• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi Supervisi Pendidikan

Oleh: Ansari Dhaha

B. PEMBAHASAN 1. Supervisi

5. Fungsi Supervisi Pendidikan

Menurut Swearingan ada 8 fungsi,yaitu: a. Mengkoordinasi semua usaha sekolah b. Memperlengkapi kepemimpinan sekolah c. Memperluas pengalaman guru

d. Menstimulir usaha-usaha yang kreatif

e. Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus f. Menganalisis situasi belajar mengajar

g. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota

staf

h. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.

Menurut Ametembun ada 4 fungsi,yaitu: a. Penelitian

b. Penilaian

c. Perbaikan

d. Pembinaan (Gunawan, 2002: 199). 6. Peningkatan Mutu

a. Arti Peningkatan Mutu

Menurut Kandar (2010) peningkatan kinerja adalah salah satu motor penggerak peningkatan mutu pendidikan adalah tenaga pen-didik nya punya kemampuan dan kompetensi. Adapun menurut Syam-rilaode (2011) adalah Indikator peningkatan mutu pendidikan dapat dilihat pada setiap komponen pendidikan antara lain: mutu lulusan, kualitas pengajar, serta hal-hal lainnya.Sedangkan kalau kita perhatikan tentang faktor yang mempengaruhi peningkatan menurut: Sejathi, (2011) adalah Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pen-didikan secara keseluruhan dengan tenaga pengajar sebagai pe me gang

peran utamanya.Sehingga penulis menyimpulkan bahwa peningkatan tidak lain adanya perubahan yang lebih baik dari masa sebelumnya. 7. Administrasi Sekolah

a. Pengertian Administrasi

Kata administrasi berasal dari bahasa Latin yang terdiri atas kata ad dan ministrate. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan to dalam bahasa Inggris , yang berarti “ke” atau kepada. Dan ministrate sama artinya dengan kata to serve atau to conduct, yang berarti “me-layani” ,”membantu”, atau“mengarahkan”. Dalam bahasa Inggris, to ad minis trate berarti “mengatur”,”memelihara”(to look after), dan “mengarahkan”(tata usaha).

Sondang P. Siagian mengatakan bahwa Administrasi adalah ke-se luruhan proke-ses pelaksanaan keputusan yang telah diambil, dan pelak sanaan keputusan yang telah diambil, dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk men-capai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Mulyono, 2008: 41-46).

b. Pengertian administrasi sekolah

Meskipun sebenarnya sangat sukar untuk menarik garis perbedaan yang jelas antara pengertian administrasi pendidikan dan administrasi sekolah, penulis berpendapat bahwa administrasi pendidikan mengan-dung pengertian yang lebih luas daripada administrasi sekolah.Ad-minis trasi sekolah merupakan bagian dari adsekolah.Ad-ministrasi pendidikan. Administrasi pendidikan meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan pendidikan di suatu Negara atau bahkan pen-di pen-dikan pada umumnya. Sedangkan administrasi sekolah kegiatan-ke giatannya terbatas pada pelaksanaan pengelolaan pendidikan di sekolah sehingga kita mengenal adanya administrasi sekolah dasar, lanjutan,perguruan tinggi,dan sebagainya.Semua itu termasuk di dalam dan merupakan bagian dari administrasi sekolah (Purwanto, 2010: 8-9).

Administrasi sekolah adalah segala upaya bersama untuk meman-faat kan sumber-sumber personal ataupun material yang efektif dan juga efisien supaya menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah dengan optimal.Adapun prinsip umum dari administrasi sekolah yaitu administrasi sekolah sifatnya lebih praktis dan fleksibel, sehingga bisa dilaksanakan sesuai berdasarkan kondisi maupun situasi yang nyata di sekolah.Sementara fungsinya untuk sumber informasi dalam meningkatkan pengelolaan pendidikan dan juga dalam kegiatan belajar mengajar (http://www.informasi-pendidikan.com).

c. Tujuan Mempelajari Administrasi Pendidikan

Secara umum dapat ditegaskan bahwa tujuan mempelajari admi-nis trasi pendidikan adalah menyediakan dasar konseptual dengan mendifinisikan administrasi dengan mengimplementasikannya dalam kegiatan pendidikan.Penyediaan dasar konseptual ini untuk membentuk pemahaman dan memiliki keterampilan dalam bidang administrasi pendidikan untuk menunjang efektifitas dan efisiensi tugasnya sebagai pengambil kebijakan pendidikan,guru atau pimpinan sekolah,dengan memahami kebutuhan-kebutuhan sekolah yang harus disediakan oleh pemerintah,penyelenggaraan program sekolah,dan bagaimana sekolah itu dikelola sampai pada batas kualitas yang ditentukan (Saagala. 2009: 45).

Tujuan administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan kegiatan operasional kependidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengembangkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan pe-serta didik agar menjadi warga Negara yang memiliki kualitas yang sesuai dengan cita-cita bangsa berdasarkan falsafah dan dasar Negara Pancasila.Tujuan administrasi pendidikan berkaitan erat dengan tujuan pendidikan secara umum.Sebab administrasi pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal (Mulyono, 2008: 44-45).

d. Fungsi Administrasi Pendidikan

Fungsi administrasi yang juga dapat di implementasikan dalam kegiatan pendidikan yaitu:

1. Fungsi Perencanaan

Meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin di capai, bagai-mana mencapai, berapa lama, berapa orang yang diperlukan, dan berapa banyak biayanya.

2. Fungsi Pengorganisasian

Yaitu sebagai kegiatan membagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama pendidikan.

3. Fungsi Penggerakan(Actuating)

Menurut Terry (1977) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik.

4. Fungsi pengkoordinasian(Coordination) 5. Fungsi Pengarahan

Pengarahan (directing)dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama agar tetap melalui jalur yang telah di tetapkan.

6. Fungsi pengawasan

Secara umum pengawasan dikaitkan dengan upaya untuk mengendalikan,membina dan pelurusan sebagai upaya pengen-dali an mutu dalam arti luas (Mulyono, 2008: 46-59).

C. KESIMPULAN

1. Supervisi diadopsi dari bahasa Inggris “supervision” yang berarti peng-awasan/kepengawasan.Orang yang melaksanakan pekerjaan supervisi disebut Supervisor.

2. Supervisi sesuai konsep baru/modern/progresif bercirikan: a. Research

c. Improvement d. Assistance e. Coorperation 3. Arti Peningkatan Mutu

Menurut Adhyzal Kandar Y, (2010) peningkatankinerja adalah salah satu motor penggerak peningkatan mutu pendidkan adalah tenaga pendidiknya punya kemampuan dan kompetensi.

Adapun menurut Syamrilaode (2011) adalah Indikator peningkatan mutu pendidikan dapat dilihat pada setiap komponen pendidikan antara lain: mutu lulusan, kualitas pengajar, serta hal-hal lainnya. Sedangkan kalau kita perhatikan tentang faktor yang mempengaruhi peningkatan menurut: Sejathi, (2011) adalah Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan tenaga pengajar sebagai pemegang peran utamanya.Sehingga penulis menyimpulkan bahwa peningkatan tidak lain adanya perubahan yang lebih baik dari masa sebelumnya.

4. Pengertian Administrasi Sekolah

Administrasi sekolah adalah segala upaya bersama untuk me-manfaatkan sumber-sumber personal ataupun material yang efektif dan juga efisien supaya menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah dengan optimal. Adapun prinsip umum dari administrasi sekolah yaitu administrasi sekolah sifatnya lebih praktis dan fleksibel, sehingga bisa dilaksanakan sesuai berdasarkan kondisi maupun situasi yang nyata di sekolah.

D. DAFTAR PUSTAKA

Ary H.Gunawan. (2002). Administrasi Sekolah Administrasi Pendidikan Mikro,n Jakarta: PT Rineka Cipta.

Mulyono. (2008). Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan.

Sagala, Syaiful, (2009). Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung: CV Alfabeta.

Purwanto, Ngalim. (2010). Administrasi Dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

http://www.informasi-pendidikan.com/2014/08/administrasi-sekolah. html di unduh bulan Mei 2016