• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Supervisi Manajerial

Oleh: Asmawati

B. PEMBAHASAN 1. Pengertian Supervisi

7. Metode Supervisi Manajerial

Beberapa Metode Supervisi Manajerial yang digunakan adalah : monitoring dan evaluasi, FGD dan metode Delphi serta workshop

a. Monitoring dan evaluasi

Monitoring adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk me nge-tahui perkembangan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah, apakah sudah sesuai rencana, program atau standar yang telah ditetapkan, serta menemukan hambatan-hambatan yang harus diatasi dalam pe-laksanaan program. Monitoring lebih berpusat pada pengontrolan selama program berjalan dan lebih bersifat klinis. Melalui monitoring, dapat diperoleh umpan balik bagi sekolah atau pihak lain yang terkait untuk mensukseskan ketercapaian tujuan.

Aspek yang dicermati dalam monitoring adalah hal-hal yang di-kembangkan dan dijalankan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Dalam melakukan monitoring, dapat diperoleh umpan balik bagi sekolah atau pihak lain yang terkait untuk mensukseskan ketercapaian tujuan. Secara tradisional pelaksanaan pengawasan melibatkan tahapan : (a) menetapkan standar untuk mengukur prestasi, (b) mengukur prestasi, (c) menganalisis apakah prestasi memenuhi standard (d) mengambil tindakan apabila prestasi kurang/tidak memenuhi standar.

Kegiatan Evaluasi ditujukan untuk mengetahui sejauh mana kesuksesan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah atau sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu. Tujuan evaluasi utamanya untuk : (a) mengetahui tingkat keterlaksanaan program, (b) mengetahui keberhasilan program, (c) mendapatkan

bahan/masukan dalam perencanaan tahun berikutnya dan (d) mem-berikan penilaian (judgement) terhadap sekolah.

Evaluasi merupakan teknik yang dapat dilakukan oleh pengawas satuan pendidikakan dalam melakukan kegiatan pengawas manajerial. Kegiatan evaluasi ditujukan untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu dan mengetahui ke-suksesan pelaksanaan penyelanggaraan sekolah. Kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam supervisi manajerial dilakukan dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program, (2) Untuk mengetahui keberhasilan program, (3) untuk mendapatkan bahan/masukan dalam perencanaan tahun berikutnya, dan (4) Untuk memberikan penilaian terhadap sekolah.

b. Metode FDG (Focused Group Discussion)

Sesuai dengan paradigma baru manajemen sekolah dewasa ini mengutamakan pemberdayaan dan partisipasi, oleh karena itu dalam konteks pengawasan manajerial maka judgement keberhasilan atau kegagalan sebuah sekolah dalam melakukan program atau pencapaian sebuah standar bukan hanya menjadi otoritas pengawas. Implikasinya, hasil monitoring yang dilakukan oleh pengawas hendaknya terlebih dahulu disampaikan secara terbuka oleh pengawas kepada pihak sekolah, terutama kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite sekolah dan guru. Kemudian secara bersama-sama pihak sekolah dapat me-lakukan refleksi terhadap data-data yang ada dan menemukan sendiri factor-faktor penghambat dan pendukung yang selama ini mereka rasakan. Kegianatan tersebut dilaksanakan secara forum yang dapat berupa Focused Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur-unsur

stakeholder sekolah. Adapun tujuan dari FGD adalah untuk me nyatu kan pandangan stakeholder sekolah mengenai realitas kondisi (kekuatan dan kelemahan) sekolah, serta menemukan langkah-langkah strategis maupun oprasional yang akan diambil untuk memajukan sekolah. Dalam kegiatan FGD,pengawas berperan sebagai fasilitator sekaligus

menjadi narasumber apabila diperlukan, untuk memberi masukan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.

c. Metode Delphi

Teknik lain yang dapat digunakan dalam pengawasan manajerial adalah metode Delphi, metode ini bisa dipakai untuk membantu sekolah dalam hal merumuskan visi, misi, dan tujuannya. Dalam pe nerapan MBS, sekolah dituntut memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas dan realitas yang digali dari kondisi sekolah, peserta didik, potensi daerah, serta pandangan seluruh stakeholder. Metode Delphi dapat disampaikan oleh pengawas kepada kepala sekolah ketika hendak meng ambil ke-putusan yang melibatkan banayak pihak. Menurut Garton dalam Daryanto menjelaskan beberapa langkah metode Delphi yaitu:

1) Mengidentifikasi individu atau pihak-pihak yang dianggap me-ma hami persoalan dan hendak dimintai pendapatnya mengenai pengembangan sekolah;

2) Masing-masing pihak diminta mengajukan pendapatnya secara tertulis tanpa disertai nama atau identitas.

3) Mengumpulkan pendapat yang masuk, dan membuat daftar urutan nya sesuai dengan jumlah yang berpendapat sama.

4) Menyampaikan kembali daftar rumusan pendapat dari berbagai pihak tersebut untuk diberikan urutan prioritasnya.

5) Mengumpulkan kembali urutan prioritasnya menurut peserta, dan menyampaikan hasil akhir prioritas keputusan dari seluruh peserta yang dimintai pendapatnya (Aedi, 2014: 114).

d. Workshop

Teknik terakhir yang dapat digunakan untuk melakukan supervisi manajerial adalah workshop atau lokakarya. Teknik ini adalah salah satu teknik yang bersifat kelompok dan dapat melibatkan beberapa kepala sekolah, wakil kepala sekolah maupun komite sekolah. Pe-nyelenggaraan workshop ini disesuaikan dengan tujuan dan urgensi-nya, dan dapat diselenggarakan bersama dengan kelompok kerja kepala

sekolah atau organisasi sejenis lainnya. Misalnya pengawas dapat meng ambil inisiatif untuk mengadakan workshop tentang pengem-bang an kurikulum, sistem adminitrasi, peran serta masyarakat, sistem penilaian dan sebagainya.

C. KESIMPULAN

Supervisi dalam peningkatan mutu manajerial sekolah yang dijelaskan pada makalah ini adalah berkenaan dengan tugas dan tanggung jawab pengawas serta upaya dan strategi pengawas dalam meningkatkan mutu manajerial sekolah dalam rangka memantau, membantu, membimbing, mengontrol dan mengendalikan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas profesionalnya sebagai manajer dalam rangka pemenuhan ketercapaian tujuan pendidikan yang berdasarkan SNP.

Supervisi dalam peningkatan mutu manajerial sekolah akan sangat berpengaruh terhadap kepala sekolah sebagai seorang manajer yang mana semakin tinggi peran supervisor dalam memlakukan supervisi maka mutu manajerial seorang kepala sekolah akan semakin baik. Kepela sekolah yang memilki kemampuan manajemen yang tinggi akan mampu memberikan kontribusinya bagi sekolah dan seluruh komponen pendidikan sehingga akan menjadikan mutu pendidkan kita semakin baik dan terus mengalami peningkatan.

D. DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, dkk (2015). Supervisi Pembelajaran. Yogyakarta : Gava Media. Edward Sallis. (2010). Manajemen Mutu Terpadu Pendidikkan. Jogyakarta:

IRCiSod

Hari. S (2005). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Bandung: CV Cipta Cekas Grafika.

Ibrahim, B( 2009). Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Nanang.F (2006) . Landasn Manajeman Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nur Aedi, (2014). Pengawasan Pendidikan Tinjauan teori dan praktek. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Sahertian, Piet A. (2008). Konsep dasar dan Teknik Supervisi Pendidkkan:

Jakarta : Rineka Cipta

Suryosubroto(2010). Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta