• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III MANAJEMEN PROGRAM KECAKAPAN

3. Pelaksanaan (Actuating)

Kegiatan pelaksanaan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan perencanaan yang sudah disiapkan dengan baik dan juga pengorganisasian yang telah di bentuk kemudian selanjutnya adalah pelaksanaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kegiatan pelaksanaan ini ialah partisipasi pimpinan ataupun ketua dalam sebuah tindakan yang dilakukan oleh anggotanya, yang tugas pimpinan disini ialah mengarahkan pekerjaan yang semestinya dikerjakan, kemudian memberi motivasi agar anggota mau bekerja dengan sungguh-sungguh, memberikan penghargaan bagi anggota yang pekerjaanya sesuai dengan kegiatan pekerjaanya. Beberapa kegiatan pelaksanaan ialah sebagai berikut;

a. Pemberian motivasi

Motivasi pada program keterampilan tata busana di MA Al-Irsyad Demak dibagi menjadi tiga bagian, pertama adalah motivasi yang dilakukan koordinator keterampilan tata busana kepada instruktur, kedua motivasi yang diberikan dari instruktur kepada peserta didik, ketiga adalah motivasi dari koordinator program keterampilan tata busana kepada peserta didik.

41 Observasi di MA Al-Irsyad Demak pada 18 April 2021.

Pertama, Motivasi kepala madrasah terhadap semua koordinator dan guru di MA Al-Irsyad Demak ialah dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan cara memberikan pelatihan dengan mendatangkan pakar-pakar sesuai dengan bidangnya atau program keterampilannya, pelatihan seperti ini efektif meningkatkan semangat koordinator dan guru untuk meningkatkan kompetensi mereka dan mampu bekerja secara professional.42

Kedua, pemberian motivasi oleh ketua program keterampilan tata busana kepada instruktur ialah dengan cara memberikan teladan/contoh dari diri sendiri, seperti halnya dalam berkarya ibu Tri selalu mencontohkan dirinya mendesain baju dengan model terbaru dengan sangat baik hingga menjuarai lomba, hal tersebut bentuk motivasi kepada anggota untuk berlomba-lomba dalam memperbaiki pekerjaanya.43

Selain teladan untuk memotivasi anggotanya, ibu Tri juga mengajak anggota untuk melihat madrasah-madrasah lain yang memiliki prestasi baik di bidang tata busana baik di kancah nasional maupun internasional, hal tersebut dilakukan ibu Tri supaya menjadikan semangat program keterampilan tata busana agar mampu bersaing dengan madrasah unggul lainnya.

Menjadi seorang ketua dalam program keterampilan tata busana ibu Tri sering kali memberikan motivasi berupa hal

42 Wawancara dengan Ibu Amma Khabibah, “Kepala MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

43 Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Program Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

sederhana seperti halnya ketika anggota melaksanakan tugasnya membuat prakarya maka ibu Tri memberikan sumbangan ide-ide untuk menginovasi hasil karya anggota tersebut. Kenyamanan dan kesenangan dalam pekerjaan terus dibangun oleh ibu Tri selaku ketua program, karena prinsip dari ketua program tata busana MA Al-Irsyad Demak ini memang pekerjaan harus menjadi tempat yang nyaman.44

“ketika anggota sudah nyaman dengan pekerjaanya maka mereka akan bekerja keras dan berusaha mewujudkan yang terbaik”45

Setelah anggota mampu meraih prestasi dari apa yang mereka kerjakan maka ketua program ketrampilan tata busana ini memberikan apresiasi sekecil-kecilnya adalah bentuk pujian, apabila prestasi yang diraih cukup besar maka ketua program memberikan apresiasi berupa makan bersama sebagai tanda penghargaan untuk anggota yang sudah bekerja dengan baik.46

Ketiga, motivasi belajar yang diberikan oleh guru keterampilan tata busana kepada peserta didiknya ialah dengan cara memberikan strategi salah satunya dengan memberikan metode belajar berupa tutor sebaya (peer teaching) yakni kegiatan belajar di kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didiknya untuk mengajarkan kepada teman lain yang belum bisa.

44 Observasi MA Al-Irsyad Demak, pada 18 April 2021.

45Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

46Wawancara dengan Ibu Tri Rahayuningsih, “Koordinator Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

Ponsel menjadi salah satu strategi guru tata busana dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Akhir akhir ini ponsel menjadi salah satu barang elektronik yang sangat diminati oleh kalangan baik balita, anak-anak, remaja, dewasa bahkan tua, hal ini menjadikan guru tata busana memiliki ide untuk mengalihkan kegiatan peserta didik yang semula hanya melihat konten-konten hiburan menjadi kegiatan yang mampu mengasah keterampilan peserta didik, yakni dengan cara berkreasi dan mencari ide dengan menggunakan berbagai rekomendasi aplikasi tentang tata busana daru guru mata pelajaran tata busana.47

Selain motivasi belajar, guru keterampilan tata busana juga memberikan motivasi kerja dengan cara menceritakan alumni yang sudah berhasil mengaplikasikan ilmu yang didapatkan ketika belajar di madrasah hingga banyak diantara mereka mampu membuka usaha sendiri, dan juga bisa diterima di perusahaan ternama.48

Motivasi bekerja lainnya yang diberikan kepada peserta didik ialah dengan cara memperlihatkan wirausahawan yang telah berhasil di bidang tata busana, guru keterampilan tata busana juga mengarahkan kepada peserta didiknya untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi sehingga pengalaman dan pengetahuan tidak berhenti di Madrasah Aliyah namun hingga bisa

47 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

48 Dokumentasi Arsip MA Al-Irsyad Demak,pada 18 April2021.

mengamalkan ilmunya menjadi pendidik khususnya di program tata busana.49

Sebagai penambah semangat belajar guru keterampilan tata busana di MA Al-Irsyad Demak juga memberikan pekerjaan apabila MA Al-Irsyad mendapatkan pesanan masker, jilbab, gamis dan lain-lain kepada peserta didik dan alumni, hal tersebut untuk mendayagunakan ilmu yang telah didapatkan baik peserta didik maupun alumni.50

b. Pemberian bimbingan

Organisasi sebagai kelompok yang memiliki tujuan akan mampu mencapai tujuannya apabila diimbangi dengan keikutsertaan pemimpin, motivasi menjadi salah satu faktor agar anggota dapat bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan tujuan organisasi, namun bimbingan atau pengarahan juga harus dilakukan oleh pimpinan untuk mengetahui seberapa jauh kemamapuan anggota dalam bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

Pemberian bimbingan yang dilakukan di MA Al-Irsyad Demak penulis bagi menjadi tiga bagian, pertama adalah bimbingan kepala madrasah terhadap seluruh koordinator program keterampilan, kedua adalah motivasi yang diberikan koordinator keterampilan tata busana terhadap anggotanya, ketiga adalah bimbingan yang diberikan instruktur kepada peserta didik.

49 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

50 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

Kepala MA Al-Irsyad Demak ibu Amma Khabibah memberikan bimbingan untuk seluruh koordinator ketrampilan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan diberikan pelatihan serta diberikan ide-ide dan juga pandangan ke depan untuk menjadi program keterampilan yang unggul dan mampu bersaing dengan madrasah lain, ibu Amma tidak lupa memberikan kesempatan kepada seluruh ketua program keterampilan untuk menyampaikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sehingga ibu Amma mampu memberikan solusi dan memberikan semangat kepada para ketua program.51

Ketua program ketrampilan tata busana MA Al-Irsyad Demak ibu Tri memberikan bimbingan kepada anggotanya baik ketika rapat maupun secara langsung ketika berada di lapangan.

Pengarahan biasanya dilakukan oleh ketua program saat rapat mingguan yang dilaksanakan setiap akhir pekan, ketua program menjelaskan target apa yang harus dicapai beserta tata caranya hingga anggota terbantu ketika melaksanakan tugasnya.

Pengarahan secara langsung juga dilakukan oleh ketua program saat pembelajaran berlangsung, misalnya di saat instruktur mengalami kesulitan maka ibu Tri sebagai ketua program ketrampilan tata busana mengarahkan instruktur sampai bisa.

Pengarahan yang diberikan oleh ibu Tri memang membuahkan hasil, sebagaimana tujuan dari pengarahan yang diberikan dari ketua program terhadap instruktur bahwa dari

51 Wawancara dengan Ibu Amma Khabibah, “Kepala MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

pengarahan tersebut instruktur menjadi lebih mahir dari waktu ke waktu, paparan ini disampaikan oleh instruktur terkait.52

Instruktur MA Al-Irsyad Demak ibu Kurnia yang menjadi guru tata busana yang mengampu kelas X dan kelas XII juga memberikan bimbingan kepada peserta didik, bimbingan diberikan baik di dalam kelas saat pembelajaran teori dengan memberikan tugas-tugas dan juga bimbingan ketika praktikum di laboratorium tata busana.53

“Saya selalu memberikan bimbingan dengan maksimal, lebih-lebih ketika praktikum karena di lab mereka dituntut untuk bisa mengoperasikan mesin jahit sendiri”54

Shofi salah satu siswi kelas XII S-1/ TTB mengatakan Bimbingan instruktur terhadap peserta didik ialah dengan cara memberikan arahan ketika pembelajaran teori, dengan cara diulang-ulang, dan apabila dalam pembelajaran masih adapeserta didik yang belum fahammaka boleh bertanya dan dijawab oleh instruktur hingga peserta didik faham.

Bimbingan saat praktikum di laboratorium juga dilakukan oleh instruktur, misalnya ketika peserta didik mengalami masalah dalam menjahit, mengobras atau memberikan manik-manikmaka instruktur mengajari dengan pelan-pelan kepada peserta didik

52 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

53 Observasi Pembelajaran MA Al-Irsyad Demak,pada 18 April 2021.

54 Wawancara dengan Ibu Kurnia Swandari, “Guru Keterampilan Tata Busana MA Al-Irsyad Demak”, pada 18 April 2021.

sehingga peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.55

Menurut Prof. Dr. Sondang, M. P. A. penggerakan adalah sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis56

Teori yang disampaikan oleh George R Terry dengan mengarahkan orang lain dalam bekerja dan memotivasi anggota.57

Dari beberapa uraian di atas maka MA Al-Irsyad Demak sudah melaksanakan fungsi manajemen berupa pelaksanaan yang sesuai dengan teori, bahwa pemimpin melakukan motivasi sebagai suntikan semangat untuk anggotanya dan juga mengarahkan agar anggotanya dapat memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang dilakukan. Motivasi dan juga bimbingan menjadi sangat penting dalam fungsi manajemen yaitu pelaksanaan karena anggota dapat bekerja dengan baik dan maksimal apabila mendapatkan motivasi kerja hingga bimbingan dari atasannya.