BAB VII PERANCANGAN ARSITEKTUR
7.4. Gambar Kerja
Hasil perancangan pada proyek Apartemen Hijau di Kawasan Bandara Kualanamu yang berupa gambar kerja terdapat pada bagian terlampir.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Tinjauan Umum Apartemen
2.1.1 Pengertian Apartemen
Pengertian Apartemen adalah:
• Bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama (Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2011 pasal 1 ayat 1).
• Kamar atau beberapa kamar (ruangan) yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal, terdapat di dalam suatu bangunan yang biasanya mempunyai kamar atau ruangan-ruangan lain semacam itu (Poerwadarminta, 1991). • Suatu kompleks hunian dan bukan sebuah tempat tinggal yang berdiri
sendiri (Joseph de Chiara, Time saver Standards for Building Types). • Gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan, terbagi atas
bagianbagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah vertikal dan horizontal dan merupakan satuan-satuan yang dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, yang dilengkapi dengan bagian bersama, tanah bersama dan benda bersama (pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia tentang rumah susun no.16 tahun 1985).
• Suatu bangunan terdiri dari tiga unit atau lebih, rumah tinggal di dalamnya merupakan suatu bentuk kehidupan bersama, dalam lingkungan tanah yang terbatas.
• Semua jenis hunian atau tempat tinggal (multiply family), kecuali sebuah rumah tinggal yang berdiri sendiri bagi satu keluarga (single dwelling unit).
• Suatu bangunan yang dibagi dalam kamar-kamar atau kelompok kamar yang dipisahkan satu dengan lainnya dengan partisi, yang digunakan sebagai unit hunian.
Apartemen merupakan salah satu variasi jenis hunian yang diminati oleh masyarakat terutama yang tinggal di kota-kota besar. Jika dahulu rumah biasa (landed house) menjadi primadona pilihan tempat tinggal, kini kecenderungan itu sedikit demi sedikit mulai bergeser. Hal ini bukan disebabkan oleh faktor gaya terbaru, melainkan karena timbulnya masalah permukiman di perkotaan yang semakin kompleks. Oleh sebab itulah, apartemen yang merupakan hunian vertikal menjadi alternatif yang layak bagi pengembang perumahan di wilayah pusat kota untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal.
Bagi masayarakat kota, tinggal di apartemen sebenarnya bukanlah hal istimewa. Tinggal di apartemen sama seperti tinggal di komplek perumahan, bahkan fasilitas yang tersediapun hampir sama. Yang menjadi perbedaan adalah bentuknya, apartemen berbentuk vertikal sehingga penggunaan lahan lebih efisien dan merupakan solusi yang paling ideal untuk menyelesaikan masalah permukiman di kota (Akmal, 2007).
Untuk mengetahui perbedaan antara apartemen dengan hunian vertikal lainnya perlu adanya perbandingan, berikut perbandingan antara apartemen, kondominium, dan rumah susun:
Tabel 2.1. Perbandingan Antara Apartemen, Kondominium, dan Rusun
Aspek Apartemen Kondominium Rusun
Kepemilikan Sewa atau beli Beli Sewa atau beli
Parkir Minimal 1 unit 1 mobil
Hampir sama dengan apartemen
Minimal 10 unit 1 mobil
Finishing
Kualitas baik seperti marmer, pintu kayu
kualitas bagus, sanitasi
Hampir sama dengan
kualitas grade A
Privasi
Lebih privat dibanding kondominium
Lebih privat dibanding rumah susun
Fasilitas umum dipakai bersama
Konstruksi Permanen lebih kokoh Hampir sama dengan
apartemen Permanen
Bagian milik bersama
Atap, tiang pondasi, lobby, lift, saluran air,
jaringan listrik, gas, dan telekomunikasi
Hampir sama dengan apartemen
Atap, tiang pondasi, lobby, saluran air, jaringan listrik, gas,
dan telekomunikasi Benda milik
bersama
Basemen atau parkir, kolam renang, dll
Hampir sama dengan
apartemen Basemen atau parkir (Sumber: Endy Marlina, 2008)
Perbedaan jelas antara rusunami dan apartemen terletak di lahan parkiran, luas, dan finishing. Apartemen biasanya mempunyai ketentuan untuk satu unit memiliki slot parkir minimal satu mobil atau satu banding satu sedangkan untuk rusunami biasanya perbandingan untuk lahan parkir lebih sedikit 10 unit untuk satu parkir mobil. Luas rusunami dengan apartemen juga berbeda di unit atau kamar, biasanya untuk ukuran dua kamar tidur di rusunami biasa di apartemen adalah ukuran studio (tanpa kamar) dan yang terakhir dari segi finishing untuk apartmen menggunakan kualitas lebih baik seperti marmer, pintu kayu kualitas bagus, dan sanitary yang mempunyai kualitas grade A sedangkan untuk rusunami finishing tidak terlalu di tonjolkan.
2.1.2 Fungsi Apartemen
Apartemen memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut3:
a. Fungsi utama, sebagai permukiman vertikal dengan kegiatan yang relatif sama dengan permukiman pada umumnya. Penekanannya adalah pada aktivitas rutin seperti tidur, makan, menerima tamu, interaksi sosial, melakukan hobi, bekerja, dan lain-lain.
b. Fungsi sekunder, adalah fungsi yang menambah kenyamanan penghuni seperti:
- Layanan kesehatan: poliklinik, apotek, dan lain-lain.
- Layanan komersial: minimarket, restoran, salon, dan lain-lain. - Layanan anak: tempat penitipan anak, area bermain, dan lain-lain
c. Fungsi tersier, adalah fungsi pelengkap terkait kegiatan pengelolaan seperti administrasi, pemasaran, pemeliharaan kebersihan, pemeliharaan bangunan, dan keamanan.
2.1.3 Perkembangan Apartemen
Saat ini di beberapa kota besar, apartemen tumbuh pesat. Beberapa pengamat property berpendapat bahwa jumlah unit apartemen sudah over supply, artinya sekarang ini banyak unit apartemen yang masih ditawarkan kepada masyarakat di sebagian besar kota besar.
Dari tahun 1981-1999, jumlah apartemen yang terbangun mencapai 25.000 unit. Tahun 2007 di perkirakan jumlahnya melonjak hamper 2 kali lipatnya, yaitu sekitar 40.000 unit. Karena semakin banyaknya pilihan, maka pertimbangan memilih apartemen menjadi lebih kompleks. Lokasi dan harga masih menjadi pertimbangan utama, tetapi ada banyak hal lain yang bisa dijadikan pertimbangan, yaitu efektifitas, efisiensi, kenyamanan, jaminan rasa aman, fasilitas di dalam apartemen, luasan unit, manajemen property yang mengatur warga didalam apartemen tersebut maupun desain apartemen tersebut (Ibrahim, 2008).
2.1.4 Klasifikasi Apartemen
2.1.4.1 Berdasarkan Tipe Pengelolaannya
Berdasarkan tata cara pengelolaannya, apartemen dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
o Serviced Apartment
Apartemen yang dikelola secara menyeluruh oleh menajemen tertentu. Biasanya menyerupai cara pengelolaan sebuah hotel, yaitu penghuni mendapatkan pelayanan menyerupai hotel bintang lima, misalnya unit berperabotan lengkap, house keeping, layanan kamar, laundry, business center.
o Apartmen Milik Sendiri
Apartemen yang dijual dan dapat dibeli oleh pihak individu. Mirip dengan apartemen sewa, apartemen ini juga tetap memiliki pengelola yang mengurus fasilitas umum penghuninya.
o Apartmen sewa
Apartemen yang disewa oleh individu tanpa penyelayanan khusus. Meskipun demikian, tetap ada menejemen apartemen yang mengatur segala sesuatu berdasarkan kebutuhan bersama seperti sampah, pemeliharaan bangunan, lift, koridor, dan fasilitas umum lainnya.
2.1.4.2 Berdasarkan Kategori Jenis, Tinggi dan Besar Bangunan
Berdasarkan jenis, tinggi, dan besar bangunan, apartemen dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu walked-up/maisonette, low-rise, mid-rise, dan high- rise yang dapat dilihat secara rinci pada tabel 2.2.
Tabel 2.2. Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Ketinggian Bangunan
No. Jenis Tinggi
Lantai Keterangan Gambar
1 Walked- up/ Maisonet te 3-6
Apartemen ini kadang- kadang memiliki lift, tetapi
dapat juga tidak menggunakan. Jenis apartemen ini disukai oleh
keluarga yang lebih besar (keluarga inti ditambah
orang tua). Gedung apartemen ini hanya terdiri
atas dua atau tiga unit apartemen. Sumber: http://imagesus.homeaway.com/mda01/44 f 38a69-eaf5-4236-b953- 244cfa285975.1.12 2 Low- Rise <7 Menggunakan tangga sebagai alat transportasi vertikal. Biasanya untuk golongan menengah kebawah. Dibangun di daerahsub-urban dimana
Sumber:
harga tanah relatif murah, memiliki kepadatan 30 keluarga/Ha. images/gallery/512/1366140383_46- small.jpg 3 Mid-Rise 7-10
Jenis apartemen ini lebih sering dibangun di kota
satelit. Memiliki pencahayaan dan penghawaan alami, konstruksi dan struktur lebih
kokoh, memiliki elevator.
Sumber: http://www.iblogoakville.com/wpcontent/ uploads/2011/02/Emporium- Condominium-Oakville-Joshua-Creek- Exterior-11.jpg 4 High- Rise >10
Dilengkapi area parker bawah tanah, system keamanan dan servis penuh.
Struktur apartemen lebih kompleks sehingga desain unit apartemen cenderung standard. Jenis ini banyak di
bangun di pusat kota.
Sumber:
http://www.hotelonline.com/News/ PR2007_2nd/CandlewoodMontrealExterio
r.jpg
2.1.4.3 Jenis Apartemen Berdasarkan Tipe Unitnya
Apartemen dapat dikelompokkan berdasarkan tipe unitnya, yaitu: o Studio
Unit apartemen yang hanya memiliki satu ruang. ruang ini sifatnya multifungsi sebagai ruang duduk, kamar tidur dan dapur yang semula terbuka tanpa partisi. Satu-satunya ruang yang terpisah biasanya hanya kamar mandi. Apartemen tipe studio relative kecil. Tipe ini sesuai dihuni oleh satu orang atau pasangan tanpa anak. Luas unit ini minimal 20-35 m². o Apartemen 1,2,3 kamar/apartemen keluarga
Pembagian ruang apartemen ini mirip rumah biasa. Memiliki kamar tidur terpisah serta ruang duduk, ruang makan, dapur yang bias terbuka dalam satu ruang atau terpisah. Luas apartemen tipe ini sangat beragam tergantung ruang yang dimiliki serta jumlah kamarnya. Luas minimal
untuk satu kamar tidur adalah 25 m², 2 kamar tidur 30 m², 3 kamar tidur 85², dan 4 kamar tidur 140 m².
o Loft
Loft adalah bangunan bekas gudang atau pabrik yang kemudian dialihfungsikan sebagai apartemen. Caranya adalah dengan menyekat- nyekat bangunan besar ini menjadi beberapa unit hunian. Keunikan loft apartment adalah biasanya memiliki ruang yang tinggi, mezzanine atau dua lantai dalam satu unit. Bentuk bangunannyapun cenderung berpenampilan industrial. Tetapi, beberapa pengembang kini menggunakan istilah loft untuk apartemen dengan mezzanine atau dua lantai tetapi dalam bangunan yang baru.
o Penthouse
Unit hunian ini berada di lantai paling atas sebuah bangunan apartemen. Luasnya lebih besar daripada unit-unit dibawahnya. Bahkan, kadang- kadang satu lantai hanya ada satu atau dua unit saja. Selain lebih mewah, penthouse juga sangat privat karena memiliki lift khusus untuk penghuninya. Luas minimumnya adalah 300 m².
Tipe kamar apartemen yang berupa studio dan berkamar tidur 1,2, dan 3 buah dapat lebih jelas dilihat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3. Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Jumlah Ruang Tidur
No. Jenis Luas Keterangan Gambar
1 Efficiency Apartement/ Studio 18m2 – 45m2 Tiga aktivitas utama, yaitu tempat tinggal, makan, dan
tidur. Permasalahannya adalah kurangnya
tempat penyimpanan pakaian dan area
http://tacomalutheran.org/img/floorplans/ Apartments-Efficiency-Floor-Plan.gif 2 One Bedroom Apartement 36m2 - 54m2 Lebih lengkap dibanding tipe studio, dengan ruang-ruang: living-dining room,
dapur, satu ruang tidur, kamar mandi,
teras outdoor. Sumber:
http://tacomalutheran.org/img/floorplans/ Apartments-1-Bedroom.gif 3 Two Bedroom Apartement 45m2 - 90m2 Lebih lengkap dibanding tipe one
bedroom, dengan ruangruang: living room, dining room,
dua ruang tidur, dapur, kamar mandi, half bath
(closet dan wastafel) teras outdoor Sumber: http://www.evollt.com/images/2013/07/ apartments-2-bedroom-studio-apartment- layoutsfloor-plans-with-two-private-patios- 2013-best-studio-apartment-layoutsfloor- plans.gif 4 Three Bedroom Apartement 54m2 - 108m2 Lebih lengkap dibanding two bedroom dengan penambahan satu ruang tidur dan satu kamar mandi.
Sumber:
http://milemarx.com/9932/bedroom-plans- designs/bedroom-plans-designs-bedroom-3- bedroom-apartment-floor-plans-design-furnizs-
2.1.4.4 Berdasarkan Bentuk Denah
Apartemen dapat dibagi menjadi delapan berdasarkan bentuk denahnya yang dapat dilihat dalam tabel 2.4.
Tabel 2.4. Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Bentuk Denah
No. Jenis Bentuk Denah Keterangan
1 Tower Plan
Terdapat core di tengah dengan unit-unit mengelilingi core tersebut,
layout denah bangunan tipikal kecuali denah lantai
paling atas.
2
Expanded Tower
Plan
Sama dengan tower plan namun dapat diperpanjang
pada sisi tertentu untuk menambah jumlah unit
hunian. 5 Four Bedroom Apartement 100m2- 135m2 Lebih lengkap dibanding three bedroom dengan penambahan satu ruang tidur, satu
teras, dan gudang. Sumber:
http://medialibrarycdn.entrata.com/media_libra ry /2162/52b1e0507e4fe460.jpg
3 Cross Plan
Memiliki empat sayap yang sama dan core service di bagian tengah. Biasa terdiri dari delapan unit setiap lantai dengan penempatan dua unit setiap
sayap.
4 Five- Wing Plan
Sama dengan bentuk cross plan namun dengan lima
sayap. Biasa terdiri dari sepuluh unit tiap lantai dengan penempatan dua
unit setiap sayap.
5 Circular Plan
Sumber:
http://www.architechgallery.com/arch_images/architech_ images/ bertrand_goldberg/marina_city_plan.jpg
Sama dengan bentuk tower plan namun teridi dari satu
koridor pusat yang melingkar atau mengelilingi core. Jumlah
unit tergantung panjang diameter bangunan.
6 Spiral Plan
Memiliki bentuk melingkar seperti circular plan, namun menggunakan
delapan proyeksi radial dari beton pra tekan dan
Sumber: http://eliinbar.files.wordpress.com/2013/05/51941cdfb3fc 4bc9 6a00013f_snailtower-k-nnapu-padrik- architects_floor_plan_-5-528x439.png 7 Free-Form Plan Memiliki bentuk memanjang atau linear dengan koridor di bagian
tengah.
8 Terrace Plan
Menggunakan sistem satu koridor dengan lantai di atas lebih mundur daripada
lantai di bawahnya sehingga menciptakan
teras pada tiap lantai bangunan.
2.1.4.5 Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Jumlah Lantai Per Unit
Unit kamar apartemen dapat dibedakan menjadi 3 buah berdasarkan jumlah lantai yang digunakan, yaitu simplex, duplex, dan triplex yang dapat dilihat lebih rinci pada tabel 2.5.
Tabel 2.5. Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Jumlah Lantai Per Unit
No. Jenis Keterangan Gambar
1 Simplex Apartement
Satu unit hunian terdiri atas satu lantai sehingga lebih mudah dan
ekonomis untuk dibangun.
2 Duplex Apartement
Satu unit hunian terbagi atas dua lantai dengan sebuah tangga pribadi. Lantai satu
terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dan dapur.
Lantai dua terdiri dari ruang-ruang
tidur.
3 Triplex Apartement
Satu unit hunian terbagi atas tiga lantai dengan sebuah tangga pribadi. Peletakan ruang sama dengan
duplex apartement dengan ruang-
ruang tidur di lantai dua dan tiga.
Sumber:
http://www.nyhabitat.com/floorplanny-apt/11596/11596FP01.jpg
2.1.4.6 Berdasarkan Sistem Sirkulasi Horizontal
Berdasarkan sistem sirkulasi horizontal, apartemen dapat dibagi menjadi enam yang dapat dilihat pada tabel 2.6.
Tabel 2.6. Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Sistem Sirkulasi Horizontal
No. Jenis Keterangan Gambar
1
Thru Flat Exterior Corridor
Pencapaian atau hubungan unit- unit hunian simplex apartement melalui koridor yang terletak di
bagian tepi hunian.
2
Thru Duplex Exterior Corridor
Pencapaian atau hubungan unit- unit hunian duplex apartement melalui koridor yang terletak di
bagian tepi hunian.
3 Thru Flat Skip Stop
Pencapaian atau hubungan unit- unit hunian simplex apartement melalui koridor yang terletak di bagian tepi bangunan dengan
4
Double Loaded Interior Corridor
Pencapaian atau hubungan unit- unit hunian simplex apartement melalui koridor yang terletak di dalam bangunan dan mampu
melayani dua sisi unit-unit hunian apartemen.
5
Interior Corridor Thru
Duplex
Pencapaian atau hubungan unit- unit hunian duplex apartement melalui koridor yang terletak di
bagian dalam bangunan dan mampu melayani dua sisi unitunit
hunian apartemen. 6 Interior Corridor Split and Flat Combination
Pencapaian atau hubungan unit- unit hunian melalui koridor yang
terletak di dalam bangunan secara berselang pada beberapa
2.1.4.7 Berdasarkan Sistem Sirkulasi Vertikal
Apartemen dapat dibagi menjadi dua berdaarkan sistem sirkulasi vertikal yang digunakan (Pedoman Umum Rumah Sehat Sederhana), yaitu:
a. Elevated
Pencapaian menggunakan sarana lift/elevator untuk bangunan dengan ketinggian lebih dari empat lantai.
b. Walk-Up
Pencapaian menggunakan sarana tangga untuk bangunan dengan ketinggian empat lantai atau kurang.
2.1.4.8 Berdasarkan Tujuan Pembangunan
Apartemen dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan tujuan pembangunannya, yaitu:
o Komersial
Apartemen yang hanya ditujukan untuk bisnis komersial yang mengejar keuntungan atau profit.
o Umum
Apartemen yang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat, akan tetapi biasanya hanya dihuni oleh lapisan masyarakat kalangan menengah kebawah.
o Khusus
Apartemen yang hanya dipakai oleh kalangan tertentu saja, dan biasanya dimiliki suatu perusahaan atau instansi yang dipergunakan oleh para pegawai maupun tamu yang berhubungna dengan pekerjaan.
2.1.4.9 Berdasarkan Golongan Sosial
Menurut Savitri dan Ignatius dan Budihardjo dan Anwar dan Rahwidyasa pada tahun 2007, apartemen dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
o Apartemen Sederhana o Apartemen Menengah o Apartemen Mewah o Apartemen Super Mewah
Yang membedakan keempat tipe tersebut sebelumnya adalah fasilitas yang terdapat dalam apartemen tersebut. Semakin lengkap fasilitas dalam sebuah apartemen, maka semakin mewah apartemen tersebut. Pemilihan bahan bangunan dan system apartemen juga berpengaruh. Semakin baik kualitas material dan semakin banyak pelayanannya, semakin mewah apartemen tersebut.
2.1.4.10 Berdasarkan Penghuni
Penghuni merupakan salah satu elemen penting yang menjadi dasar terbentuknya ruang-ruang bangunan apartemen. Berdasarkan penghuni, apartemen dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
o Apartemen Keluarga
Apartemen ini dihuni oleh keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anaknya. Bahkan tidak jarang orang tua dari ayah atau ibu tinggal bersama. Terdiri dari 2 hingga 4 kamar tidur, belum termasuk kamar tidur pembantu yang tidak selalu ada. Biasanya dilengkapi dengan balkon untuk interaksi dengan dunia luar.
o Apartemen Lajang
Apartemen ini dihuni oleh pria atau wanita yang belum menikah dan biasanya tinggal bersama teman mereka. Mereka menggunakan apartemen sebagai tempat tinggal, bekerja, dan beraktivitas lain diluar jam kerja.
o Apartemen Pebisnis/Ekspatrial
Apartemen ini digunakan oleh para pengusaha untuk bekerja karena mereka telah mempunyai hunian sendiri di luar partemen ini. Biasanya terletak dekat dengan temapt kerja sehingga member kemudahan bagi pengusaha untuk mengontrol pekerjaannya.
o Apartemen Manula
Apartemen ini merupakan suatu hal yang baru di Indonesia, bahkan bisa dikatakan tidak ada meskipun sudah menjadi sebuah kebutuhan. Di luar negeri seperti Amerika, China, Jepang, dan lain-lain telah banyak dijumpai apartemen untuk hunian manusia usia lanjut. Desain apartemen disesuaikan dengan kondisi fisik para manula dan mengakomodasi manula dengan alat bantu jalan.
2.1.4.11 Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Kepemilikan
Menurut kepemilikannya, apartemen dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
o Apartemen sewa
Pemilik membangun dan membiayai operasi serta perawatan bangunan, penghuni membayar uang sewa selama jangka waktu tertentu. o Apartemen Kondominium
Penghuni membeli dan mengelola unit yang menjadi haknya, tidak ada batasan bagi penghuni untuk menjual kembali atau menyewakan unit miliknya. Penghuni biasanya membayar uang pengelolaan ruang bersama yang dikelola oleh pemilik gedung.
o Apartemen Koperasi
Apartemen ini dimiliki oleh koperasi, penghuni memiliki saham didalamnya sesuai dengan unit yang ditempatinya. Bila penghuni pindah, ia dapat menjual sahamnya kepada koperasi atau calon penghuni baru dengan persetujuan koperasi. Biaya operasional dan pemeliharaan ditanggung oleh koperasi.
2.1.4.12 Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Pelayanannya
Pelayanan yang diberikan oleh pengelola dapat menjadi daya tarik dan kebutuhan tersendiri dari para pengguna apartemen sehingga apartemen memiliki cara pelayanan yang berbeda-beda pula. Dalam hal ini apartemen dapat dibagi menjadi 4, yaitu:
o Apartemen Fully Service
Apartemen yang menyediakan layanan standard hotel bagi penghuninya, seperti laundry, cathering, kebersihan, dan sebagainya.
o Apartemen Fully Furnished
Apartemen yang mneyediakan furniture atau perabotan dalam unit apartemen.
o Apartemen Fully Furnished and Fully Service
Gabungan kedua jenis apartemen yang tertulis sebelumnya. o Apartemen Building only
Apartemen yang tidak menyediakan layanan ruang atau furniture.
2.1.5 Syarat-syarat Bangunan Apartemen
Syarat – syarat bangunan apartemen menurut (Times-Saver Standards For Building Types), adalah:
• ENTRANCE APARTEMEN
- Bagian entrance apartemen harus menarik dan mudah dilihat.
- Bagian entrance menyediakan tempat untuk: berjalan, kendaraan menurunkan penumpang, menaikkan barang bawaan, dan tempat untuk menurunkan barang bawaan.
- Bagian entrance harus mudah di akses, dan mudah akses bila terjadi kebakaran.
- Kanopi entrance melindungi dari angin dan hujan. - Skala dan karakter entrance mengikuti desain bangunan.
- Lebar entrance minimal 5,5 meter, atau dapat dilalui untuk 2 mobil. • PENGIRIMAN BARANG
- Pengiriman dan pengantaran barang, pengantar barang tidak boleh hingga depan pintu.
• AKTIVITAS ORANG TUA DAN ANAK DILAKUKAN DI RUANG KELUARGA
- Kamar anak sebisa mungkin dapat diakses dari ruang keluarga, sehingga dapat diawasi.
• AKSES DARI RUANG TIDUR KE KAMAR MANDI
- Akses dari ruang tidur ke kamar mandi tidak menjadi satu jalur dengan ruang keluarga.
- Akses dari dapur ke kamar mandi, dapat dimungkinkan satu jalur dengan ruang keluarga.
• SERVIS DARI DAPUR KE RUANG MAKAN
- Servis dari dapur ke ruang makan dapat berhubungan dengan ruang lainnya.
2.1.6 Standar Perencanaan dan Perancangan
Berikut standar perencanaan dan perancangan apartemen berdasarkan ketentuan rumah sederhana sehat:
A. Kebutuhan Minimal
Kebutuhan minimal ditinjau berdasarkan aktivitas dasar manusia di dalam rumah, seperti tidur, makan, kerja, duduk, mandi, kakus, cuci, dan memasak. Kebutuhan ruang per orang adalah 9 m2 dengan ketinggian langit-langit 2,8 m. B. Kebutuhan Kesehatan dan Kenyamanan
Rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan kenyamanan dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu:
a. Pencahayaan
Matahari sebagai potensi terbesar yang dapat digunakan sebagai pencahayaan alami pada siang hari. Pencahayaan yang dimaksud adalah penggunaan terang langit, dengan ketentuan sebagai berikut:
o Cuaca dalam keadaan cerah dan tidak berawan,
o Ruangan kegiatan mendapatkan cukup banyak cahaya,
o Ruang kegiatan mendapatkan distribusi cahaya secara merata.
Kualitas pencahayaan alami siang hari yang masuk ke dalam ruangan ditentukan oleh:
o Kegiatan yang membutuhkan daya penglihatan (mata),
o Lamanya waktu kegiatan yang membutuhkan daya penglihatan (mata), o Tingkat atau gradasi kekasaran dan kehalusan jenis pekerjaan,
o Sinar matahari langsung dapat masuk ke ruangan minimum 1 (satu) jam