BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
D. Budaya Perusahaan dan Pelayanan
Budaya perusahaan merupakan sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi berbeda dengan organisasi lannya.Sistem makna ini berbentuk sekumpulan kata kunci yang dijunjung tinggi dalam organisasi. Begitu pula dengan JTL Express yang mempunyai lima (5) kata kunci yang diterapkan di seluruh aktivitas perusahaanya. Lima (5) Kata kunci tersebut antara lain:
1. JACK atau mendongkrak, yang artinya memberikan semangat kerjasama satu sama lain.
2. AGILE atau tangkas, yang artinya bisa dan menguasai pekerjaan di wilayahnya.
3. GROW atau tumbuh, yang artinya berkembang dan maju bersama.
4. ACTIVE atau aktif, yang artinya tidak pernah menyerah dalam melayani.
5. DURABLE atau tahan lama,yang artinya konsisten dan komitmen selamanya.
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, JTL Express memiliki empat kategori pelayanan yang diterapkan, antara lain :
a. JTL Express „Priority‟
Pengiriman sampai keesokan hari dari JTL Express yang mencakupi 16 kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
b. JTL Express „Standart‟
Pengiriman cepat dan handal lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia. Waktu pengiriman bervariasi dengan rata-rata 1-3 hari tergantung kota tujuan. Ditujukan untuk kargo umum dengan berat minimal 1 kg.
c. JTL Express „Economy‟
Pengiriman Ekonomi ke lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia. Waktu pengiriman bervariasi dengan rata-rata 3-7 hari tergantung kota tujuan. Ditujukan untuk kargo umum dengan berat minimal 1 kg.
d. Non Express
Layanan pengiriman yang paling murah ke seluruh Indonesia. Pengiriman minimum mulai dari 5 kg dan tida ada maksimum berat untuk layanan ekonomis ini. Pengiriman dengan berat lebih dari 100 kg akan dikenakan biaya tambahan handling forklift. Waktu pengiriman bervariasi antara 4-9 hari tergantung kota tujuan.
General ManagerofJTLExp
ress
Courier(Rider/
Driver) Dispatch
Officer(Operati WarehouseStaff
HRGA&
FinanceAdminis trationStaff
Cabang TeamLead OperationExecutive/S
upervisor E. Struktur Organisasi
Sumber : Data primer yang diolah (2022)
Gambar IV.3
Struktur Organisasi JTL Express cabang
F. Tugas dan Tanggung Jawab
1. General Manager of JTL Express
General manager adalah pemimpin puncak dari struktur organisasi JTL Expres yang memiliki tanggung jawab kepada seluruh bagian atau fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi.
2. Operation Executive/Supervisor
Operation executive/supervisor adalah pemimpin yang bertangung jawab untuk mengatur dan meningkatkan kinerja perusahaan dan mengelola potensi resiko.
3. Cabang Team Leader
Cabang team leader adalah pemimpin yang mengontrol proses pergudangan sehingga pengiriman barang yang diakukan oleh tim dapat berjalan sesuai prosedur.
4. HRGA& FinanceAdministration
HRGA& FinanceAdministrationmempunyai kewajiban untuk membuat rekap absensi, menghitung total lembur karyawan di station, memproses administrasi petty cash, melakukan pembayaran biaya-biaya di operasional (transportasi, internet, dan lain-lain).
5. WarehouseStaff
WarehouseStaffmempunyai kewajiban untuk melakukan kegiatan pergudangan, yakni meneriman barang (inbound), sortir barang, dan mengeluarkan barang (outbound).
6. Dispatch Officer
Dispatch Officerlebih sering dikenal sebagai staff operasional transportasi adalah staff yang mengatur kemana paket akan diantar, menggunakan kendaraan apa, biaya stransportasi dan melakukan evaluasi
setiap perjalanan. Tidak berbeda dengan dispatch officer JTL Express yang mempunyai kewajiban melakukan planning shipment, shipping process, assign kurir/agen, track & trace shipment, run sheet management, COD tracking, intense komunikasi dengan kurir/agen.
7. Courier(Rider/Driver)
Courier(Rider/Driver)mempunyai kewajiban untuk mengirimkan barang sampai ke tujuan dalam kondisi bagus dan tepat waktu dan melakukan update status pengiriman ke tim gudang atau dispatcher.
G. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah perusahaan.Jumlah karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo yaitu 45 orang.Keseluruhan karyawan tersebut terdiri dari 5 orang admin dan 40 orang kurir.
Berikut rincian posisi karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo :
1. HRGA& FinanceAdministration dijadikan satu dengan dispatch officer berjumlah 5 orang.
2. WarehouseStaff dijadikan satu dengancourier berjumlah 40 orang.
H. Jam Operasional
Kegiatan operasional JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo mulai dari hari Senin sampai Sabtu, hari Minggu libur. Jam operasional setiap cabang JTL Express yaitu pukul 08.00 – 18.00 WIB.
I. Pemasaran
JTL Express melakukan promosi service dengan cara melakukan beberapa kolaborasi dengan perusahaan lainnya baik BUMN maupun perusahaan manufaktur swasta. JTL Express melakukan kerja sama dengan platform aggregator jasa layanan pengiriman, yakni KIRIMINAJA. Selain itu juga melakukan kerja sama dengan gateway info pengiriman, RajaOngkir. Kerja sama ini mampu mempermudah integrasi sistem JTL Express ke berbagai platform online pelanggan.
J. Lokasi Cabang
1. Cabang Madiun :Jl. Slamet Riyadi No.39 Kartoharjo Madiun
2. Cabang Ngawi : Jl. Diponegoro Kota Ngawi
3. Cabang Magetan : Jl. Raya Ngariboyo Magetan
4. Cabang Ponorogo : Jl. Arif Rahman Hakim, Kertosari, Ponorogo
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini, penulis akan membahas karakteristik responden, analisis data dan pembahasan untuk mengetahui hubungan servant leadership style dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan.Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang diisi langsung oleh karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo dengan total responden 45 orang.Kuesioner ini berbentuk angket tertulis yang dibagikan langsung kepada seluruh karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada tanggal 7-10 April 2022.
Kuesioner ini terdiri dari 3 kelompok pernyataan.Kelompok pertama untuk memperoleh data mengenai servant leadership style, kelompok kedua untuk memperoleh data mengenai komunikasi interpersonal, dan kelompok ketiga untuk memperoleh data mengenai kinerja karyawan. Karakter responden yang digunakan adalah usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir.
Analisis data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengujian instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolineitas, uji heteroskedastisitas), dan uji hipotesis (analisis linier berganda, uji f, uji t,
koefisien determinasi).Aplikasi yang digunakan untuk mengolah data pada penelitian ini adalah SPSS 23.0 dan Microsoft Excel 2010.
A. Pengujian Instrumen
1. Hasil Pengujian Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji apakah suatu alat ukur yang digunakan dalam penelitian benar-benar mengukur apa yang akan diukur.Rumus yang digunakan peneliti untuk mencari nilai korelasi adalah korelasi Pearson Product Moment.Ketentuannya, jika rhitung ≥ rtabel dengan tingkat signifikansi rtabel sebesar 0,05 dan derajat bebas (n-2), maka data kuesioner dikatakan valid. Begitu pula sebaliknya jika rhitung ˂ rtabel dengan tingkat signifikansi rtabel sebesar 0,05 dan derajat bebas (n-2), maka data kuesioner dikatakan tidak valid.Dalam penelitian ini, diketahui bahwa n = 45 dan α = 5%, maka rtabel (5%, 45-2) = 0,2940. Setiap item dikatakan valid apabila rhitung lebih besar dari 0,2940.Berikut ini adalah tabel hasil uji validias terhadap data penelitian.
Tabel V.1
Validitas Servant Leadership Style
Variabel Item Rhitung Rtabel Keterangan
X1.1 0,859 0,2940 VALID
X1.2 0,811 0,2940 VALID
X1.3 0,853 0,2940 VALID
X1.4 0,861 0,2940 VALID
Servant Leadership X1.5 0,824 0,2940 VALID
Style X1.6 0,874 0,2940 VALID
X1.7 0,823 0,2940 VALID
X1.8 0,767 0,2940 VALID
X1.9 0,771 0,2940 VALID
X1.10 0,797 0,2940 VALID
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan Tabel V.1 Validitas Servant Leadership Style, seluruh item pertanyaan yang berjumlah 10 butir mengenai servant leadership style dalam instrumen penelitian dinyatakan valid untuk digunakan penelitian, karena rhitung lebih besar dari rtabel.
Tabel V.2
Validitas Komunikasi Interpersonal
Variabel Item Rhitung Rtabel Keterangan
X2.2 0,873 0,2940 VALID
X2.2 0,792 0,2940 VALID
X2.3 0,770 0,2940 VALID
Komunikasi X2.4 0,803 0,2940 VALID
Interpersonal X2.5 0,789 0,2940 VALID
X2.6 0,846 0,2940 VALID
X2.7 0,877 0,2940 VALID
X2.8 0,890 0,2940 VALID
X2.9 0,824 0,2940 VALID
Sumber: Data primer yang diolah (2022) Berdasarkan Tabel V.2 Validitas Komunikasi Interpersonal,seluruh item pertanyaan yang berjumlah 9 butir
mengenai komunikasi interpersonal dalam instrumen penelitian dinyatakan valid untuk digunakan penelitian, karena rhitung lebih besar dari rtabel.
Tabel V.3
Validitas Kinerja Karyawan
Variabel Item Rhitung Rtabel Keterangan
Y1 0,721 0,2940 VALID
Y2 0,766 0,2940 VALID
Y3 0,822 0,2940 VALID
Kinerja Y4 0,784 0,2940 VALID
Karyawan Y5 0,844 0,2940 VALID
Y6 0,872 0,2940 VALID
Y7 0,938 0,2940 VALID
Y8 0,911 0,2940 VALID
Y9 0,792 0,2940 VALID
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan Tabel V.3 Validitas Kinerja Karyawan,seluruh item pertanyaan yang berjumlah 9 butir pernyataan mengenai kinerja karyawan dalam instrumen penelitian dinyatakan valid untuk digunakan penelitian, karena rhitung lebih besar dari rtabel.Oleh karena itu, dari hasil analisis data-data pada tabel tersebut di mana rhitung lebih besar daripada rtabel maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan dinyatakan valid.Dengan demikian seluruh item pertanyaan dapat digunakan dalam analisis-analisis selanjutnya.
2. Hasil Pengujian Reliabilitas
Pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS 23.0.Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai
Croncbach’s Alpha lebih besar dari 0,70. Berikut ini hasil uji reliabilitas data pada penelitian ini.
Tabel V.4
Reliabilitas Servant Leadership Style
Variabel Croncbach’s Alpha N of items Servant Leadership Style (X1) 0,945 10
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan Tabel V.4 Reliabilitas Servant Leadership Style, dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel servant leadership style
reliabel, karena nilai Croncbach’s Alpha lebih besar dari 0,70, yakni 0,945.
Tabel V.5
Reliabilitas Komunikasi Interpersonal
Variabel Croncbach’s Alpha N of items Komunikasi Interpersonal (X2) 0,941 9
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan Tabel V.5 Reliabilitas Komunikasi Interpersonal, dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel komunikasi interpersonal reliabel, karena nilai Croncbach’s Alpha lebih besar dari 0,70, yakni 0,941.
Tabel V.6
Reliabilitas Kinerja Karyawan
Variabel Croncbach’s Alpha N of items
Kinerja Karyawan (Y) 0,941 9
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan Tabel V.6 Reliabilitas Kinerja Karyawan, dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel kinerja karyawan reliabel, karena nilai Croncbach’s Alpha lebih besar dari 0,70, yakni 0,941.
Jadi dapat disimpulkan bahwa semua variabel pada penelitian ini yaitu servant leadership style, komunikasi interpersonal, dan kinerja karyawan dinyatakan reliabel.
B. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Analisis Deskriptif
a. Deskripsi Responden 1) Jenis Kelamin
Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi menurut jenis kelamin karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Tabel V.7
Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Presentase
Laki – laki 40 88,9 %
Perempuan 5 11,1%
Total 45 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2022) Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi,
Magetan, dan Ponorogo adalah Laki-laki dengan jumlah 40 orang (88,9%).
2) Usia
Tabel di bawah menunjukkan klasifikasi menurut usia karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Tabel V.8
Karakteristik Responden Menurut Usia Usia Frekuensi Presentase
≤ 20 th - 0%
21-29 th 40 88,9%
≥ 30 th 5 11,1%
Total 45 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo berusia antara 21-29 tahun yakni sebannyak 40 orang (88,9%).
3) Pendidikan Terakhir
Tabel di bawah menunjukkan klasifikasi menurut pendidikan terakhir karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Tabel V.9
Karakteristik Responden Menurut Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Frekuensi Presentase
SD - %
SMP/Sederajat - %
SMA/Sederajat 45 100%
D3/D4/S1 - %
Total 45 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa semua karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo memiliki pendidikan terakhir yakni SMA/Sederajat dengan total45 orang (100%).
b. Deskripsi Variabel Penelitian 1) Servant Leadership Style
Penulis menghitung skor atau nilai total kuesioner pada kelompok 1 untuk menjawab seberapa baik tingkat pelayanan dalam diri manajer JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo berdasarkan 10 indikator pelayanan yang baik menurut Spears. Penulis menggunakan 5 rentang skala yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik.Diketahui bahwa bobot nilai tertinggi adalah 5 dan bobot nilai terendah adalah 1.
Variabel servant leadership styledibagi menjadi 10 pernyataan yang dirinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel V.10
Deskripsi Variabel Servant Leadership Style
No Pernyataan Rata-rata
skor item
Keterangan 1 Pemimpin atau manajer mau
mendengarkan kritik dan/atau saran dari karyawan.
4,33 Sangat Baik
2 Pemimpin atau manajer peka 4,27 Sangat Baik terhadap kondisi personal yang
sedang dialami karyawan. (misal:
sedang banyak pikiran, ada konflik dengan keluarga atau rekan, dsb.)
3 Pemimpin atau manajer membantu 4,31 Sangat Baik karyawan dalam menyelesaikan
masalah personalnya
4 Pemimpin atau manajer membantu 4,22 Sangat Baik karyawan yang kesulitan dalam
bekerja. (misal: kesulitan mengelola data, kesulitan mencari rute kirim tercepat, dsb.)
5 Pemimpin atau manajer selalu 4,07 Baik mengarahkan karyawan dalam
mengerjakan sesuatu.
6 Pemimpin atau manajer memberi 4,16 Baik gambaran tentang arah dan tujuan
perusahaan.
7 Pemimpin atau manajer adalah 4,22 Sangat Baik orang yang penuh dengan analisa.
8 Pemimpin atau manajer mau 4,31 Sangat Baik membantu karyawan yang sedang
mengalami kesulitan tanpa memberda-bedakan.
9 Pemimpin atau manajer melakukan 4,36 Sangat Baik kegiatan pelatihan dan
pengembangan dengan anggota seluruh karyawan cabang.
10 Pemimpin atau manajer mengadakan 4,42 Sangat Baik kegiatan „refreshing‟/liburan
bersama untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan.
Rata-rata skor total 4,27 Sangat Baik
Sumber: Data Primer Diolah (2022)
Berdasarkan tabel V.10 diketahui bahwa variabel servant leadership style memiliki mean atau rata-rata sebesar 4,27. Hal tersebut menunjukkan bahwa bagi responden penerapan servat leadership style di JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo sangat baik.
2) Komunikasi Interpersonal
Penulis menghitung skor atau nilai total kuesioner pada kelompok 2 untuk menjawab tingkat tercapainya komunikasi interpersonal oleh manajer JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Penulis menggunakan 5 rentang skala yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik.Diketahui bahwa bobot nilai tertinggi adalah 5 dan bobot nilai terendah adalah 1.
Variabel komunikasi interpersonal dibagi menjadi 9 pernyataan yang dirinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel V.11
Deskripsi Variabel Komunikasi Interpersonal
No Pernyataan Rata-rata
skor item
Keterangan 1 Pemimpin atau manajer memandang
sama seluruh karyawan (tidak membeda-bedakan).
4,4 Sangat Baik
2 Pemimpin atau manajer 4,29 Sangat Baik
mendengarkan setiap aspirasi dari karyawan.
3 Pemimpin atau manajer peka 4,38 Sangat Baik terhadap keadaan personal
karyawan.(misal: sedang banyak masalah sehingga membebani pikiran, konflik dengan rekan kerja atau keluarga, dsb.)
4 Pemimpin atau manajer adalah 4,29 Sangat Baik tempat yang nyaman untuk „curhat‟.
5 Pemimpin atau manajer adalah 4,29 Sangat Baik orang yang supel dan komunikatif
(enak diajak ngobrol).
6 Pemimpin atau manajer berterus 4,36 Sangat Baik terang ketika menyampaikan
evaluasi karyawan secara
bulanan/tahunan. (misal: karyawan A kurang disiplin, karyawan B rajin kinerjaa bagus, dll.)
7 Pemimpin atau manajer memberi 4,44 Sangat Baik gaji, uang makan, uang bensin, dan
bonus yang sesuai dengan kontrak kerja.
8 Pemimpin atau manajer adalah 4,38 Sangat Baik orang yang mau menerima masukan
dari karyawannya.
9 Pemimpin atau manajer adalah 4,38 Sangat Baik orang yang tidak gengsi-an
(mengakui kesalahan jika berbuat salah).
Rata-rata skor total 4,36 Sangat Baik
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan tabel V.11 diketahui bahwa variabel komunikasi interpersonal memiliki mean atau rata-rata sebesar 4,36. Hal tersebut menunjukkan bahwa bagi responden penerapan komunikasi interpersonal di JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo sangat baik.
3) Kinerja Karyawan
Penulis menghitung skor atau nilai total kuesioner pada kelompok 3 untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.Penulis menggunakan 5 rentang skala yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik.Diketahui bahwa bobot nilai tertinggi adalah 5 dan bobot nilai terendah adalah 1.Variabel kinerja karyawan dibagi menjadi 9 pernyataan yang dirinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel V.12
Deskripsi Kinerja Karyawan
No Pernyataan Rata-rata
skor item
Keterangan 1 Saya selalu hadir dan absen tepat
waktu saat bekerja.
4,16 Baik
2 Saya dapat menyelesaikan setiap 4,2 Sangat Baik pekerjaan/tugas saya.
3 Saya selalu berusaha untuk 4,2 Sangat Baik mengesampingkan urusan pribadi
dalam melaksanakan pekerjaan/tugas saya.
4 Saya selalu berusaha tepat waktu 4,18 Baik dalam mengerjakan pekerjaan/tugas
saya.
5 Saya mampu bekerja sama dalam 4,13 Baik tim untuk mencapai tujuan bersama.
6 Saya mampu mencapai target kerja 4,27 Sangat Baik yang telah ditetapkan oleh
perusahaan.
7 Saya selalu berinisiatif dalam 4,22 Sangat Baik menyelesaikan pekerjaan tanpa
Rata-rata skor total 4,21 Sangat Baik
Sumber: Data primer yang diolah (2022)
Berdasarkan tabel V.12 diketahui bahwa variabel kinerja karyawan memiliki mean atau rata-rata sebesar 4,21.
Hal tersebut menunjukkan bahwa bagi responden kinerja karyawan di JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo sangat baik.
C. Pengujian Asumsi Klasik 1. Hasil Uji Normalitas
Metode yang digunakan untuk melakukan pengujian normalitas adalah metode Kolmogorov-Smirnov.Suatu data dikatakan normal jika Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05. Selain itu data dikatakan normal apabila data (titik) menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal.Program aplikasi yang digunakan untuk uji normalitas data ialah SPSS 23.0.
Berikut ini adalah hasil dari uji normalitas:
Grafik V.13 Grafik Normal P-Plot
Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa penyebaran data yang berupa titik-titik yang terdapat di dalam gambar menyebar dan mengikuti garis lurus diagonal.Hal ini menunjukkan bahwa data
tersebut berdistribusi normal.Untuk memperkuat bukti bahwa data tersebut normal, maka dilakukan uji Kolomogorov- Smirnovmenggunakan program aplikasi SPSS 23.0.Ketentuan suatu data dikatakan berdistribusi normal yaitu nilai asymp. Sig.(2-tailed)>
0,05. Berikut rincian pengujiannya.
Tabel V.14
Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov
Standarized Residual
N Kolmogorov Smirnov
Asym.sig (2-tailed)
Sig.critial Keterangan
Model 45 .079 .200 0,05 Terdistribusi
normal Diketahui bahwa nilai asymp. Sig.(2-tailed) 0,200 di mana lebih besar dari 0,05. Maka dapat terbukti bahwa data penelitian berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunanakan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel bebas. Suatu data dikatakan tidak terjadi multikolinieritas apabila memiliki nilai tolerance> 0,1 atau nilai VIF <
10. Berikut adalah tabel hasil output pengujian multikolinieritas.
Tabel V.15
Hasil Uji Multikolinieritas
Variable Variabel
Tolerance VIF
Keterangan
Sumber : Data primer diolah (2022)
Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui bahwa nilai tolerance servant leadership style (X1) sebesar 0,906 dan komunikasi interpersonal (X2) sebesar 0,906 di mana kedua variabel memiliki nilai tolerance> 0,1. Sedangkan untuk nilai VIF, servant leadership style (X1) memiliki nilai sebesar 1,103 dan komunikasi interpersonal memiliki nilai sebesar 1,103, di mana kedua variabel memiliki nilai VIF < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian tidak terjadi multikolinieritas karena telah memenuhi kedua syarat di atas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan scatterplot.Apabila titik-titik yang terdapat di dalam scatterplot tersebar secara acak baik di atas maupun di bawah nilai 0 pada sumbu Y dan tidak terjadi pola yang teratur seperti
Independent Dependent Value
Servant .906 1.103 Tidak Terjadi
Leadership Multikolinieritas
Style(X1) Kinerja
Komunikasi Karyawan .906 1.103 Tidak Terjadi
Interpersonal (Y) Multikolinieritas
(X2)
bergelombang, melebar, dan menyempit maka dapat dikatakan data penelitian tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut uji heteroskedastisitas yang dilakukan pada program aplikasi SPSS 23.0.
Gambar V.16
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan uji heteroskedastisitas di atas dapat dilihat bahwa titik-titik yang terdapat di dalam scatterplot tersebar secara acak baik di atas maupun di bawah nilai 0 pada sumbu Y dan tidak terjadi pola yang teratur seperti bergelombang, melebar, dan menyempit maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian tidak terjadi heteroskedastisitas.
D. Uji Hipotesis
1. Persamaan Regresi
Tabel V.17
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Model
Sumber : Data primer diolah (2022)
Berdasarkan hasil pengujian regresi linier berganda pada tabel V.17, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 10,325 + 0,254X1+ 0,420X2
Berdasarkan persamaan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa : a. Konstanta 10,325 menyatakan bahwa variabel servant leadership style
(X1) dan komunikasi interpersonal (X2) dianggap konstan dengannilai kinerja karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo sebesar 10,325.
b. Koefisien regresi servant leadership style (X1) memiliki nilai 0,254 yang berarti bernilai positif. Maka dengan nilai tersebut dapat dikatakan bahwa servant leadership style (X1) memiliki pengaruh
Error
yang searah dengan kinerja karyawan karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Apabila servant leadership style naik satu unit, maka kinerja karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo juga akan meningkat sebesar 0,254 atau nilai dari servant leadership style (X1). Begitu pula sebaliknya, apabila servant leadership style turun satu unit, maka kinerja karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo juga akan menurun sebesar 0,254atau nilai dari servant leadership style (X1).
c. Koefisien regresi komunikasi interpersonal (X2) memiliki nilai 0,420 yang berarti bernilai positif. Maka dengan nilai tersebut dapat dikatakan bahwa komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh yang searah dengan kinerja karyawan karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Apabila komunikasi interpersonal naik satu unit, maka kinerja karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo juga akan meningkat sebesar 0,420 atau nilai dari komunikasi interpersonal (X2). Begitu pula sebaliknya, apabila komunikasi interpersonal turun satu unit, maka kinerja karyawan JTL Express cabang Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo juga akan menurun sebesar 0,420 atau nilai dari komunikasi interpersonal (X2).
2. Uji F (Uji Signifikansi Simultan)
Uji F digunakan untuk menguji signifikan tidaknya pengaruh variabel bebas secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel terikat.Suatu variabel bebas dikatakan memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat apabila nilai Fhitung > Ftabel, dan nilai signifikansi< 0,05. Diketahui bahwa ftabel pada penelitian ini yaitu 3,22. Berikut rincian uji Fatau uji signifikansi simultan menggunakan program aplikasi SPSS 23.0.
Tabel V.18 Hasil Uji F
Model Sum of
Squares
Df Mean Square
F Sig.
1 Regression 415.192 2 207.596 15.569 .000 Residual 560.008 42 13.334
Total 975.200 44 Keterangan :
a. Dependent Variable : Kinerja Karyawan
b. Predictors : (Constant), Komunikasi Interpersonal, Servant Leadership Style
Sumber : Data primer diolah (2022)
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 15,569, di mana lebih besar dari 3,22 dan nilai signifikansi 0,000 di mana lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 15,569, di mana lebih besar dari 3,22 dan nilai signifikansi 0,000 di mana lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa