• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Implementasi Pembelajaran Multikultural Di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma

DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN DALAM PENELITIAN

A. Deskripsi dalam Penelitian

2. Gambaran Implementasi Pembelajaran Multikultural Di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma

Kabupaten Aceh Tengah

Pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma pada mulanya dicetuskan bersamaan dengan awal mula didirikannya sekolah ini, karena tujuannya adalah menjaga kasih bagi semua alam. Setelah itu para pendidik mengajari anak didiknya untuk selalu berdampingan pada perbedaan sehingga bersatu padu. Alhasil penerapan Pembelajaran multikultural di

74

Taman Kanak-Kanak Budidharma masih diberikan kepada anak didik sampai sekarang ini.83 Tujuan Pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma adalah agar anak mampu menghadapi perbedaan yang akan menghiasi dinamika kehidupan serta perbedaan tersebut akan berlanjut sampai kapanpun.84 Salah satu orang tua yang mengatakan bahwa “saya menyekolahkan anak disini karena disini mengakomodir pendidikan bagi non muslim, sehingga generasi kami yang minoritas tetap mendapatkan pelayanan sesuai keyakinan yang kami anut”. Dengan begitu, sekolah sebagai bentuk layanan pendidikan masyarakat dapat memberi pelayanan sesuai kebutuhan.

Para orang tua cenderung motifasi anaknya untuk mendapatkan sebuah pendidikan minoritas bukan berarti harus pergi ke tempat mayoritas satu keyakinan, namun cukup berada di daerah yang menerima segala perbedaan.

Salah satunya daerah Aceh yang terkenal seantero akan syariah yang ditegakkan. Kenyataannya, tidak sedikit bagi kaum muslim yang menjadi mayoritas bagi kaum non muslim. Lebih jelasnya disebut minoritas tergantung siapa dan dimana kaum tersebut berada. Minoritas dan mayoritas tidak menjadi soal publik tatkala mampu berdampingan dan saling toleransi.

Pemberian pengetahuan tentang multikultural yang dilakukan oleh Taman Kanak-Kanak Budidharma menjadi pilihan yang bijaksana. Aktualisasi pemberian pengetahuan tentang multikultural, anak-anak diajak untuk selalu bersikap santun terhadap sesama. aktualisasi pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma dilakukan dengan lingkungan belajar yang

83Wawancara dengan Bu Sovia pada 23 Agustus 2018 pukul 09.00. WIB

84Wawancara dengan kepala sekolah pada 23 Agustus 2018 pukul 08.20. WIB

75

aman, nyaman dan pengetahuan serta pengalaman pendidik dalam memberi pengetahuan tentang multikultural yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Lingkungan yang aman ini seperti yang dikatakan oleh kepala Taman Kanak-Kanak Budidharma yaitu bahwa:

“...letak kegiatan belajar mengajar ini memang sudah didesain untuk keamanan anak, yaitu dekat lingkungan gereja sehingga untuk menjadi ikonik bahwa sekolah ini memang inklusif untuk muslim dan non muslim, kami menerima muslim karena pendidik dan mayoritas disini adalah muslim, sehingga kami mengakomodir pendidikan muslim dan non muslim”85

Menurut penulis, lingkungan yang aman ini difungsikan sebagai pengadaan kegiatan pembelajaran yang diusahakan untuk peserta didik seperti ikon dekat gereja supaya masyarakat non muslim mengetahui bahwa terdapat layanan pendidikan serta para pendidik semuanya adalah muslim kecuali kepala sekolah. Hal ini menjadikan keyakinan tersendiri bagi penulis bahwa Taman Kanak-Kanak Budidharma menerapkan pendidikan multikultural.

Penerapan dari pengetahuan serta pengalaman pendidik dalam memberi pengetahuan tentang multikultural yang disesuaikan dengan perkembangan anak yaitu dengan menerapkan pengetahuan tentang multikultural, serta sikap atau nilai terhadap adanya multikultur. Langkah yang dilakukan dengan pembuatan RKH, RKH ini disesuaikan dengan usia anak.

Secara umum, cara yang digunakan guru dalam memberikan pengetahuan tentang multikultural kepada anak adalah melalui cerita-cerita yang sudah ada di buku cerita. Dalam tataran praktis, hanya sebagian kecil saja, misalnya mengenai praktek ibadah. Jelaslah, bahwa pembelajaran di Taman

85Wawancara dengan kepala sekolah pada 23 Agustus 2018 pukul 08.20. WIB

76

Kanak Budidharma di KB tidak hanya di dalam kelas, hal ini seperti ungkapan kepala Taman Kanak-Kanak Budidharma bahwa:

“...selain pembelajaran multikultural dalam lingkungan saat pembiasaan di kelas, anak-anak diajak untuk mengalami pembelajaran di alam terbuka, seperti pada event perayaan hari besar agama.86

Keberadaan Pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma didukung pernyataan orangtua yang mengatakan:

“...contoh kegiatan multikultural seperti kegiatan pembiasaan di pagi hari, saya mendengar anak-anak menyanyi dengan berbagai bahasa yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris, bahasa arab dan bahasa mandarin”87

Selain itu Taman Kanak-Kanak Budidharma menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kemanusiaan, seperti menyayangi teman, binatang dan tanaman, menjaga lingkungan, serta bersyukur atas anugerah Tuhan. Taman Kanak-Kanak Budidharma juga mendorong siswa yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya (misalnya Cina, Gayo, Jawa, Thailand, dll.) untuk berbagi cerita atau berbagai hal yang khas dari mereka sehingga anak dapat menerima perbedaan sebagai sebuah karakter dasar manusia.

Kemampuan menghargai dan menghormati perbedaan ini merupakan bagian dari program pendidikan untuk membekali anak dengan kemampuan adaptasi ketika berada dalam masyarakat majemuk.

Sebagaimana yang diungkap oleh Kepala Sekolah bahwa ada empat agama yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak Budi Dharma yakni Muslim, Khatolik, Protestan, serta Budha. Menurut pengakuan kepala sekolah untuk

86Wawancara dengan kepala sekolah pada 23 Agustus 2018 pukul 08.20. WIB

87Wawancara dengan Ibu Suci, wali murid TK Budi Dharma pada 05 September 2018 pukul 08.00. WIB

77

pengajar agama budha tidak disediakan dikarenakan anak-anak yang menganut agama budha hanya sedikit berkisar 2-5 orang anak. Penyebutan bagi orang islam adalah muslim sedangkan agama selain islam disebut non muslim.

Melalui pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma, seorang anak bisa diantarkan untuk dapat memandang pluralitas keindonesiaan dalam berbagai aspek, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan agama sebagai kekayaan spiritual bangsa yang harus dijaga kelestariannya.

Dengan pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma ini diharapkan mampu memberikan dorongan terhadap penciptaan perdamaian dan upaya menanggulangi konflik yang akhir-akhir ini marak, sebab nilai dasar pendidikan pluralisme adalah penanaman dan penerapan nilai toleransi, empati, simpati, dan solidaritas sosial. Ketika pada umumnya orang-orang mempunyai rasa toleransi yang tinggi, rasa solidaritas yang tinggi pula pasti tidak akan memandang dengan sebelah mata. Kepala TK mengatakan bahwa

“Anak-anak yang masuk dalam lembaga ini beraneka ragam, budaya, suku dan agama. Di sini juga pernah ada anak yang dari papua, ada jawa, ada anak cina, thailand dan begitu juga bermacam-macam agama nya.88 Dari ragamnya asal para anak didik, dijadikan dasar untuk menyatukan rasa walau beda asa.

Dalam prinsipnya Taman Kanak-Kanak Budi Dharma tidak menekankan untuk pembelajaran agama, namun lebih kepada prinsip umum pendidikan.

Kerjasama serta komunikasi guru yang diterapkan memberikan contoh kecil

88Wawancara dengan kepala sekolah pada 23 Agustus 2018 pukul 08.20. WIB

78

terhadap peserta didik untuk bersosial dengan teman-teman yang berbeda agama dengannya.

Dalam penyampaian pengetahuan mengenai pembelajaran multikultural, pendidik memberikan kosa kata kepada anak supaya meningkat kosa katanya dan mengenalkan nama-nama yang terdapat pada apa yang diberikan pada anak.89 Nasution mengungkapan “either we lead the children through knowlegde of names to that of things or else through knowlegde of things to that names.90 Pemberian kosa kata ini juga beserta maknanya seperti yang dijelaskan pendidik di Taman Kanak-Kanak Budidharma ketika pembelajaran:

“masjid merupakan tempat ibadah muslim, gereja adalah tempat ibadah orang kristen”.91

Pembelajaran multikultural tidak serta merta kebijakan mandiri, namun berasal dari kurikulim dinas dan diitegrasikan dengan kurikulum yayasan budi dharma. Sebagaimana yang dijelaskan oleh ibu Sovia, yaitu:

Taman Kanak-Kanak Budi Dharma tidak hanya mengikuti kurikulum Nasional dari Dinas Pendidikan, tetapi sekolah juga memiliki acuan kurikulum dari TK Budi Dharma Sendiri untuk menyesuaikan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas pelajaran yang sesuai dengan keadaan.

Pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma tentu tidak secara otodidak namun dengan proses persiapan dalam pembelajaran:

“guru membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH), memilih media dan metode. Langkah-langkah pembuatan RKH meliputi perencanaan yang

89Wawancara dengan Ibu Erni, Guru Taman Kanak-Kanak Budi Dharma pada 10 Oktober 2018 pukul 08.20. WIB

90 Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar (Bumi Aksara; Jakarta, 1995), hlm. 112

91 Observasi pembelajaran pada Taman Kanak-Kanak Budi Dharma, pada tanggal 10 oktober 2018 pukul 09.00.

79

akan ditulis dalam bentuk RKH, kegiatan pembelajaran, alat yang digunakan, penilaian.”92

Untuk keterangan yang menyeluruh mengenai kegiatan yang sudah dijelaskan di atas, berikut ini adalah teknis pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma:

1) Perencanaan

Perencanaan yang dikonsepakan oleh Taman Kanak-Kanak Budi Dharma meliputi rencana tahunan, rencana semester dan rencana harian.

Rencana ini dibuat untuk mempermudah dan meninjau sejauh mana hasil pembelajaran. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan pengelolaan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang mencakup identifikasi dan dokumentasi kebutuhan, spesifikasi hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan.93 Kegiatan perencanaan merupakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk menghadapi problema-problema di masa yang akan datang. Perencanaan menjembatani jurang pemisah antara posisi kita sekarang dengan tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan dapat menjawab tentang siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana

92Wawancara dengan kepala sekolah pada 24 September 2018 pukul 08.20. WIB

93 Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineke Cipta, 2010), hal. 2

80

tindakan-tindakan tersebut dapat dilaksanakan.94 Rencana pembelajaran multikultural sebagaimana di bawah ini:95

a. Tema diri sendiri

Pada tema diri sendiri sub tema identitas diri, materi yang disampaikan adalah manusia ciptaan Allah; berbicara sopan menggunakan kata tolong atau maaf; mengetahui mengenal nama, alamat, usia dan jenis kelamin; kebiasaan tidak tergantung pada orang lain, merapikan pakaian sendiri, memilih makanan atau minuman yang sehat, taman (nama ciri-ciri kesukaan tempat tinggal), motorik kasar, mengenal alamat sekolah atau mengenal alamat teman. Tema tema diri sendiri sub tema angota tubuh, materi yang disampaikan adalah tubuhku ciptaan Allah, menjaga anggota tubuh, menunjukkan gambar tubuh yang sehat, menggerakkan anggota tubuh, menyebutkan anggota tubuh dan merawatnya, membiasakan hidup sehat, nama anggota tubuh, menunjukkan perbedaan gambar berbicara dengan sopan, mengenalkan perbedaan anak yang gemuk dan yang kurus, menjaga kebersihan makanan, anak mampu menunjukkan bagian-bagian anggota tubuh, menjaga kerapian pakaian, nama anggota tubuh, bagian tubuh.

b. Tema tanah airku

Pada tema tanah airku sub tema desaku, materi yang direncanakan adalah tata cara kehidupan yang dianjurkan di dalam Al-Qur’an,

94 Muhammad Rasyid Ridla, Perencanaan dalam Dakwah Islam, Jurnal Dakwah, Vol.IX No.2 Tahun 2008, hal.149.

95 Dokumentasi RPS dan RPPH Taman Kanak-Kanak Budi Dharma

81

gotong royong sebagai rasa syukur kepada Allah, kebersihan adalah sebagian dari iman, gotong royong menjalin silaturahmi, selalu aktif dalam kegiatan gotong royong, menjalin hubungan dengan baik antara satu keluarga dengan keluarga yang lain, kebiasaan tidak tergantung pada orang lain, menjawab dengan tepat ketika di tanya. Pada tema tanah airku subtema Suku bangsa di Indonesia, materi yang direncanakan adalah Allah menciptakan manusia dengan bermacam-macam suku, saling menghargai antara suku yang ada di sekitar lingkungan, menggunakan gerakan secara terkontrol seimbang dan lincah dalam menirukan gerakan yang teratur, menghargai karya teman, mengungkapkan keinginannya, menghargai keindahan diri sendiri, karya sendiri atau orang ain alam dan lingkungan sekitar. Pada tema tanah airku Subtema Lambang Negara, materi yang direncanakan adalah mengetahui lambang negara ciptaan manusia, menghargai bendera negara Indonesia, mengenal lambang negara, mengenal gambar burung garuda, nama-nama pahlawan, memiliki sikap kepahlawanan, melengkapi kalimat sederhana, menunjukkan hasil karya anak.

c. Tema Lingkungan

Pada tema lingkungan Sub tema keluargaku, materi yang direncanakan adalah keluarga ciptaan Allah, rasa bersyukur karena mampunyai keluarga, kebiasaan anak makan makanan bergizi dan seimbang, kebiasaan menyalami orang tua saat berangkat dan pulang

82

sekolah, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, mengurutkan anggota keluarga, terbiasa mengikuti aturan yang ada di keluarga, merespon dengan tepat saat mendengar cerita, mengungkapkan keinginannya dan menceritakan kembali, menghagai keindahan dalam keluarga, mengenal berbagai hasil karya dan aktivitas seni. Pada tema lingkungan subtema rumahku, materi yang direncanakan adalah kayu ciptaan Allah, mensyukuri ciptaan Allah, cara merawat kebersihan rumah, membiasakan hidup bersih, pengelompokan berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan fungsi, lingkungan geografis (pedesaan, pantai, kota dan pegunungan), menganal bagian rumah, selalu menyelesaikan tugas sampai tuntas, warna dan bentuk, menjiplak huruf, permainan warna dengan berbagai media, mengenal berbagai hasil karya. Pada tema lingkungan subtema sekolahku, rencana materi yang disampaikan adalah Allah menciptakan manusia dengan segala posisi yang berbeda (guru dan kepala sekolah), mensyukuri adanya sekolah sebagai tempat menimba ilmu, doa sebelum dan sesudah belajar, cara merawat kebersihan, bentuk tiga dimensi geometri, tempat-tempat umum (sekolah, pasar, kantor pos), kebiasaan menyapa guru saat penyambutan, menghargai karya teman, mentaati (mematuhi peraturan yang ada), menyesuaikan diri, mengendalikan emosi dengan cara yang wajar, bercerita tentang gambar.

d. Kebutuhanku

83

Pada tema kebutuhanku subtema makanan dan minuman, rencana materi yang disiapkan adalah mengetahui makanan dan minuman adalah ciptaan Allah, mensyukuri makanan dan minuman sangat berguna bagi manusia, rasa ingin tahu macam-macam minuman, cara merawat dan merapikan tempat makan, mengetahui cara makan dan minum yang baik, cara memilih makanan dan minuman yang sehat, kebiasaan tidak bergantung pada orang lain. Pada tema kebutuhanku subtema pakaianku, materi yang direncanakan adalah mempercayai bahwa pohon kapas ciptaan Allah untuk membuat baju, terbiasa merawat kebersihan pakaian, membiasakan anak memakai pakaian bersih, membiasakan anak senang menceritakan impiannya, bangga menunjukkan hasil karya, dapat mengenal manfaat pakaian, mengenal pakaian adat gayo.

2) Pelaksanaan

Pelaksanaan atau aktualisasi pembelajaran multikultural dikombinasikan dengan kurikulum yayasan yang termuat dalam indikator-indikator kegiatan. Secara rinci, aktualisasi pembelajaran multikultural tersebut adalah:

a) Tema diri sendiri

Aktulisasi pembelajaran multikultural di daerah syariat Islam bersifat menghargai lingkungan setempat. Para pendidik yang semua berlatar belakang muslim dan kepala sekolah yang berlatar belakang non muslim maka nilai Islam tersebut dikombinasikan dengan nilai-nilai

84

non muslim. Pada tema diri sendiri sub tema identitas diri, materi yang disampaikan adalah seperti manusia ciptaan Allah. Pra pembelajaran, anak melakukan pembiasaan baris halaman dengan kegiatan menyanyi bertepuk dan gerak. Pembiasaan hafalan surat pendek, anak-anak muslim bersikap tangan menengadah ke atas sedangkan non muslim bersikap tangan dilipat. Bagi non muslim, mereka memahami bahwa ketika membaca surat pendek non muslim diam tidak menirukan, namun tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa anak yang mengikuti membaca surat pendek. Sebagaimana gambar di bawah ini:96

Gambar

Pembiasaan Membaca Surat Pendek

Dari gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa guru memberi intruksi bagi yang muslim tangan di atas sedangkan non muslim tangan dilipat.

Anak-anak dengan keyakinan pribadi mengetahui sikap yang diambil dan saling menghargai bagi yang lainnya tanpa membedakan. Pasca pembiasaan, anak-anak diberikan penjelasan mengenai manusia

96 Observasi kegiatan pembiasaan pagi hari di Taman Kanak-Kanak Budi Dharma

85

pertama kali di dunia, untuk anak muslim dijelaskan mengenai cerita Nabi Adam sedangkan non muslim diberikan kisah manusia pertama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibu Kepala Sekolah “Allah melihat semua yang diciptakanNya adalah baik tetapi belum ada manusia.

Lalu Allah berfirman “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita”, Tuhan mengambil debu tanah yang dibentuk manjadi manusia, lalu Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam manusia sehinga manusia itu hidup. Allah membawa semua binatang kepada Adam namun tidak satupun yang bisa menjadi sahabat yang sungguh baik”, lalu Tuhan menciptakan sesesorang bisa menjadi sahabat. Tatkala adam tidur nyeyang, Allah mengambil rusuknya dan dijadikan seorang perempuan, adam bahagia. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan-Nya maka berhentilah Allah pada hari ketujuh, lalu Allah memberkati hari ketujuh dengan hari kudus.97 Cerita tentang kisah nabi bagi muslim dan non muslim dibedakan kelasnya sehingga tidak membaurkan antara nabi bagi orang muslim dan non muslim karena merupakan proses pematangan beragama sehingga sekolah selektif dalam hal penyampaian akidah. Kegiatan berbicara sopan menggunakan kata tolong atau maaf dilakukan dengan anak mempraktekkan secara langsung sehingga pembelaran tampak kontekstual dan anak dapat menerapkan pasca pulang sekolah.

Kegiatan mengetahui mengenal nama, alamat, usia dan jenis kelamin

97 Hasil observasi dengan kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Budi Dharma,

86

sebagaimana guru memberikan contoh dalam mengenalkan diri dan anak diberi pengetahuan bahwa dalam usia ada yang kecil dan besar, bagi yang kecil menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda begitu juga jenis kelamin terdapat yang laki-laki dan perempuan.

Laki-laki maupun perempuan sudah sewajarnya saling tolong menolong. Kegiatan kebiasaan tidak tergantung pada orang lain terlihat dari kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Kegiatan merapikan pakaian sendiri sebagaimana ketika kegiatan pada sentra bermain peran. Kegiatan memilih makanan atau minuman yang sehat seperti kegiatan problem solving yang mana anak ditunjukkan dua buah jenis makanan kue basah dan makanan instan. Guru menjelaskan makanan yang baik dan kurang menyehatkan. Kegiatan mengenal alamat sekolah atau mengenal alamat teman, guru meminta anak untuk menyebut alamat anak dengan lengkap kemudian guru menanyakan kembali alamat tersebut kepada anak lainnya, sehingga anak non muslim mengenal atau mengetahui alamat anak muslim begitu pula sebaliknya.

Tema tema diri sendiri sub tema angota tubuh, materi yang disampaikan terkait pembelajaran multikultural adalah mengenalkan perbedaan anak yang gemuk dan yang kurus sebagaimana guru menjelaskan bahwa anak gemuk dan anak kurus juga merupakan ciptaan Tuhan sehingga sebagai insanNya saling memberi kasih.

87

Ilustrasi yang diberikan guru berupa contoh konkrit berupa bentuk gambar berikut:

Gambar

Beda Kurus Dan Gemuk

Dari gambar tersebut tersirat bahwa perbedaan besar kecil dalam ukuran badan bukan untuk dijadikan dasar kekuatan namun disebabkan anugrah sang Kuasa.

e. Tema tanah airku

Pada tema tanah airku sub tema desaku, materi yang disampaikan sesuai pembelajaran multikultural adalah tata cara kehidupan yang dianjurkan di dalam Al-Qur’an yang mana kegiatan ini diikuti oleh beberapa anak baik muslim maupun non muslim sebagaimana guru menyampaikan bahwa cara hidup yang baik sesuai al-Qur’an adalah saling menjaga persatuan yang dilakukan dengan saling kasih. Selain itu, kegiatan gotong royong sebagai rasa syukur kepada Allah. Selain itu, tata cara hidup sesuai nilai Islam yaitu menjaga kebersihan. Anak

88

muslim maupun non muslim diajarin semboyan “kebersihan sebagian dari Iman”. Iman yang merupakan ucapan dari dalam hati dan dilakukan dalam praktik keseharian. Iman bukan hanya dimiliki oleh anak muslim namun juga anak non muslim, yang mana iman baginya aktualisasi suatu keyakinan sentral yang diajarkan oleh Yesus sendiri.

Kegiatan persatuan yang diajarkan adalah melakukan gotong royong menjalin silaturahmi yaitu guru bercerita tentang gotong royong, anak bermain peran dalam melakukan gotong royong di sekolah dan tanya jawab tentang bagaimana cara membersihkan lingkungan. kegiatan selalu aktif dalam kegiatan gotong royong yaitu guru dan anak bercakap-cakap tentang cara kehidupan masyarakat yang ada di kota, anak mewarnai gambar lingkungan yang ada di kota dan tanya jawab tentang apa yang dapat dilihat di kota.

Pada tema tanah airku subtema Suku bangsa di Indonesia, materi yang disampaikan adalah Allah menciptakan manusia dengan bermacam-macam suku dengan cara bercerita tentang suku Gayo seperti menyebut nama dan pakaian adat Gayo serta masakan tradisional Gayo, mewarnai bendera merah putih sebagai bendera bangsa Indonesia, menari dan mengikuti gerakan tari guel dari suku Gayo.

Kegiatan saling menghargai antara suku yang ada di sekitar lingkungan yaitu dengan tanya jawab tentang macam-macam suku di Indonesia, mewarnai gambar baju adat Gayo, bercerita tentang suku anak masing-masing.

89

Pada tema tanah airku Subtema Lambang Negara, materi yang disampaikan adalah mengetahui lambang negara ciptaan manusia dengan bercerita tentang lambang negera yaitu burung garuda, mewarnai gambar burung garuda. Kegiatan menghargai bendera negara Indonesia dilakukan dengan mengadakan upacara bendera.

f. Tema Lingkungan

Pada tema lingkungan Sub tema keluargaku, materi yang disampaikan adalah keluarga ciptaan Allah yaitu bercakap-cakap tentang manusia ciptaan Allah, menghitung jumlah anggota keluarga yang ada dri rumah, membiasakan mengucapkan salam kepada orang yang lebih.

Kegiatan rasa bersyukur karena mampunyai keluarga yaitu dengan mendengar cerita tentang anggota keluarga yang ada di rumah, mewarnai anggota keluarga, menyanyi lagu kasih ibu.

Pada tema lingkungan subtema sekolahku, materi yang disampaikan terkait pembelajaran multikultural adalah berdoa sebelum belajar bersama dengan teman. Anak-anak dibiasakan melakukan doa dengan teman muslim maupun non muslim sehingga anak memahami cara pribadi dalam melakukan praktik ibadah. Sebagaimana gambar berikut:

90

Gambar

Berdoa bersama teman

Berdoa bersama teman