HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 4.4 Pembersihan Boiler
Gambar 4.4 Pembersihan Boiler
(PTPN XIV Pabrik Gula Camming 2022) 2. Pengolahan Data
a. Identifikasi Bahaya
Identifikasi bahaya adalah upaya untuk mengetahui adanya bahaya dalam sebuah perusahaan. Setiap tempat kerja memiliki bahaya tersendiri. Pada tabel 4.3 dapat melihat 9 kegiatan yang terjadi di stasiun boiler dengan potensi bahaya yang terjadi di setiap kegiatan tersebut. Bahaya dari pada stasiun boiler ini merupakan sebuah kejadian yang sudah pasti terjadi yang menimbulkan risiko yang menyebabkan pekerja mengalami luka, cacat atau bahkan kematian.
Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahaya serta risiko yang ditimbulkan dari
49
bahaya tersebut. Gambaran stasiun boiler dapat dilihat pada gambar 4.1 dengan potensi bahaya yang dapat terjadi pada stasiun kerja
boiler.
Tabel 4.3 Identifikasi Bahaya (PTPN XIV Pabrik Gula Camming 2022) No Kegiatan Bahaya (Hazard) Risiko (Risk)
1 Pengelasan
Terkena percikan api Memar Mata perih dan ber air Mata Merah Gangguan pernafasan Sesak nafas
2 Pemasangan
batu Terjatuh dari ketinggian Patah tulang 3 Dumping Terkena semburan api Kebakaran 4
Pemasangan
Fiber Terjepit fiber Kuku terkelupas
5 Perawatan turbin uap
Terkena uap panas Muka merah terkena pipa panas
Tangan dan kaki melepuh Terkena sengatan listrik Tersetrum 6
Pengoperasian pompa chemical
Terkena bahan kimia
(Aquatrol) Gatal pada kulit
7 Pengecekan abu
Terkena panas dari abu
pembakaran Kaki melepuh
8 Pengoperasian boiler
Suara mesin keras
Gangguan pendengaran Lantai boiler licin Terpeleset
Dapur bioler meledak Kebakaran
9 Pembersihan boiler
Terjatuh dari ketinggian Patah tulang Tersandung di besi Cedera kaki Kejatuhan besi Cedera
50
Gambar 4.5 Stasiun Boiler (PTPN XIV Pabrik Gula Camming 2022) Terkena bahan kimia
Terkena uap panas
Tersandung besi Terkena fiber
Sesak nafas
Terjatuh dari ketinggian
Terkena jatuhan besi Terkena pipa panas
Terkena percikan api Terkena semburan api
Mata perih
51 b. Penilaian Risiko
Penilaian risiko dilakukan dengan melihat standar yang telah ada sehingga perhitungan nilai dapat dilihat pada table 4.3. Tabel L adalah skala likelihood ukuran kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja mulai dari level 1-5, yaitu dari jarang sekali terjadi – hampir pasti terjadi. Tabel S adalah saverity ukuran keparahan dari kecelakaan mulai dari level 1-5, yaitu dari tidak signifikan – bencana. Tabel risk rating adalah tabel pemberian nilai setiap kategori bahaya dengan mengalikan likelihood dengan saverity setelah dikalikan dapat menentukan level risiko yang akan diberikan di mana, ada 4 level risiko yaitu low, medium, high, dan extrem.
Tabel 4.4 Penilaian Risiko Aktivitas Bagian Boiler (PTPN XIV Pabrik Gula Camming 2022)
No Kegiatan Bahaya
52
Nilai yang didapatkan pada risk rating adalah rumus dari
53
Jadi nilai dari dari ke 17 bahaya di atas adalah sebagai berikut : Dari bahaya terkena percikan api,mata perih dan berair, dan gangguan pernafasan diperoleh risk rating sebesar 10 di dapatkan dari :
Bahaya terjatuh dari ketinggian diperoleh risk rating sebesar 12 di dapatkan dari:
Bahaya kebakaran diperoleh risk rating sebesar 9 di dapatkan dari :
Bahaya kuku terkelupas diperoleh risk rating sebesar 12 didapatkan dari :
Bahaya muka merah diperoleh risk rating sebesar 8 didapatkan dari:
54
Bahaya tangan dan kaki melepuh diperoleh risk rating sebesar 10 didapatkan dari:
Bahaya tersetrum diperoleh risk rating sebesar 10 didapatkan dari :
Bahaya gatal pada kulit diperoleh risk rating sebesar 9 didaptkan dari:
Bahaya kaki melepuh diperoleh risk rating sebesar 10 didapatkan dari :
Bahaya suara mesin keras diperoleh risk rating sebesar 20 didapatkan dari :
55
Bahaya lantai licin diperoleh risk rating sebesar 10 didapatkan dari :
Bahaya dapur boiler meledak diperoleh risk rating sebesar 15 didapatkan dari :
Bahaya patah tulang diperoleh risk rating sebesar 15 didapatkan dari:
Bahaya cedera kaki diperoleh risk rating sebesar 15 didapatkan dari :
Bahaya Terjatuh akibat tumpahan oli diperoleh risk rating sebesar 8 didapatkan dari :
62 c. Pengendalian Risiko
Pengendalian risiko dapat diambil setelah dilakukan perhitungan pada tabel risk rating dan risk level yang menunjukkan pengendalian seperti apa yang akan di ambil, pengendalian risiko dapat dilihat pada table 4.3. Pada kegiatan 1 terdapat pengelasan, pengelasan yang ada di Pabrik Gula Camming berada di bawah bangunan jarring besi sehingga terkena jatuhan abu hasil pembakaran ampas tebu dengan keadaan tempat kerja yang sempit dan dikelilingi banyak alat yang sudah tidak terpakai, sehingga direkomendasikan mengganti area kerja di tempat yang lebih luas dan berada di lantai paling bawah karena lantai paling bawah atapnya menggunakan tembok batu bukan lagi jaring besi.
Pada kegiatan 2 terdapat pemasangan batu, tempat pemasangan batu di Pabrik Gula Camming berada di tempat yang sudah rapuh dan banyak lubang besi yang besar dengan ketinggian pemasangan batu 5 meter ke atas, sehingga direkomendasikan untuk mengganti kayu yang telah rapuh dengan besi dan menutup lubang besi yang besar. Pada kegiatan 3 yaitu dumping, kegiatan ini adalah kegiatan pembuangan ampas di dalam dapur boiler di Pabrik Gula Camming dumping dilakukan tepat di atas dapur boiler, sehingga apabila ampas yang di buang ke dalam dapur akan menghembuskan api yang besar yang akan membuat ledakan akibat panas yang terlalu tinggi, sehingga direkomendasikan untuk mengganti tempat pembuangan ampas yang semula dari atas di ganti dengan membuang dari arah samping dan dengan memperhitungkan juga banyaknya ampas yang akan di masukkan.
63
Pada kegiatan 4 terdapat kegiatan pemasangan fiber, pemasangan fiber yang dilakukan di Pabrik gula Camming dipasang menggunakan tangan langsung dimana fiber ini memiliki mesin yang berputar dan tajam di dalamnya, sehingga dapat melukai tangan apabila tidak focus saat memasang, sehingga direkomendasikan perbaikan membuat alat pembantu pemasangan fiber sehingga bukan tanga langsung yang memasangnya.
Kegiatan 5 terdapat perawatan turbin, turbin Pabrik Gula Camming merupakan salah satu alat penggerak yang utama yang pakai terus menerus sehingga badan dari turbin menjadi panas dan pipa di sekelingnya juga panas dan aliran listrik yang ada di dalam turbin pun berbahaya saat turbin sudah sangat panas, sehingga di lakukan rekomendasi perbaikan membuat rambu rambu keselamatan yang baik dan tahan lama sehingga dapat dilihat dengan baik.
Pada kegiatan 6 yaitu pengoperasian pompa chemical, pada Pabrik Gula Camming pengoperasian pompa chemical dilakukan dengan mencampurkan zat kimia berupa aquatrol tanpa menggunakan kaos tangan safety yang dapat membuat tangan gatal dan perih, sehingga direkomendasikan untuk memakai kaos tangan safety. Kegiatan 7 yaitu pengecekan abu, pada Pabrik Gula Camming tidak memberingan tanda yang tepat keluaran abu panas sehingga pada saat melakukan pengecekan abu biasa terkena panas dari abu tersebut, sehingga direkomendasikan membuat rambu keselamatan dan meletakkan rambu tersebut di tempat yang mudah dilihat.
Kegiatan 8 yaitu pengoperasian boiler, pada saat boiler beroperasi pada Pabrik Gula Camming suara bising yang sangat, banyak oli yang berserakan,
64
ledakan yang diakibatkan adanya kebocoran pipa, sehingga direkomendasikan penggunaan ear muff, membuat rambu rambu yang tepat, dan memberikan bimbingan yang tepat mengenai pengoperasian boiler.
Kegiatan 9 yaitu pembersihan boiler, di Pabrik Gula Camming pembersihan di lakukan di tempat-tempat yang tinggi dan ditempat yang banyak lubang pada lantai boiler, sehingga direkomendasikan untuk memperbaiki tumpuan saat memanjat, menggunakan jalur yang berbeda untuk menghindari lubang yang besar, serta pemasangan rambu rabu yang tepat.
Tabel 4.5 Pengendalian Risiko (PTPN XIV Pabrik Gula Camming 2022)
N
65
66 B. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan terdapat 9 kegiatan pada satsiun boiler yang berpotensi mengalami kecelakaan kerja dengan jumlah bahaya 17 kategori. Aktivitas pertama yaitu, pengelasan dengan 3 potensi bahaya dengan hirarki pengendalian substitusi dengan rekomendasi perlu penataan kembali tempat kerja yang tidak berada tepat di bawah tempat abu pembakaran.
Pada risiko ini belum dilakukan pergantian lokasi kerja.
Kedua kegiatan pemasangan batu dengan potensi bahaya ialah terjatuh dari ketinggian. Potensi bahaya yang pertama jatuh dari ketinggian masuk ke dalam ke dalam level risiko tinggi dengan hirarki pengendalian eliminasi dengan rekomendasi perbaikan mengganti tumpuan yang lebih kuat. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming belum membuat sanggahaan yang kuat.
Ketiga kegiatan dumping yang merupakan kegiatan pembuangan abu di dalam dapur boiler dengan potensi bahaya terkena semburan api yang mengakibatkan kebakaran serta luka pada kulit. Kegiatan ini masuk ke dalam level risiko sedang dengan hirarki pengendalian subsitusi dengan rekomendasi perbaikan mengganti jalur pembuangan abu dengan bantuan alat untuk memasukkan abu. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming belum mengganti jalur pembuangan abu.
Keempat pemasangan fiber yang merupakan sebuah bel yang dapat menimbulkan potensi bahaya terjepinya tangan yang mengakibatkan kuku terkelupas . Kegiatan ini masuk kedalam level risiko tinggi dengan hirarki pengendalian engineering dengan rekomendasi pembuatan alat otomatis penekan bel tanpa harus ditekan manual oleh tangan. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming hanya dilakukan manual menggunakan tangan.
67
Kelima kegiatan perawatan turbin uap dengan 3 potensi bahaya ialah yang berisiko melepuhnya kulit serta kebakaran. Ketiga potensi bahaya tersebut masuk dalam hirarki perbaikan administrasi dengan rekomendasi perbaikan membuat rambu-rambu bahaya yang terbaru dan dilitetakkan pada tempat yang terlihat.
Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming Sudah ada rambu – rambu K3 tetapi hanya menggunakan kertas HVS yang mudah robek.
Keenam pengoperasian pompa chemical dengan potensi bahaya terkena bahan kimia yang berisiko gatal pada kulit dan menimbulkan kebutaan bila terkena mata.
Kegiatan ini masuk dalam level risiko sedang dengan hirarki pengendalian APD dengan rekomendasi perbaikan menggunakan masker dan kacamata pada saat pengoperasian pompa. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming tidak disediakan kaos tangan safety.
Ketujuh kegiatan pengecekan abu yang berpotensi bahaya terkena panas dari abu pembakaran yang berisiko kaki melepuh. Kegiatan ini masuk ke dalam level risiko sedang dengan hirarki pebaikan administrasi dengan rekomendasi perbaikan pemberian tanda bahaya yang jelas dan menaruhnya lebih jauh sehingga dapat dilihat di manapun. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming Sudah ada rambu – rambu K3 tetapi letak penyimpanannya jauh dari jangkauan.
Kedelapan kegiatan pengoperasian boiler yang memiliki 3 potensi bahaya.
Pertama yaitu suara mesin yang keras yang masuk kedalam level risiko tinggi dengan hirarki perbaikan ialah APD dengan menggunakan Ear Muff. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming sudah menggunakan Ear Plug, tetapi suara bising di boiler sangat keras bias menembus Ear Plug. Kedua terpeleset akibat latai licin masuk ke dalam level risiko tinggi dengan pengendalian administrasi. Pada PTPN XIV Pabrik
68
Gula Camming Sudah ada rambu – rambu K3 tetapi hanya menggunakan kertas HVS yang mudah robek. Ketiga dapur boiler meledak masuk level sedang dengan hirarki perbaikan administrasi. Pada PTPN XIV Pabrik Gula Camming Sudah ada rambu – rambu K3 tetapi hanya menggunakan kertas HVS yang mudah robek.
Kesembilan kegiatan pembersihan boiler yang memiliki 3 potensi bahaya.
pertama yaitu patah tulang yang masuk kedalam level risiko tinggi dengan hirarki perbaikan ialah engineering yang mana membuat tumpuan yang lebih kuat berupa besi bukan bambu ataupun pipa bekas. Kedua tersandung besi yang masuk kedalam level risiko tinggi dengan hirarki perbaikan ialah substitusi dengan perbaikan kembali bocoran yang besar. Ketiga kejatuhan benda dari atas yang berisiko cedera masuk level sedang dengan hirarki perbaikan untuk level tinggi ialah engineering tempat jalan yang lebih luas dengan memindahkan mesin yang tidak terpakai lagi.
69