BAB III MANAJEMEN PROGRAM KECAKAPAN
4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan dalam manajemen dibagi menjadi tiga tahap, yang pertama adalah pengawasan pendahuluan dimana pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi masalah atau penyimpangan
55 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
56Sondang P Siagian, Prinsip-prisip Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid I, (Jakarta : Penerbit Binarupa Aksara, 2004), 120.
57 George R. Terry, Prinsip-prinsip manajemen, (Jakarta :Bumi Aksara, 2012), 17.
yang biasanya terjadi sebelum pelaksanaan program. Kedua ialah pengawasan berjalan yaitu pengawasan yang dilakukan bersama-sama saat pelaksanaan program.Ketiga adalah pengawasan umpan balik, yaitu mengukur hasil yang telah dicapai oleh program keterampilan tata busana setelah selesai melaksanakan kegiatan program. Pengawasan ini biasanya dilakukan ketika setelah terjadinya penyimpangan atau kesalahan saat berlangsungnya kegiatan dengan maksud kesalahan atau penyimpangan tidak diulangi lagi, dan begitu juga hal-hal yang mampu mendongkrak prestasi akan terus dipantau dan akan dilaksanakan untuk masa yang akan datang.
a. Pengendalian pendahuluan
Pengawasan pendahuluan dilaksanakan dengan mengadakan rapat tahunan untuk merekrut anggota yang ada pada setiap program keterampilan, biasanya dilaksanakan secara global diikuti oleh seluruh guru yang ada di MA Al-Irsyad Demak dan dipimpin langsung oleh ketua yayasan.58
Rekrutmen dilakukan oleh pimpinan MA Al-Irsyad gajah dengan cara menempatkan posisi guru yang sesuai dengan kualifikasi dan keahliannya, semaksimal mungkin pimpinan mengarahkan kepada anggota yang belum sesuai kualifikasi namun mempunyai keahlian dibidangnya seperti halnya instruktur program keterampilan tata busana yang memiliki kualifikasi D3 yang
58 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, ““Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
diharuskan melanjutkan pendidikan S1 untuk dapat menjalankan tugas dengan profesional.59
Rapat rekrutmen guru menjadi awal pengawasan pendahuluan yang dilakukan di MA Al-Irsyad, selain itu pengawasan pendahuluan lanjutan yang dilakukan ialah dengan mencari tahu mengenai kesulitan yang dialami oleh anggota program sehingga pimpinan mampu memberi solusi dengan cara memberi pelatihan dengan mendatangkan seorang yang ahli dalam bidangnya.60
Pengawasan juga dilakukan oleh guru keterampilan tata busana yaitu ibu Kurnia dengan mengamati peserta didik yang sekiranya memiliki kemampuan lebih cepat memahami pelajaran dan lebih cekatan dalam pembelajaran praktik, pengawasan tersebut dilakukan untuk menggali potensi yang dimiliki peserta didik untuk diikutsertakan apabila ada lomba-lomba yang diadakan oleh Kementrian Agama ataupun event-event lainya.61
b. Pengendalian berjalan
Pengendalian berjalan atau biasa disebut dengan pengawasan berjalan dilakukan oleh semua elemen yang ada di MA Al-Irsyad Demak baik dari kepala madrasah, ketua program keterampilan tata
59 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, ““Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
60 Wawancara dengan Ibu Amma Khabibah, “Kepala MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
61 Observasi Pembelajaran MA Al-Irsyad Demak pada 18 April 2021.
busana, guru keterampilan tata busana maupun peserta didik program tata busana.62
Kepala madrasah mengawasi program keterampilan tata busana secara global, misalnya ketika pembelajaran secara teori dan praktikum maka kepala madrasah berkeliling melihat aktifitas yang dilakukan oleh peserta didik dan juga guru tata busana yang mengampu, dengan pengawasan sederhana seperti itu maka bisa diketahui seberapa efektif pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik. Hal serupa juga dilakukan oleh ketua program keterampilan tata busana ibu Tri, dimana ketua program menjadwalkan untuk berkeliling mengawasi pembelajaran dengan berkeliling di kelas X, XI maupun kelas XII, kegiatan berkeliling biasanya dilakukan sekaligus dengan memberikan arahan apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik maupun guru keterampilan tata busana.63
Pengawasan yang dilakukan di dalam kelas saat pembelajaran oleh guru keterampilan tata busana sekaligus dengan peserta didik adalah dengan cara tutor sebaya, guru mengawasi saat peserta didik mengerjakan tugas, kemudian apabila anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dan dapat menyelesaikan tugas dengan cepat maka ditunjuk oleh guru untuk mengawasi teman sebayanya
62 Observasi di MA Al-Irsyad Demak, pada 18 April 2021.
63 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
yang belum menyelesaikan tugasnya sekaligus memberikan bantuan ketika benar-benar tidak bisa mengerjakan.64
Pengawasan dilakukan secara rutin sehingga kebiasaan kesalahan ataupun penyimpangan dapat berkurang. Hasil akhir dari pengawasan ini ialah dengan mengadakan ulangan harian yang dilakukan setiap akhir materi oleh guru keterampilana tata busana.
Ulangan dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik dalam menelaah pembelajaran dari aspek afektif, kognitif maupun psikomotorik.65
Beberapa kegiatan selain ulangan harian yang dilakukan secara rutin, guru keterampilan tata busana dalam mengevaluasi juga mengambil nilai dari penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester yang dilakukan serentak oleh madrasah. Evaluasi yang telah dilakukan oleh guru akan disimpulkan hingga menjadi hasil akhir, ketika sudah diketahui kemampuan peserta didik maka guru akan memberikan bimbingan yang lebih kepada peserta didik yang belum mencapai standar nilai pada program keterampilan tata busana.66
c. Pengendalian umpan balik
Optimalisasi yang dilakukan oleh ketua program keterampilan tata busana agar anak mampu mengaplikasikan apa yang diajarkan oleh guru/instruktur ialah dengan menghimbau
64 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
65 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
66 Observasi Pembelajaran MA Al-Irsyad Demak, pada 18 April 2021.
kepada seluruh peserta didik yang memiliki mesin jahit di rumah agar selalu mencoba mengulangi pelajaran bahkan untuk mengkreasi dan menginovasi apa yang diajarkan oleh guru dengan mengkolaborasikan model terbaru.
Penekanan dalam program keterampilan tata busana ialah pada pola yang dibuat dan juga praktikum baik menjahit manual maupun menjahit masinal sehingga praktik yang dilakukan peserta didik secara terus menerus akan menghasilkan motorik yang bagus, anak akan terbiasa menjahit dengan rapi.67
Ketika mengatasi masalah berkenaan dengan peserta didik yang hasil penilaianya di bawah rata-rata maka sebagai guru tata busana ibu Kurnia memberikan perhatian lebih seperti selalu memantau saat pembelajaran dan membimbing apabila melakukan kesalahan hingga peserta didik bisa mengejar menyesuaikan standar penilaian.68
Pengawasan yang dilakukan oleh ketua program ibu Tri terhadap instruktur yakni dengan melihat kreatifitas dan inovasi karya yang diciptakan oleh instruktur, apabila terdapat banyak kekurangan maka ketua program akan memberikan pelatihan bersama dengan pembicara-pembicara ternama sehingga
67 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
68 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
kemampuan akan selalu di upgrade dan kualitas karya akan semakin baik.69
Pengendalian umpan balik dapat dilihat dari penilian akhir semester (PAS) sebagai alat ukur keberhasilan pembelajaran, hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.6 Data Nilai PAS Kelas X-XII Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak.
No Kelas Rata-rata Nilai PAS KKM
1 X Tata Busana 86 80
2 XI Tata Busana 82 80
3 XII Tata Busana 86 80
Pengawasan umpan balik dalam program keterampilan tata busana ini juga dapat dilihat dari beberapa prestasi yang telah diraih oleh MA Al-Irsyad Demak, prestasi tersebut dapat dilihat padatabel berikut ini
Tabel 3.7 Data Prestasi Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak
NO Nama
Kegiatan Tingkat Tahun Pencapaian 1 Lomba desain
69 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
Menurut teori Bateman T dan Snell bahwa Pengawasan adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam sebuah organisasi agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana. Pengawasan ini sebagai pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja agar pelaksanaan yang dilakukan bisa sesuai dengan renacana yang telah dibuat dan dapat tercapai tujuan organisasi, beberapa kegiatan yang dilakukan saat pengawasan adalah melakukan pengendalian pendahuluan, pengendalian bersama dan pengendalian umpan balik70
Dari beberapa pemaparan mengenai pengawasan maka dapat disimpulkan bahwa MA Al-Irsyad Demak sudah menjalankan fungsi manajemen pengawasan yang dilakukan dengan pengendalian pendahuluan dengan melakukan rapat tahunan. Rapat tahunan dilaksanakan untuk rekrutmen tenaga pendidik yang sesuai dengan bidang keahliannya, kemudian melakukan penyesuaian kualifikasi bagi pendidik yanag belum sesuai kualifikasinya. Selain pada rekrutmen dan kualifikasi MA Al-irsyad juga mengembangkan sumber daya manusia dengan cara memberikan pelatihan bersama dengan pembicara yang ahli dalam bidangnya, melakukan studi banding agar tidak tertinggal dengan madrasah lain.71
Pengendalian kedua yaitu pengendalian berjalan, pengendalian ini telah dilaksanakan oleh MA Al-Irsyad Demak dengan cara saling mengawasi antara kepala madrasah, ketua program, instruktur maupun peserta didik. Kegiatan pengendalian berjalan dilakukan agar
70 Bateman, T., & Snell, S, M: Management, (Alih Bahasa: Ratno Purnomo dan Willy Abdillah McGraw-Hill Education Asia dan Salemba Empat Jakarta) 14.
71 Dokumentasi Kegiatan Pelatihan, pada 18 April 2021.
pembelajaran dapat berjalan efektif sesuai dengan apa yang diharapkan oleh madrasah.72
Pengendalian ketiga yang sudah dilakukan oleh MA Al-Irsyad Demak ialah pengendalian umpan balik dimana peserta didik mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan memiliki prestasi yang baik melalui pengukuran penilaian harian, penilaian tengah semester maupun penilaian akhir semester, sehingga diupayakan tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan yang akan diulangi lagi. Apabila dalam prestasi masih banyak yang nilainya di bawah rata-rata maka akan dilakukan perbaikan berupa koreksi buku ajar, metode yang digunakan oleh guru, kemudian media atau fasilitas yang kurang memadai sehingga mampu meningkatkan prestasi peserta didik dalam keterampilan tata busana.73
G.Murugesan dalam bukunya Principles of Management membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Keempat fungsi manajemen ini disingkat dengan POAC.74
Hasil data yang diperoleh penulis menunjukkan bahwa MA Al-Irsyad Demak sudah melaksanakan manajemen berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pada pengawasan dalam program keterampilan tata busana sudah dilaksanakan, namun masih ada
72 Observasi Pembelajaran MA Al-Irsyad Demak, pada 18 April 2021.
73 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
74Murugesan, G. Principles of Management. (New Delhi: University Science Press, 2012), 4.
beberapa pengaplikasian yang belum terpenuhi. Meski masih banyak kekurangan dalam pengaplikasianya namun madrasah vokasi ini berusaha untuk menjalankan program keterampilan lebih baik lagi.
Manajemen yang dijalankan oleh MA Al-Irsyad Demak menggunakan pendekatan manajemen aliran perilaku yakni pendekatan manusia dengan manusia atau biasa disebut dengan Human Relation, dimana pendekatan manusia dengan manusia ini tercipta antara atasan dengan karyawan, apabila manusia berhubungan dengan baik dengan organisasi maka yang terjadi adalah manajemen akan berjalan dengan baik dan efektif. Pendekatan ini telah dilakukan oleh ibu Tri selaku ketua program tata busana dengan cara membuat anggota supaya bersemangatdan merasakan kenyamanan dalam pekerjaannya.
Besar harapan penulis agar MA Al-Irsyad Demak memperbaiki kekurangan yang masih belum diperbaiki, dan semoga dengan diterapkannya beberapa fungsi manajemen mampu menjadikan MA Al-Irsyad Demak utamanya pada program keterampilan tata busana menjadi unggul dan mampu menjadi contoh madrasah keterampilan lainnya yang mampu bersaing di era globalisasi, mampu menjawab masalah yang sedang dihadapi utamanya di Negara Indonesia.
Dengan adanya penerapan madrasah berbasis vokasi ini penulis juga berharap agar Madrasah Aliyah Al-Irsyad Demak ini mampu menggugah dan menginspirasi bagi madrasah-madrasah lain khususnya pada tingkatan Madrasah Aliyah agar menerapkan program keterampilan tata busana dan menjadi madrasah yang mampu menjawab baik kebutuhan individu maupun kebutuhan masyarakat.
BAB IV A. Profil MAN Kendal
1. Sejarah
Dalam rangka meningkatkan peran serta Departemen Agama dalam pembangunan nasional khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Agama khususnya di Madrasah Aliyah (MA) telah dikembangan Program Pendidikan Keterampilan yang diselenggarakan atas kerjasama Departemen Agama dengan UNDP (United Nation Development Programme) yang tertuang dalam Piagam Kerjasama No. INS/85/036/A/01/13 tanggal 14 Desember 1987. Adapun program keterampilan meliputi 3 bidang yaitu : Otomotip, Elektronika dan Tata Busana. Sebagai pilot project ditetapkan 3 (tiga) MAN yaitu MAN Kendal (Jawa Tengah), MAN Garut (Jawa Barat) dan MAN Jember (Jawa Timur).1
Program pendidikan keterampilan di MA ini berlanjut pada tahap kedua, sekitar tahun 1994 yang dilakukan oleh UNDP/UNESCO. Selanjutnya terus berkembang hingga tahap ketiga, yaitu sekitar tahun 1998 yang didanai oleh Islamic Development bank (IDB). Program pendidikan keterampilan di MA ini bertujuan untuk memberikan bekal tambahan berupa keterampilan dan sikap mental kerja, terutama bagi mereka yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan kualifikasi semi-skill-worker. Untuk menambah bobot lulusan pada
1 Dokumentasi Sejarah MAN Kendal, pada 21 April 2021.
masing-masing program keterampilan juga diberikan materi pembelajaran tentang kewirausahaan, Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Kunjungan Indisutri terkait dengan program keterampilan yang dikembangkan.
Program Pendidikan Keterampilan pada MAN Kendal adalah pilot project atau program percontohan di Jawa Tengah bersama MAN Jember (Jawa Timur) dan MAN Garut (Jawa Barat) pad tahun 1989. Dan Melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4924 Tahun 2016, MAN Kendal ditetapkan sebagai salah satu Madrasah Aliyah Penyelenggara Program Keterampilan .
Jenis program keterampilan yang dilaksanakan di MAN Kendal yaitu: keterampilan Elektronika, Tata Busana, Otomotif.
Mulai tahun pelajaran 2016/2017 menambah satu lagi program keterampilan, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari program intrakurikuler (sebagai muatan lokal) dan program utama sebagai program ekstrakurikuler (dilaksanakan pada sore hari).2
Kini, program keterampilan di MAN Kendal telah berusia 30 (tiga puluh) tahun. Pada kurun waktu tersebut, tentu dalam pelaksanaannya telah mencatat sejarah yang cukup panjang. Sebagai pilot project dari sebuah program nasional, tentunya banyak kendala yang dihadapi. Akan tetapi melalui usaha yang sungguh-sungguh, kendala yang ada harus mampu diubah menjadi sebuah tantangan,
2 Wawancara dengan Bapak Yasin, “Koordinator Keterampilan Tata Busana MAN Kendal”, pada 21 April 2021.
dan harus dihadapi agar program bisa berjalan, berkelanjutan dan tetap eksis.
Pada kurun waktu 10 tahun pertama, program keterampilan MAN Kendal banyak melakukan kegiatan sosialisasi . Kegiatan sosialisasi ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab MAN Kendal yang ditunjuk sebagai pilot project program, dengan harapan masyarakat mengenal apa dan bagaimana program keterampilan yang ada di Madrasah Aliyah (MA). Hal ini sangatlah wajar,karena masyarakat telah lebih dahulu mengenal sekolah kejuruan, seperti STM, SMEA dan lain-lainnya yang sekarang menjadi SMK.
Diantara kegiatan sosialisasi yang dilakukan pihak madrasah adalah dengan mengikuti kegiatan pameran baik regional maupun nasional, antara lain : pameran dalam rangka MTQ tingkat nasional ke-16 (Yogyakarta, 1989) dan MTQ ke-18 (Jambi, 1996), Pekan Kreatifitas Pemuda (kantor Menpora Senayan Jakarta, 1991), Ristek
’92 (kantor Menristek, 1992), Hari Teknologi Nasional (JCC Jakarta, 2001) dll. Pada level regional antara lain; Pameran dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (AuditorimUNDIP Semarang, 1996 dan Gedung Juang 45 Semarang, 1997) dll.
Saat ini, program keterampilan MAN Kendal lebih menekankan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat pada peningkatan mutu dan pengembangan kerjasama. Beberapa kegiatan dalam rangka meningkatkan mutu yaitu; Mengoptimalkan program
tahunan, Pengembangan sumber daya instruktur, Sinkronisasi kurikulum, Penambahan sarana praktik dan Unit Produksi.3
2. Visi Misi dan Tujuan
Visi misi dan pada MAN Kendal dibagi menjadi dua, pertama adalah visi misi dan tujuan madrasah, yang kedua adalah visi misi program keterampilan. Adapun visi misi dan tujuan madrasah yakni sebagai berikut;
a. Visi MAN Kendal
Visi MAN Kendal adalah High Quality of Life Skill, Sains and Technology Based on Islam.
Indikator :
1) High Quality Based on Islam (Unggul Berkualitas Islami):
(a) Hafal dan fasih bacaan sholat wajib dan sholat-sholat sunnah
(b) Hafal dan fasih do’a setelah sholat dan do’a - do’a harian
(c) Terbiasa berdoa, membaca Asmaul Husna dan sholawat (d) Hafal juz amma, surah yasin, surah waqiah, surah
al-mulk, surah ar-rahman dan baca kitab kuning (e) Tertib menjalankan sholat fardhu dan sholat dhuha (f) Terbiasa memberikan infaq dan shodaqoh
(g) Terbiasa senyum, sapa, salam, sopan dan santun (5S) (h) Terbiasa mentaati tata tertib dan disiplin sesua aturan
madrasah
3 Dokumentasi Sejarah MAN Kendal, Pada 21 April 2021.
(i) Mampu mengelola dan sekaligus sebagai petugas jenazah dalam kegiatan keagamaam di masyarakat.
2) High Quality Sains and Technology (Unggul Berkualitas Sains dan Teknologi)
(a) Unggul dalam perolehan nilai Ujian Nasional (UN) (b) Unggul dalam persaingan melanjutkan ke PTN/PTS (c) Unggul dalam lomba olimpiade sains dan teknologi (d) Unggul dalam penguasaan bahasa inggris dan bahasa
arab
(e) Unggul dalam pidato bahasa inggris dan bahasa arab (f) Unggul dalam lomba karya ilmiah remaja (KIR) (g) Unggul dalam lomba seni rebana dan qiroah (h) Unggul dalam berbagai lomba olah raga (i) Unggul dalam lomba pramuka dan PMR
3) High Quality Life Skill (Unggul Berkualitas Kecakapan Hidup)
(a) Terampil berbahasa inggris (b) Terampil berbahasa arab
(c) Terampil dibidang aplikasi komputer (d) Terampil di bidang keterampilan tata busana (e) Terampil di bidang keterampilan elektronika (f) Terampil di bidang keterampilan otomotip (g) Terampil di bidang kewirausahaan
(h) Diterima di bursa kerja (masuk dunia kerja dan dunia industri4
b. Misi MAN kendal
1) Menumbuhkan dan mengembangkan budaya akhlakul karimah dan keteladanan dalam setiap aktivitas di lingkungan madrasah ;
2) Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan profesional yang menumbuhkan dan mengembangkan peserta didik melalui penguasaan Islam, Sains dan teknologi ;
3) Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan profesional yang menumbuhkan dan mengembangkan peserta didik untuk meraih prestasi Ujian di atas rata-rata ;
4) Melaksanakan Program Effective Bilingual System (EBS), sehingga peserta didik mampu berkembang dalam berbahasa (Bahasa Inggris dan bahasa Arab) ;
5) Melaksanakan Boarding School dan Full Day School dengan program bimbingan secara efektif sehingga peserta didik berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki ; 6) Melaksanakan pembelajaran ekstrakurikuler secara efektif
sesuai bakat dan minat sehingga setiap peserta didik memiliki keunggulan dalam berbagai lomba keagamaan, seni, olah raga , sains, dan teknologi ;
7) Melaksanakan pengelolaan madrasah dengan Manajemen Berbasis Kemandirian (MBK) secara profesional dengan melibatkan seluruh warga madrasah ;
4 Dokumentasi Visi Misi dan Tujuan MAN Kendal, pada 21 April 2021.
8) Membekali siswa dengan menumbuhkan dan mengembangkan penguasaan keterampilan sesuai profesionalismenya yang berbasis kemitraan dan kewirausahaan.5
c. Tujuan MAN Kendal
Terwujudnya lulusan yang memiliki kecakapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang berdasarkan Iman dan Taqwa (IMTAQ), memiliki kemandirian yang kuat, memiliki kemampuan berwirausaha dan mampu meneruskan ke jenjang perguruan tinggi sesuai dengan pilihan utamanya.
Program keterampilan MAN Kendal memiliki visi misi sebagai berikut;6
1) Visi program keterampilan MAN Kendal
Menyiapkan lulusan yang Santun, Terampil dan Mandiri7 2) Misi program keteramapilan MAN Kendal
1) Memberikan sikap mental kerja yang positif kepada siswa;
2) Membekali siswa dengan skill dan kompetensi yang dibutuhkan pasar ;
3) Melatih dan mempersiapkan siswa dengan jiwa enterpreneurship.
5 Dokumentasi Visi Misi dan Tujuan MAN Kendal, pada 21 April 2021.
6 Dokumentasi Tujuan Program Keterampilan Tata Busana MAN Kendal, pada 21 April 20201.
7 Wawancara dengan Bapak Yasin, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MAN Kendal”, pada 21 April 2021.
3. Keadaan Pendidik dan Peserta Didik a. Keadaan peserta didik
Data jumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri Kendal dapat dilihat pada tabelberikut ini:
Tabel 4.1 Data Peserta Didik
KELAS PROGRAM L P SUB
JUMLAH JUMLAH X
IPA 78 119 197
IPS 51 83 134 395
AGAMA 12 24 36
BAHASA 5 23 28
XI
IPA 77 131 208
IPS 65 69 134 412
AGAMA 13 21 34
BAHASA 4 32 36
XII
IPA 62 125 187
IPS 62 54 116 366
AGAMA 11 21 32
BAHASA 6 25 31
JUMLAH 446 727 1173
b. Keadaan pendidik
Pendidik pada MAN Kendal dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Tingkat Jumlah Guru
Pendidikan GT GTT DPK Total
S-2 7 - - 7
S-1 / D 4 51 11 1 63
D-3 - 1 - 1
71
B. Manajemen Program Kecakapan Vokasional Keterampilan Tata Busana di MAN Kendal
1. Perencanaan (Planning)
Ruang lingkup perencanaan yang dilakukan oleh MAN Kendal berupa penetapan tujuan, persiapan strategi dan juga persiapan fasilitas. Kegiatan perencanaan pada MAN Kendal ialah sebagai berikut.
a. Tujuan Program
Tujuan program keterampilan tata busana MAN Kendal ialah untuk memberikan pengetahuan keterampilan dan kompetensi tentang tata busana, seperti pengetahuan tentang kompetensi penjahitan, kompetensi membatik, dan ketiga adalah kompetensi desain fashion, yang semua itu untuk membekali siswa terampil dan mahir ketika lulus dari madrasah.8 Penetapan tujuan program keterampilan tata busana dibuat sendiri oleh jajaran guru dan koordinator tata busana.
Pelaksanaan pembelajaran yang harus dipersiapkan untuk peserta didik telah sesuai dengan tujuan program keterampilan tata busana itu sendiri, pengajaran yang diberikan berupa pengetahuan atau aspek kognitif dan praktik atau disebut aspek psikomotorik.
Pertama, aspek kognitif yang disampaikan oleh instruktur langsung ketika pembelajaran di kelas berupa materi pengenalan fungsi mesin jahit, mesin obras dan mesin-mesin lain yang digunakan dalam program keterampilan tata
8 Wawancara dengan Bapak Yasin, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MAN Kendal”, pada 21 April 2021.
busana, tata cara menggambar pola krah, mengeblat, kemudian memotong kertas pola. Materi membuat saku dan krah disampaikan di kelas X. Kemudian kelas XI materi yang disampaikan oleh instruktur ialah membuat pola baju anak dan baju pria atau kemeja, cara menggambar pola, cara menghitung ukuran, cara mengeblat dan memotong kertas pola. Materi terakhir yang disampaikan oleh instruktur
busana, tata cara menggambar pola krah, mengeblat, kemudian memotong kertas pola. Materi membuat saku dan krah disampaikan di kelas X. Kemudian kelas XI materi yang disampaikan oleh instruktur ialah membuat pola baju anak dan baju pria atau kemeja, cara menggambar pola, cara menghitung ukuran, cara mengeblat dan memotong kertas pola. Materi terakhir yang disampaikan oleh instruktur