• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi, manfaat, serta persyaratan mendapatkan KIA

Dalam dokumen PENGABDIAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT (Halaman 47-51)

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK MELALUI PENERBITAN KARTU IDENTITAS ANAK

A. Fungsi, manfaat, serta persyaratan mendapatkan KIA

Penerbitan KIA bagi anak yang berusia 0-17 tahun merupakan suatu bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Pemerintah agar mudah mengidentifikasi anak-anak yang ada di Indonesia, dan dapat diberikan hak-haknya sebagai anak. KIA tidak hanya sekedar suatu identitas yang memuat keterangan tentang anak-anak, namun KIA juga merupakan suatu sarana bagi anak-anak untuk memperoleh akses perlindungan hukum yang diberikan oleh negara termasuk fasilitas pelayanan yang dapat diperoleh anak-anak dari negara dalam ruang pelayanan publik, sehingga anak-anak dapat dilindungi secara hukum dan memperoleh fasilitas pelayanan publik yang baik di masyarakat.

Setiap anak memiliki hak untuk memperjuangkan kelangsungan hidupnya, tumbuh kembang dirinya, dan perlindungan bagi dirinya.(

Aswanto, “Jaminan Perlindungan HAM dan KUHAP dan Bantuan Hukum Terhadap Penegakan HAM di Indonesia”, p. 3-4.)

Untuk mendukung program tersebut orang tua juga wajib turut serta membantu mensukseskan pelaksanaan program pembuatan KIA.

Hal ini karena anak-anak berada dalam pengasuhan dan pengawasan orang tua, dan hanya akan ikut apa yang dilakukan orang tuanya. Jika sebelumnya orang tua hanya perlu mengurus akta lahir, kini ada tambahan pengurusan dokumen anak berupa pengurusan KIA. Tujuan utama pembuatan KIA adalah agar anak memiliki identitas yang sah dan memiliki kekuatan hukum sebagai WNI. ( Maidi Gultom, p. 10)

Selain itu, Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia,( Sri Wiratmo Soekito dalam Marlina, p.31)..yang diantaranya adalah: ( Dewi Febriani Sidauruk, p.7-8.)

a. agar anak memperoleh jaminan hak asasi dan perlakuan hukum yang sama;

b. agar anak memperoleh dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan konstitusional anak;

c. agar anak memperoleh pemeliharaan, kesejahteraan melalui orang tua/wali atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak tersebut;

d. agar anak dapat mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak tersebut;

e. agar anak memperoleh pendidikan yang baik untuk tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kemampuan bakat dan minatnya;

f. agar anak memperoleh perlindungan dari orang tua/wali dan masyarakat sehingga dapat terhindar dari tindakan kekerasan dan perlakuan yang tidak wajar dari pihak lain.

Penerbitan KIA untuk anak berfungsi sebagai KTP seperti untuk orang dewasa, yaitu menjadi tanda pengenal atau bukti diri yang sah saat pelaksanaan pelayanan publik diantaranya, mengurus paspor, mengurus dokumen publik atau untuk keperluan lain yang selama ini menggunakan syarat akta kelahiran.( Soewarno Handayaningrat, p. 44).

Jadi KIA memiliki manfaat yang sama dengan KTP hanya perbedaannya KIA masih belum disertai chip elektronik. Berikut manfaat memiliki KIA bagi anak:( Leo Agustino, p. 3).

a. sebagai bentuk pemenuhan hak anak.

b. untuk persyaratan mendaftar sekolah.

c. untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri si anak, contohnya untuk data identitas membuka tabungan atau menabung di bank.

d. untuk membuktikan identitas anak yang sah apabila ada masalah pembagian warisan, atau sebagai alat bukti yang dapat digunakan notaris dalam membuat akta pemisahan dan pembagian warisan terhadap para ahli waris.

e. untuk mendaftar BPJS.

f. proses identifikasi jenazah dengan korban anak-anak.

g. mengurus klaim santunan kematian.

h. pembuatan dokumen keimigrasian.

i. mencegah terjadinya perdagangan anak.

j. mempermudah pendaftaran juga pencatatan saat adanya peristiwa hukum maupun diterbitkannya aturan terbaru untuk diterapkan langsung kepada masyarkat.

k. pada daerah tertentu, anak pemegang KIA dapat memperoleh diskon khusus di toko-toko atau tempat belanja yang memang sudah menjadi mitra pemerintah daerah.

- 43 Adapun ketentuan dan persyaratan untuk mendapatkan KIA adalah sebagai berikut: ( Pasal 3-12 Permendagri No. 2/2016.)

a. Anak warga negara Indonesia

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan KIA baru bagi anak kurang dari 5 tahun bersamaan dengan penerbitan kutipan akta kelahiran. Apabila anak kurang dari 5 tahun sudah memiliki akta kelahiran tetapi belum memiliki KIA, penerbitan KIA dilakukan setelah memenuhi persyaratan:

1) fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya;

2) kartu keluarga asli orang tua/wali; dan

3) katu tanda penduduk elektronik asli kedua orang tuanya/wali.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan KIA untuk anak usia 5 tahun sampai dengan usia 17 tahun kurang satu hari, dengan persyaratan:

1) fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya;

2) kartu keluarga asli orang tua/wali;

3) katu tanda penduduk elektronik asli kedua orang tuanya/wali; dan 4) pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Terhadap anak warga negara Indonesia yang baru datang dari luar negeri, persyaratan penerbitan KIA mengikuti ketentuan tersebut di atas disertai dengan surat keterangan datang dari luar negeri yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sedangkan terhadap anak yang pindah datang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan menerbitkan KIA setelah memenuhi persyaratan di atas disertai surat keterangan pindah/surat keterangan pindah datang.

Terhadap KIA yang hilang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan menerbitkan KIA kembali setelah pemohon mengajukan permohonan penerbitan dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Sedangkan terhadap KIA yang rusak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan menerbitkan kembali KIA setelah pemohon mengajukan permohonan penerbitan KIA dengan dilampiri KIA yang rusak.

- 45 Masa berlaku KIA baru untuk anak kurang dari 5 tahun adalah sampai anak berusia 5 tahun. Sedangkan masa berlaku KIA untuk anak di atas 5 tahun adalah sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari.

b. Anak warga negara asing

Bagi anak orang warga negara asing Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan KIA baru, dilakukan setelah pemohon memenuhi persyaratan:

1) fotocopy paspor dan izin tinggal tetap;

2) kartu keluarga asli orang tua; dan

3) kartu tanda penduduk eletronik asli kedua orang tuanya.

Persyaratan tersebut dilakukan pada usia anak bayi baru lahir hingga menginjak usia anak 5 tahun. Sedangkan persyaratan penerbitan KIA yang dilakukan untuk anak usia 5 tahun sampai dengan usia 17 tahun kurang satu hari, dilengkapi dengan pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Masa berlaku KIA bagi anak orang asing sama dengan izin tinggal tetap orang tuanya. Selanjutnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan kembali KIA yang hilang setelah pemohon mengajukan permohonan penerbitan KIA dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan kembali KIA yang rusak setelah pemohon mengajukan permohonan penerbitan KIA dengan dilampiri KIA yang rusak. Untuk karena pindah datang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan KIA setelah memenuhi persyaratan di atas disertai surat keterangan pindah/surat keterangan pindah datang.

Dalam dokumen PENGABDIAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT (Halaman 47-51)