HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Cafe
Dalam menjalankan usaha atau bisnis diperlukan kerja keras agar mencapai kesuksesan dan tetap terus maju dan berkembang. Usaha kuliner atau yang sering disebut Cafe merupakan salah satu usaha yang berhasil yang banyak ditemukan di Indonesia khususnya kota Medan, dimana telah berjalan selama bertahun-tahun dan memiliki cita rasa masakan yang bervariasi. Usaha kuliner atau cafe dapat bertahan dan berkembang seperti sekarang tentu saja berkat kerja keras pemilik dan para karyawannya. Kota Medan adalah salah satu tempat yang banyak orang berwirausaha dalam bidang kuliner. Salah satu usaha bidang kuliner yang menarik perhatian anak muda di kota Medan yaitu di jalan Wahid Hasyim.
Di daerah Wahid Hasyim ini ada sejumlah cafe yang di teliti oleh peneliti diantaranya Café Potret, Chirurgie Café & Books, Kito Art Café, White Haus Café dan Jumpa Kawan Café. Cafe potret yang berlogo lensa kamera dan cangkir Coffee mempunyai ciri khas Box telepon merah asal Inggris yang diletak tepat di sebelah pintu masuk. Box telepon asal Inggris ini mencuri perhatian kaula muda yang gemar selfie bentuknya yang unik dan warnanya yang merah membuat para anak muda penasaran.
Chirurgie Café & Books adalah cafe bernuansa garden cafe yang sangat kental ini terletak tepat disimpang jalan kh Wahid Hasyim. Lantai merah dan lampu yang sangat terang di malam hari membuat cafe ini begitu sangat menarik
apalagi bangku kayu ala kantin sekolah di Amerika membuat anak muda yang ingin merasakan suasana Amerika datang ke cafe ini untuk berfoto dan mengupdatenya ke media sosial, apalagi pada jika weekend mereka membuat acara live musik modern dan buka hingga pagi hari.
Gambar 4.1 Café Potret
Gambar 4.2 Chirurgie Café & Books
Kito Art Café berkonsep hitam putih ala Eropa terletak tepat disamping Chirurgie Café, interior modern classis sangat lekat dengan cafe ini, para barista pun menggunakan pakaian rapi hitam putih seperti koki handal demi mengikuti konsep cafe ini. Altar pernikahan benua Eropa lengkap dengan bunga bunganya terletak tepat di tengah cafe ini. Altar yang unik ini menjadi tempat wajib para pengunjung perempuan untuk berfoto.
Cafe yang bernama White Haüs Cafe ini mempunya nama yang terbilang unik menggunakan bahasa Inggris dan Jerman, begitu pula dengan dekorasinya
mengabungkan rumah tua di Inggris dan Jerman, ruangan bernuansi putih membuat tanaman hijau yang berada dalam ruangan terliaht sangat kontras dan membuat suasana yang sangat nyaman
Gambar 4.3 KitoArt Café
Gambar 4.4 White Haüs Café
Cafe ini cukup berani mengabil resiko, disaat cafe-cafe lain di jalan Wahid Hasyim menggunakan bahasa asing, merak tampil beda dengan bahasa indonesia yaitu Jumpa Kawan, tulian jumpa kawan yang sangat terang ini membuat cafe yang bernuansa lampu redup ramai di kunjungi anak muda.
Gambar 4.5 JUMPA KAWAN
4.2.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh responden penelitian. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui dan mendeskriptifkan variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebasnya adalah Servicescape (X1), Customer Experience (X2) dan variabel terikatnya adalah Social Location Marketing (Y).
Berdasarkan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden yang mengunjungi café di jalan wahid hasyim Kota Medan. Karakterstik-karakteristik tersebut meliputi jenis kelamin, umur, pekerjaan, frekuensi ke café, menggunakan media sosialdan media sosial apa yang digunakan responden yang dijadikan sampel.Pada penelitian ini akan digunakan data tabulasi silang (crosstab), yang hasilnya dapat dilihat di bawah ini:
4.2.1 Crosstab Jenis Kelamin dan Umur
Berdasarkan data penelitian hasil tabulasi silang (crosstab) untuk jenis
kelamin dan umur dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1
Crosstab Jenis Kelamin dan Umur
Umur
Pada tabel 4.1dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin laki-laki pada umur < 20 tahun sebanyak 14 orang, umur 21-30 tahun sebanyak 36 orang, umur 31-40 tahun sebanyak 11 orang, umur 41-50 tahun sebanyak 2 orang, umur 51 tahun ke atas sebanyak 4 orang. Sedangkan responden jenis kelamin perempuan pada umur < 20 tahun sebanyak 27 orang, umur 21-30 tahun sebanyak 18 orang, umur 31-40 tahun sebanyak 13 orang, umur 41-50 tahun sebanyak 3 orang, umur 51 tahun ke atas sebanyak 2 orang.
4.2.2 Crosstab Jenis Kelamin dan Pekerjaan
Berdasarkan data penelitian hasil tabulasi silang (crosstab) untuk jenis kelamin dan pekerjaan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2
Crosstab Jenis Kelamin dan Pekerjaan
Pekerjaan
Sumber : Data penelitian diolah SPSS,
Pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin laki-laki pada pekerjaan pelajar sebanyak 11 orang, pekerjaan mahasiswa sebanyak 15
orang, pekerjaan pegawai negeri sebanyak 15 orang, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 11 orang, pekerjaan wiraswasta sebanyak 7 orang dan pekerjaan lain-lain sebanyak 7 orang, dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin perempuan pada pekerjaan pelajar sebanyak 8 orang, pekerjaan mahasiswa sebanyak 26 orang, pekerjaan pegawai negeri sebanyak 7 orang, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 7 orang, pekerjaan wiraswasta sebanyak 12 orang dan pekerjaan lain-lain sebanyak 12 orang.
4.2.3 Crosstab Jenis Kelamin dan Frekuensi ke cafe
Berdasarkan data penelitian hasil tabulasi silang (crosstab) untuk jenis kelamin dan frekuensi ke cafe dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3
Crosstab Jenis Kelamin dan Frekuensi ke cafe
frekuensi_ke_cafe
Total 1-2 kali 2-3 kali lebih dari 4 kali
jenis_kelamin Laki-Laki 15 21 25 61
Perempuan 40 15 14 69
Total 55 36 39 130
Sumber : Data penelitian diolah SPSS,
Pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin laki-laki frekuensi datang ke café 1-2 kali sebanyak 15 orang, 2-3 kali sebanyak 21 orang, lebih dari 4 kali sebanyak 25 orang, sedangkan responden jenis kelamin perempuan frekuensi datang ke café 1-2 kali sebanyak 40 orang, 2-3 kali sebanyak 15 orang dan lebih dari 4 kali sebanyak 14 orang.
4.2.4 Crosstab Jenis Kelamin dan apakah anda menggunakan media sosial?
Berdasarkan data penelitian hasil tabulasi silang (crosstab) untuk jenis
kelamin dan apakah anda menggunakan media sosial? dapat dilihat pada
tabel 4.4 berikut:
Pada tabel 4.4dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin laki-laki apakah anda menggunakan media sosial sebanyak 46 orang sedangkan responden jenis kelamin perempuan sebanyak 54 orang.
Tabel 4.4
Crosstab Jenis Kelamin dan apakah menggunakan media sosial?
apakah_anda_menggunakan_media_sosial Total Ya
jenis_kelamin Laki-Laki 61 61
Perempuan 69 69
Total 100 130
Sumber : Data penelitian diolah SPSS,
4.2.5 Crosstab Jenis Kelamin dan media sosial apa yang digunakan?
Berdasarkan data penelitian hasil tabulasi silang (crosstab) untuk jenis kelamin dan media sosial apa yang digunakan dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5
Crosstab Jenis Kelamin dan media sosial apa yang digunakan?
media_sosial_apa_yang_digunakan
Total Facebook instagram path line whatsapp
jenis_kelamin Laki-Laki 17 24 12 4 4 61
Perempuan 17 31 17 2 2 69
Total 34 65 29 6 6 130
Sumber : Data penelitian diolah SPSS,
Pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin laki-laki menggunakan media sosial facebook sebanyak 17 orang, instagram sebanyak 24 orang, path sebanyak 12 orang, line sebanyak 4 orang, whatsapp sebanyak 4 orang, sedangkan responden jenis kelamin perempuan menggunakan media sosial facebook sebanyak 17 orang, instagram 31 orang, path sebanyak 17 orang, line sebanyak 2
orang dan whatsapp sebanyak 2 orang.
4.2.5 Crosstab Jenis Kelamin dan café yang dikunjungi
Berdasarkan data penelitian hasil tabulasi silang (crosstab) untuk jenis kelamin dan café yang dikunjungi dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6
Crosstab Jenis Kelamin dan café yang dikunjungi cafe_yang_dikunjungi
Sumber : Data penelitian diolah SPSS,
Pada tabel 4.7 dapat diketahui bahwa responden jenis kelamin laki-laki mengunjungi café potret sebanyak 12 orang, chirurgie café & books sebanyak 24 orang, jumpa kawan cafe sebanyak 13 orang, kito art cafe 8 orang, white haus cafe sebanyak 8 orang, sedangkan responden jenis kelamin perempuan mengunjungi café potret sebanyak 13 orang, chirurgie café & books sebanyak 16 orang, jumpa kawan cafe sebanyak 17 orang, kito art cafe 12 orang, white haus cafe sebanyak 7 orang.
4.3. Analisis Deskriptif Jawaban Responden