BAB II LANDASAN TEORI
2.4 Perpustakaan Sekolah
2.4.3 Fungsi Perpustakaan Sekolah
Fungsi perpustakaan sangatlah penting dalam dunia pendidikan sekarang ini. Sebagaimana yang dinyatakan Oleh Wiji Suwarno (2009: 42) bahwa :
Perpustakaan merupakan penjabaran lebih lanjut dari semua tugas perpustakaan. Fungsi perpustakaan tersebut antara lain adalah pendidikan dan pembelajaran, informasi, penelitian, rekreasi, dan preservasi. Fungsi fungsi itu dilaksananakan dalam rangka pencapaian tujuan perpustakaan.
Sementara dalam dunia pendidikan perpustakaan sekolah merupakan bagian terpadu dalam system kurikulumnya yang mempunyai fungsi untuk :
1. Menjadi pusat kegiatan belajar mengajar untukpendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah
2. Sebagai pusat penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreatifitas dan imajinasinya.
3. Menjadi pusat rekreasi dengan membaca buku – buku dan mengisi waktu luang
4. Pusat belajar mandiri bagi siswa
5. Menyediakan sumber rujukan yang tepat guna untuk kegiatan konsultasi bagi pengajar dan pelajar.
Dilihat dari fungsi perpustakaan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang akan tertarik dengan sesuatu apabila tahu bahwa sesuatu itu berguna, menyenangkan bagi dirinya sehingga akan termotivasi untuk mengetahui lebih dalam dan serius.begitupula dengan peprustakaan, jika masyarakat sudah merasa membutuhkan peprustakaan sementara perpustakaan dianggap berguna dan menyenangkan maka disanalah peran, tugas , dan fungsi perpustakaan diaplikasikan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Menurut Arikunto (2002: 136) metode penelitian adalah cara digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan terperinci tentang analisis desain tata ruag baca perpustakaan sekolah di SMP Swasta Sultan Iskandar Muda
Menurut Moelong (2006: 6) “penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan.
Dalam pendekatan kualitatif deskriptif data – data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata gambar bukan angka-angka. Data tersebut berasal dari naskah, wawancara, observasi, dan dokumentasi.
3.2 Karakteristik Informan
Menurut Molong responden atau informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.
Teknik yang digunakan dalam pemilihan informan menggunakan purposive sampling, artinya teknik penentuan sumber data mempertimbangkan terlebih dahulu, bukan diacak. Artinya menentukan informan sesuai dengan kriteria terpilih yang relevan dengan masalah penelitian.
Dalam menentukan informan, peneliti membutuhkan sebuah gambaran yang luas dan juga mendalam terhadap sebuah fenomena sosial. Informan dalam penelitian ini adalah Civitas Akademika SMP Sultan Iskandar Muda Yaitu Kepala Perpustakaan, Desainer Interior, dan Siswa
No Kode Informan Jabatan
1 1.1 Kepala Perpustakaan
2 1.2 Arsitek desain interior
3 1.3 Kelas VII
4 1.4 Kelas VIII
5 1.5 Kelas IX
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Salah satu bagian dari proses pengujian data ialah teknik pengumpulan data . dalam pengumpulan data tentunya perlu teknik yang dapat digunakan secara tepat sesuai dengan masalah yang berhubungan dengan penelitian. Maka penulis menggunakan beberapa metode yang dapat mempermudah penelitian. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :
a. Observasi (Pengamatan)
Arikunto (2006: 156) mengemukakan bahawa observasi atau disebut juga dengan pengamatan adalah suatu kegiatan yang meliputi pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki dengan menggunakan seluruh alat indra.
Dari beberapa macam observasi yang ada, peneliti menggunakan jenis observasi partisipasi (participant observation) yaitu peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari – hari orang yang diteliti atau yang digunakan sebagai sumber data peneliti.
Observasi dilakukan di SMP Sultan Iskandar Muda untuk memberikan beberapa peran serta beberapa kemungkinan kepada peneliti. Peneliti berpeluang langsung mendapatkan akses khusus kepada subjek penelitian.
b. Wawancara (Interview)
Menurut Moelong (2006: 186) wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu antara pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee) dengan maksud tertentu.
Tujuan wawancara adalah untuk mengumpulkan data dan informasi yang lengkap, akurat, dan adil. Pedoman wawancara diperlukan agar tidak menyimpang dari tujuan penelitian, pedoman wawancara juga disusun berdasarkan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk mendukung wawancara.
Wawancara dilakukan kepada Civitas akademika SMP Sultan Iskandar Muda sebagai interaksi tatap muka dimana peneliti berusaha mendapatkan
informasi dari subjek penelitian atas pertanyaan yang disampaikan secara langsung.
c. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2015: 329) dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka, dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudiaan ditelaah. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian meliputi area koleksi, area baca, area staff, dan area lain-lain.
d. Studi Kepustakaan
Yaitu mengumpulkan data melalui berbagai literature dan dokumen yang berkaitan dengan masalah penelitian yaitu dengan berbagi jurnal dan buku.
3.4 Analisis Data
Menurut Sugiyono (2010: 333) analisis data adalah mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara,observasi dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum memasuki lapangan dan setelah dilapangan adapun prosesnya yaitu :
a. Analisis data sebelum memasuki lapangan. Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan.
Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan focus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah masuk selama dilapangan (sugiyono 2013: 336)
b. Analisis data setelah dilapangan . dalam penelitian kualitatif analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban narasumber. Bila jawaban dari narasumber belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu.
3.5 Data dan Sumber Data
Menurut Lofland (dalam Moelong 2010: 157) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu :
1. Data Primer
Data primer yaitu sumber data langsung dengan wawancara secara mendalam kepada narasumber yang dapat dipercaya dalam penelitian.
Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara kepada pengunjung Perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda
2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh secara tidak langsung dari studi pustaka dengan menggunakan buku dan jurnal – jurnal yang berhubungan dnegan apa yang diteliti.
3.6 Teknik Keabsahan Data
Untuk menjaga keabsahan data dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu teknik yang dilakukan dengan meminta penjelasan lebih lanjut. Adapun teknik keabsahan data yang digunakan adalah :
1. Triagulasi data
Triagulasi data untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diproses melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti mewawancarai informan yakni siswa denagn tujuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dan akurat
2. Triagulasi teori
Penggunaan berbagai teori untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat. Pada bab II telah dijelaskan melalui teori yang digunakan untuk menguji hasil dari data yang terkumpul serta diperkutat dengan adanya buku, jurnal dan artikel yang terkait
3. Triagulasi metode
Dalam penelitian ini penelitian menggunakan teknik triagulasi dengan melakukan wawancara dan observasi langsung ke SMP Swasta Sultan iskandar Muda, untuk memastikan keabsahan data serta melakukan pengecekan terhadap hasil penelitian
3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.7.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda di Jl. Tengku Amir Hamzah Pekan I Sunggal Gg Bakul, Kota Medan Sumatera Utara
3.7.2 Waktu penelitian
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti selama satu bulan dimulai dari bulan Juli 2020
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Profile Perpustakaan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda
Perpustakaan sekolah adalah sebuah tempat penunjang kegiatan belajar mengajar dalam mencari sumber informasi dan sebagai sarana rekreasi baca siswa-siswi dilingkungan sekolah. Mengingat bahwa sarana dan prasarana merupakan salah satu unsur penunjang pendidikan pada satuan pendirian perpustakaan dan perpustakaan merupakan kebutuhan anak didik dan meningkatkan kecerdasan dan ketereampilan.
SMP swasta Sultan Iskandar Muda adalah sekolah menengah pertama swasta yang berdiri dibawah naungan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di Medan Sunggal. SMP swasta Sultan Iskandar Muda didirikan pada tanggal 25 Agustus 1987 oleh dr.Sofyan Tan yang beralamat di jalan Jalan Tengku Amir Hamzah Pekan I, Gang Bakul. Medan Sunggal. Konsep awal didirikannya SMP Swasta Sultan iskandar Muda yaitu untuk mempertegas visi sekolah yang mana di SMP swasta Sultan Iskandar Muda ini mengedepankan multikultural.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar dilingkungan SMP swasta Sultan Iskandar Muda, maka dibuat fasilitas peprustakaan yang mana perpustakaan merupakan sarana prasaranan yang sangat penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Pada awal mulanya perpustakaan dibuat sangat sederhana, dengan menempati sebuah ruangan yang berbagi dengan unit atau divisi lainnya dan juga masih sangat minim koleksi yang dimiliki.
Dengan berjalannya waktu setelah kurang lebih 33 tahun SMP swasta Sultan Iskandar Muda berdiri dan seiring bertambahnya koleksi perpustakaan.
Pihak sekolah memindahkan perpustakaan dengan menjadikan ruangan multimedia dan ruangan khusus. Karena ada anggapan bahwa ruang multimedia dan ruang khusus(diskusi) merupakan salah satu bagian dari peprustakaan, akan tetapi berjalan waktu semakin banyak koleksi yang dimiliki serta semakin banyak anak yang berkunjung, pihak sekolah menyadari bahwa tempat yang disediakan masih sangat minim dibandingkan dengan jumlah siswa yang berkunjung.
Selanjutnya membangun tempat khusus untuk perpustakaan yang berada di lantai 3 gedung B yang berdampingan dengan ruang kelas dan laboratorium Komputer.
Mengingat pentingnya keberadaan peprustakaan maka dari itu waktu ke waktu koleksi serta sarana pendukung operasional perpustakaan selalu ditingkatkan.
Saat ini Perpustakaan SMP swasta Sultan Iskandar Muda mempunyai luas gedung 209 m2 dimana terdapat beberapa ruangan diperpustakaan yaitu ruangan baca, ruangan staff, ruangan koleksi, ruangan multimedia, ruangan pelayanan, dan ruang khusu(diskusi) dengan Jumlah rombongan belajar siswa SMP swasta Sultan Iskandar Muda sebanyak 747 siswa.
Hal ini tentu menjadi kelancaran proses belajar mengajar. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, dimana perpustakaan dikelola oleh orang yang ahli dalam bidang peprustakaan. Akan tetapi awal berdirinya peprustakan SMP swasta Sultan Iskandar Muda peprustakaan dikelola oleh seorang staff yang bukan tamatan ilmu perpustakaan. Hal ini sebagai komitmen dari pihak sekolah betapa pentingnya peprustakaan agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh civitas akademika SMP swasta Sultan Iskandar Muda.
STRUKTUR ORGANISASI PEPRUSTAKAAN
4.2 Visi, Misi, dan Tujuan Umum Perpustakaan
4.2.1 Visi Perpustakaan
“Terwujudnya Perpustakaan yang Representatif sebagai penyedia Informasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Agama”
4.2.2 Misi Perpustakaan
1. Menjadikan Perpustakaan sebagai Jantungnya Pendidikan Sekolah 2. Menjadikan Budaya Membaca Sebagian dari Iman
3. Menyediakan manajemen Perpustakaan Unggul berbasis Sekolah yang berpartisipasi dengan Melibatkan seluruh Warga Sekolah.
4. Meningkatkan Minta Baca (Siswa,Guru, dan Staff)
5. Mengembangkan koleksi sebagai sumber informasi yang berorientasi kebutuhan penguna
6. Menumbuh kembangkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan semangat berprestasi kepada seluruh anak didik secara mandiri
4.2.3 Tujuan Umum Perpustakaan
“Menjadi Perpustakaan Sekolah berbasis ICT (Information and Communication Technology) Serta Pusat IPTEK dan Sumber belajar warga Sekolah guna Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar disekolah “
4.3 Karakteristik Informan
Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Juli 2020 adalah tentang Analisis Desain Tata Ruang Baca Perpustakaan SMP Sultan Iskandar Muda. Adapun data informan adalah sebagai berikut :
No Kode Informan Identitas Jabatan
1 I.1 Pustakawan Kepala Perpustakaan
2 I.2 Arsitek Arsitek desain interior
3 I.3 Siswa Kelas VII
4 I.4 Siswa Kelas VIII
5 I.5 Siswa Kelas IX
Wawancara yang dilakukan kepada informan 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, dan 1.5 adalah secara langsung. Adapun hasil wawancara peneliti dengan informan memperoleh pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam penelitian ini yaitu mengenai Analisis Desain Tata Ruang Baca Perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda dengan indikator ruang koleksi, ruang baca, ruang staff, ruang khusus, ruang pelayanan, dan ruang multimedia.
4.4 Kategori
Berdasarkan hasil pedoman wawancara penulis menyusun kerangka awal sebagai acuan dan pedoman dalam melakukan coding. Dengan melakukan pemilihan data yang relevan dengan pokok pembicaraan dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian yang diteliti sehingga menghasilkan beberapa
kategori. Penulis menetapkan enam kategori yang berkaitan dengan pedoman wawancara. Adapun kategori itu adalah
1. Ruang/Area Koleksi
Tempat menyimpan koleksi perpustakaan. Luas ruangan ini tergantung pada jenis dan jumlah bahan pustaka yang dimiliki serta besar kecilnya luas bangunan
2. Ruang/Area Baca
Ruang yang dipergunakan untuk membaca bahan pustaka. Luas ruangan ini tergantung pada jumlah pembaca dan pemakai jasa peprustakaan.
3. Ruang/Area Khusus
Tempat yang diperuntukkan untuk kegiatan pertemuan yang dilakukan pengguna peprustakaan untuk menunjang aktifitas diperpustakaan
4. Ruang/Area Staff
Ruang yang dilakukan untuk melakukan kegiatan pemrosesan bahan pustaka, tata usaha untuk kepala perpustakaan dan staffnya. Perbaikan dan pemeliharaan bahan pustaka.
5. Ruang/Area pelayanan
Tempat menyimpan dan pengembalian buku atau sirkulasi, meminta keterangan pada petugas, dan mencari informasi dan buku yang diperlukan melalaui katalog.
6. Ruang/Area Multimedia
Tempat atau ruang yang berisi layanan internet dan teknologi yang dapat menampilkan suara, video, DVD/VCD serta kumpulan koleksi audiovisual yang dapat dimanfaatkan oleh pemustaka.
4.4.1 Ruang/Area Koleksi
Kategori pertama yang diperoleh dari hasil wawancara dengan keempat informan adalah tentang ruang koleksi peprustakaan. Untuk menciptakan penataan ruang koleksi perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda mengedepankan kenyamanan pemustaka. Sesuai dengan pernyataan keempat informan yaitu : I. 1 : “Desain penataan ruangnya teratur, penataan pada lemari bukunya juga teratur serta warna lemari buku dan kursi baca juga senada”
I. 3 : “ruang koleksi peprustakaan memudahkan saya dalam membantu pengambilan buku dirak buku serta dilengkapi dengan nomor-nomor kategori buku jadi itu sangat memudahkan saya dalam mencari buku
I. 4 : “ruang koleksi bukunya teratur namun penataan ruang koleksi buku pelajarannya tidak rapi karena bercampur dengan buku lain, sehingga terkadang membingungkan!”
I. 5 : “area koleksi buku-bukunya rapi dan teratur namun ada beberapa koleksi yang saya cari tidak ada”
Dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang koleksi peprustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda rapi dan teratur namun penataan bukunya kurang rapi.
Pada pendesainan ruang koleksi perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda mengedepankan tingkat kenyaman pemustaka. Sesuai dengan pertanyaan informan yaitu :
I. 2 : “saya mendesainnya dengan mencocokannya dengan kapasitas luas ruang perpustakaan”
Dari kesimpulan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa desain ruang perpustakaan disesuaikan dengan luas gedung perpustakaan. Sedangkan tujuan membuat ruang koleksi seperti ini dan apa kendala yang ada dalam mendesain ruang koleksi dinyatakan informan, yakni :
I. 2 : “tujuannya untuk memudahkan pengguna peprustakaan menjangkau tata letak ruang koleksi, sebab pengaturan ruang koleksi disini berada dikiri dan kanan pintu masuk peprustakaan sedangkan kendalanya tidak ada, sebab semua sudah sesuai dengan apa yang sudah dibicarakan dengan yayasan.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan desain penataan ruang koleksi ini adalah memudahkan pengguna ketika sedang berada diruang peprustakaan.
Gambar 4.4.1
Ruangan Koleksi B Perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda
Luas ruang koleksi perpustakaan sangat penting dalam meningkatkan kemajuan suatu perpustakaan. Ruang koleksi yang nyaman memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa. Sesuai dengan pernyataan informan yaitu :
I. 1 : “Ruang Koleksi Perpustakaan terbagi dua. Ruang A dan Ruang B. luas ruang A dan B sama yaitu 8 m2. Namun pada ruang A koleksi perpustakaan penataan lemari, meja dan kursi sedikit padat sehingga tidak terlalu luas untuk gerak gerik pemustaka”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang koleksi perpustakaan memiliki luas 8 m2 dan tidak sesuai dengan Standard Nasional Perpustakaan Nomor 11 tahun 2017 karena ruangan nya mmebuat pemustaka tidak leluasa dalam mengambil buku dikoleksi
Pengaturan ruang koleksi juga harus memenuhi kebutuhan pemustaka, agar pemustaka sering berkunjung ke perpustakaan. Pengaturan yang teratur mempengaruhi tingkat kenyaman pemustaka. Sebagaimana pernyataan dari keempat informan yaitu :
I. 1 : “untuk ruang Koleksi B memenuhi Kebutuhan Pemustaka, tapi Untuk ruang Koleksi A tidak Memenuhi kebutuhan pemustaka”
I. 3 : “memenuhi, karena ruang koleksinya cukup nyaman buat saya”
I. 4 : “Cukup Memenuhi, Namun untuk ruang koleksi diruang A tidak rapi”
I. 5 : “sangat memenuhi karena koleksi diruangan koleksi ini tidak membingungkan karena ada petunjuknya buku tersebut letak dimana”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang koleksi memenuhi kebutuhan pemustaka namun penataan bukunya yang tidak sesuai dengan kategori sehingga membuat bingung pemustaka yang ingin meminjam.
Kendala-kendala dalam penataan ruang perpustakaan juga menjadikan perpustakaan kurang menarik dihati pemustaka. Sebagaimana pernyataan dari informan berikut ini :
I. 3 : “ ada beberapa rak buku diruang koleksi yang kosong dan jarak lemari buku yang satu dengan yang lain pada koleksi buku referensi terlihat sempit.
I. 4 :“ruang koleksi diruang A tidak terlalu rapi”
I. 5 : “”kekurangan nya tidak ada, karena ruang koleksinya cukup nyaman”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari ruang koleksi ini yaitu jarak pada lemari yang satu dengan lemari yang lain.
GAMBAR 4.4.1.2
Ruang Koleksi A Perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda
4.4.2 Ruang/Area Baca
Kategori kedua yang diperoleh dari hasil wawancara dengan keempat informan adalah tentang ruang baca perpustakaan. Untuk menciptakan penataan ruang baca perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda mengedepankan kepentingan pemustaka agar merasa nyaman ketika berada diruang baca perpustakaan. Sesuai dengan pernyataan keeempat informan yaitu :
I. 1 : Desain penataan ruangnya rapi dan teratur akan tetapi pencahayaan dari luar ruangan baca sedikit menyilaukan sebab jendela pada ruangan baca tidak ditutupi dengan kain penutup jendela”
I. 3 : “Ruang bacanya rapid an bersih. Susunan kursi dan mejanya juga rapi”
I. 4 : “penataan ruang bacanya nyaman, sejuk, meja dan kursinya senada sehingga membuat saya suka disini”
I. 5 : ““ruang bacanya nyaman, sejuk, berAC serta terdapat beberapa lukisan di dinding”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang bacanya nyaman namun pencahayaan dari luar jendela sedikit menyilaukan.
Pada desain penataan ruang baca perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda mengedepankan tingkat kenyamanan pemustaka. Sesuai dengan pertanyaan informan yaitu :
I. 2 : “mendesainnya terletak pada penataan meja dan kursi baca yang disesuaikan dengan luas ruang perpustakaan”
Dari kesimpulan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa desain ruang baca disesuaikan dengan luas ruang baca dan jumlah rombongan belajar siswa.
Sedangkan tujuan membuat ruang baca dan kendala yang ada dalam mendesain ruang baca dinyatakan informan, yaitu :
I. 2 : “tujuan saya untuk memberikan akses kenyamanan begitu masuk keruang perpustakaan langsung ketemu dengan ruang baca sedangkan kendalanya adalah tidak ada, karena menurut saya sudah sesuai dengan penataannya”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan desain penataan ruang baca ini adalah untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna perpustakaan dan pemakai jasa perpustakaan.
GAMBAR 4.4.2
Ruang Koleksi Baca Perpustakaan SMP Swasta Sultan Iskandar Muda
Luas ruang baca peprustakaan sangat penting dalam menungkatkan kemajuan suatu peprustakaan. Ruang baca yang nyaman memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa. Sesuai dengan pernyataan informan yaitu :
I. 1 : “Sesuai, karena luas ruang bacanya adalah 52.5 m2 dimana luas ruang bacanya 25% dari ruang yang tersedia sedangkan keseluruhan ruangnya luasnya 209 m2”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang baca peprustakaan memiliki luas 52.5 m2 sesuai dengan Standar Nasional perpustakaan karena luas ruangan nya memenuhi kebutuhan pengguna peprustakaan.
Pengaturan ruang baca harus memenuhi kebutuhan pemustaka, agar sering berkunjung ke perpustakaan. Pengaturan yang rapi mempengaruhi tingkat kenyamanan pemustaka. Sebagaimana pernyataan dari keempat informan yaitu : I. 1 : “sangat memenuhi, karena diruang baca dilengkapi dengan fasilitas wifi dan air conditioner(ac) sehingga memenuhi kebutuhan pemustaka untuk membuatnya lebih nyaman”
I. 3 : “sangat memenuhi, karena fasilitas diruang baca memnuhi kebutuhan saya sebagai pemustaka”
I. 4 : “iyaa, karena diruangn ini saya bisa mengerjain tugas tugas yang guru berikan kepada saya”
I. 5 : “cukup memenuhi karena ruang bacanya luas”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang baca sangat memenuhi kebutuhan pemustaka karena pada ruang baca terdapat AC dan Fasilitas Wifinya.
Kendala-kendala dalam penataan ruang baca perpustakaan juga menjadikan perpustakaan kurang menarik dihati pemustaka. Sebagaimana pernyataan dari informan berikut ini :
I. 3 : “pencahayaan dari luar ruangan perpustakaan yang membuat silau, karena jendela perpustakaan tidak ditutupi dengan kain horden”
I. 4 : “ruangannya terlalu teramg karna adanya pencahayaan dari luar jendela, pencahayaan matahari yang menganggu konsentrasi membaca saya”
I. 5 : “ruang bacanya terkadang terlalu terang dan membuat silau”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kendala dalam penataan ruang baca ini adalah pencahayaan dari luar ruangan perpustakaan yang mengganggu pemustaka ketika berada didalam ruang perpustakaan
4.4.3 Ruang/Area Khusus
Kategori ketiga yang diperoleh dari hasil wawancara dengan keempat informan adalah tentang ruang khusus perpustakaan. Untuk menciptakan penataan ruang khusus peprustakaan SMP Swasta Sultan iskandar Muda mengedepankan kenyamanan pengguna perpustakaan. Sesuai dengan pernyataan keempat informan yaitu :
I. 1 : “desain penataan ruangnya dilengkapi dengan ruang kaca”
I. 3 : “ruang khusus merupakan ruang yang terfavorit karena diruangan ini
I. 3 : “ruang khusus merupakan ruang yang terfavorit karena diruangan ini