Berdasarkan Permen PU No. 20 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi
GAMBAR 5-5 ILUSTRASI GRATIS SEMPADAN SUNGAI TIDAK BERTANGGUL
GAMBAR 5-6 ILUSTRASI GRATIS SEMPADAN SUNGAI BERTANGGUL
2. Sempadan Pantai
Kawasan sempadan pantai memiliki kriteria yaitu daratan sepanjang tepian pantai yang bertujuan sebagai kawasan penyangga antara perairan dan daratan sehingga pengaruh laut tidak begitu mempengaruhi pada kegiatan yang ada pada daratan. Bangko yang direncanakan adalah 130 meter dari jarak pasang tertinggi.
5.3.2 Zona Budidaya
Rencana kawasan budidaya yang direncanakan di Kecamatan Bangko meliputi: 1. Kegiatan perumahan;
2. Kegiatan perdagangan dan jasa; 3. Kegiatan perkantoran;
4. Kegiatan pertanian mencakup pertanian lahan kering, pertanian lahan basah dan perikanan. Pengaturan pemanfaatan ruang/lahan untuk kegiatan-kegiatan budidaya tersebut memperhatikan beberapa hal, yaitu:
1. Perkembangan sosial-kependudukan; 2. Prospek pertumbuhan ekonomi;
3. Daya dukung fisik dan lingkungan, Daya dukung prasarana dan fasilitas perkotaan; 4. Kondisi fisik dasar dan daya dukung lahan;
5. Penggunaan lahan eksisting dan Kecenderungan perkembangan fisik kawasan; 6. Batas kawasan lindung, Kebijakan pembangunan dan tata ruang yang hendak dituju; 7. Perkembangan dan kebijakan pembangunan wilayah sekitar.
A. ZONA PERUMAHAN
Dasar pertimbangan yang digunakan dalam rencana peruntukan blok untuk kegiatan perumahan di Kecamatan Bangko di masa yang akan datang adalah sebagai berikut:
1. Arahan RTRW Kabupaten Rokan Hilir; 2. Daya Dukung Lahan;
3. Hubungan fungsional antar komponen pembentuk ruang; 4. Pertumbuhan prediksi penduduk di massa yang akan datang.
Berdasarkan pada dasar pertimbangan di atas, maka dalam RDTR Kecamatan Bangko ini direncanakan bahwa peruntukan perumahan yang direncanakan adalah untuk klasifikasi perumahan kepadatan rendah sampai perumahan kepadatan sedang.
B. ZONA PERDAGANGAN DAN JASA
Sesuai dengan salah satu peran dan fungsi dari Kecamatan Bangko dalam Draft RTRW adalah sebagai pusat perdagangan dan jasa skala regional, maka arahan pola ruang untuk kegiatan dan jasa skala regional diarahkan di pusat primer yatu di Bagan Siapiapi. Sedangkan untuk kegiatan perdagangan dan jasa untuk skala lokal dan lingkungan terdapat pada masing-masing lingkungan perumahan di desa. Penempatan kegiatan perdagangan dan jasa disesuaikan pusat orientasi dari pusat kegiatan, dimana dihubungkan dengan menggunakan jalan lingkungan.
C. ZONA PERKANTORAN
Zona perkantoran di Kecamatan Bangko yang dikembangkan adalah perkantoran untuk pelayanan lingkup kabupaten karena pusat pemerintahan kabupaten terdapat di kecamatan ini. Untuk mendukung hal tersebut, rencana pengembangannya dikembangkan di pusat kota yaitu di Kelurahan Bagan Siapiapi.
D. ZONA SARANA DAN PRASARANA PELAYANAN UMUM
Zona sarana pelayanan umum yang dimaksud disini adalah zona pendidikan, kesehatan, olahraga, sosial budaya dan peribadatan. Untuk Zona pendidikan tingkatan atas, peribadatan untuk skala peyanan regional serta kesehatan untuk pola pelayanan regional dikembangkan di pusat kabupaten yang meliputi:
1. Fasilitas Pendidikan
Pengembangan fasilitas pendidikan di wilayah perencanaan sebagai upaya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakatnya sehingga tercipta manusia yang berkualitas, akan meliputi pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional dan lokal. Fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan regional adalah Perguruan Tinggi/Akademi, sedangkan fasilitas pendidikan skala lokal adalah TK sampai SMU. Dalam pengembangannya, lokasi-lokasi fasilitas pendidikan yang telah ada sampai dengan tahap perencanaan tahun 2032 akan tetap dipertahankan pada lokasi semula, sedangkan fasilitas yang masih dibutuhkan penempatannya diarahkan di pusat lingkungan dan pusat kegiatan sebagai upaya untuk menciptakan faktor pengikat lingkungan.
2. Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan dikembangkan dengan pertimbangan utama tingkat pelayanan yang maksimal, dengan memperhatikan kedekatan kawasan perumahan serta mengikuti tingkat kepadatan penduduk yang ada. Tingkatan fasilitas kesehatan yang terdapat di wilayah perencanaan saat ini telah ada mulai dari balai pengobatan/posyandu sampai rumah sakit. Namun kualitas dari fasilitas kesehatan yang telah ada tersebut masih memerlukan peningkatan supaya memenuhi tingkat pelayanan yang baik. Keberhasilan pembangunan di sektor kesehatan ditujukan untuk lebih meningkatkan keadaan derajat kesehatan dan gizi masyarakat melalui upaya pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan rumah sakit dengan didukung oleh peningkatan jumlah dan jenis tenaga kesehatan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan peran serta masyarakat, dunia usaha dan
organisasi profesi lainnya. Dengan terus ditingkatkan dan terpenuhinya sarana dan prasarana kesehatan, maka kesehatan bagi masyarakat tentunya akan meningkat pula dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas warga masyarakat khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dengan semakin berkembangnya wilayah Kecamatan Bangko, akan mengakibatkan pula peningkatan penyediaan kebutuhan fasilitas kesehatan yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Untuk itu maka diperlukan pengembangan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan untuk melayani penduduk di wilayah perencanaan dan juga secara regional. Disamping itu masalah yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai penyebaran atau penempatan lokasi fasilitas tersebut. Dalam hal ini diupayakan agar seluruh fasilitas kesehatan dapat menjangkau semua bagian wilayah perencanaan. Penempatan fasilitas tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan penduduk juga diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pengikat di masing-masing blok lingkungan.
3. Fasilitas Peribadatan
Pembangunan di bidang agama di wilayah Kecamatan Bangko ditujukan untuk meningkatkan fasilitas dan prasarana peribadatan yang diperlukan bagi pembangunan kehidupan beragama, termasuk fasilitas pendidikan agama pada semua jalur, jenis dan jenjang pendidikan termasuk pra-sekolah yang pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Umumnya pelaksanaan pembangunan prasarana peribadatan dibiayai oleh Pemerintah maupun swadaya masyarakat. Adapun pola pengembangan fasilitas ini mengacu pada kondisi eksisting yang telah mencukupi sampai akhir tahun perencanaan, dengan prioritas penambahan pada kawasan-kawasan pengembangan baru.
Kondisi sebaran jumlah fasilitas peribadatan seperti di atas berkaitan erat dengan komposisi jumlah penduduk berdasarkan agama yang ada di wilayah Kecamatan Bangko yang mayoritas beragama Islam. Proyeksi kebutuhan fasilitas peribadatan
didasarkan kepada perhitungan proyeksi penduduk berdasarkan agama yang ada di kecamatan Bangko, berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat diperoleh kebutuhan fasilitas peribadatan sesuai dengan masing-masing agama dan kepercayaan masyarakat Kecamatan Bangko.
Prasarana pelayanan umum di Kecamatan Bangko sendiri meliputi: 1. Prasarana Air Bersih
2. Prasarana Air Kotor
3. Prasarana Drainase
4. Prasarana Persampahan
5. Prasarana Listrik dan Telekomunikasi
E. ZONA LAINNYA (PERTANIAN, PERTAMBANGAN DAN PARIWISATA)
Zona lainnya yang dikembangkan di Kecamatan Bangko adalah untuk pengembangan kegiatan pertanian lahan basah, pertanian lahan kering serta untk pengembangan kegiatan perikanan. Hal ini didukung oleh keberadaan dari kecamatan Bangko di wilayah pesisir.
5.4. Rencana Jaringan Prasarana
5.4.1 Rencana Distribusi Penduduk
Dasar pertimbangan yang digunakan dalam rencana distribusi penduduk di Kecamatan Bangko di masa yang akan datang adalah sebagai berikut:
1. Ketersediaan lahan
2. Kondisi fisik
3. Kegiatan ekonomi yang akan dikembangkan
4. Pertumbuhan prediksi penduduk di massa yang akan datang.
Dengan melihat kecenderungan pertumbuhan pendudduk Kecamatan Bangko pada tahun sebeumnya, maka diprediksi jumlah penduduk pada tahun 2031 adalah sebesar 156.707 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kecamatan Bangko masih berada di bawah ambang batas, karena kondisi lahan dari kawasan mempunyai daya dukung tinggi. Prediksi dari jumlah penduduk tersebut di distribusikan ke masing-masing desa/kelurahan. Predisi dan distribusi jumlah penduduk di Kecamatan Bangko dapat dilihat pada tabel berikut.