HUKUM ADMINISTRASI HUKUM ADMINISTRASI
B. Keberlangsungan Iklim Perpajakan
1. Fungsi Verifi kasi/Pemeriksaan (The Audit Function)
Fungsi ini bertujuan membentuk sikap dan tindakan wajib pajak, antara lain sebagai berikut:
a. membayar pajak yang terutang sekecil mungkin, sepanjang hal itu dimungkinkan oleh Undang-Undang Pajak;
b. tidak menyelundupkan pajak (tax evasion), yaitu usaha-usaha penghindaran pajak yang terutang secara ilegal, sepanjang wajib pajak tersebut mempunyai alasan yang meyakinkan bahwa kemungkinan besar mereka tidak akan ditangkap;
c. menaati ketetapan dan membayar denda pajak, serta memanfaatkan kelemahan administrasi perpajakan;
d. tidak memengaruhi aparat pajak dengan bujukan dan godaan, seperti menyuap atau percobaan menyuap, serta yakin bahwa segala sesuatu dapat diatur sehingga para wajib pajak berani menyerahkan Surat Pemberitahuan yang tidak lengkap.
Oleh sebab itu, pemeriksaan buku wajib pajak, sebagai salah satu proses administrasi perpajakan, merupakan cara yang lazim dipergunakan untuk menimbulkan sikap respek wajib pajak terhadap aparat pajak dan bergantung pada efektif tidaknya fungsi ini dan tinggi rendahnya tingkat penyelundupan pajak. Selain itu, semua sistem perpajakan harus memberikan kemung kinan untuk memverifi kasi Surat Pemberitahuan yang diserahkan oleh wajib pajak.
Dengan demikian, petugas pajak harus memiliki:
a. pengetahuan tentang teknik dan prosedur pemeriksaan;
b. kesanggupan untuk melaksanakan keputusan dan pertimbangan yang logis;
c. kecakapan untuk menegakkan dan mempertahankan pendapat yang objektif;
d. kemampuan menghasilkan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi instansinya;
e. melakukan pemeriksaan yang mendalam sesuai dengan potensi pajaknya;
f. menemukan kesalahan-kesalahan teknis dan prosedur termasuk yuridis fiskal;
g. memperlakukan wajib pajak secara adil dan tidak memihak; h. menerapkan undang-undang, peraturan-peraturan, dan surat-surat
edaran secara benar dan berkesinambungan, serta telah diikutinya semua kebijaksanaan dan prosedur yang berlaku;
i. melakukan pemeriksaan buku sehingga tidak ditemukan kesalahan-kesalahan teknis dan prosedur, termasuk yuridis fiskal;
j. bekerja sama dalam bentuk pemberian informasi dan data-data yang diperlukan untuk kelengkapan suatu pemeriksaan buku dan ada usaha-usaha untuk menghilangkan/menyembunyikan beberapa informasi dan data-data pembukuan;
k. mendatangi tempat wajib pajak dan melakukan pemeriksaan setempat, baik di kantor-kantor yang terdapat pusat pembukuannya maupun di pabrik-pabrik atau tempat usaha lainnya.
Pemilihan wajib pajak yang akan diperiksa umumnya berdasarkan hal berikut:
a. kepatuhan pembayaran pajak;
b. pengamatan ekonomi secara nasional terhadap para wajib pajak yang diperkirakan memperoleh untung besar dalam periode tersebut atau yang mengalami masa suram untuk meyakinkan fiskus bahwa semua keuntungannya sudah dilaporkan atau sebaliknya kerugian yang dilaporkan wajib pajak tidak terlalu besar dibandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya;
c. pengamatan tentang tingkat penyelundupan pajak dari perusahaan industri dan perusahaan lainnya dari berbagai tingkatan usaha dan daerahnya. Ada kalanya perusahaan besar yang mempergunakan para akuntan pajak melakukan penghindaran pajak melalui titik-titik lemah dari perundang-undangan pajak;
d. kelebihan pembayaran pajak maka wajib pajak yang mengajukan permohonan pengembalian ke lebihan pembayaran hendaknya diperiksa untuk meneliti kebenaran perhitungan pajaknya sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak tersebut.
Jumlah pemeriksaan wajib pajak dalam setahun yang bersangkutan dapat dihitung dengan mengalikan jumlah seluruh petugas dengan jam kerja (work time) yang tersedia, dibagi jam kerja untuk pemeriksaan setiap wajib pajak.
Wajib pajak yang akan diperiksa =
jumlah petugas × jam kerja tersedia jam kerja untuk pemeriksaan setiap
wajib pajak
Perhitungan selanjutnya dilakukan sebagai berikut. a. Menghitung jam kerja yang tersedia
1) Jumlah seluruh jam kerja (total time) ...a ... hari 2) Hari-hari tidak kerja (non work days) selama setahun:
a) hari Minggu ... hari b) hari besar ... hari c) hari cuti ... hari d) hari izin/sakit/dll. ... hari
b... hari
Subjumlah (a — b) ... hari
3) Hari kerja untuk latihan/training,
penataran dan Iain-lain ... c. ... hari 4) Hari kerja yang tersedia (work days) (a-b-c)... hari 5) Hari kerja × jam kerja sehari (work time) ... hari
6) Jam-jam kerja yang tidak dipergunakan untuk pemeriksaan (non examination time) setiap hari
a) persiapan pemeriksaan ... jam b) penyusunan laporan ... jam c) melayani tamu ... jam d) mendatangi tempat peme riksaan
(pulang pergi) ... jam e) waktu yang terbuang
untuk makan, minum,
dan Iain-lain ... jam
Subjumlah = ... jam
Jumlah seluruh non examination
time: d × (subjumlah f ) = ... jam 7) Jam Kerja yang Tersedia per
Petugas untuk Program
Pemeriksaan (E-F) = ... jam
Jika dalam setahun jumlah hari besar adalah 16 hari, hari cuti 12 hari, hari izin/sakit dan lain-lain 10 hari, hari latihan (training) dan penataran 5 hari dan dalam setahun terdapat 52 minggu, hari kerja yang tersedia dalam setahun adalah: 270 hari atau sama dengan 270 × 8 jam = 2.160 jam kerja setahun per petugas.
Apabila diumpamakan bahwa berdasarkan pengalaman, rata-rata waktu yang dipergunakan setiap hari untuk:
1) persiapan pemeriksaan, meliputi:
a) mempelajari berkas/SPT = 30 menit b) menyusun neraca dan R/L
komparatif serta analisisnya = 30 menit c) mempersiapkan kuesioner
internal control dan daftar
pertanyaan lainnya = 15 menit
= 75 menit
2) menyusun laporan 60 menit
3) melayani tamu/wajib pajak 30 menit 4) waktu yang terbuang untuk makan siang,
merokok, dan kebutuhan lain yang
tidak terduga 75 menit
Jumlah 240 menit
maka jumlah seluruh non examination time adalah = 270 × (240 : 60) jam = 1.080 jam.
Dengan demikian, jam kerja yang tersedia untuk program pemerik-saan per petugas setahun adalah = (2.160 – 1.080) jam = 1.080 jam.
b. Menghitung jam kerja untuk pemeriksaan per wajib pajak
Jam kerja per wajib pajak didasarkan perhitungan rata-rata yang diambil dari catatan pengalaman pemeriksa beberapa tahun menurut jenis pajak, besar kecilnya perusahaan yang diperiksa, jenis laporan yang dikehendaki dengan memerhatikan jumlah tahun yang akan diperiksa (satu tahun, beberapa tahun), dan rumitnya suatu pemeriksaan.
Angka rata-rata tersebut setelah dianalisis dan dievaluasi, serta dikaitkan dengan masalah-masalah yang muncul dalam praktik, dapat berkembang menjadi suatu standar yang dapat dipergunakan beberapa tahun kemudian.
c. Jumlah wajib pajak yang akan diperiksa
Apabila jumlah petugas pemeriksa diketahui, misalnya 100 petugas, dan standar jam kerja untuk setiap pemeriksaan satu wajib pajak adalah
30 jam, berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah wajib pajak yang akan diperiksa selama setahun adalah:
100 × 1080
= 3.600 wajib pajak 30
2. Penagihan (Collection Function)
Fungsi lain yang terpenting di antara dua fungsi utama instansi perpajakan adalah fungsi penagihan. Fungsi ini merupakan bukti kemampuan setiap struktur pajak untuk memasukkan uang ke kas negara. Penagihan pajak yang efektif, adil, dan dengan usaha dan biaya yang sekecil mungkin, dilakukan terhadap dua sistem pembayaran pajak yang berbeda, tetapi saling melengkapi, yaitu melalui hal-hal berikut.