BAB III MANAJEMEN PROGRAM KECAKAPAN
2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian ialah bentuk tindak lanjut dari kegiatan perencanaan yaitu menyusun struktur organisasi, memberikan deskripsi pekerjaan (job description) dan juga membagi pekerjaan (job orientation)
27 Observasi di MA Al-Irsyad Demak pada 18 April 2021.
a. Struktur organisasi
Struktur organisasi merupakan langkah untuk menentukan
“siapa melakukan apa” yang harus dijelaskan secara jelas dalam organisasi.28 MA Al-Irsyad Demak dalam program keterampilan tata busana hanya memiliki dan 2 jabatan yang terdiri dari koordinator keterampilan tata busana dan instruktur atau guru keterampilan tata busana.29
Pembagian jam pembelajaran pada program tata busana di kaitkan dengan struktur organisasi program tata busana itu sendiri, yang mana ibu Tri sebagai koordinator program keterampilan tata busana hanya mengampu pembelajaran tata busana pada kelas XII, dan ibu Kurnia sebagai instruktur memiliki jam pembelajaran lebih banyak yakni mengampu kelas X, dan juga kelas XI.30 Untuk lebih jelasnya maka dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.5 Struktur organisasi program keterampilan tata busana NO Nama Guru Jabatan Jam
29 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak, pada 18 April 2021.
30 Dokumentasi Arsip MA Al-Irsyad Demak.
Jam pembelajaran dilaksanakan sebagaimana aturan Kementrian Agama yakni 6 dalam satu minggu.MA Al-Irsyad menerapkan 4 jam tatap muka di dalam pembelajaran atau intrakulikuler dan 2 jam sebagai pembelajaran ekstrakurikuler.31 b. Deskripsi pekerjaan (job description)
Deskripsi pekerjaan ialah keterangan singkat yang menjelaskan tentang jabatan seseorang, pada program keterampilan tata busana ini maka terdapat deskripsi pekerjaan.
Pertama ialah koordinator atau ketua program keterampilan tata busana yakni seseorang yang bertanggung jawab atas keseluruhan program tata mulai dari pembelajaran teori hingga praktrik.32 Kedua ialah instruktur, dimana instruktur ini menjadi seorang yang mengendalikan pembelajaran dan berinteraksi langsung dengan peserta didik.33
c. Pembagian Pekerjaan (job orientation)
Sebagai koordinator program keterampilan tata busana maka tugas pokok dan fungsi daari jabatan tersebut ialah;
1) Memberikan wewenang
2) Meurmuskan, mengkoordinasikan dan juga melaksanakan kegiatan diklat praktek
3) Melaksanakan pengembangan bahan ajar
4) Memberikan instruksi dan memastikan terlaksananya instruksi tersebut
31 Observasi di MA Al-Irsyad Demak,pada 18 April 2021.
32 Observasi Kegiatan Pembelajaran Tata Busana.
33 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
5) Menyusun pembagian tugas mengajar sesuai dengan kompetensi guru
6) Menganalisis kebutuhan alat dan bahan praktek 7) Membuat usulan alat praktek dan ATK
8) Melaporkan pembiayaan pembelajaran praktek 9) Membangun kerja sama madrasah dengan perusahaan
10) Mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil kegiatan pembelajaran
11) Mengkoordinasikan guru agar mampu bekerja sesuai target.34 Tugas seorang instruktur dalam program keterampilan tata busana di MA Al-Irsyad Demak ialah menyiapkan bahan ajar yang akan digunakan, seperti buku ajar, metode, media dan juga sarana prasarana. Instruktur juga bertugas mengamati peserta didik ketika pembelajaran utamanya ketika praktikum karena saat praktikum maka anak secara langsung mengoperasikan alat sendiri tanpa bantuan siapapun.
Tugas instruktur setelah mengamati secara langsung ketika pembelajaran ialah mengevaluasi hasil pekerjaan peserta didik, apabila sudah bisa maka akan ditindaklanjuti dengan materi berikutnya dan apabila anak belum mampu menyelesaikan tugas maka akan dibimbing hingga peserta didik mampu menyelesaikan tugasnya.35
34 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
35 Observasi di MA Al-Irsyad Demak, pada 18 April 2021.
Pembelajaran yang dilaksanakan oleh instruktur dilaksanakan sepenuhnya oleh peserta didik dengan didampingi instruktur, ketika terjadi kurang bahan atau kerusakan alat maka instruktur wajib melaporkan kepada koordinator program keterampilan tata busana yang kemudian akan diberikan tindakan oleh teknisi.36
Penempatan peserta didik pada program keterampilan tata busana tidak diklasifikasikan sesuai dengan kemampuan, akan tetapi disamaratakan sehingga yang kemampuanya lebih akan bergabung dengan peserta didik yang memiliki kemampuan kurang. Pembagian kelas secara acak akan membantu metode guru mata pelajaran tata busana berupa tutor sebaya dengan membantu sesama teman yang belum bisa hingga menjadi bisa.
Kegiatan perekrutan karyawan pada madrasah atau yayasan swasta memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dengan madrasah negeri pada umumnya dimana pada madrasah swasta biasanya masih menggunakan nepotisme. Perekrutan dan seleksi karyawan di MA Al-Irsyad Demak lebih mengutamakan Mengambil pendidik dari alumni MA Al-Irsyad Demak itu sendiri yang sesuai kualifikasi, meski ada pelamar dari pihak luar yang memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan alumni, MA Al-Irsyad tetap memprioritaskan pendidik dari alumni itu sendiri.37
36 Wawancara dengan Ibu Kurniaa Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MAAl-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
37 Wawancara dengan ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
Secara teori menurut Wayne R. Perekrutan dan seleksi ialah proses menarik individu secara tepat waktu, dalam jumlah yang cukup juga kualifikasi yang sesuai dengan penempatan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan karyawan yang professional dan memiliki kualifikasi yang sesuai untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat bersaing di era globalisasi.38
Menurut Robbins, Stephen P. pengertian dari organisasi adalah “salah satu unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja terdiri dari dua orang atau lebih yang berfungsi dan berwenang untuk mengerjakan usaha mencapai tujuan yang yang telah ditentukan.39
Teori yang dipaparkan oleh Wayne R. Bahwa perekrutan harus berlandaskan asas kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya belum sepenuhnya dilaksanakan di MA Al-Irsyad Demak dikarenakan MA Al-Irsyad Demak masih menggunakan sistem nepotisme yang mengadopsi guru diutamakan dari alumni meski ada calon karyawan daripihak luar yang lebih terampil dalam bidangnya.40
Dari beberapa data yang telah dipaparkan dan sesuai dengan teori maka dapat disimpulkan bahwa fungsi manajemen pengorganisasian pada MA Al-Irsyad Demak sudah sesuai dengan teori karena telah memiliki struktur organisasi, deskripsi pekerjaan
38 Wayne R. Pace & Don F, Komunikasi Organisasi,Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya), 61.
39 Robbins Stephen P, Perilaku Organisasi. Jilid 1. Edisi Delapan.
Diterjemahkan oleh: Dr. Hadyana Pujaatmaka ( Erlangga, Jakarta, 2001), 2.
40 Wawancara dengan Ibu Amma Khabibah, “Kepala MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.
serta pembagian tugasnya dijelaskan secara rinci meski anggota yang ada pada struktur organisasi masih sedikit.41 MA Al-Irsyad juga masih belum memenuhi beberapa sarana prasarana berupa mesin yang belum dimiliki untuk menunjang proses pembelajaran. Selain itu MA Al-Irsyad juga belum melaksanakan proses rekrutmen sesuai dengan teori karena masih menggunakan sistem nepotisme.