Keterangan: X1= experiential value X2=functional value X3= emotional value Y = behavioral intention
3.2.7.3 Rancangan Uji Asumsi Regresi Berganda
Teknik analisis regresi linear berganda dilakukan dengan prosedur kerja sebagai berikut :
1. Uji Asumsi Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Untuk mendeteksi normalitas digunakan normal probability plot.Dasar pengambilan keputusan dari analisis normal probability plot addalah sebagai berikut:
1) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
X2 .2 X1 . X3 .2 Y
62
Karina Yulianti Sholihah, 2015
PENGARUH TOURIST PERCEIVED VALUE TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION WISATAWAN NUSANTARA OCEAN DREAM SAMUDRA ANCOL
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Data berdistribusi normal, jika nilai sig (signifikansi) > 0,05. Sedangkan data berdistribusi tidak normal, jika nilai sig (signifikansi) < 0,05.
2. Uji Asumsi Multikolinearitas
Uji asumsi multikolinearitas adalah untuk melihat ada atu tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas terhadap variable terikatnya menjadi terganggu. Parameter yang sering digunakan untuk mendeteksi multikolinearitas adalah nilai VIF (variance inflation factor). Suatu regresi dikatakan terdeteksi multikolinearitas apabila nilai VIF menjauhi 1.Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multi koliniearitas adalah sebagai berikut:
1) Jika nilai tolerance >0,10 maka tidak terjadi multikolineritas.
2) Jika nilai tolerance lebih kecil atau sama dengan 0.10 maka terjadi multikolinearitas.
3) Jika nilai VIF < 10.00 maka tidak terjadi multikolinearitas
4) Jika nilai VIF lebih besar atau sama dengan 10.00 maka terjadi multikolinearitas.
3. Uji Linearitas
Uji linearitas adalah bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Biasanya uji linearitas digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas adalah sebagai berikut:
1) Jika nilai probabilitas < 0,05, maka hubungan antara variabel X denganY adalah linear.
2) Jika nilai probabilitas > 0,05, maka hubungan antara variabel X dengan Y adalah tidak linear.
4. Uji asumsi autokorelasi
Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t -1).Persamaan regresi yang baik adalah tidak memiliki masalah autokorelasi. Jika terjadi autokorelasi maka
63
Karina Yulianti Sholihah, 2015
PENGARUH TOURIST PERCEIVED VALUE TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION WISATAWAN NUSANTARA OCEAN DREAM SAMUDRA ANCOL
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
perasamaan tersebut menjadi tidak baik atau tidak layak dipakai prediksi. Gejala autokorelasi dideteksi dengan melakukan uji Durbin-Watson (DW). Hasil perhitungan Durbin-Watson (DW) dibandingkan dengan nilai nilai dtabel pada α = 0,05.
5. Uji asumsi heteroskedastisitas
Uji asumsi heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut homoskedastisitas. Suatu regresi dikatakan tidak terdeksi heteroskedastisitas apabila diagram pencar residualnya tidak membentuk pola tertent dan jika nila t hitung lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dikatakan heterokedastisitas, jika t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. 3.2.7.2.3Rancangan Pengujian Hipotesis
3.2.7.3.1 Secara Simultan
Pengujian hipotesis ini dengan menggunakan uji f dihitung dengan rumus: r2 /k
(1 –
R
2) / (n – k1) (Sumber : Sugiyono, 2012:257)
Keterangan
R = Koefisien korelasi ganda m = Jumlah variabel independen n = Jumlah anggota sampel
Kriteria pengambilan keputusan untuk hipotesis yang diajukan adalah: Jika fhitung> ftabel, maka H0 ditolak artinya signifikan
Jika fhitung< ftabel, maka H0 ditolak artinya tidak signifikan
Hipotesis yang akan diuji dalam rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis adalah sebagai berikut:
64
Karina Yulianti Sholihah, 2015
PENGARUH TOURIST PERCEIVED VALUE TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION WISATAWAN NUSANTARA OCEAN DREAM SAMUDRA ANCOL
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Hipotesis H0 : ρ = 0
Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara tourist perceived valueyang terdiri dari experiential value(X1), functional value(X2), danemotional value(X3)terhadap behavioral intentionwisatawan nusantara yang berkunjung ke ODS Ancol Jakarta.
2. Hipotesis H1 : ρ ≠ 0
Artinya terdapat pengaruh signifikan antara tourist perceived valueyang terdiri dari experiential value(X1), functional value(X2), danemotional value(X3)terhadap behavioral intentionwisatawan nusantara yang berkunjung ke ODS Ancol Jakarta.
3.2.7.3.2 Pengujian Hipotesis Secara Parsial
Pengujian hipotesis secara parsial dilakukan dengan membandingkan thitung dan ttabel yaitu dengan menggunakan rumus uji t sebagai berikut:
=r n−2 1− 2 (Sumber : Sugiyono, 2012:257) Keterangan : t = Distribusi normal r = Koefisien korelasi n = Jumlah responden
Kriteria pengambilan keputusan untuk hipotesis yang diajukan adalah:
Jika thitung>ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
Jika thitung<ttabel maka Ho diterimadan Ha ditolak
Hipotesis yang akan diuji dalam rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis adalah sebagai berikut:
65
Karina Yulianti Sholihah, 2015
PENGARUH TOURIST PERCEIVED VALUE TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION WISATAWAN NUSANTARA OCEAN DREAM SAMUDRA ANCOL
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. H0 : ρ =0, artinya tidak terdapat pengaruh experiential value terhadap behavioral intention wisatawan nusantara di ODS Ancol Jakarta.
H1 : ρ ≠ 0, artinya terdapat pengaruh experiential value terhadap behavioral intention wisatawan nusantara di ODS Ancol Jakarta.
2. H0 : ρ =0, artinya tidak terdapat pengaruh functional valueterhadap behavioral intention wisatawan nusantara di ODS Ancol Jakarta.
H1 : ρ ≠ 0, artinya terdapat pengaruh functional valueterhadap behavioral intention wisatawan nusantara di ODS Ancol Jakarta.
3. H0 : ρ =0, artinya tidak terdapat pengaruh emotional valueterhadap behavioral intention wisatawan nusantara di ODS Ancol Jakarta.
H1 : ρ ≠ 0, artinya terdapat pengaruh emotional valueterhadap behavioral intention wisatawan nusantara di ODS Ancol Jakarta.
Karina Yulianti Sholihah, 2015
PENGARUH TOURIST PERCEIVED VALUE TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION WISATAWAN NUSANTARA OCEAN DREAM SAMUDRA ANCOL
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI