• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. PRESTASI BELAJAR

2. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam di sekolah atau madrasah sebenarnya berfungsi sebagai “pengembangan, penyaluran, perbaikan, pencegahan, penyesuaian,

sumber lain, dan pengajaran”58

a. Sebagai pengembangan, berarti kegiatan pendidikan agama Islam berusaha untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

b. Sebagai penyaluran berarti kegiatan pendidikan agama Islam berusaha menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus yang ingin mendalami bidang agama, agar bakat tersebut berkembang secara optimal, sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.

57Darajat, Ilmu Pendidikan…, hlm. 89-90

c. Sebagai perbaikan berarti kegiatan pendidikan agama Islam berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam hal keyakinan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

d. Sebagai pencegahan berarti kegiatan pendidikan agama Islam berusaha untuk mencegah dan menangkal hal-hal yang negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang dapat membahayakan peserta didik dan mengganggu perkembangan dirinya menuju manusia Indonesia seutuhnya. e. Sebagai penyesuaian berarti kegiatan pendidikan agama Islam berusaha

membimbing peserta didik untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan fisik maupun sosialnya dan dapat mengarahkannya untuk dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.

f. Sebagai sumber nilai berarti kegiatan pendidikan agama Islam berusaha

memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat.

g. Dan sebagai pengajaran kegiatan pendidikan agama Islam berusaha untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan secara fungsional.

Berdassarkan fungsi pembelajaran Agama di atas maka pembelajaran agama Islam diharapkan mampu mewujudkan ukhuwah Islamiyah dalam arti luas tersebut. Sungguhpun masyarakat berbeda-beda agama, ras, etnis, tradisi dan budaya, tetapi bagaimana melalui keragaman ini dapat dibangun suatu tatanan hidup yang rukun, damai dan tercipta kebersamaan hidup serta toleransi yang dinamis dalam membangun bangsa Indonesia. Dimensi-dimensi

ajaran agama baik yang vertikal maupun horizontal, semuanya harus termuat dan tercantap dalam pengertian pendidikan agama, untuk tidak sekedar membentuk kualitas dan kesalehan individu semata, tetapi juga sekaligus

kualitas dan kesalehan sosial, serta kesalehan terhadap alam semesta.59

Dari uraian di atas bahwa perkembangan pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan ketika digunakan dengan proporsional Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan. Seperti jaringan Internet, Lab. Komputer Sekolah dan lain-lain. Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap Informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari Internet, olehnya itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran.

Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang

memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan Teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan Teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.

Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan

59 Muhaimin. (2004).Paradigma Pendidikan Islam “Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama

hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.

Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemamfaatan Teknologi. Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data dengan memamfaatkan berbagai program yang telah di installkan.60

Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat. Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu; Penggandaan soal Ujian, dengan adanya mesin foto copy, untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu : (1) Pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik, (2) Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / Kompleks. (3) Mempercepat proses yang

60Yanix Nopita “Academi Edu “Dampak Teknologi Terhadap Pendidikan di unduh dari laman https://www.academia. edu/19261727/dampak_teknologi_terhadap_pendidikan di unduh 09 Oktober 2017.

lama. (4) Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi. (5) Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau diluar jangkauan.

Dari kutipan-kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa peran media sangat besar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, demikian pula dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dimana stimulus dan respon berpengaruh terhadap kegiatan proses belajar mengajar. Sebagaimana diungkapkan oleh Edward L. Thordike (1874-1949) dengan hukum ” law of effect”. Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respon murid terhadap suatu stimulus segera disertai oleh rasa senang atau rasa puas merupakan pujian atau hadiah, yang disebut “reinforcement” Reinforcement ini memperkuat hubungan antara stimulus dengan respons sehingga hasil belajar lebih permanent. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran dengan menggunakan teknologi smartphone yang menarik akan

berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa.61

61 copied Thorndike, Edward L. “A Proof of the Law of Effect.” Science, vol. 77, no. 1989, 1933, pp. 173–175. JSTOR, JSTOR, www.jstor.org/stable/1658056. Di unduh dari laman http://www.jstor.org/stable/1658056?seq=1#page_scan_tab_contents 09 Oktober 2017

Dokumen terkait