• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Komunikasi Interpersonal

5. Sifat-Sifat Komunikasi Interpersonal

Menurut Devito (2013:254), komunikasi interpersonal memiliki beberapa sifat, antara lain :

a. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua individu atau lebih yang masing-masing saling bergantung.

Komunikasi interpersonal lebih dari sekedar komunikasi antara dua atau lebih, melainkan hubungan yang tercipta lebih intim dan intens.

Di mana satu sama lain pihak yang melakukan komunikasi dapat

mengetahui dan memahami apa yang dirasakan atau dipikirkan oleh rekan komunikasinya. Sebagai contoh komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara seorang psikolog dengan kliennya.

b. Komunikasi interpersonal adalah secara inheren bersifat relasional.

Karena sifatnya yang saling bergantung, maka mereka yang melakukan komunikasi secara langsung akan melibatkan perasaan mereka dan menjadi terikat satu sama lain. Cara seseorang berkomunikasi dan berinteraksi akan memengaruhi jenis hubungan yang dibangun.

c. Komunikasi interpersonal berada pada sebuah rangkaian kesatuan.Komunikasi interpersonal berada dalam sebuah rangkaian kesatuan yang panjang dan membentang dari impersonal ke personal yang lebih tinggi. Pada titik impersonal, seseorang berkomunikasi secara sederhana antara orang-orang yang tidak saling mengenal dan tidak ada niat untuk memahami lebih dalam satu sama lain, seperti komunikasi antara penjual dan pembeli. Sedangkan pada titik personal, komunikasi berlangsung secara akrab dan terhubung satu sama lain, misalnya hubungan antara ayah dan anak.

d. Komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal maupun pesan nonverbal.Komunikasi interpersonal melibatkan pertukaran pesan baik verbal (kata-kata) maupun nonverbal (bahasa tubuh). Kata-kata yang diucapkan dalam berkomunikasi dengan orang lain biasanya disertain dengan petunjuk nonverbal, seperti ekspresi wajah, kontak mata, dan gerak tubuh atau bahasa tubuh. Seseorang menerima pesan

interpersonal melalui panca indra yang dimilki seperti mendengar, melihat, mencium, dan menyentuh. Bahkan seseorang yang diam pun sebenarnya juga memberi reaksi kepada rekannya.

e. Komunikasi interpersonal berlangsung dalam berbagai bentukKomunikasi interpersonal pada umumnya dilakukan secara tatap muka, namun dengan kemajuan teknologi dewasa ini komunikasi interpersonal dapat dilakukan secara virtual. Bentuk komunikasi interpersonal sekarang ini bersifat real time, dengan kata lain pesan yang dikirim dan diterima terjadi dalam satu waktu sebagaimana dalam komunikasi tatap muka. Sebagai contoh ketika seseorang melakukan videocall, mereka dapat melihat dan berbincang dengan rekannya dalam waktu yang bersamaan.

f. Komunikasi interpersonal melibatkan berbagai pilihan.Pesan-pesan interpersonal yang seseorang komunikasikan dengan orang lain adalah hasil dari berbagai pilihan yang telah dibuat. Artinya bahwa ketika seseorang membuat pilihan kepada siapa akan berkomunikasi, apa yang akan katakan, apa yang tidak boleh dikatakan, pilihan frasa, dan sebagainya, ia telah melakukan analisa pilihan yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Ngalimun (2018:34) juga memaparkan sifat-sifat komunikasi interpersonal yang dirinci sebagai berikut :

a. Komunikasi interpersonal bersifat dialogis

Bersifat dialogis artinya ada arus balik langsung antara komunikator dengan komunikan (face to face) sehingga pada saat itu juga komunikator dapat mengetahui secara langsung tanggapan dari komunikan apakah itu positif atau negatif, dan berhasil atau tidak.Apabila tanggapannya negatif dan tidak berhasil, maka komunikator dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.

b. Komunikasi interpersonal melibatkan jumlah orang yang terbatas Komunikasi antarpribadi atau interpersonal hanya melibatkan dua orang atau tiga orang lebih dalam berkomunikasi.Jumlah yang terbatas ini mendorong terjadinya ikatan secara intima tau dekat dengan rekan komunikasi.

c. Komunikasi interpersonal terjadi secara spontan

Terjadinya komunikasi interpersonal seringkali tanpa adanya perencanaan awal.Sebaliknya komunikasi sering terjadi secara tiba-tiba dan mengalir secara dinamis.

d. Komunikasi interpersonal menggunakan media

Pada umumnya seseorang beranggapan bahwa komunikasi interpersonal harus dilakukan secara langsung dan tatap muka, namun dalam pelaksanaanya yang dimaksud dengan langsung dan tatap muka juga bisa melalui media, seperti : telepon, Whatsapp, teleconference, dan sebagainya.

e. Komunikasi interpersonal bersifat terbuka (openness)

Secara sederhana keterbukaan memnunjukkan adanya kemauan untuk menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antarpribadi atau interpersonal.keterbukaan atau sifat terbuka sangat berpengaruh dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Keterbukaan adalah pengungkapan reaksi atau tanggapan seseorang terhadap situasi yang sedang dihadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan untuk memberikan tanggapan saat ini.

f. Komunikasi interpersonal bersifat empati (empathy)

Berempati berarti merasakan apa yang orang lain rasakan.

Komunikasi interpersonal dapat berlangsung kondusif apabila komunikator (pengirim pesan) menunjukkan rasa empati pada komunikan (penerima pesan). Empati dapat diartikan sebagai menghayati perasaan orang lain atau turut merasakan apa yang dirasakan orang lain.

g. Komunikasi interpersonal bersifat mendukung (supportiveness)

Supportiveness yaitu suasana yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.Orang yang menutup diri (bersifat defensif) cenderung menjadi penghambat dalam komunikasi interpersonal yang efektif, karena mereka akan banyak melindungi dirinya dari ancaman setiap pendapat yang ditanggapinya.

h. Komunikasi interpersonal bersifat positif (positiveness)

Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya sendiri untuk mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.

Rasa positif adalah adanya kecenderungan bertindak pada diri komunikator untuk memberikan penilaian positif pada diri komunikan.Dalam komunikasi interpersonal hendaknya komunikator dan komunikan menunjukkan sikap yang positi, karena dalam hubungan komunikasi tersebut akan muncul suasana yang menyenangkan sehingga kemungkinan terjadinya pemutusan komunikasi kecil.

Komunikasi interpersonal yang berhasil benyak tergantung pada kualitas pandangan dan perasaan diri, positif dan negatif.

Pandangan dan perasaan tentang diri yang positif, akan melahirkan pola perilaku komunikasi interpersonal yang positif pula.

i. Komunikasi interpersonal bersifat setara atau sama (equality)

Setara atau sama dalam konteks ini adalah pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Persamaan atau kesetaraan adalah sikap memperlakukan orang lain secara horizontal dan demokratis, tidak menunjukkan diri sendiri lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual, kekayaan, dan kecantikan atau ketampanan.