagi perusahaan Pond’s dalam meningkatkan kualitas dan eksistensinya pada pasar produk perawatan pribadi, sehingga dengan meningkatnya eksistensi produk pencuci wajah Pond’s diharapkan dapat menjadikan sebagai pencuci wajah yang berkelas, sehingga konsumen merasa percaya diri ketika menggunakannya.
d. Pada pernyataan butir 4, dari 85 responden terdapat 1 (1,2%) responden yang menyakan sangat setuju bahwa akan membeli ulang produk pencuci wajah Pond’s karena memiliki track record yang baik, 42 (49,4%) responden menyatakan setuju, 35 (41,2%) responden yang menyatakan kurang setuju, 7 (8,2%) responden yang menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan lebih banyak responden yang setuju 42 (49,4%) bahwa akan membeli produk pencuci wajah Pond’s karena memiliki track record yang baik. Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Hal tersebut juga bisa menjadi masukan bagi perusahaan Pond’s agar lebih meningkatkan track record yang baik pada produknya.
4. Frekuensi Jawaban Responden Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada responden, maka jawaban
responden atas variabel keputusan pembelian (Y) dapat dideskripsikan pada Tabel 4.6 berikut ini:
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian (Y)
Pernyataan SS S KS TS STS
Dari Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa:
a. Pada pernyataan butir 1, dari 85 responden terdapat 9 (10,6%) responden yang sangat setuju bahwa mereka melakukan pembelian karena membutuhkan produk pencuci wajah Pond’s untuk merawat kulit wajah, 44 (51,8%) responden menyatakan setuju, 29 (34,1%) responden menyatakan kurang setuju, 3 (3,5%) menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak responden 44 (51,8%) setuju bahwa mereka melakukan pembelian karena membutuhkan produk pencuci wajah Pond’s untuk merawat kulit wajah,. Namun, ada juga responden yang kurang setuju dan tidak setuju.
Hal tersebut menjadi salah satu masukan bagi perusahaan Pond’s untuk meningkatkan strategi pemasarannya agar konsumen tertarik untuk melakukan pembelian.
b. Pada pernyataan butir 2, dari 85 responden terdapat 12 (14,1%) responden yang menyatakan sangat setuju bahwa setelah mencari informasi tentang
produk pencuci wajah, mereka memilih merek Pond’s untuk merawat kulit wajah, 45 (52,9%) responden menyatakan setuju, 28 (32,9%) responden menyatakan kurang setuju, 0 (0%) menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang menyatakan setuju 45 (52,9%) bahwa setelah mencari informasi tentang produk pencuci wajah, mereka memilih merek Pond’s untuk merawat kulit wajah. Namun, ada pula responden yang kurang setuju dengan pernyataan tersebut. Hal tersebut menjadi masukan perusahaan Pond’s harus lebih meningkatkan dalam memberikan informasi kepada konsumennya mengenai produk pencuci wajah.
c. Pada pernyataan butir 3, dari 85 responden terdapat 11 (12,9%) responden menyatakan sangat setuju bahwa memilih pencuci wajah Pond’s karena memiliki kelebihan dibandingkan merek sejenis lainnya, 45 (52,9%) responden menyatakan setuju, 28 (32,9%) responden menyatakan kurang setuju, 1 (1,2%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa banyak responden yang berjumlah 45 (52,9%) responden setuju bahwa mereka memilih pencuci wajah Pond’s karena memiliki kelebihan dibandingkan merek sejenis lainnya. Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang setuju.
d. Pada pernyataan butir 4, dari 85 responden terdapat 4 (4,7%) responden menyatakan sangat setuju bahwa responden yakin untuk membeli produk pencuci wajah Pond’s karena sesuai dengan kebutuhan dalam merawat
wajah, 47 (55,3%) responden menyatakan setuju, 33 (38,8%) responden menyatakan kurang setuju, 1 (1,2%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang setuju 47 (55,3%) yang menyatakan bahwa responden yakin untuk membeli produk pencuci wajah Pond’s karena sesuai dengan kebutuhan dalam merawat wajah. Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang setuju atas pernyataan tersebut. Hal ini menjadi salah satu masukan lagi bagi perusahaan Pond’s agar semakin meningkatkan kualitas produknya serta mencari tahu kebutuhan konsumen.
4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda diginakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) yang terdiri dari Harga (X1), Kualitas Produk (X2) dan Citra Merek (X3) terhadap variabel terikat (Y) yaitu Keputusan Pembelian.
Tabel 4.7 Variables Entered
Variables Entered/Removeda Model Variables
Entered
Variables
Removed Method 1 citra merek,
harga, kualitas produkb
. Enter
a. Dependent Variable: keputusan pembelian b. All requested variables entered.
Sumber: Lampiran 10
Pada Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa seluruh variabel independen dimasukkan dalam analisis ini, atau dengan kata lain tidak ada variabel independen yang tidak digunakan, atau disebut metode enter.
Tabel 4.8
Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2,407 1,645 1,464 ,147
Harga ,155 ,085 ,172 1,823 ,072
kualitas produk ,288 ,067 ,422 4,321 ,000
citra merek ,239 ,091 ,240 2,626 ,010
a. Dependent Variable: keputusan pembelian Sumber: Lampiran 11
Berdasarkan persamaan tersebut dapat diuraiakan sebagai berikut:
1. Konstan (β0) = 2,407 ini menunjukkan tingkat konstanta, dimana jika harga, kualitas produk dan citra merek = 0, maka nilai variabel dependen keputusan pembelian produk pencuci wajah Pond’s adalah 2,407.
2. Koefisien X1(b1) = 0,155. Ini menunjukkan bahwa variabel Harga (X1) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian produk pencuci wajah Pond’s akan meningkat sebesar 0,155
3. Koefisien X2 (b2) = 0,288. Ini menunjukkan bahwa variabel Kualitas Produk (X2) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian produk pencuci wajah Pond’s akan meningkat sebesar 0,288.
4. Koefisien X3 (b3) = 0,239. Ini menunjukkan bahwa variabel Citra Merek (X3) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian produk pencuci wajah Pond’s akan meningkat sebesar 0,239.
4.3 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Ada dua acara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau
tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. (Ghozali, 2016:154).
a. Uji Normalitas Pendekatan Histogram
Uji Normalitas dengan pendekatan Histogram dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut:
Sumber: Lampiran 12
Gambar 4.3
Histogram Uji Normalitas
Uji Normalitas Data dengan pendekatan histogram diatas menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan telah berdistribusi normal, hal ini dapat dilihat dari garis histogram tidak melenceng ke kiri atau ke kanan, sehingga penyebaran datanya telah berdistribusi secara normal.
b. Uji Normalitas Pendekatan Grafik Normal Probability Plot
Uji Normalitas dengan pendekatan Grafik Normal Probability Plot dapat dilihat pada Gambar 4.4:
Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan pendekatan grafik dibawah, dapat diketahui bahwa data memiliki distribusi atau penyebaran yang normal, hal ini dapat dilihat dari penyebaran titik berada disekitar sumbu diagonal dari grafik. Namun untuk lebih memastikan bahwa data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal maka dilakukan uji
Smirnov (K-S). Berikut dilakukannya uji Kolmogorov-Smirnov (K-S).
Sumber: Lampiran 13
Gambar 4.4 P-Plot Uji Normalitas
c. Uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) Tabel 4.9
Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 85
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 1,21418639
Most Extreme Differences Absolute ,079
Positive ,057
Negative -,079
Test Statistic ,079
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Lampiran 14
Berdasarkan Tabel 4.9, terlihat bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) adalah 0,200, ini berarti nilainya diatas nilai signifikan 5% (0,05). Oleh karena
parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) juga menyatakan bahwa variabel residual berdistribusi normal.
3. Uji Heteroskedastisitas
Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, yaitu:
a. Metode Grafik
Dasar analisis metode ini adalah jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sedangkan jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
Sumber : Lampiran 15
Gambar 4.5
Scatterplot Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka berdasarkan metode grafik tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
b. Uji Glejser
Uji Glejser mengusulkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen. Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel independen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.
Tabel 4.10 Uji Glejser
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) ,678 ,861 ,787 ,434
Harga ,085 ,044 ,232 1,910 ,060
kualitas produk -,042 ,035 -,150 -1,192 ,237
citra merek ,037 ,048 ,092 ,781 ,437
a. Dependent Variable: absut Sumber: Lampiran 16
Tabel 4.10 memperlihatkan bahwa tidak satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absolut Ut (Absut). Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansi di atas tingkat kepercayaan 5%, jadi disimpulkan model regresi tidak menunjukkan adanya heteroskedastisitas.
4. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi maka dinamakan multikol, yaitu adanya masalah multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar independen.
Tabel 4.11
Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
a. Dependent Variable: keputusan pembelian Sumber: Lampiran 17
Dari Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa:
a. Nilai VIF dari variabel harga, kualitas produk dan citra merek lebih kecil atau dibawah 10 (VIF ≤10), ini berarti tidak terdapat multikolineritas antar variabel independen dalam model regresi.
b. Nilai Tolerance dari variabel harga, kualitas produk dan citra merek lebih besar dari 0,1 (Nilai Tolerance ≥ 0,1) ini berarti tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
4.4 Pengujian Hipotesis 1. Uji Secara Serempak (Uji F)
Untuk menentukan nilai Ftabel, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
df (Pembilanng) = k-1 df (Penyebut) = n-k Keterangan:
n = jumlah sampel penelitian
k = jumlah variabel bebas dan terikat.
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 85 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 4. Sehingga diperoleh :
df1 = k – 1 = 4 – 1 = 3 df2 = n – k = 85 – 4 = 81
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS, kemudian akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat α = 5%
Tabel 4.12
Uji Secara Serempak (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 92,587 3 30,862 20,187 ,000b
Residual 123,837 81 1,529
Total 216,424 84
a. Dependent Variable: keputusan pembelian
b. Predictors: (Constant), citra merek, harga, kualitas produk Sumber: Lampiran 18
Maka, dapat dilihat bahwa Fhitung adalah 20,187 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,72.
Oleh karena itu, Fhitung (20,187) > Ftabel (2,72) dan tingkat signifikansinya 0,000
< 0,05 menunjukkan bahwa variabel bebas (harga, kualitas produk dan citra merek) secara serempak adalah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pencuci wajah Pond’s pada Mahasiswa Akuntansi Politeknik Negeri Medan.
2. Uji Secara Parsial (Uji-t)
Uji-t digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat
Hasil pengujian adalah:
Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k) = 85 – 4 = 81 ttabel yang digunakan adalah 0,05% (81) = 1,664
Tabel 4.13 Uji Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Sumber: Lampiran 19
a. Variabel harga berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (1,823) > ttabel
(1,664) dan signifikan (0,072) > 0,05. Artinya, jika variabel harga ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian tidak akan meningkat sebesar 0,155.
b. Variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (4,321) > ttabel
(1,664) dan signifikan (0,000) < 0,05. Artinya, jika variabel kualitas produk ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,288.
c. Variabel citra merek berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (2,628) > ttabel
(1,664) dan signifikan (0,010) < 0,05. Artinya, jika variabel citra merek ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian akan meningkat
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2,407 1,645 1,464 ,147
Harga ,155 ,085 ,172 1,823 ,072
kualitas produk ,288 ,067 ,422 4,321 ,000
citra merek ,239 ,091 ,240 2,626 ,010
a. Dependent Variable: keputusan pembelian
sebesar 0,239.
3. Pengujian Koefisien Determinasi (𝑅2)
Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai R square dapat dilihat pada Tabel 4.14:
Tabel 4.14
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,654a ,428 ,407 1,23647
a. Predictors: (Constant), citra merek, harga, kualitas produk b. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Lampiran 20
Berdasarkan Tabel 4.14 terlihat bahwa nilai R sebagai berikut:
a. Nilai R sebesar 0,654 berarti 65,4% menunjukkan bahwa hubungan antara variabel harga, kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian hubungannya erat.
b. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,407 berarti 40,7% faktor-faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh harga, kualitas produk dan citra merek. Sedangkan sisanya sebesar 59,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.5 Pembahasan
Berdasarkan uji validitas yang dilakukan, dinyatakan bahwa 18 pernyataan yang mewakili variabel adalah valid. Hal ini terbukti dari rhitung pada Corrected Item-Total Correlation yang lebih besar dari rtabel (0,361), sehingga 18 pernyataan tersebut dapat digunakan untuk penelitian.
0,923. Menurut Situmorang dan Lufti (2012:82), suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach`s alpha lebih besar dari 0,80.
Dari teori tersebut dapat dinyatakan bahwa seluruh pernyataan dalam penelitian ini adalah reliabel. Hal ini dibuktikan dari nilai Cronbach`s alpha sebesar 0,923 lebih besar dari 0,80.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, variabel harga, kualitas produk dan citra merek secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pencuci wajah Pond’s pada Mahasiswa Akuntansi Politeknik Negeri Medan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Fhitung yang menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kolom (F) adalah sebesar 20,187, lebih besar dari nilai Ftabel
sebesar 2,72. Nilai signifikan Fhitung pada kolom (sig.) adalah 0,000 nilai ini lebih kecil dari tingkat kesalahan (α) 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari harga, kualitas produk dan citra merek secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian.
Dari analisis karakteristik responden berdasarkan jurusan yang di teliti, maka dapat disimpulkan bahwa produk pencuci wajah Pond’s lebih besar populasinya pada program studi Akuntansi dibanding program studi Keuangan dan Perbankan. Hal ini dikarenakan mahasiswa program studi Akuntansi lebih banyak dibandingkan mahasiswa program studi Keuangan Dan Perbankan. Dari analisis karakteristik responden berdasarkan stambuk yang diteliti, maka dapat disimpulkan bahwa produk pencuci wajah Pond’s lebih besar populasi mahasiswa senior dibanding para juniornya. Hal ini dikarenakan mahasiswa pada stambuk tersebut merupakan usia yang paling dewasa diantara stambuk yang lain yang semakin
memperhatikan penampilan untuk persiapan memasuki dunia pekerjaan.
Berdasarkan dari uji-t dapat diketahui bahwa dari variabel harga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel kualitas produk dan citra merek, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Penjelasannya sebagai berikut:
1. Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel harga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (1,823) > ttabel (1,664) dan signifikan (0,72) > 0,05. Artinya, jika variabel harga ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian tidak akan meningkat sebesar 0,155. Dari distribusi jawaban responden untuk variabel harga dapat dilihat bahwa 33 (38,8%) responden menyatakan setuju harga yang ditawarkan produk pencuci wajah Pond’s terjangkau, 34 (40,0%) responden menyatakan setuju harga produk pencuci wajah Pond’s sesuai manfaat, 31 (36,5%) responden menyatakan setuju harga produk pencuci wajah Pond’s lebih murah dibanding merek sejenis.
Hasil analisis pernyataan sebagian besar responden setuju bahwa harga yang ditawarkan produk pencuci wajah Pond’s sesuai dengan manfaat. Hal itu sesuai yang dikemukakan oleh ahli. Menurut Kotler dan Armstrong (2008:345) harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa, harga merupakan salah satu faktor penentu yang mempengaruhi pilihan pembelian oleh konsumen. Apabila harga yang ditawarkan sesuai dengan manfaat dan kualitas yang di harapkan
konsumen, maka semakin tinggi minat konsumen dalam melakukan pembelian.
Namun, sebagian besar responden juga menyatakan kurang setuju dan tidak setuju dengan pernyataan bahwa harga produk pencuci wajah Pond’s lebih murah dibandingkan dengan merek lainnya. Hal ini mungkin dibandingkan dengan merek sejenis lainnya, seperti Garnier, Viva, Sariayu dan lain-lain yang mungkin harganya lebih murah dibanding produk pencuci wajah Pond’s.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Gustyana Manurung (2012) dengan judul “Pengaruh Harga, Kualitas dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Notebook ACER pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara”. Dalam hal ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
2. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kualitas produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini dapat dilihat dari nilai thitung(4,321) > ttabel(1,664) dan signifikan (0,000) <
(0,05). Artinya jika variabel kualitas produk ditingkatkan satu satuan, maka keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,288. Dari distribusi jawaban responden untuk variabel kualitas produk menunjukkan bahwa 42 (49,4%) responden menyatakan setuju bahwa kinerja dari pencuci wajah Pond’s memberikan hasil penggunaan yang memuaskan untuk wajah, 44 (51,8%) responden setuju bahwa Pond’s merupakan pencuci wajah yang jangka waktu pemakaian selama 1 tahun, 50 (58,8%) responden menyatakan pencuci wajah Pond’s memiliki kualitas standar Kesehatan Dokter Indonesia, 48 (56,5%)
responden setuju pencuci wajah Pond’s memiliki desain yang bagus dibandingkan produk lainnya, 48 (56,5%) responden menyatakan setuju pencuci wajah Pond’s memiliki kemasan yang baik sehingga produknya tidak mudah rusak, 50 (58,8%) responden menyatakan setuju pencuci wajah Pond’s memiliki desain yang menarik sehingga disukai masyarakat, 49 (57,6%) responden menyatakan setuju pencuci wajah Pond’s memiliki layanan keluhan konsumen yang mudah dijangkau konsumen melalui website dan costumer service. Hasil analisis sebagian besar responden menunjukkan setuju bahwa kualitas produk yang dimiliki produk pencuci wajah Pond’s menarik dan sesuai selera yang diinginkan mereka. Hal itu sesuai dengan yang dikemukakan oleh ahli.
Menurut Kotler dan Armstrong (2007:346) kualitas produk merupakan kemampuan produk untuk menunjukkan berbagai fungsi termasuk di dalamnya ketahanan, handal, ketepatan, dan kemudahan dalam penggunaan. Kualitas mempunyai arti sangat penting dalam keputusan pembelian. Apabila kualitas produk yang dihasilkan baik, maka konsumen cenderung membeli kembali produk tersebut, sedangkan bila kualitas produk tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka konsumen akan mengalihkan pembelian pada produk sejenis lainnya. Namun, sebagian besar responden menyatakan kurang setuju dengan pernyataan kinerja dari pencuci wajah Pond’s memberikan hasil penggunaan yang memuaskan untuk wajah. Hal tersebut mungkin dikarenakan kandungan dari produk pencuci wajah Pond’s kurang memberikan efek seperti yang diharapkan oleh penggunanya.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Gustyana Manurung
(2012) dengan judul “Pengaruh Harga, Kualitas dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Notebook ACER pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara”. Dalam hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
3. Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini dapat dilihat dari nilai thitung (2,628) > ttabel (1,664) dan signifikan (0,010) < 0,05.
Artinya, jika variabel citra merek ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,239. Dari distribusi jawaban responden untuk variabel citra merek menunjukkan 48 (56,5%) responden menyatakan setuju bahwa produk pencuci wajah Pond’s mudah dikenali, 41 (48,2%) responden menyatakan setuju produk pencuci wajah Pond’s memiliki reputasi yang baik, 45 (52,9%) responden menyatakan setuju bahwa produk pencuci wajah Pond’s memberikan rasa percaya diri saat menggunakannya, 42 (49,4%) responden setuju bahwa produk pencuci wajah Pond’s memiliki track record yang baik.
Hasil analisis pernyataan, sebagian besar responden setuju bahwa mereka lebih mengenal merek Pond’s dibanding dengan merek sejenis lainnya. Hal ini dikarenakan produk pencuci wajah Pond’s memiliki logo yang simpel dan mudah diingat, sehingga ketika konsumen melihat logo tersebut konsumen langsung mengetahui jika itu adalah logo merek Pond’s. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan oleh ahli. Menurut Kotler dan Keller (2009:346) citra merek
adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam ingatan konsumen. Persepsi dan keyakinan konsumen atas suatu merek yang baik akan menjadi hal yang positif yaitu akan terjadinya pembelian terhadap suatu produk, konsumen juga tidak
adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam ingatan konsumen. Persepsi dan keyakinan konsumen atas suatu merek yang baik akan menjadi hal yang positif yaitu akan terjadinya pembelian terhadap suatu produk, konsumen juga tidak