C. PRESTASI BELAJAR
2. Pengukuran Prestasi Belajar
Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa dikatakan berhasil atau tidak, salah satu caranya dengan melihat nilai-nilai hasil perolehan siswa dalam raport atau Kartu Hasil Studi (KHS) maupun Dokumen Hasil Studi (DHS). Angka-angka maupun huruf-huruf dalam Kartu Hasil Studi (KHS) maupun Dokumen Hasil Studi (DHS) mencerminkan Prestasi Belajar atau sejauh mana tingkat keberhasilan siswa mengikuti kegiatan belajar.
Menurut Sugihartono menyatakan:47
“Dalam kegiatan belajar mengajar, pengukuran hasil belajar dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan tingkah laku siswa setelah menghayati proses belajar. Maka pengukuran yang dilakukan guru lazimnya menggunakan tes sebagai alat ukur. Hasil pengukuran tersebut berwujud angka ataupun pernyataan yang mencerminkan tingkat penguasaan materi pelajaran bagi para siswa, yang lebih dikenal dengan prestasi belajar”.
Cara penilaian dan penentuan nilai akhir siswa adalah sebagai berikut: a. Penentuan kemampuan akademik seorang siswa sejauh mungkin
mempertimbangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
mencerminkan kompetensi siswa.
b. Penilaian hasil belajar menggunakan berbagai pendekatan secara komplementatif yang mencakup berbagai unsur hasil belajar sehingga mampu memberikan umpan balik dan “potret” penguasaan kepada siswa secara tepat, sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai siswa.
c. Nilai suatu mata kuliah ditentukan dengan dasar lulus atau tidak lulus, nilai batas kelulusan adalah 5,6 (lima koma enam) untuk skala 0 sampai dengan 10 atau 56 (lima puluh enam) untuk skala 0 s/d 100.
d. Nilai akhir dikonversikan ke dalam huruf A, A-, B+, B, B-, C+, C, D, dan E yang standar dan angka/bobotnya ditetapkan Menurut Sugihartono “pengukuran sebagai usaha untuk mengetahui sesuatu sebagaimana
adanya, pengukuran dapat berupa pengumpulan data tentang sesuatu”.48
Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap
anak pada periode tertentu. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan.
Prestasi belajar diperoleh seseorang setelah melakukan kegiatan belajar atau pembelajaran, baik secara pribadi maupun kelompok. Jadi dapat dikatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari tingkah laku akhir pada kegiatan belajar siswa yang dapat diamati. Prestasi belajar menyangkut tiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Prestasi belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang didapatkan dari hasil evaluasi, baik berupa tes maupun non-tes, yang dilakukan selama atau setelah kegiatan belajar mengajar. Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil aktivitas terbaik yang dilakukan dalam memperoleh pengetahuan atau keterampilan baik secara individu maupun kelompok pada mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran Prestasi Belajar adalah suatu usaha mengetahui penguasaan materi kuliah dengan mempertimbangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang mencerminkan kompetensi siswa yang hasilnya berupa nilai rerata hasil belajar yang menggambarkan kadar daya serap belajar setiap siswa.
Pendidikan agama Islam merupakan pendidikan yang sangat penting bagi semua orang khususnya bagi umat Islam, hal ini menjadi penting di karenakan pendidikan agama Islam itu sendiri sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia baik di dunia maupun akhirat. Menurut Zakiah Darajat pendidikan agama Islam adalah:
“Suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung didalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhiratnya kelak”.49
Sedangkan menurut PMA no 13 Tahun 2014 Pendidikan keagamaan Islam adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan ten tang ajaran agama Islam dan/ atau menjadi ahli ilmu agama Islam dan mengamalkan ajaran
agama Islam.50
Dari pengertian tersebut dapat ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pendidikan agama Islam:
a. Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar yakni suatu kegiatan bimbingan pengajaran dan atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar akan tujuan yang hendak dicapai.
b. Peserta didik yang ingin disiapkan untuk mencapai tujuan, dalam arti ada yang membimbing, diajari dan latihan dalam peningkatan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam. c. Pendidik atau Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang melakukan
kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan secara sadar terhadap peserta didinya untuk mencapai tujuan tertentu.
49 Darajat, Ilmu Pendidikan…, hlm. 88
d. Kegiatan pendidikan agama Islam diarahkan untuk meningkatkan keyakinan,pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Islam dari peserta didik, yang disamping untuk membentuk kesalehan atau kualitas pribadi, juga sekaligus untukmembentuk kesalehan sosial.
Jadi pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.51
1. Landasan dan Tujuan Pendidikan Agama Islam